1 of 21

MANAJEMEN MODAL KERJA (WORKING CAPITAL MANAGEMENT)

Materi 3

2 of 21

Materi Pembelajaran

  • Konsep Dasar Manajemen Modal Kerja
  • Jenis-Jenis Modal Kerja
  • Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Modal Kerja
  • Kebijakan Investasi & Pendanaan Modal Kerja
  • Perhitungan Kebutuhan Modal Kerja
    • Periode Perputaran Modal Kerja
    • Perhitungan Kebutuhan Kas Rata-Rata

3 of 21

Review sekilas pandang…

Fungsi Manajemen Keuangan

    • Keputusan Investasi
    • Keputusan Pendanaan
    • Keputusan Modal Kerja

60% waktu kerja manajer

Kebijakan Modal Kerja mengacu pada Rasio Likuiditas

4 of 21

Manajemen Keuangan dari sudut pandang Akuntansi (Neraca)…

AKTIVA

PASIVA

Aset Lancar:

  • Aset Lancar (Variabel)
  • Aset Lancar (Fixed)

Utang Lancar

Aset Tetap

Utang Jangka Panjang

Ekuitas

KEBIJAKAN INVESTASI

KEBIJAKAN PENDANAAN

“Aliran modal / dana dari internal / eksternal,

digunakan untuk Modal Kerja dan beli –beli aset”

5 of 21

Inti dari materi ini adalah…

  • Seberapa besarkah modal kerja yang harus kusediakan agar KESEHARIAN OPERASIONAL perusahaan bisa terjamin dan langgeng?

  • Apakah kebijakan alokasi sumber pendanaan kepada aset-aset investasi (aset lancar maupun aset tetap) sudah bijak? Kebijakan apa yang cocok dengan fase perusahaan saat ini?

6 of 21

Konsep Dasar Manajemen Modal Kerja

  • Modal kerja kotor, yaitu sama dengan jumlah Aktiva Lancar (= Kas + Piutang Usaha atau Dagang + Persediaan)
  • Modal kerja bersih (Net Working Capital), yaitu sama dengan Jumlah Aktiva Lancar (Operasional) dikurangi dengan Jumlah Utang Lancar (Operasional).
  • Aktiva Lancar Operasional 🡪 Kas + Piutang Usaha atau Dagang + Persediaan
  • Utang Lancar Operasional 🡪 Utang Dagang + Utang Akrual (Utang Gaji dan Utang Pajak)

7 of 21

Mengapa Perusahaan Harus Punya Modal Kerja?

KETIDAKSEMPURNAAN PASAR, ada risk-return trade off dimana akan lebih baik bagi perusahaan memiliki semakin banyak modal kerja untuk meminimalisir risiko (meskipun profitabilitas bisa dikorbankan karenanya)

  • Biaya Transaksi 🡪 mencakup Biaya Eksplisit (biaya komisi pembelian / penjualan aset) + Biaya Implisit (harga terlalu murah/mahal jika perusahaan menjual/membeli suatu aset dengan terburu-buru)
  • Keterlambatan Aktivitas 🡪 seringkali bisa terjadi, misalnya, keterlambatan kedatangan bahan mentah, produk jadi tidak bisa langsung dikirim ke distributor, atau permintaan produk tidak diketahui dengan pasti [Konsep ideal: Just-In-Time]
  • Kemungkinan Kebangkrutan 🡪 penjualan tinggi, namun kebanyakan dari penjualan kredit yang menyebabkan tidak adanya cukup kas untuk membayar utang jangka pendek.

8 of 21

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Modal Kerja

Aktiva Lancar

    • Karakteristik Bisnis
    • Ukuran Perusahaan
    • Aktivitas Perusahaan
    • Stabilitas Penjualan Perusahaan

Utang Lancar

    • Faktor eksternal: karakteristik industri
    • Faktor internal: kebijakan manajemen

9 of 21

Kebijakan Investasi Modal Kerja

  • Berdasarkan jumlah modal kerja (aktiva lancar) yang dimiliki perusahaan untuk mencapai penjualan tertentu, kebijakan investasi modal kerja dibedakan menjadi:

    • Kebijakan Konservatif 🡪 jumlah aktiva lancar banyak, risiko rendah dan profitabilitas rendah.
    • Kebijakan Moderat 🡪 jumlah aktiva lancar sedang, risiko sedang dan profitabilitas sedang.
    • Kebijakan Agresif 🡪 jumlah aktiva lancar sedikit, risiko tinggi dan profitabilitas tinggi.

10 of 21

Kebijakan Investasi Modal Kerja

Gambar grafik kebijakan investasi modal kerja

Aktiva

Aktiva lancar

Aktiva tetap

Konservatif

Moderat

Agresif

Penjualan

11 of 21

Kebijakan Pembelanjaan Modal Kerja

Berdasarkan jenis sumber dana yang dipakai untuk membelanjai modal kerja (aktiva lancar) suatu perusahaan, kebijakan pembelanjaan modal kerja dibedakan menjadi:

  • Kebijakan konservatif 🡪 Sebagian aktiva lancar variabel didanai dengan sumber dana jangka pendek. Sementara sebagian lagi aktiva lancar variabel + aktiva lancar permanen + aktiva tetap didanai dengan sumber dana jangka panjang.
  • Kebijakan moderat/matching 🡪 Seluruh aktiva lancar variabel didanai dengan dana jangka pendek. Sementara seluruh aktiva lancar permanen + aktiva tetap didanai dengan dana jangka panjang.
  • Kebijakan agresif 🡪 Seluruh aktiva lancar variabel dan sebagian aktiva lancar permanen didanai dengan dana jangka pendek. Sementara sebagian lagi aktiva lancar permanen + aktiva tetap dibelanjai dengan dana jangka panjang.

12 of 21

Kebijakan Pembelanjaan Modal Kerja

Grafik: Kebijakan pembelanjaan konservatif

Aktiva tetap

Aktiva lancar permanen

Aktiva lancar variabel

Aktiva

Periode waktu

Sumber dana jangka pendek

Sumber dana jangka panjang

13 of 21

Kebijakan Pembelanjaan Modal Kerja

Aktiva tetap

Aktiva lancar permanen

Aktiva lancar variabel

Aktiva

Periode waktu

Sumber dana jk. pendek

Sumber dana jk. panjang

Grafik: Kebijakan pembelanjaan moderat

14 of 21

Kebijakan Pembelanjaan Modal Kerja

Aktiva tetap

Aktiva lancar permanen

Aktiva lancar variabel

Aktiva

Periode waktu

Sumber dana jk. pendek

Sumber dana jk. panjang

Grafik: Kebijakan pembelanjaan agresif

15 of 21

Penentuan Kebutuhan Modal Kerja Tahun Depan

  •  

16 of 21

17 of 21

Metode Persentase Penjualan (Contoh Soal)

  •  

18 of 21

Metode Perputaran Aset

Menghitung kebutuhan modal kerja di masa depan dengan metode ini, terdiri dari 2 langkah:

  1. Hitunglah tingkat perputaran masing-masing komponen di rumus modal kerja
  2. Dengan menggunakan angka tingkat perputaran di langkah (1) tadi, hitung balik kembali kelima komponen tersebut ke bentuk asalnya namun kali ini menggunakan target penjualan tahun depan (misalnya Rp 18 juta seperti di contoh metode sebelumnya)

19 of 21

Metode Perputaran Aset (Langkah 1)

  •  

20 of 21

Metode Perputaran Aset (Langkah 2)

  •  

21 of 21

SELESAI