IMPLEMENTASINYA GERMAS DI KABUPATEN KEDIRI
“Sehat dan Bugar di Tempat Kerja Dengan Membudayakan Germas”
PEMBUDAYAAN & PENGGERAKKAN NASIONAL
GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT (GERMAS)
“Gerakan Masyarakat Hidup Sehat adalah upaya yang tak boleh berhenti, dalam penanganan penyakit, baik yang menular maupun tidak menular, bahkan saat pandemi COVID-19”
Budi G. Sadikin – Menteri Kesehatan RI
pada Advocacy Horizontal Learning Germas, Semarang , 28 November 2021
GERMAS: LATAR BELAKANG
↓%
Beban Penyakit
Menurunkan angka kesakitan, kecacatan, dan kematian prematur akibat penyakit menular maupun tidak menular pada seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
↓Rp
Biaya Kesehatan
Mengurangi pengeluaran untuk biaya pelayanan kesehatan yang terus meningkat, baik yang ditanggung oleh individu maupun oleh pemerintah melalui BPJS Kesehatan.
↑%
Produktivitas
Meningkatkan produktivitas penduduk dalam berbagai sektor kehidupan yang akan berdampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional.
↓$
Beban Finansial
Mengurangi tekanan finansial pada keluarga Indonesia akibat pengeluaran untuk pengobatan yang seharusnya dapat dicegah melalui gaya hidup sehat.
Definisi GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat)
GERMAS adalah tindakan sistematis dan terencana yang dilaksanakan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa untuk mendorong gaya hidup sehat di masyarakat Indonesia.
Tujuan
Fokus Program sehat bugar di perkantoran
Makan dengan gizi seimbang
Program nasional untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sehat
Data Prevalensi PTM di Indonesia
34,1%
Hipertensi
Penduduk Indonesia usia ≥18 tahun yang menderita tekanan darah tinggi
10,9%
Diabetes Melitus
Penduduk usia ≥15 tahun berdasarkan pemeriksaan laboratorium
10,9‰
Stroke
Kasus per 1000 penduduk usia ≥15 tahun
1,5%
Penyakit Jantung
Berdasarkan diagnosis tenaga medis
1,8‰
Kanker
Kasus per 1000 penduduk dari berbagai jenis kanker
4,5%
Penyakit Paru Kronik
Penduduk usia >15 tahun yang menderita PPOK
Data prevalensi ini menunjukkan beban PTM yang signifikan pada sistem kesehatan Indonesia, dengan hipertensi dan diabetes sebagai kontributor utama.
Faktor Risiko Utama PTM
Merokok
Kebiasaan merokok aktif maupun terpapar asap rokok secara pasif berkontribusi signifikan terhadap risiko PTM, terutama penyakit jantung, stroke, dan kanker paru-paru.
Kurang Aktivitas Fisik
Sekitar 33,5% penduduk Indonesia tidak melakukan aktivitas fisik yang cukup, meningkatkan risiko obesitas dan berbagai PTM.
Konsumsi Buah dan Sayur Rendah
95,5% penduduk Indonesia mengonsumsi buah dan sayur di bawah rekomendasi WHO (400 gram per hari), mengurangi asupan serat dan antioksidan.
Obesitas
21,8% orang dewasa di Indonesia mengalami obesitas, yang menjadi faktor risiko independen untuk berbagai PTM termasuk diabetes dan penyakit jantung.
Stres
Gangguan kesehatan mental dan stres kronis berperan dalam perkembangan dan perburukan berbagai PTM melalui mekanisme biologis dan perilaku.
Kebijakan Pelaksanaan GERMAS Kabupaten Kediri
Peraturan Bupati Nomor 27 Tahun 2020 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat di Kabupaten Kediri
SK Bupati Nomor : 188.45 / 270 / 418.08 / 2020 tentang Pembentukan Tim Kelompok Kerja Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Kabupaten Kediri
PEMBUDAYAAN GERMAS
PENDIDIKAN
PAUD, TK, SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi
TEMPAT KERJA
Kantor Pemerintah, Swasta, Pabrik, dsb
FASYANKES
RS, Puskesmas, Balai Kes, Pustu, Klinik, dsb
RUMAH TANGGA
Keluarga sebagai unit terkecil masyarakat
TEMPAT UMUM
Stasiun, Terminal, Pasar, Tempat Ibadah, dll
MITRA PELAKSANA
GERMAS: AKTIVITAS FISIK RUTIN
Meningkatkan Kebugaran dan Imunitas
Aktivitas fisik teratur memperkuat sistem kekebalan tubuh, meningkatkan kapasitas paru-paru, dan membantu mempertahankan massa otot yang sehat di segala usia, memperkuat otot, tulang dan sendi
Mengurangi Stres
Berolahraga melepaskan endorfin yang memperbaiki suasana hati, mengurangi stres, dan daya tahan tubuh dan kesejahteraan mental
Mencegah Penyakit
Aktivitas fisik rutin efektif mencegah berbagai penyakit metabolik seperti diabetes tipe 2, menurunkan kolesterol dll
Contoh: Bentuk Aktivitas Fisik GERMAS
Senam Bersama
Kegiatan senam rutin di berbagai instansi pemerintahan
Aktivitas Rutin Harian
Jalan kaki, bersepeda, berkebun
Kerja Bhakti
Melibatkan seluruh karyawan kantor
Rekomendasi: Aktivitas Fisik Rutin
per minggu durasi setiap aktifitas fisik minimal 30 menit
kondisi tubuh dan usia.
Peregangan di Tempat Kerja
Peregangan rutin di kantor memberikan berbagai manfaat kesehatan:
Mengurangi Risiko cedera
Mencegah gangguan otot dan sendi pada area leher, bahu,
siku, pergelangan dan punggung.
Mencegah Kekakuan
Mengatasi dampak negatif dari duduk yang tidak ergonomis
(leher menunduk, punggung membungkuk) dalam waktu lama,
dan bekerja dalam posisi yang sama dalam waktu lama
Meningkatkan Sirkulasi
Melancarkan peredaran darah dan oksigen terutama ke otak
serta menjaga fleksibilitas tubuh, agar tubuh lebih bugar
Mendukung GERMAS
Agar selalu sehat dan bugar sehingga produktivitas di tempat kerja
meningkat
Cara & Tips Peregangan di Kantor
Frekuensi
Lakukan stretching ringan setiap 1-2 jam kerja,
bisa dilakukan di jam yang sama dengan seluruh
karyawan.
Gerakan Sederhana
Lenturkan leher, putar bahu, pergelangan
tangan & kaki, Gerakan dilakukan secara
statis (menahan posisi teregang 8-10 detik)
dan dinamis (meregangkan dan melemaskan
secara perlahan).
Posisi
Dapat dilakukan pada posisi duduk dengan
kaki menapak rata, lutut lebih rendah dari panggul
atau posisi berdiri
Konsistensi penting - lakukan peregangan bersama di waktu yang sama
GERMAS:
MAKAN BUAH DAN SAYUR DI PERKANTORAN
72% pekerja kantoran Indonesia kurang serat harian
Manfaat Utama Buah & Sayur untuk Tubuh
Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
Vitamin C, E, dan antioksidan dalam buah dan sayur memperkuat sistem imun, melindungi sel-sel dari kerusakan, dan membantu tubuh melawan infeksi dan penyakit.
Memperlancar Pencernaan
Kandungan serat tinggi membantu melancarkan proses pencernaan, mencegah sembelit, dan menjaga kesehatan mikrobioma usus yang berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh.
Mengontrol Berat Badan
Rendah kalori namun tinggi serat membuat buah dan sayur menjadi pilihan makanan ideal untuk mengontrol berat badan dan mencegah obesitas.
Menjaga Gula Darah
Serat dalam buah dan sayur membantu memperlambat penyerapan gula dalam darah, menjaga kestabilan kadar gula darah, dan mengurangi risiko diabetes tipe 2.
Prevalensi Konsumsi Sayur dan Buah di Indonesia
67.5%
Konsumsi 1-2 porsi/hari
Mayoritas penduduk Indonesia hanya mengonsumsi 1-2 porsi sayur dan buah setiap hari
17.4%
Konsumsi 3-4 porsi/hari
Hanya sebagian kecil penduduk yang mengonsumsi sayur dan buah mendekati jumlah ideal
11.8%
Tidak konsumsi sama sekali
Sebagian penduduk sama sekali tidak mengonsumsi sayur dan buah dalam pola makan sehari-hari
Data menunjukkan hanya 3,3% penduduk Indonesia yang mengonsumsi lebih dari 5 porsi sayur dan buah per hari sesuai anjuran.
Rekomendasi vs Kenyataan
59%
Realisasi Target
Dari target 400g/hari (WHO), Indonesia hanya mencapai 237,5g/kapita/hari pada 2022.
93.5%
Konsumsi Rendah
Penduduk usia >10 tahun mengonsumsi buah dan sayur di bawah anjuran.
3.3%
Konsumsi Ideal
Hanya sebagian kecil penduduk yang mengonsumsi >5 porsi harian.
Noted: 1 porsi 80 – 100 gr, rekomendasi WHO 4 – 5 posrsi sehari
Tantangan & Upaya Peningkatan Konsumsi
Kendala Utama
Konsumsi rendah meningkatkan risiko penyakit tidak menular.
Solusi
Tips Praktis GERMAS:
Makan buah Dan sayur
(dapat diterapkan di kantor)
Sajikan di Setiap Makan
Utama dan camilan, snack di setiap pertemuan diganti buah atau ada buah
Variasi Warna & Jenis
Untuk nutrisi optimal
Buah Lokal & Musiman
Pakailah buah-buahan local yang lebih murah dan mudah didapat.
Cek Kesehatan Berkala:
Investasi Kesehatan Masa Depan
Pemeriksaan kesehatan rutin merupakan langkah penting untuk memastikan tubuh kita tetap dalam kondisi optimal. Mari kita bahas bagaimana cek kesehatan berkala dapat menjadi investasi terbaik untuk masa depan Anda yang lebih sehat.
Mengapa Cek Kesehatan Rutin Penting?
Deteksi Dini
Mengenali gejala penyakit sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih parah dan sulit ditangani.
Hemat Biaya
Mengurangi biaya pengobatan jangka panjang yang jauh lebih mahal dibandingkan pencegahan.
Kualitas Hidup
Mencegah komplikasi penyakit dan memastikan Anda dapat menjalani hidup dengan lebih baik dan produktif.
Pemeriksaan Kesehatan yang Disarankan
1
Pengukuran Antropometri
Berat badan, tinggi badan, lingkar perut untuk memantau risiko obesitas
Target: BMI 18,5-24,9 kg/m²
=BB(kg)/TB²(m)
2
Tekanan Darah
Pemeriksaan untuk mendeteksi hipertensi
Target: <140/90 mmHg
3
Kadar Gula Darah
Pemeriksaan untuk mendeteksi diabetes
Target: <100 mg/dl (puasa)
4
Profil Lipid
Pemeriksaan kolesterol total, HDL, LDL, dan trigliserida
Target: Kolesterol total <200 mg/dl
5
Skrining Kanker( bila diperlukan )
SADARI & Pap smear/IVA untuk wanita
Kapan Harus Melakukan Pemeriksaan?
Kelompok Usia
Jenis Pemeriksaan
Frekuensi
18-39 tahun
Cek dasar, Tekanan darah
2-3 tahun sekali, Tahunan
40-64 tahun
Cek dasar, Skrining diabetes
1-2 tahun sekali, 3 tahun sekali
>65 tahun
Cek dasar, Tekanan darah, Kolesterol
Tahunan
Wanita 21-65 tahun
Pap smear/IVA
3 tahun sekali
Wanita 40-50+ tahun
Mammogram
1-2 tahun sekali
Jadwal ini dapat disesuaikan berdasarkan faktor risiko individu dan riwayat kesehatan keluarga.
CEK KESEHATAN GRATIS: Program Nasional 2025
Program pemeriksaan kesehatan gratis untuk seluruh rakyat Indonesia yang dimulai pada 10 Februari 2025 awalnya sebagai "kado ulang tahun dari negara" dengan peresmian langsung oleh Presiden dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
Merupakan upaya strategis pemerintah untuk:
Peserta & Sasaran Program
Bayi & Balita
Anak usia 0-6 tahun mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan di Puskesmas
Anak & Remaja
Usia 7-17 tahun melalui pemeriksaan di sekolah mulai Juli 2025
Dewasa
Warga usia 18 tahun ke atas mendapatkan layanan di Puskesmas
Seluruh Penduduk
Mencakup 100% penduduk Indonesia, lebih dari 280 juta orang
Mekanisme & Tahapan Pelaksanaan
1
Pendaftaran
Warga mendaftar di Puskesmas wilayah tempat tinggal dengan membawa KTP atau kartu identitas lainnya, atau melalui satu sehat
2
Penjadwalan
Jadwal pemeriksaan berdasarkan tanggal ulang tahun peserta untuk menghindari penumpukan antrian.
3
Pemeriksaan
Proses pemeriksaan sesuai kategori usia oleh tenaga medis terlatih di fasilitas kesehatan.
4
Tindak Lanjut
Hasil pemeriksaan dicatat dalam sistem dan ditindaklanjuti jika ditemukan masalah kesehatan.
Untuk pemeriksaan di sekolah, akan dilaksanakan secara massal pada awal tahun ajaran baru Juli 2025.
GERMAS: Tidak merokok
Salah satu fokus utamanya adalah mengurangi kebiasaan
merokok yang masih sangat tinggi di masyarakat Indonesia.
Dampak Kesehatan dari Merokok
Angka Kematian Tinggi
300.000 kematian per tahun di Indonesia disebabkan oleh rokok
Pemicu Penyakit Tidak Menular
60% kematian akibat penyakit tidak menular dipicu oleh kebiasaan merokok
Penyakit Serius
Menjadi penyebab utama kanker paru, stroke, hipertensi, dan penyakit jantung
Data ini menunjukkan situasi yang mengkhawatirkan dan perlu ditangani segera melalui program-program kesehatan masyarakat yang efektif seperti GERMAS.
Penyakit yang dapat disebabkan oleh dampak Merokok
Sistem Pernapasan
Sistem Kardiovaskular
Sistem Pencernaan
Kesehatan Reproduksi
Efek Perokok Pasif pada Ibu Hamil
Ibu hamil yang terpapar asap rokok secara pasif menghadapi risiko kesehatan yang signifikan:
Kelahiran Prematur
Risiko meningkat hingga 20% pada ibu yang sering terpapar asap rokok di lingkungan rumah atau kerja
Berat Badan Bayi Rendah
Paparan asap rokok selama kehamilan dapat mengurangi berat lahir bayi hingga 200 gram
Gangguan Plasenta
Risiko plasenta previa dan solusio plasenta meningkat signifikan, berpotensi mengancam nyawa
Penelitian di Shanghai (2021-2023) dengan 3.446 ibu hamil menunjukkan korelasi kuat antara paparan asap rokok dan komplikasi kehamilan
Dampak pada Janin dan Bayi Baru Lahir
Hambatan Pertumbuhan Janin
Nikotin dan karbon monoksida mengurangi aliran oksigen ke janin, menyebabkan perkembangan yang tidak optimal dan kelainan pertumbuhan
Peningkatan Risiko SIDS
Paparan asap rokok meningkatkan risiko Sindrom Kematian Bayi Mendadak hingga 2,5 kali lipat dibandingkan bayi dari lingkungan bebas asap rokok
Perawatan Intensif
Bayi prematur dari ibu yang terpapar asap rokok sering membutuhkan perawatan di NICU dengan biaya medis yang signifikan dan trauma emosional keluarga
Konsekuensi Sosial dan Ekonomi
Pengeluaran untuk Rokok
Rata-rata keluarga perokok menghabiskan Rp 300.000-500.000 per bulan
hanya untuk rokok
Biaya Pengobatan
Pengeluaran meningkat untuk mengobati penyakit akibat merokok
yang sebenarnya bisa dicegah
Penurunan Kualitas Hidup
Produktivitas menurun, beban ekonomi keluarga bertambah, dan kualitas hidup secara keseluruhan terganggu
Peran GERMAS Cegah Kebiasaan Merokok
Edukasi Preventif
Program edukasi dan promosi pola hidup sehat di sekolah dan masyarakat untuk mencegah mulai merokok
Kampanye Terpadu
Ajakan berhenti merokok melalui kampanye media massa, sosial media, dan kegiatan langsung di masyarakat
Kolaborasi Lintas Sektor
Kerjasama antara pemerintah, komunitas, sekolah, dan tempat kerja untuk menciptakan lingkungan bebas rokok
Penetapan KTR
Perlindungan Kelompok Rentan
Melindungi anak-anak, remaja, dan non-perokok dari bahaya paparan asap rokok baik secara langsung maupun tidak langsung.
Pencegahan Penyakit
Mencegah penyakit jantung, gangguan pernapasan, dan berbagai jenis kanker yang terkait dengan paparan asap rokok.
Pengendalian Konsumsi
Mengurangi tingkat konsumsi rokok secara nasional dan mendorong pola hidup sehat di masyarakat Indonesia.
Manfaat KTR bagi Masyarakat
Menurunkan prevalensi merokok
Kawasan Tanpa Rokok terbukti efektif menurunkan jumlah perokok aktif hingga 15% di daerah yang konsisten menerapkannya.
Lingkungan lebih bersih
Mengurangi polusi udara dan sampah puntung rokok yang sulit terurai, meningkatkan kebersihan ruang publik.
Membantu perokok berhenti
Dengan mengurangi pemicu visual dan sosial, KTR membantu perokok yang ingin berhenti.
Menekan biaya kesehatan
Mengurangi beban BPJS dan biaya perawatan penyakit terkait rokok yang mencapai Rp70 triliun per tahun.
Contoh & Lokasi Kawasan Tanpa Rokok
Fasilitas Kesehatan
Rumah sakit, puskesmas, klinik, apotek, dan seluruh area dalam radius 25 meter dari bangunan utama.
Institusi Pendidikan dan perkantoran
Sekolah, universitas, lembaga pendidikan lainnya dan perkantoran termasuk area olahraga dan kantin.
Transportasi Umum
Bus, kereta, angkot, ojek online, terminal, stasiun, bandara, dan area tunggu penumpang.
GERMAS: LINGKUNGAN BERSIH DAN SEHAT
Lingkungan yang bersih dan sehat merupakan fondasi penting bagi kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat. Mari bersama menjaga kebersihan lingkungan untuk masa depan yang lebih baik.
Lingkungan bersih dan sehat didefinisikan sebagai kondisi lingkungan yang:
Ciri-ciri Lingkungan Sehat
Udara Segar
Udara yang bersih, bebas dari bau tidak sedap, asap, dan polusi. Tanaman hijau membantu menyaring udara dan menyediakan oksigen.
Air Bersih
Air yang jernih, tidak berbau, dan bebas dari kontaminasi dan tidak tercemar bahan kimia berbahaya.
Pengelolaan Sampah
Tidak ada sampah berserakan, sungai dan selokan bersih, serta adanya sistem pembuangan sampah yang teratur.
GERMAS: HINDARI STRES DI TEMPAT KERJA
Stres kerja adalah fenomena umum yang dialami oleh 6 dari 10 pekerja di Indonesia berhubugan dengan stress kronis yang tidak dikelola denga baik.
Pengelolaan stres bukan hanya penting, tetapi esensial untuk kesejahteraan mental dan fisik jangka panjang
Penyebab Umum Stres dan Dampaknya
Faktor Penyebab
berisik, panas, sesak.
Dampak Fisik
Dampak Mental
Mengenali penyebab dan dampak stres adalah langkah pertama untuk mengelolanya dengan efektif.
kerja Panjang sering lembur
Kasus & Statistik Stress di tempat kerja
30%
Tingkat Burnout
Pekerja Indonesia yang mengalami burnout pada tahun 2024, meningkat dari 22% pada tahun 2022.
20%
Peningkatan Cuti
Kenaikan pengambilan cuti karena stres dan masalah kesehatan mental dalam dua tahun terakhir.
45%
Produktivitas
Penurunan produktivitas rata-rata pada karyawan yang mengalami stres kerja tingkat sedang hingga berat.
Berdasarkan survei terbaru dari Asosiasi Kesehatan Mental Kerja Indonesia dan Kementerian Ketenagakerjaan RI.
Kondisi kelelahan fisik, mental dan emosional yang berkepanjangan
Tanda Fisik Stres Kerja
Gejala fisik sering muncul terlebih dahulu sebagai tanda peringatan tubuh terhadap stres berlebihan.
Kelelahan Kronis
Tetap merasa lelah meski sudah beristirahat cukup, disertai sakit kepala berulang.
Gangguan Tubuh
Nyeri otot terutama di punggung dan leher, dada berdebar, dan kesulitan tidur (insomnia).
Perubahan Sistem Pencernaan
Nafsu makan berubah drastis, sakit perut, dan gangguan pencernaan tanpa sebab medis jelas.
Tanda Psikologis Stres Kerja
Kecemasan & Keputusasaan
Perasaan cemas berlebihan tentang pekerjaan, pikiran pesimis, dan kekhawatiran terus-menerus bahkan saat sedang beristirahat.
Gangguan Kognitif
Kesulitan berkonsentrasi pada tugas, sering lupa detail penting, dan penurunan kemampuan dalam membuat keputusan.
Perubahan Mood
Suasana hati yang cepat berubah, mudah tersinggung dengan komentar kecil, dan menarik diri dari interaksi sosial dengan rekan kerja.
Tanda Perilaku Stres Kerja
Penghindaran Kerja
Mulai sering terlambat, mengambil cuti mendadak, atau mencari alasan untuk tidak hadir di rapat penting.
Penurunan Kinerja
Produktivitas menurun, kesalahan kerja meningkat, dan batas waktu proyek sering terlewat.
Perilaku Negatif
Mulai mengonsumsi alkohol berlebihan, merokok lebih banyak, atau menggunakan zat lain sebagai pelarian dari tekanan.
Tips Praktis untuk Keseharian
Perencanaan Waktu
Jadwalkan aktivitas harian dengan jelas, termasuk waktu istirahat. Tetapkan prioritas dan batasi multitasking yang berlebihan.
Olahraga Teratur
Lakukan minimal 30 menit olahraga, 3x seminggu. Pilih aktivitas yang Anda nikmati seperti jalan cepat, berenang, atau bersepeda.
Rileksasi Harian
Rileksasi dalam atau meditasi sederhana selama 5-10 menit setiap hari, idealnya di pagi hari atau sebelum tidur.
Dukungan Sosial
Jangan ragu berbicara tentang perasaan Anda. Cari dukungan dari keluarga, teman, atau profesional jika diperlukan.
Konsistensi dalam menerapkan tips-tips ini akan memberikan hasil terbaik dalam mengelola stres jangka panjang.
GERMAS: CERDIK - Cara Cerdas Hidup Sehat
CERDIK merupakan strategi GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) yang dirancang untuk pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) di Indonesia. Pendekatan komprehensif ini memadukan enam komponen penting untuk gaya hidup sehat.
Cek kesehatan secara berkala
Pemeriksaan rutin dapat mendeteksi masalah kesehatan sejak dini, memungkinkan penanganan lebih efektif sebelum kondisi memburuk.
Enyahkan asap rokok
Menghindari paparan asap rokok, baik sebagai perokok aktif maupun pasif, sangat penting untuk kesehatan jantung dan paru-paru.
Rajin aktivitas fisik
Minimal 30 menit aktivitas fisik setiap hari memperkuat jantung, meningkatkan sirkulasi, dan membantu menjaga berat badan ideal.
Diet sehat kalori seimbang
Konsumsi makanan bergizi dengan porsi tepat sesuai kebutuhan kalori harian untuk menjaga fungsi tubuh optimal.
Istirahat cukup
Tidur 7-8 jam sehari membantu pemulihan tubuh, meningkatkan daya tahan, dan menjaga kesehatan mental.
Kelola stres
Teknik relaksasi seperti meditasi dan pernapasan dalam membantu mengatasi stres yang dapat memicu berbagai penyakit.
Implementasi CERDIK dilakukan melalui edukasi masyarakat, Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu), dan kampanye perilaku sehat. Studi menunjukkan pendekatan CERDIK yang diterapkan secara konsisten efektif menurunkan risiko komplikasi diabetes dan penyakit tidak menular lainnya.
IMPLEMENTASI GERMAS DI
KABUPATEN KEDIRI
Implementasi GERMAS di Kabupaten Kediri dilaksanakan secara terintegrasi dengan melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pemangku kepentingan. Setiap instansi memiliki peran dan kontribusi spesifik dalam mendukung tercapainya tujuan GERMAS.
Aktivitas Fisik di Lingkungan Kantor
SENAM PEREGANGAN JAM 10.00 DAN JAM 14.00
Program ini dapat dilaksanakan di berbagai situasi kerja:
Senam peregangan singkat membantu mengurangi ketegangan otot,
meningkatkan sirkulasi darah, dan mempertahankan fokus kerja sepanjang hari.
GERMAS DI DINAS KESEHATAN
SENAM RUTIN HARI JUMAT
PEREGANGAN DI TEMPAT KERJA
PENGUKURAN KEBUGARAN
Kegiatan rutin untuk seluruh pegawai Dinas Kesehatan yang dilaksanakan setiap hari Jumat pagi, bertujuan meningkatkan kebugaran dan membangun semangat kebersamaan.
Aktivitas singkat yang dilakukan di sela-sela jam kerja untuk mengurangi kelelahan, ketegangan otot, dan meningkatkan produktivitas kerja, Jam 10.00 dan 14.00
Pemeriksaan kondisi fisik pegawai secara berkala untuk memantau tingkat kebugaran dan memberikan rekomendasi perbaikan bila diperlukan.
CEK RUTIN KESEHATAN BERSAMA OPD SE-KAB KEDIRI
Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri secara rutin menyelenggarakan kegiatan pemeriksaan kesehatan untuk seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Kediri. Program ini mencakup:
Kegiatan ini merupakan bentuk deteksi dini dan pencegahan penyakit tidak menular di lingkungan kerja pemerintahan.
DEKLARASI ODF DI KABUPATEN KEDIRI
Deklarasi yang menyatakan bahwa Kabupaten kediri telah bebas prilaku buang air besar di sembarang temapt atau tempat yang terbuka.
BAKESBANGPOL
SARASEHAN PAGN DI KABUPATEN, KECAMATAN DAN DESA
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Kediri aktif menyelenggarakan sarasehan Pembangunan Anak Generasi Nasional (PAGN) yang mencakup:
Program ini dilaksanakan secara berjenjang dari tingkat kabupaten hingga desa untuk memastikan jangkauan yang luas dan partisipasi masyarakat yang tinggi.
DINAS PENDIDIKAN
PENDIDIKAN PAUD DAN TK BUDIDAYA SAYUR DAN BUAH
Penerapan program pembelajaran berbasis lingkungan dengan mengintegrasikan kegiatan budidaya tanaman sayur dan buah di lingkungan sekolah PAUD dan TK. Program ini bertujuan untuk:
Kegiatan ini juga melibatkan orang tua murid untuk mendorong keberlanjutan program di lingkungan rumah.
Sarana Penunjang GERMAS di Sekolah
Penyediaan Sarana Olahraga
Dinas Pendidikan memfasilitasi penyediaan alat dan area olahraga yang memadai di sekolah untuk mendukung aktivitas fisik siswa secara teratur.
Penyediaan Sarana UKS
Peningkatan kualitas Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dengan perlengkapan medis dasar dan ruangan yang nyaman untuk pemeriksaan kesehatan siswa.
Kepramukaan SBH
Integrasi materi Sekolah Berwawasan Hidup Sehat (SBH) dalam kegiatan kepramukaan untuk menanamkan pola hidup sehat sejak dini.
SISWA DIDIK MEMBAWA BEKAL MAKANAN
Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri menerapkan kebijakan bagi siswa untuk membawa
bekal makanan dari rumah. Program ini memiliki beberapa manfaat penting:
Program ini juga didukung dengan edukasi tentang pola makan sehat bagi orang tua
dan siswa melalui pertemuan rutin dan materi pembelajaran di kelas.
DINAS PERIKANAN
KEGIATAN GEMARIKAN DENGAN OLAHAN SATE LELE
Dinas Perikanan Kabupaten Kediri mengembangkan program Gemar Makan Ikan (GEMARIKAN) untuk meningkatkan konsumsi protein hewani berkualitas melalui:
HASIL OLAHAN IKAN UNTUK BALITA STUNTING
Program khusus untuk menangani stunting melalui:
DINAS PERDAGANGAN: Workshop Olahan Makanan Sehat
Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan
dan CV. Wiwaha Sasana Mulya menyelenggarakan workshop olahan makanan sehat yang:
Program ini mendukung upaya pengembangan ekonomi lokal
sekaligus meningkatkan ketersediaan pangan sehat bagi masyarakat.
DINAS LINGKUNGAN HIDUP
Penanaman Pohon di Sumber Mata Air
Program konservasi lingkungan yang bertujuan melindungi kualitas dan kuantitas sumber air bersih bagi masyarakat Kabupaten Kediri.
area tangkapan air
dalam pemeliharaan
menjaga daerah resapan air
Grebek Sampah
Kegiatan bersih-bersih massal yang melibatkan berbagai elemen masyarakat untuk mengatasi permasalahan sampah di tempat-tempat umum.
lokasi strategis
masyarakat umum
3R (Reduce, Reuse, Recycle)
Kebersihan Lingkungan
Program komprehensif untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat di seluruh wilayah Kabupaten Kediri.
tingkat desa
masyarakat
SATPOL: OPERASI MIRAS OLEH SATPOL PP
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kediri melaksanakan operasi penegakan Peraturan Daerah terkait peredaran minuman keras (miras) sebagai bagian dari upaya mendukung GERMAS. Kegiatan ini meliputi:
peredaran miras
Program ini bertujuan mengurangi dampak negatif konsumsi minuman beralkohol terhadap kesehatan masyarakat dan mencegah gangguan ketertiban umum akibat penyalahgunaan miras.
DINAS PARIWISATA
1
Sosialisasi Makanan Sehat di
Objek Wisata
Dinas Pariwisata Kabupaten Kediri aktif mensosialisasikan makanan sehat bebas bahan pengawet dan berbahaya di obyek-obyek wisata, tempat wisata kuliner, dan pusat belanja. Program ini bertujuan:
2
Penyediaan Sarana Air Bersih
Memastikan ketersediaan air bersih di seluruh destinasi wisata melalui:
3
Penyampaian Pesan GERMAS Melalui
Kesenian Jaranan
Mengintegrasikan pesan-pesan GERMAS dalam pertunjukan kesenian tradisional Jaranan untuk:
KEMENAG: PROGRAM RUMAH IBADAH SEHAT
Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kediri mengembangkan program Rumah Ibadah Sehat sebagai implementasi GERMAS di tempat ibadah. Program ini mencakup berbagai aspek:
Program ini bertujuan menjadikan rumah ibadah tidak hanya sebagai tempat ibadah namun juga sebagai pusat edukasi kesehatan bagi masyarakat.
Berbagai rumah ibadah di Kabupaten Kediri, meliputi masjid, gereja, pura, vihara, dan kelenteng, telah berpartisipasi dalam program ini dengan menerapkan standar rumah ibadah sehat yang ditetapkan oleh Kementerian Agama bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan.
DINAS PERHUBUNGAN: KESELAMATAN BERLALU LINTAS
Edukasi Keselamatan Berlalu
Lintas
Sosialisasi keselamatan berlalu lintas di sekolah-sekolah dan komunitas untuk menanamkan kebiasaan berkendara yang aman dan mematuhi peraturan.
Kampanye Penggunaan Helm
Program kampanye yang menekankan pentingnya penggunaan helm standar untuk mencegah cedera kepala serius akibat kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara sepeda motor.
Penyediaan Fasilitas Pejalan Kaki
Peningkatan kualitas trotoar, zebra cross, dan jembatan penyeberangan untuk mendorong aktivitas berjalan kaki yang aman dan nyaman di wilayah perkotaan.
Program keselamatan berlalu lintas merupakan bagian penting dari GERMAS karena berkontribusi pada pencegahan cedera dan kematian akibat kecelakaan. Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri berkomitmen untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keselamatan di jalan raya.
Tantangan Pelaksanaan GERMAS di Tingkat Kabupaten
1
Sosialisasi Belum Optimal
Publikasi dan sosialisasi GERMAS masih belum optimal yang ditunjukkan dari masih adanya persepsi bahwa GERMAS hanya merupakan urusan sektor kesehatan saja.
2
Kebijakan Belum Merata
Belum seluruh perangkat daerah menetapkan atau mengimplementasikan kebijakan GERMAS secara konsisten
di lingkungan kerjanya.
3
Koordinasi Internal Kurang
Koordinasi internal pada masing-masing lintas sektor dalam pelaksanaan kegiatan GERMAS belum berjalan dengan optimal.
4
Komitmen Lintas Sektor Rendah
Kurangnya komitmen lintas sektor dalam implementasi dan pelaporan kegiatan GERMAS yang berimplikasi pada
rendahnya pencapaian program.
5
Pembinaan dan Pengawasan Terbatas
Pembinaan dan pengawasan implementasi GERMAS belum optimal dilakukan di berbagai tingkat pemerintahan.
PENGUATAN PROGRAM GERMAS DI KABUPATEN KEDIRI
Pembudayaan Internal
Pembudayaan Germas di lingkungan internal institusi pemerintah sebagai komponen birokrasi reformasi
Pelibatan Pemangku Kepentingan
Pelibatan aktif sektor non pemerintahan mulai dari dunia usaha, organisasi profesi, organisasi masyarakat
keagamaan dan institusi pendidikan
Strategi Komunikasi
Sosialisasi, kampanye, komunikasi interpersonal, dan diseminasi informasi untuk mendorong perubahan perilaku
Penguatan Daerah
Penguatan pelaksanaan GERMAS di daerah dengan dukungan pembiayaan, edukasi, dan penggerakan
masyarakat untuk berperilaku sehat
Dokumentasi dan Evaluasi
Dokumentasi perencanaan, penganggaran, petunjuk teknis dari masing-masing sektor, serta monitoring
dan evaluasi dengan umpan balik
Hasil yang Diharapkan dari Implementasi GERMAS
Kesehatan Terjaga
Menurunkan beban penyakit menular dan penyakit tidak menular baik
kematian maupun kecacatan
Lingkungan Bersih
Menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan mendukung perilaku hidup sehat di seluruh wilayah kabupaten
Bugar di tempat kerja dan Produktivitas Meningkat
Menghindarkan terjadinya penurunan produktivitas penduduk
akibat masalah kesehatan
Biaya Berobat Berkurang
Menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan dan menghindarkan peningkatan beban finansial penduduk
Kesimpulan
GERMAS adalah Upaya Berkelanjutan
GERMAS merupakan sebuah upaya yang sistematis dan terencana serta tak boleh berhenti demi mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, mandiri dan berkeadilan
Kolaborasi Multi-pihak
Komitmen dan kolaborasi semua pihak (multihelix) menjadi kunci sukses keberhasilan GERMAS di tingkat kabupaten
Pentingnya Pelaporan
Kegiatan GERMAS kurang berarti, jika kita tidak melaporkan kegiatan GERMAS secara konsisten dan akurat
Terima Kasih