1 of 44

OPTIMALISAI GERAKAN LITERASI SEKOLAH�SEBAGAI PRAKTIK BAIK�SD NEGERI JETIS

Oleh : Sri Wahyuni S.Pd, Jas., M.Pd.

2 of 44

Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Allah swt. Yang telah memberikan rahmat dan hidayah kepada kita semua sehingga penyusunan dan pelaksanaan Best Practice ini dapat terselesaikan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan.

Best Practice merupakan laporan uraian hasil pengalaman nyata kepala sekolah dalam memecahkan masalah yang dijumpai sesuai dengan tujuan pembelajaran dan memiliki nilai yang bermanfaat, baik secara langsung maupun tidak langsung meliputi (guru, peserta didik, masyarakat, dan rekan sejawat lainnya).

Penyusunan Best Practice ini dapat terselesaikan tentunya tidak terlepas adanya bantuan dari berbagai pihak, terutama rekan-rekan guru yang tergabung dalam Tim Sekolah Dasar Negeri Jetis yang telah berpartisipasi penuh dalam kegiatan sekolah serta ucapan terima kasih atas bimbingan bapak ibu pengawas di lingkungan korwil jetis yang telah memberikan motivasi dan arahan selama pendampingan kegiatan sekolah.

3 of 44

Latar Belakang

Gerakan Literasi Sekolah (GLS)

Sebagai Program Berkelanjutan SD Negeri Jetis

1.Ketertarikan minat baca siswa cenderung menurun

2.Kurang optimalnya strategi penanaman budaya literasi di lingkungan sekolah

3.Fasilitas yang memadai dan tempat yang nyaman dapat menarik kunjungan siswa untuk belajar

4 of 44

Perumusan Masalah

1. Bagaimana perencanaan program literasi yang dilakukan disekolah untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa SD Negeri Jetis?

2. Bagaimana implementasi program literasi yang ada disekolah agar dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa SD Negeri Jetis?

3. Bagaimana evaluasi program literasi yang dilaksanakan disekolah dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa SD Negeri Jetis?

5 of 44

Tujuan GLS SD Negeri Jetis

1. Mengembangkan budaya literasi di sekolah

2. Menciptakan iklim sekolah yang literat, yaitu dengan dukungan lingkungan fisik, lingkungan sosial afektif, dan lingkungan akademis.

3. Menjadikan sekolah sebagai wahana belajar yang ramah menyenangkan bagi siswa maupun stakeholders warga sekolah

6 of 44

Manfaat Gerakan Literasi Sekolah

1. Manfaat secara Teoretis

Diharapkan dapat memberikan pengaruh yang berdaya guna secara teoretis (keilmuan/pengetahuan) serta empiris bagi guru maupun kepentingan akademis di bidang pengembangan kurikulum, yakni tentang program literasi yang diintegrasikan pada pembelajaran yang disesuaikan dengan kurikulum.

2. Manfaat Praktis

a. Bagi siswa, dapat menumbuhkan dan meningkatkan minat membaca serta belajar siswa. Dengan program literasi maka siswa dapat belajar lebih aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan.

b. Bagi guru, dapat meningkatkan kemampuan dalam merencanakan dan melaksanakan, serta mengevaluasi pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan literasi siswa.

7 of 44

SD NEGERI JETIS

8 of 44

PENCETAK GENERASI UNGGUL DAN BERBUDI PEKERTI LUHUR

9 of 44

PROFIL SEKOLAH

Nama Sekolah : SD Negeri Jetis

Alamat : Jl. Imogiri Barat Km. 11, Kertan, Sumberagung, Jetis, Bantul

Tahun didirikan : Juli 2007

Akreditasi : A

Jumlah Siswa : 530 Siswa

Kepala Sekolah : Sri Wahyuni S.Pd, Jas., M.Pd.

10 of 44

Kajian Pustaka

A. Pengertian Gerakan Literasi Sekolah

Gerakan Literasi Sekolah (GLS) adalah kemampuan mengakses, memahami dan menggunakan sesuatu secara cerdas, melalui berbagai aktivitas, antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis, dan/atau berbicara. Gerakan Literasi Sekolah merupakan sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik utama (Rahmawati, 2016:2).

11 of 44

Lanjutan..

  • Sedangkan sekolah sebagai organisasi pembelajaran warga literat adalah sekolah yang menyenangkan dan ramah anak, terlihat dari semua warganya menunjukkan empati, kepedulian, semangat ingin tahu dan cinta pengetahuan, cakap berkomunikasi dan dapat berkontribusi kepada lingkungan sosialnya (Nur Widyani, 2016:7).

  • Gerakan literasi merupakan suatu usaha atau kegiatan yang bersifat partisipatif dengan melibatkan warga sekolah (peserta didik, guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, pengawas sekolah, Komite Sekolah, orang tua/wali murid peserta didik), akademisi, penerbit, media massa, masyarakat (tokoh masyarakat yang dapat merepresentasikan keteladanan, dunia usaha, dll.), dan pemangku kepentingan di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Wiedarti, 2016:7).

12 of 44

Dasar Hukum Penyelenggaraan Perpustakaan

1. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab III Pasal 4 Ayat (5) secara eksplisit mengembangkan budaya membaca, menulis, dan berhitung bagi segenap warga masyarakat.

2. UU 43/2007 tentang Perpustakaan, serta Permendiknas 24/2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana Sekolah Dasar dan Menengah.

3. Permendikbud No 23 Tahun 2015 Tentang Penumbuhan Budi Pekerti melalui gerakan literasi.

4. Permendikbud Nomor 16 tahun 2016 Tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah

5. SOP Penyelenggaraan Perpustakaan SD Negeri Jetis

13 of 44

Faktor Pendukung GLS SD Negeri Jetis

1. Fasilitas perpustakaan yang menunjang siswa untuk dapat belajar secara optimal

2. Adanya program pengadaan buku bacaan di sekolah yang telah disepakati bersama antara sekolah dan wali siswa

3. Memperoleh dukungan dari stakeholders di lingkungan warga sekolah dan Dinas Perpusda Kab. Bantul

4. Mengimplementasikan Pojok Baca di setiap kelas dan melakukan wajib kunjung perpus bergilir sesuai jadwal yang telah ditentukan bersama

14 of 44

Pembahasan Masalah

  • Program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dilaksanakan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan sekolah. Kesiapan ini mencakup kesiapan kapasitas sekolah (ketersediaan fasilitas, bahan bacaan, sarana, prasarana literasi), kesiapan warga sekolah, dan kesiapan sistem pendukung lainnya (partisipasi publik, dukungan kelembagaan, dan perangkat kebijakan yang relevan).
  • GLS di SD Negeri Jetis dilaksanakan dalam tiga tahap, yakni tahap pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran.

15 of 44

1. Tahap Pembiasaan

  • Kegiatan pada tahap pembiasaan, diantaranya:

a. Memperkaya koleksi bacaan untuk mendukung kegiatan 15 menit membaca.

b. Membaca buku cerita/pengayaan selama 15 menit sebelum pelajaran dimulai. Kegiatan membaca yang dapat dilakukan adalah membacakan buku dengan nyaring (read aloud) dan membaca dalam hati (sustained silent reading).

c. Kegiatan diskusi informal tentang buku yang dibaca/dibacakan

d. Memfungsikan lingkungan fisik sekolah melalui pemanfaatan fasilitas sekolah, seperti perpustakaan, sudut buku kelas, area baca, kebun sekolah dll.

e. Memilih buku yang sesuai dengan minat peserta didik dan beberapa ditentukan.

f. Pemberian Reward dan apresiasi bagi siswa yang bercerita mendongeng dihadapan para Guru dan siswa siswi di halaman sekolah saat kegiatan yang ditentukan.

g. Memberikan penghargaan terhadap kemampuan siswa dalam pembuatan jenis-jenis karya puisi maupun cerita pengalaman menariknya dll.

16 of 44

2. Tahap Pengembangan

  • Kegiatan pada tahap pengembangan, diantaranya:

a. Literasi dengan bacaan nyaring Asmaul Husna seluruh siswa dan guru setiap pagi sebelum KBM.

b. Mendatangkan narasumber pendongeng sebagai motivasi anak yang dihadirkan dari luar sekolah.

c. Bercerita/mendongeng yang ditampilkan siswa dalam kegiatan gelar karya siswa/setiap hari jum’at setelah senam pagi.

d. Adanya ruang taman sekolah yang terdapat Gazebo literasi untuk dapat memberikan ruang siswa agar berliterasi di lingkungan alam.

e. Setiap siswa meringkas 1 judul buku bacaan yang telah dipilih dalam waktu satu minggu.

f. Mengikuti berbagai ajang lomba literasi maupun non akademik dengan perolehan prestasi yang memuaskan

f. Penilaian tanggapan masukan dan komentar pendidik terhadap karya peserta didik bersifat memotivasi.

17 of 44

3. Tahap Pembelajaran

  • Kegiatan pada tahap pembelajaran, antara lain:

a. Guru mencari metode pengajaran yang efektif dalam mengembangkan kemampuan literasi siswa.

b. Guru mengembangkan rencana pembelajaran mandiri dengan memanfaatkan berbagai media dan bahan ajar.

c. Guru melaksanakan pembelajaran dengan memaksimalkan pemanfaatan fasilitas literasi untuk pembelajaran.

d. Guru menerapkan berbagai strategi membaca untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran.

18 of 44

Hasil Dari Gerakan Literasi Sekolah

1. Sekolah berhasil menerbitkan buku antologi karya guru maupun siswa

2. Sekolah mendapat kesempatan maju mengikuti Akreditasi Perpustakaan yg penilaiannya dilakukan oleh Badan Akreditasi Perpustakaan Nasional

19 of 44

Karya Antologi Puisi Guru dan Siswa

20 of 44

Revitalisasi Perpustakaan Sekolah

21 of 44

22 of 44

Hasil Kelola Perpustakaan Sekolah

23 of 44

Kunjungan Minat Membaca Siswa yang Tinggi

24 of 44

Perpustakaan yang Menunjang

25 of 44

Pelayanan Perpustakaan Sekolah

26 of 44

Layanan Kunjung, Peminjaman dan Pengembalian Buku

27 of 44

Festival Pameran Karya Siswa

28 of 44

Pembuatan Pojok Baca Kelas

29 of 44

Hasil Pembuatan Mading Kelas

30 of 44

Pendampingan Pelaksanaan Program Literasi Oleh Pengawas

31 of 44

Budaya Kerjasama dan Saling Menghormati

32 of 44

Literasi Membaca Nyaring dengan Baca Asmaul Husna Seluruh Siswa dan Guru Setiap Pagi Sebelum KBM

33 of 44

Mendongeng dengan Pendongeng Mas Andi Pemikat Hati

34 of 44

Bercerita dalam Kegiatan Gelar Karya Siswa

35 of 44

Kegiatan Mendongeng/Bercerita Pada Hari Jum’at Setelah Acara Senam Pagi Oleh Siswa

36 of 44

Gazebo Literasi

37 of 44

Gelar Karya Literasi Budaya Juni 2023

38 of 44

Mengikuti Lomba Literasi

JUARA I DAN JUARA II MENULIS PUISI HUT SMPN 1 JETIS TH 2022

39 of 44

Lomba Pembacaan Pembukaan UUD 1945 dalam Rangka Peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2022

40 of 44

Mengikuti Lomba Literasi Budaya�Juara III FLSN Tari Tingkat Kabupaten Bantul�Juni 2023

41 of 44

Lomba MTQ TK Kapanewon Jetis 13 September 2023�JUARA 2 MENGGAMBAR�JUARA 2 PIDATO�JUARA 2 LCT

42 of 44

Kunjungan Bunda Literasi�HJ. EMI MASRUROH 18 September 2023

43 of 44

Kesimpulan

Dengan fasilitas yang memadai, serta mengoptimalkan strategi dan program literasi di sekolah dapat meningkatkan budaya literasi di sekolah dan menjadikan sekolah sebagai taman belajar yang ramah dan menyenangkan, sehingga diharapkan warga sekolah menjadi literat sepanjang hayat, terlebih budaya literasi ini sudah ada perhatian khusus dari pemerintah, sehingga sudah tidak ada alasan untuk tidak mengenal literasi. Semoga dengan adanya pemahaman ini bisa memberikan informasi dan semangat baru terutama di bidang pendidikan khususnya literasi.

44 of 44