1 of 17

Bagaimana Merdeka Belajar​�Menurut Ki Hadjar Dewantara​

Oleh

<<Nama Guru>>

SMKN 9 Surakarta

2 of 17

Mengenali dan Memahami Diri Sebagai Pendidik​

Pendidik adalah orang dewasa yang bertanggung jawab memberikan pertolongan kepada anak didik dalam perkembangan baik jasmani maupun rohaninya (Dri Atmaka, 2004). Sementara menurut Ki Hajar Dewantara, pendidikan adalah memberi tuntunan terhadap segala kekuatan kodrat yang dimiliki anak, agar ia mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya, baik sebagai seorang manusia maupun sebagai anggota masyarakat.

3 of 17

Peran Pendidik

Peran seorang pendidik sesuai Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 Tentang guru dan dosen adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi siswa pada Pendidikan anak usia dini melalui jalur formal Pendidikan dasar dan Pendidikan menengah. Maka, peran pendidik (Guru) tidak lagi sebatas pengajar, tapi selaras dengan konsep Ing ngarso sung tulodo, Ing madyo mangun karsa, dan Tut wuri handayani.​

4 of 17

Refleksi Mengenali Diri dan Peran sebagai Pendidik​

Pertanyaannya, kita sudah mengenali diri dan peran sebagai pendidik?. Jawabannya tergantung pada keberanian kita untuk menjawab secara jujur dengan hati nurani.

  1. Siapakah saya di mata siswa, apakah saya diberi predikat sebagai guru yang berempati atau malah cuek?.
  2. Apakah saya memberi ruang bagi siswa untuk memunculkan ide dan kreativitas mereka atau malah membungkam dengan ucapan yang memojokkan?.
  3. Pernahkah saya memberi kesempatan bagi siswa untuk menjelaskan apa alasan mereka tidak memegang komitmen atau malah mendesak dan menyalahkan?​

5 of 17

Mendidik dan Mengajar

Menurut Ki Hadjar Dewantara, mendidik dan mengajar adalah proses memanusiakan manusia, sehingga harus memerdekakan manusia dan segala aspek kehidupan baik secara fisik, mental , jasmani dan rohani.

Bagi Ki Hadjar Dewantara, pendidikan itu memberikan dorongan terhadap perkembangan siswa didik, yakni pendidikan mengajarkan untuk mencapai suatu perubahan dan dapat bermanfaat di lingkungan masyarakat. Dalam hal ini, siswa didik diharapkan mampu memberikan manfaat untuk lingkungan keluarga, lingkungan tempat tinggal ataupun untuk masyarakat luas.

Selain itu, dengan pendidikan juga diharapkan memberikan peningkatan rasa percaya diri, mengembangkan potensi yang ada dalam diri karena selama ini pendidikan hanya dianggap sebagai sarana untuk mengembangkan aspek kecerdasan, namun tidak diimbangi dengan kecerdasan dalam bertingkah laku maupun dengan ketrampilan.​

6 of 17

Mendidik Menyeluruh

Ki Hadjar Dewantara juga mengungkapkan mengenai pengertian pendidikan yang umumnya berarti daya upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin dan karakter), pikiran (intellect), dan tubuh anak.

7 of 17

Menjadi Manusia (secara) Utuh

Menurut Ki Hadjar Dewantara, yakni Pendidikan yang mempertimbangkan keseimbangan cipta, rasa, dan karsa, tidak hanya sebagai proses transfer ilmu pengetahuan namun sekaligus proses transformasi nilai. Sehingga dengan kata lain, pendidikan diharapkan mampu membentuk karakater manusia menjadi manusia yang seutuhnya.

8 of 17

Mendampingi Murid dengan Utuh dan Menyeluruh

Guru sebagai tokoh sentral dalam dunia pendidikan juga diharapkan mengutamakan murid di atas kepentingan pribadi. Menurut Ki Hadjar Dewantara, seorang guru juga diharapkan mampu mengembangkan metode yang sesuai dengan sistem pengajaran dan pendidikan, yaitu metode among, yakni metode pengajaran dan pendidikan yang berdasarkan pola asih, asah, dan asuh. Guru diharapkan memiliki keterampilan dalam mengajar, memiliki keunggulan dalam berelasi dengan peserta didik maupun dengan anggota komunitas yang ada di sekolah, dan guru juga harus mampu berkomunikasi dengan orang tua murid dan memiliki sikap profesionalitas dalam menjalankan tugasnya.

9 of 17

Kodrat Murid

Ki Hadjar Dewantara memiliki konsep tentang pendidikan yang didasarkan pada asas kemerdekaan yang memiliki arti bahwa manusia diberi kebebasan dari Tuhan yang Maha Esa untuk mengatur kehidupannya dengan tetap sejalan dengan aturan yang ada di masyarakat. Tujuan pendidikan adalah kesempurnaan hidup manusia sehingga dapat memenuhi segala keperluan lahir dan batin yang diperoleh dari kodrat alam (Dewantara, 2009).

10 of 17

Trikon (Kontinyu-Konvergen-Konsentris)

Pendidikan adalah suatu proses yang tidak diam. Ia harus terus berubah dan berkembang sesuai dengan kondisi zaman, dan juga kondisi peserta didik.

Bagaimana cara untuk mengembangkan sekolah atau bahkan proses pendidikan di ruang kelas secara efektif?

  1. Kontinyu. Artinya pengembangan yang dilakukan harus berkesinambungan, dilakukan secara terus-menerus dengan perencanaan yang baik.
  2. Konvergen. Artinya pengembangan yang dilakukan dapat mengambil dari berbagai sumber di luar, bahkan dari praktik pendidikan di luar negeri.
  3. Konsentris. Artinya pengembangan pendidikan yang dilakukan harus tetap berdasarkan kepribadian kita sendiri.

11 of 17

Mendidik dan Melatih Kecerdasan Budi Pekerti

Ki Hajar Dewantara berpendapat, bahwa budi pekerti adalah perpaduan antara cipta (Kognitif) dan rasa (Afektif) sehingga menghasilkan karsa (Psikomotorik). Budi pekerti merupakan kodrat setiap manusia. Maka sebagai pendidik, perlu memahami kodrat tersebut dan mendampingi tumbuh kembangnya kecakapan budi pekerti anak didik dalam proses pembelajaran.

"Jangan menyeragamkan hal-hal yang tidak perlu atau tidak bisa diseragamkan. Perbedaan bakat dan keadaan hidup anak di masyarakat yang satu dengan yang lain harus menjadi perhatian dan diakomodasi" Ki Hadjar Dewantara.

12 of 17

Menumbuhkan Budi Pekerti

Tri Pusat Pendidikan:

    • Lingkungan Keluarga menjadi tempat yang utama dan paling baik untuk melatih pendidikan sosial dan karakter baik bagi seorang anak. Keluarga merupakan tempat bersemainya pendidikan yang sempurna bagi anak untuk melatih kecerdasan budi-pekerti (pembentukan watak individual). Keluarga juga menjadi ruang untuk mempersiapkan hidup anak dalam bermasyarakat dibanding dengan pusat pendidikan lainnya.
    • Lingkungan Perguruan menjadi tempat untuk melatih dan membiasakan Pendidikan sosial dan karakter bagi seorang anak.
    • Lingkungan Masyarakat menjadi tempat menerapkan Pendidikan sosial dan karakter bagi seorang anak.

13 of 17

Tri Pusat Pendidikan

Tri pusat pendidikan tersebut akan melahirkan calon pemimpin bangsa yang berkarakter ing ngarsa sung tuladha (dimuka memberi contoh), ing madya mangun karsa (di tengah membangun cita-cita), dan tut wuri handayani (mengikuti dan mendukungnya). Ki Hadjar Dewantara mengidealkan pemimpin yang masa depan memiliki karakter yang tangguh dan disiplin terhadap dirinya serta bermanfaat bagi lingkungan di sekitarnya.

14 of 17

Pendidikan yang Mengantarkan Keselamatan dan Kebahagiaan

Maksud pendidikan menurut Ki Hadjar Dewantara, yaitu mendapatkan kemajuan lahir dan batin. Pertama, tentang tujuan pendidikan disebutkan tentang kepuasan atau ketentraman lahir dan batin, atau juga dapat diterjemahkan sebagai bahagia, atau rahayu, yaitu kondisi seseorang dalam keadaan senang dalam hidup batin, sehingga dapat dipahami jika pendidikan merupakan cara untuk mendapatkan kemerdekaan jiwa (Dewantara, 2009).

15 of 17

Mengantarkan Murid Selamat dan Bahagia

Ki Hadjar Dewantara telah jauh berpikir dalam masalah pendidikan karakter, mengasah kecerdasan budi sungguh baik karena dapat membangun budi pekerti yang baik dan kokoh, hingga dapat mewujudkan kepribadian (persoonlijkhheid) dan karakter (jiwa yang berasas hukum kebatinan). Jika itu terjadi, orang akan senantiasa dapat mengalahkan nafsu dan tabiat-tabiatnya yang asli, seperti bengis, murka, pemarah, kikir, keras, dan lain-lain (Taman Siswa.1977 dalam Mudana, 2019).

16 of 17

Menciptakan Lingkungan Pembelajaran Terbaik Murid

Ki Hadjar Dewantara memiliki strategi pengembangan pendidikan diantaranya :

  1. Pertama, pandangan mengenai jiwa merdeka yang harus ditanamkan pada generasi penerus karena hanya mereka yang berjiwa merdeka yang dapat melanjutkan perjuang dan mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia sehingga dibutuhkan pendidikan nasional dan pendidikan merdeka pada anak-anak untuk memperjuangkan kemerdekaan nasional, yaitu merdeka secara lahir dan batin (Tauchid, 2011).
  2. Kedua, pendidikan merupakan suatu usaha untuk memberikan segala kebatinan, yang ada dalam hidup rakyat yang berkebudayaan kepada setiap pencerahan kultur, tidak hanya pemeliharaan akan tetapi juga memajukan serta mengembangkan kebudayaan menuju arah keluhuran hidup kemanusiaan (Dewantara, 2009).
  3. Ketiga, pendidikan merupakan sarana dalam mencapai pembaharuan, sehingga harus dipahami bahwa segala kepentingan anak didik mengenai kepentingan pribadi maupun masyarakat jangan sampai meninggalkan kepentingan yang berhubungan dengan kodrat keadaan alam maupun zaman. Dalam melaksanakan pengajaran yang luhur adalah yang terdapat kodrat alam di dalamnya, untuk mengetahui kodrat alam itu seseorang perlu memiliki kebersihan budi, yaitu sikap yang terdapat pada berpikir, halusnya rasa, dan kekuatan kemauan atau keseimbangan antara cipta rasa, dan karsa (Dewantara, 2009).

17 of 17

Terima Kasih

Surakarta, <<Tanggal>>