1 of 18

Tantangan dan Tips�Mendidik Anak �di Era Digital

Cahyadi Takariawan

2 of 18

Strawberry Generation

  • The generation bruise easily like strawberries (www.wiktionary.org, 2022)
  • Strawberry Generation are unable to withstand social pressure and are not willing to work hard for what they want (The Asia Parent, 2022)
  • Strawberry generation can't do real work . All they do is drink bubble tea and disrespect  their parents (https://www.urbandictionary.com, 27 Desember 2022)

3 of 18

Strawberry Generation

  • Dari mana munculnya generasi stroberi?
  • Pertama dan paling utama adalah dari pola asuh di rumah. Berikutnya, dari hasil interaksi dengan teknologi dan kemajuan zaman
  • Prinsip utama adalah –kendalikan apa yang ada dalam rentang kendalimu
  • يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَٰٓئِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
  • Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

4 of 18

Tantangan Bagi Orangtua

  • Kita mendidik anak pada era yang sangat berbeda dengan saat kita dulu dididik orangtua dan guru kita
  • Kita memiliki waktu yang sangat terbatas untuk memenuhi hak-hak anak-anak kita
  • Kita memiliki waktu yang sangat terbatas untuk hadir membersamai tumbuh kembang anak-anak kita
  • Tuntutan profesionalitas pekerjaan membuat kita totalitas bekerja, sementara tidak totalitas dalam mendidik dan mengasuh anak
  • Bagaimana kehadiran orangtua dirasakan anak-anaknya?

5 of 18

Makna Kehadiran

  • Hadir berasal dari bahasa Arab, yang memiliki makna exist (ada, wujud), present (sekarang, hadiah), ready (siap, sedia, rela, cepat), current (sekarang ini), dan present day (hari ini).
  • Di antara makna penting dari sebuah "kehadiran" adalah keberadaan di waktu sekarang, kesiapan, kesediaan dan kerelaan dalam waktu cepat.
  • Orangtua dianggap memiliki kehadiran, apabila tampak ada wujud dan keberadaannya saat ini di dekat anak-anak.
  • Akan tetapi, wujud kehadiran saat ini, tidak selalu berupa fisik. Ada banyak dimensi kehadiran lainnya.

6 of 18

10 Dimensi Kehadiran Orangtua

  • Kehadiran Ruhaniyah
  • Kehadiran Kesalihan
  • Kehadiran Pendidikan
  • Kehadiran Fisik
  • Kehadiran Hati dan Perasaan
  • Kehadiran Pikiran
  • Kehadiran Doa
  • Kehadiran Materi
  • Kehadiran Inspirasi dan Motivasi
  • Kehadiran Keteladanan

7 of 18

1 - Kehadiran Ruhaniyah

  • Orangtua harus selalu hadir secara ruhaniyah –dalam kehidupan anak-anaknya.
  • Salah seorang salafus salih pernah mengatakan,
  • يا بني إني لأستكثر من الصلاة لأجلك
  • “Wahai anakku, sesungguhnya aku memperbanyak shalat karenamu (dengan harapan Allah akan menjagamu).”
  • Sa’id ibn al-Musayyib pernah berkata,
  • إني لأصلي فأذكر ولدي فأزيد في صلاتي
  • “Ada kalanya ketika aku shalat, aku teringat akan anakku, maka aku pun menambah shalatku (agar anak-anakku dijaga oleh Allah).”
  • Sa’id bin Al-Musayyib berkata kepada anaknya,
  • لَأَزِيْدَنَّ فِي صَلاَتِي مِنْ أَجْلِكَ
  • “Wahai anakku, sungguh aku terus menambah shalatku ini karenamu (agar kamu menjadi salih)” (Jami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam)

8 of 18

2 - Kehadiran Kesalihan

  • Kesalihan orangtua memberikan pengaruh penting bagi kehidupan anak. Dalam surat Al-Kahfi dikisahkan,
  • وَأَمَّا الْجِدَارُ فَكَانَ لِغُلَامَيْنِ يَتِيمَيْنِ فِي الْمَدِينَةِ وَكَانَ تَحْتَهُ كَنْزٌ لَهُمَا وَكَانَ أَبُوهُمَا صَالِحًا
  • “Adapun dinding rumah adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang shalih.” (QS. Al-Kahfi: 82).
  • Diriwayatkan oleh Ibnu Katsir bahwa yang dimaksud

” وَكَانَ أَبُوهُمَا صَالِحًا ” dalam ayat tersebut adalah kakek ketujuh dari dua anak tadi.

  • Umar bin ‘Abdil ‘Aziz mengatakan,
  • مَا مِنْ مُؤْمِنٍ يَمُوْتُ إِلاَّ حَفِظَهُ اللهُ فِي عَقِبِهِ وَعَقِبِ عَقِبِهِ
  • “Setiap mukmin yang meninggal dunia (dalam kondisi ketaatan kepada Allah), maka Allah akan senantiasa menjaga anak dan keturunannya setelah itu” (Jami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam)

9 of 18

3 - Kehadiran Pendidikan

  • Orangtua wajib memberikan pendidikan terbaik untuk anak-anak. Nabi saw  bersabda,
  • ما نحل والد ولده أفضل من أدب حسن
  • “Tiada suatu pemberian yang lebih utama dari orang tua kepada anaknya selain pendidikan yang baik.” (HR. Al Hakim: 7679).
  • Allah berfirman,
  • يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
  • “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS. At-Tahrim: 6).
  • Dalam Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan, menurut ‘Ali bin Abi Thalib yang dimaksud ayat ini adalah,
  • أَدِّبُوْهُمْ وَعَلِّمُوْهُمْ
  • “Ajarilah adab dan agama pada mereka.”

10 of 18

4 - Kehadiran Fisik

  • Kehadiran orangtua secara fisik sangat diperlukan oleh anak-anak. Pelukan ayah dan ibu kepada anak-anaknya, terutama yang masih kecil, sangat memberikan makna bagi perkembangan kejiwaan anak.
  • Mereka akan tumbuh dalam suasana "memiliki" orangtua, sosok figur yang dibanggakan dan dihormati.
  • Kehadiran fisik tidak bisa digantikan dengan sarana teknologi, secanggih apapun teknologi itu. Walaupun ada teknologi teleconference yang bisa menghubungkan orangtua dengan anak setiap saat melalui internet, namun tidak sama dengan keberadaan fisik di tengah mereka.
  • Tetaplah hadir di tengah anak-anak, sesibuk apapun urusan kita. Karena kehadiran ayah dan ibu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi anak-anak. Memang benar bahwa kualitas pertemuan lebih penting daripada kuantitasnya, namun jangan pernah mengabaikan kuantitas pertemuan.

11 of 18

5 - Kehadiran Hati

  • Kehadiran orangtua di hati anak sama pentingnya dengan kehadiran anak di hati orangtua.
  • Ketika hubungan antara orangtua dengan anak terbangun dengan baik, penuh rasa cinta, kasih dan sayang, maka kendati terpisah jauh secara fisik, anak tetap merasakan kehadiran orangtua di dalam hatinya.
  • Mungkin orangtua sedang bertugas di luar kota bahkan luar negeri untuk jangka waktu yang lama. Atau sebaliknya, anak tengah belajar atau kuliah di manca negara untuk waktu yang lama.
  • Keterpisahan secara fisik ini bisa diatasi dengan berbagai ekspresi, agar hati orangtua dan anak selalu terhubung. Jangan sampai ada keterpisahan hati antara orangtua dengan anak.

12 of 18

6 - Kehadiran Pikiran

  • Kehadiran orangtua di dalam pikiran anak, dan kehadiran anak di dalam pikiran orangtua juga sama pentingnya.
  • Orangtua yang memikirkan anak-anak, akan mampu bekerja dengan serius dan bersungguh-sungguh. Karena ia ingin agar anak-anaknya sukses dunia akhirat.
  • Orangtua ingin anak-anaknya menjadi manusia yang bermartabat dan memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, negara dan agama. Maka itu akan membuat orangtua bekerja semakin giat dan penuh rasa cinta.
  • Demikian pula anak yang ada kehadiran orangtua dalam pikirannya, akan bisa belajar dan bekerja dengan serius.
  • Anak tidak tega melihat orangtua yang bekerja mencari nafkah untuk menghidupi keluarga, maka ia menjadi tekun belajar dan berusaha. Berharap agar bisa meringankan beban orang tua, dan menjadi kebanggaan orang tua.

13 of 18

7 - Kehadiran Doa

  • Jangan pernah mengabaikan doa. Sebut nama anak-anak dalam doa kita.
  • Ketika orangtua menyempatkan waktu untuk selalu mendoakan anak-anaknya, maka anak-anak pun akan merasakan kehadiran orangtua dalam kehidupan mereka.
  • Doa adalah kekuatan spiritual yang luar biasa hebatnya. Kelak ketika orangtua sudah wafat, anak-anak akan terus menerus mendoakannya.
  • Ketika anak tengah merayakan keberhasilan dalam hidupnya, jika orangtua tidak bisa hadir secara fisik di acara perayaannya, tetaplah menghadirkan doa untuk anak tercinta.
  • Sudah pasti anak akan kecewa jika momentum penting dalam hidupnya tidak dihadiri orangtua, namun doa bisa dihadirkan untuk kebaikan dan kesuksesan hidup anak.

14 of 18

8 - Kehadiran Materi

  • Kewajiban ayah memberikan kecukupan materi bagi anak-anak, namun tidak hanya sebatas pemberian materi.
  • Tidak banyak makna kehadiran materi, apabila tidak disertai dengan kehadiran fisik, kehadiran hati, kehadiran pikiran dan kehadiran doa.
  • Orangtua tidak boleh merasa puas dan cukup hanya karena sudah menunaikan kewajiban pemenuhan kebutuhan materi kepada anak-anak, karena mereka bukan hanya perlu materi. Anak-anak memerlukan cinta, kasih, sayang, perhatian dan kebersamaan dari orangtua.

15 of 18

9 - Kehadiran Inspirasi dan Motivasi

  • Orangtua harus selalu berusaha memberikan kekuatan moral kepada anak-anak. Menjadi sumber inspirasi dan motivasi kebaikan bagi anak-anak.
  • Saat anak-anak kelelahan, orangtua menjadi obat yang menyegarkan. Saat anak-anak merasa lemah, orangtua memberikan motivasi yang menguatkan. Saat anak resah gelisah, orangtua memberikan inspirasi yang menenangkan.
  • Orangtua selalu berusaha menjadi sahabat yang menenangkan, menyenangkan, menyemangati dan memberi inspirasi kebaikan bagi anak-anak.

16 of 18

10 – Kehadiran Keteladanan

  • Keteladanan merupakan karakter yang harus sangat menonjol pada orangtua.
  • Orangtua tidak mungkin bisa menghindar dari tanggung jawab keteladanan dalam kehidupan rumah tangga.
  • Seperti apa kondisi keluarga sangat bergantung kepada keteladanan orangtua.
  • Semua yang diucapkan, dilakukan, ditampilkan oleh orangtua, sudah menjadi sebuah teladan bagi anak-anak.
  • Entah perkataan, perbuatan dan penampilan itu terjadi dengan sepenuh kesadaran untuk memberikan keteladanan, atau tidak sengaja dan tidak sadar karena sekedar mengikuti ritme kebiasaan saja.

17 of 18

Bahan Bacaan

  • Abdullah Nasih Ulwan, Pendidikan Anak Dalam Islam, Insan Kamil, 2015
  • Abu Al Hamd Rabi', Baitul Muslim Al Qudwah, Era Adicitra Intermedia, 2015
  • Matthew Atencio dkk, 'The strawberry generation, they are too pampered', European Physical Education Review 21(1):1-20, September 2014, https://www.researchgate.net/
  • Raghib As-Sirjani, Rasulullah Teladan Untuk Semesta Alam, Penerbit Insan Kamil, 2011.

18 of 18