1 of 15

PENDAPATAN NASIONAL

2 of 15

PENGERTIAN PENDAPATAN NASIONAL

Pendapatan nasional adalah pendapatan yang diperoleh dari suatu nilai barang dan nilai jasa yang dihasilkan oleh suatu negara dalam periode 1 tahun. Perhitungan pendapatan nasional sangat penting dikarenakan :

  1. Menyediakan landasan bagi kita dalam melakukan pengukuran kinerja perekonomian, pembuatan peramalan ekonomi dan penyusunan berbagai kebijakan makroekonomi.
  2. Dapat mengetahui berbagai bagian dalam perekonomian yang saling berinteraksi seperti output, pendapatan dan pengeluaran.

3 of 15

MACAM PENDAPATAN NASIONAL

  1. Gross National Product (GNP)
  2. Nilai barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara dalam suatu periode tertentu (satu tahun) yang diukur dengan satuan uang.
  3. GNP dihitung dengan menjumlahkan semua nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara tersebut ditambah dengan penduduk negara tersebut yang ada di luar negeri.
  4. Gross Domestic Product (GDP)
  5. Nilai barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara dalam suatu periode tertentu yang menjumlahkan semua hasil dari warga negara yang bersangkutan ditambah warga negara asing yang bekerja di negara yang bersangkutan

4 of 15

METODE MENGHITUNG PENDAPATAN NASONAL

  1. Metode Pendapatan

Metode ini menjumlahkan semua pendapatan dari faktor produksi dalam perekonomian:

-Tenaga kerja (W)

-Modal (i)

-Tanah (R)

-Skill/entrepreneurship (P)

Rumus = Y = YW + Yi + YR + YP

Hasil perhitungan ini sering disebut dengan pendapatan nasional (National Income=NI)

5 of 15

METODE MENGHITUNG PENDAPATAN NASONAL

  1. Metode Produksi

Metode ini merupakan penjumlahan dari hasil perkalian antara kuantitas/jumlah masing-masing barang dan jasa dengan barang/jasa tsb.

Rumus:

Y= ∑ⁿP1Q1

i₌₁

Dimana Y adalagh produk domestik bruto/gross domestic bruto (GDP), P adalah harga barang darui unit ke-1 hingga unit ke-n, dan Q adalah jumlah barang dari jenis ke-1 hingga jenis ke-n. Dengan kata lain, GDP diperoleh dengan menjumlahkan nilai tambah (value added) yang dihasilkan oleh berbagai sektor perekonomian. Maka rumusnya:

GDP=Y= ∑ⁿVA

i₌₁

VA= value added dr sektor perekonomian yaitu dr sektor ke-i sampai sektor ke-n

6 of 15

METODE MENGHITUNG PENDAPATAN NASONAL

  1. Metode Pengeluaran/Penggunaan

Metode ini menghitung pendapatan nasional dengan cara menjumlahkan semua pengeluaran, baik yang dilakukan:

      • Rumah tangga konsumen (C)
      • Rumah tangga swasta/produsen (I)
      • Rumah tangga pemerintah (G)
      • Export netto (X – M)

Secara matematik dirumuskan

Y = AE = C + I + G + (X – M) 🡪 AE = Agregate Expenditure

Hasil perhitungan dengan metode ini sering disebut dengan Produksi Nasional Brutto (GNP)

7 of 15

PRODUK DOMESTIK BRUTO

  1. Produk domestik Bruto = Gross Domestic Product merupakan konsep kunci dalam laporan pendapatan dan neraca produk nasional
  2. GDP = nilai pasar keluaran total sebuah negara, yaitu nilai pasar semua barang jadi dan jasa akhir yang diproduksi selama periode waktu tertentu oleh faktor-faktor produksi yang berlokasi di dalam suatu negara
  3. Barang jadi dan jasa akhir = barang dan jasa yang diproduksi untuk penggunaan akhir
  4. Barang intermediate = barang yang diproduksi oleh perusahaan untuk diolah lebih lanjut oleh perusahaan lain.
  5. Nilai tambah = perbedaan antara nilai barang ketika meninggalkan tahap produksi dan biaya barang ketika memasuki tahap produksi

8 of 15

GDP SEBAGAI UKURAN EKONOMI

  1. GDP tidak pernah dimaksudkan untuk mengukur indeks kesejahteraan sosial/ekonomi dari penduduk suatu negara, GDP hanya mengukur volume tahunan dari kegiatan yang ditujukan ke pasar.
  2. Hasil taksiran GDP seringkali tidak menggambarkan keadaan yang sebenarnya, GDP hanya menunjukkan/memperhitungkan produksi yang diperjualbelikan di pasar.
  3. GDP hanya mengukur besarnya total output tetapi tidak menggambarkan pertumbuhan di dalam komposisi dan distribusi output.
  4. GDP bukanlah merupakan ukuran yang paling akurat dari biaya agregat karena beberapa biaya yang penting dipikul oleh masyarakat tidak pernah masuk perhitungan GDP.

9 of 15

GDP SEBAGAI UKURAN EKONOMI

  1. GDP yang diukur secara kuantitatif bisa secara drastis mengestimasi terlalu rendah tingkat kegiatan ekonomi dari suatu negara disebabkan adanya ekonomi bawah tanah, yaitu kegiatan-kegiatan ekonomi yang menghindari deteksi dan pengukuran resmi. Kegiatan tsb misal: pembajakan buku, prostitusi, peredaran minuman keras ilegal dll.
  2. GDP dihitung menurut harga yang berlaku dalam kurun waktu tertentu, maka perbandingan antarwaktu tsb akan terganggu oleh inflasi.
  3. Sejumlah output diukur secara tidak tepat karena ia tidak diperdagangkan di pasar, seperti: pelayanan pemerintah, kegiatan suka rela/gotong royong dll.

10 of 15

Koreksi terhadap GDP menurut Paul Samuelson & William Nordhaus

Melalui pendekatan kesejahteraan ekonomi netto (Net Economic Welfare/NEW) sebagai berikut:

    • Memasukkan waktu luang&perkiraan mengenai produksi&konsumsi rumah tangga di dalam perhitungan GDP.
    • Mengeluarkan dari perhitungan GDP berbagai perkiraan yang menyangkut biaya-biaya sosial tertentu seperti : polusi, sampah, kebisingan dan tidak amanan.
    • Mengeluarkan beberapa jasa lokal& nasional seperti proteksi oleh polisi yang dinilai merupakan kegiatan yang secara riil adalah input bagi kegiatan-kegiatan yang menghasilkan manfaat.

11 of 15

Hubungan PNB, PN, Pendapatan Pribadi dan Pendapatan Disposible

  1. Pendapatan nasional sebenarnya dihitung dari :

GNP – (Penyusutan + Pajak Tidak Langsung + Transfer Payment Perusahaa + Kesalahan Statistik) + Subsidi kepada Perusahaan Pemerintah

  1. Pendapatan pribadi = semua jenis pendapatan (termasuk pdptan yang diperoleh tanpa memberikan sesuatu kegiatan apa pun yang diterima oleh penduduk suatu negara)
  2. Pendapatan disposible = pendapatan yang menjadi hak penduduk yang dapat dibelanjakan tanpa tanggungan yang menjadi kewajibannya

12 of 15

Hubungan PNB, PN, Pendapatan Pribadi dan Pendapatan Disposible

  1. Dalam perhitungan pendapatan nasional, digunakan dua macam harga, yaitu:
    1. Harga Konstan (Hk)
    2. Harga Yang Berlaku (Hb)
  2. Indeks harga = perbandingan antara pendapatan nasional nominal dengan pendapatan nasional riil
  3. PNB= produk nasional bruto
  4. PN= pendapatan nasional

13 of 15

Penentuan Kesempatan Kerja Dan Pendapatan Nasional

  1. Kesempatan kerja penuh adalah suatu keadaan di mana semua pekerja yang ingin bekerja pada suatu tingkat upah tertentu akan dengan mudah mendapat pekerjaan.
  2. Mekanisme pasar dalam pasar tenaga kerja akan menjamin bahwa permintaan & penawaran tenaga kerja akan selalu seimbang.
  3. Disamping tenaga kerja, faktor-faktor lain seperti teknologi dan keefisienan barang-barang modal yang tersedia penting peranannya dalam menentukan tingkat pendapatan nasional yang dapat diwujudkan.
  4. Dengan menggabungkan kedudukan keseimbangan di pasaran tenaga kerja dengan fungsi produksi dapat ditunjukkan tingkat pendapatan nasional yang diwujudkan dalam perekonomian.

14 of 15

Bagaimana Sistem Pendapatan Nasional Di Indonesia?

  1. Pendapatan domestik bruto/PDB/GDP Indonesia perkapita 2013 menurut BPS (badan pusat statistik) sebesar 36,5 juta yang berarti mengalami kenaikan 3 % dari tahun 2012 yang hanya 33, 5 jt. Hal tersebut karena realisasi PDB Indonesia sepanjang 2013 yang mengalami kenaikan.
  2. Kenaikan PDB menyumbang peningkatan pendapatan perkapita, namun jika diukur dengan dollar AS maka PDB menunjukkan penurunan karena ada pelemahan nilai tukar rupiah.
  3. Pendapatan perkapita memang senantiasa bukan satu-satunya tolak ukur untuk menilai tingkat kemakmuran suatu bangsa namun harus memperhatikan distribusi pendapatan para penduduknya.

15 of 15

TERIMA KASIH