1 of 70

IMPLEMENTASINYA GERMAS DI KABUPATEN KEDIRI

“Sehat dan Bugar di Tempat Kerja Dengan Membudayakan Germas”

2 of 70

PEMBUDAYAAN & PENGGERAKKAN NASIONAL

GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT (GERMAS)

“Gerakan Masyarakat Hidup Sehat adalah upaya yang tak boleh berhenti, dalam penanganan penyakit, baik yang menular maupun tidak menular, bahkan saat pandemi COVID-19”

Budi G. Sadikin – Menteri Kesehatan RI

pada Advocacy Horizontal Learning Germas, Semarang , 28 November 2021

3 of 70

4 of 70

GERMAS: LATAR BELAKANG

↓%

Beban Penyakit

Menurunkan angka kesakitan, kecacatan, dan kematian prematur akibat penyakit menular maupun tidak menular pada seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

↓Rp

Biaya Kesehatan

Mengurangi pengeluaran untuk biaya pelayanan kesehatan yang terus meningkat, baik yang ditanggung oleh individu maupun oleh pemerintah melalui BPJS Kesehatan.

↑%

Produktivitas

Meningkatkan produktivitas penduduk dalam berbagai sektor kehidupan yang akan berdampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional.

↓$

Beban Finansial

Mengurangi tekanan finansial pada keluarga Indonesia akibat pengeluaran untuk pengobatan yang seharusnya dapat dicegah melalui gaya hidup sehat.

5 of 70

Definisi GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat)

GERMAS adalah tindakan sistematis dan terencana yang dilaksanakan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa untuk mendorong gaya hidup sehat di masyarakat Indonesia.

Tujuan

  • Menurunkan beban penyakit, mengurangi biaya kesehatan, eerta meningkatkan kualitas hidup seluruh masyarakat Indonesia.
  • Germas untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas sumber daya manusia di lingkungan kerja

Fokus Program sehat bugar di perkantoran

  • Meningkatkan aktivitas fisik harian
  • Memperbanyak konsumsi sayur dan buah,

Makan dengan gizi seimbang

  • Melakukan pemeriksaan kesehatan rutin
  • Menjaga kebersihan lingkungan
  • Mengurangi konsumsi rokok dan alkohol

Program nasional untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sehat

  • Menghindari Stress

6 of 70

Data Prevalensi PTM di Indonesia

34,1%

Hipertensi

Penduduk Indonesia usia ≥18 tahun yang menderita tekanan darah tinggi

10,9%

Diabetes Melitus

Penduduk usia ≥15 tahun berdasarkan pemeriksaan laboratorium

10,9‰

Stroke

Kasus per 1000 penduduk usia ≥15 tahun

1,5%

Penyakit Jantung

Berdasarkan diagnosis tenaga medis

1,8‰

Kanker

Kasus per 1000 penduduk dari berbagai jenis kanker

4,5%

Penyakit Paru Kronik

Penduduk usia >15 tahun yang menderita PPOK

Data prevalensi ini menunjukkan beban PTM yang signifikan pada sistem kesehatan Indonesia, dengan hipertensi dan diabetes sebagai kontributor utama.

7 of 70

Faktor Risiko Utama PTM

Merokok

Kebiasaan merokok aktif maupun terpapar asap rokok secara pasif berkontribusi signifikan terhadap risiko PTM, terutama penyakit jantung, stroke, dan kanker paru-paru.

Kurang Aktivitas Fisik

Sekitar 33,5% penduduk Indonesia tidak melakukan aktivitas fisik yang cukup, meningkatkan risiko obesitas dan berbagai PTM.

Konsumsi Buah dan Sayur Rendah

95,5% penduduk Indonesia mengonsumsi buah dan sayur di bawah rekomendasi WHO (400 gram per hari), mengurangi asupan serat dan antioksidan.

Obesitas

21,8% orang dewasa di Indonesia mengalami obesitas, yang menjadi faktor risiko independen untuk berbagai PTM termasuk diabetes dan penyakit jantung.

Stres

Gangguan kesehatan mental dan stres kronis berperan dalam perkembangan dan perburukan berbagai PTM melalui mekanisme biologis dan perilaku.

8 of 70

Kebijakan Pelaksanaan GERMAS Kabupaten Kediri

Peraturan Bupati Nomor 27 Tahun 2020 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat di Kabupaten Kediri

SK Bupati Nomor : 188.45 / 270 / 418.08 / 2020 tentang Pembentukan Tim Kelompok Kerja Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Kabupaten Kediri

9 of 70

10 of 70

PEMBUDAYAAN GERMAS

PENDIDIKAN

PAUD, TK, SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi

TEMPAT KERJA

Kantor Pemerintah, Swasta, Pabrik, dsb

FASYANKES

RS, Puskesmas, Balai Kes, Pustu, Klinik, dsb

RUMAH TANGGA

Keluarga sebagai unit terkecil masyarakat

TEMPAT UMUM

Stasiun, Terminal, Pasar, Tempat Ibadah, dll

MITRA PELAKSANA

  • Akademisi, Profesi, LSM, Ormas, dll
  • Dunia Usaha
  • K/L, Pemda Provinsi, Pemda Kab/Kota
  • Media Massa

11 of 70

GERMAS: AKTIVITAS FISIK RUTIN

Meningkatkan Kebugaran dan Imunitas

Aktivitas fisik teratur memperkuat sistem kekebalan tubuh, meningkatkan kapasitas paru-paru, dan membantu mempertahankan massa otot yang sehat di segala usia, memperkuat otot, tulang dan sendi

Mengurangi Stres

Berolahraga melepaskan endorfin yang memperbaiki suasana hati, mengurangi stres, dan daya tahan tubuh dan kesejahteraan mental

Mencegah Penyakit

Aktivitas fisik rutin efektif mencegah berbagai penyakit metabolik seperti diabetes tipe 2, menurunkan kolesterol dll

12 of 70

Contoh: Bentuk Aktivitas Fisik GERMAS

Senam Bersama

Kegiatan senam rutin di berbagai instansi pemerintahan

Aktivitas Rutin Harian

Jalan kaki, bersepeda, berkebun

Kerja Bhakti

Melibatkan seluruh karyawan kantor

13 of 70

Rekomendasi: Aktivitas Fisik Rutin

  • Bersepeda, berjalan kaki, senam Bersama, olah raga Bersama, menari, berkebun dll
  • Rekomendasi Kemenkes RI: minimal 150 menit

per minggu durasi setiap aktifitas fisik minimal 30 menit

  • Mulai dengan pemanasan, gerakan inti, dan pendinginan
  • Sesuaikan jenis dan intensitas Latihan dengan

kondisi tubuh dan usia.

14 of 70

Peregangan di Tempat Kerja

Peregangan rutin di kantor memberikan berbagai manfaat kesehatan:

Mengurangi Risiko cedera

Mencegah gangguan otot dan sendi pada area leher, bahu,

siku, pergelangan dan punggung.

Mencegah Kekakuan

Mengatasi dampak negatif dari duduk yang tidak ergonomis

(leher menunduk, punggung membungkuk) dalam waktu lama,

dan bekerja dalam posisi yang sama dalam waktu lama

Meningkatkan Sirkulasi

Melancarkan peredaran darah dan oksigen terutama ke otak

serta menjaga fleksibilitas tubuh, agar tubuh lebih bugar

Mendukung GERMAS

Agar selalu sehat dan bugar sehingga produktivitas di tempat kerja

meningkat

15 of 70

Cara & Tips Peregangan di Kantor

Frekuensi

Lakukan stretching ringan setiap 1-2 jam kerja,

bisa dilakukan di jam yang sama dengan seluruh

karyawan.

Gerakan Sederhana

Lenturkan leher, putar bahu, pergelangan

tangan & kaki, Gerakan dilakukan secara

statis (menahan posisi teregang 8-10 detik)

dan dinamis (meregangkan dan melemaskan

secara perlahan).

Posisi

Dapat dilakukan pada posisi duduk dengan

kaki menapak rata, lutut lebih rendah dari panggul

atau posisi berdiri

Konsistensi penting - lakukan peregangan bersama di waktu yang sama

16 of 70

GERMAS:

MAKAN BUAH DAN SAYUR DI PERKANTORAN

72% pekerja kantoran Indonesia kurang serat harian

17 of 70

Manfaat Utama Buah & Sayur untuk Tubuh

Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Vitamin C, E, dan antioksidan dalam buah dan sayur memperkuat sistem imun, melindungi sel-sel dari kerusakan, dan membantu tubuh melawan infeksi dan penyakit.

Memperlancar Pencernaan

Kandungan serat tinggi membantu melancarkan proses pencernaan, mencegah sembelit, dan menjaga kesehatan mikrobioma usus yang berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh.

Mengontrol Berat Badan

Rendah kalori namun tinggi serat membuat buah dan sayur menjadi pilihan makanan ideal untuk mengontrol berat badan dan mencegah obesitas.

Menjaga Gula Darah

Serat dalam buah dan sayur membantu memperlambat penyerapan gula dalam darah, menjaga kestabilan kadar gula darah, dan mengurangi risiko diabetes tipe 2.

18 of 70

Prevalensi Konsumsi Sayur dan Buah di Indonesia

67.5%

Konsumsi 1-2 porsi/hari

Mayoritas penduduk Indonesia hanya mengonsumsi 1-2 porsi sayur dan buah setiap hari

17.4%

Konsumsi 3-4 porsi/hari

Hanya sebagian kecil penduduk yang mengonsumsi sayur dan buah mendekati jumlah ideal

11.8%

Tidak konsumsi sama sekali

Sebagian penduduk sama sekali tidak mengonsumsi sayur dan buah dalam pola makan sehari-hari

Data menunjukkan hanya 3,3% penduduk Indonesia yang mengonsumsi lebih dari 5 porsi sayur dan buah per hari sesuai anjuran.

19 of 70

Rekomendasi vs Kenyataan

59%

Realisasi Target

Dari target 400g/hari (WHO), Indonesia hanya mencapai 237,5g/kapita/hari pada 2022.

93.5%

Konsumsi Rendah

Penduduk usia >10 tahun mengonsumsi buah dan sayur di bawah anjuran.

3.3%

Konsumsi Ideal

Hanya sebagian kecil penduduk yang mengonsumsi >5 porsi harian.

Noted: 1 porsi 80 – 100 gr, rekomendasi WHO 4 – 5 posrsi sehari

20 of 70

Tantangan & Upaya Peningkatan Konsumsi

Kendala Utama

  • Kurangnya kesadaran pentingnya buah & sayur
  • Gaya hidup tidak sehat
  • Keterbatasan akses

Konsumsi rendah meningkatkan risiko penyakit tidak menular.

Solusi

  • Kampanye edukasi masyarakat
  • Program pemerintah untuk anak & remaja
  • Ajakan hidup sehat secara rutin

21 of 70

22 of 70

Tips Praktis GERMAS:

Makan buah Dan sayur

(dapat diterapkan di kantor)

Sajikan di Setiap Makan

Utama dan camilan, snack di setiap pertemuan diganti buah atau ada buah

Variasi Warna & Jenis

Untuk nutrisi optimal

Buah Lokal & Musiman

Pakailah buah-buahan local yang lebih murah dan mudah didapat.

23 of 70

Cek Kesehatan Berkala:

Investasi Kesehatan Masa Depan

Pemeriksaan kesehatan rutin merupakan langkah penting untuk memastikan tubuh kita tetap dalam kondisi optimal. Mari kita bahas bagaimana cek kesehatan berkala dapat menjadi investasi terbaik untuk masa depan Anda yang lebih sehat.

24 of 70

Mengapa Cek Kesehatan Rutin Penting?

Deteksi Dini

Mengenali gejala penyakit sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih parah dan sulit ditangani.

Hemat Biaya

Mengurangi biaya pengobatan jangka panjang yang jauh lebih mahal dibandingkan pencegahan.

Kualitas Hidup

Mencegah komplikasi penyakit dan memastikan Anda dapat menjalani hidup dengan lebih baik dan produktif.

25 of 70

Pemeriksaan Kesehatan yang Disarankan

1

Pengukuran Antropometri

Berat badan, tinggi badan, lingkar perut untuk memantau risiko obesitas

Target: BMI 18,5-24,9 kg/m²

=BB(kg)/TB²(m)

2

Tekanan Darah

Pemeriksaan untuk mendeteksi hipertensi

Target: <140/90 mmHg

3

Kadar Gula Darah

Pemeriksaan untuk mendeteksi diabetes

Target: <100 mg/dl (puasa)

4

Profil Lipid

Pemeriksaan kolesterol total, HDL, LDL, dan trigliserida

Target: Kolesterol total <200 mg/dl

5

Skrining Kanker( bila diperlukan )

SADARI & Pap smear/IVA untuk wanita

26 of 70

Kapan Harus Melakukan Pemeriksaan?

Kelompok Usia

Jenis Pemeriksaan

Frekuensi

18-39 tahun

Cek dasar, Tekanan darah

2-3 tahun sekali, Tahunan

40-64 tahun

Cek dasar, Skrining diabetes

1-2 tahun sekali, 3 tahun sekali

>65 tahun

Cek dasar, Tekanan darah, Kolesterol

Tahunan

Wanita 21-65 tahun

Pap smear/IVA

3 tahun sekali

Wanita 40-50+ tahun

Mammogram

1-2 tahun sekali

Jadwal ini dapat disesuaikan berdasarkan faktor risiko individu dan riwayat kesehatan keluarga.

27 of 70

CEK KESEHATAN GRATIS: Program Nasional 2025

Program pemeriksaan kesehatan gratis untuk seluruh rakyat Indonesia yang dimulai pada 10 Februari 2025 awalnya sebagai "kado ulang tahun dari negara" dengan peresmian langsung oleh Presiden dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Merupakan upaya strategis pemerintah untuk:

  • Meningkatkan derajat kesehatan nasional dengan paradigma baru yang mengutamakan pencegahan daripada pengobatan.
  • Deteksi dini penyakit menjadi kunci untuk mencegah komplikasi kesehatan yang berdampak pada produktivitas dan ekonomi keluarga.

28 of 70

Peserta & Sasaran Program

Bayi & Balita

Anak usia 0-6 tahun mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan di Puskesmas

Anak & Remaja

Usia 7-17 tahun melalui pemeriksaan di sekolah mulai Juli 2025

Dewasa

Warga usia 18 tahun ke atas mendapatkan layanan di Puskesmas

Seluruh Penduduk

Mencakup 100% penduduk Indonesia, lebih dari 280 juta orang

29 of 70

Mekanisme & Tahapan Pelaksanaan

1

Pendaftaran

Warga mendaftar di Puskesmas wilayah tempat tinggal dengan membawa KTP atau kartu identitas lainnya, atau melalui satu sehat

2

Penjadwalan

Jadwal pemeriksaan berdasarkan tanggal ulang tahun peserta untuk menghindari penumpukan antrian.

3

Pemeriksaan

Proses pemeriksaan sesuai kategori usia oleh tenaga medis terlatih di fasilitas kesehatan.

4

Tindak Lanjut

Hasil pemeriksaan dicatat dalam sistem dan ditindaklanjuti jika ditemukan masalah kesehatan.

Untuk pemeriksaan di sekolah, akan dilaksanakan secara massal pada awal tahun ajaran baru Juli 2025.

30 of 70

GERMAS: Tidak merokok

Salah satu fokus utamanya adalah mengurangi kebiasaan

merokok yang masih sangat tinggi di masyarakat Indonesia.

31 of 70

Dampak Kesehatan dari Merokok

Angka Kematian Tinggi

300.000 kematian per tahun di Indonesia disebabkan oleh rokok

Pemicu Penyakit Tidak Menular

60% kematian akibat penyakit tidak menular dipicu oleh kebiasaan merokok

Penyakit Serius

Menjadi penyebab utama kanker paru, stroke, hipertensi, dan penyakit jantung

Data ini menunjukkan situasi yang mengkhawatirkan dan perlu ditangani segera melalui program-program kesehatan masyarakat yang efektif seperti GERMAS.

32 of 70

Penyakit yang dapat disebabkan oleh dampak Merokok

Sistem Pernapasan

  • Bronkitis kronis
  • Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)
  • Gangguan fungsi paru-paru

Sistem Kardiovaskular

  • Kerusakan pembuluh darah
  • Peningkatan tekanan darah
  • Risiko penyakit jantung koroner

Sistem Pencernaan

  • Gangguan pencernaan
  • Peningkatan risiko kanker mulut dan kerongkongan
  • Kerusakan hati

Kesehatan Reproduksi

  • Gangguan kesuburan
  • Risiko kelahiran prematur
  • Cacat janin

33 of 70

Efek Perokok Pasif pada Ibu Hamil

Ibu hamil yang terpapar asap rokok secara pasif menghadapi risiko kesehatan yang signifikan:

Kelahiran Prematur

Risiko meningkat hingga 20% pada ibu yang sering terpapar asap rokok di lingkungan rumah atau kerja

Berat Badan Bayi Rendah

Paparan asap rokok selama kehamilan dapat mengurangi berat lahir bayi hingga 200 gram

Gangguan Plasenta

Risiko plasenta previa dan solusio plasenta meningkat signifikan, berpotensi mengancam nyawa

Penelitian di Shanghai (2021-2023) dengan 3.446 ibu hamil menunjukkan korelasi kuat antara paparan asap rokok dan komplikasi kehamilan

34 of 70

Dampak pada Janin dan Bayi Baru Lahir

Hambatan Pertumbuhan Janin

Nikotin dan karbon monoksida mengurangi aliran oksigen ke janin, menyebabkan perkembangan yang tidak optimal dan kelainan pertumbuhan

Peningkatan Risiko SIDS

Paparan asap rokok meningkatkan risiko Sindrom Kematian Bayi Mendadak hingga 2,5 kali lipat dibandingkan bayi dari lingkungan bebas asap rokok

Perawatan Intensif

Bayi prematur dari ibu yang terpapar asap rokok sering membutuhkan perawatan di NICU dengan biaya medis yang signifikan dan trauma emosional keluarga

35 of 70

Konsekuensi Sosial dan Ekonomi

Pengeluaran untuk Rokok

Rata-rata keluarga perokok menghabiskan Rp 300.000-500.000 per bulan

hanya untuk rokok

Biaya Pengobatan

Pengeluaran meningkat untuk mengobati penyakit akibat merokok

yang sebenarnya bisa dicegah

Penurunan Kualitas Hidup

Produktivitas menurun, beban ekonomi keluarga bertambah, dan kualitas hidup secara keseluruhan terganggu

36 of 70

Peran GERMAS Cegah Kebiasaan Merokok

Edukasi Preventif

Program edukasi dan promosi pola hidup sehat di sekolah dan masyarakat untuk mencegah mulai merokok

Kampanye Terpadu

Ajakan berhenti merokok melalui kampanye media massa, sosial media, dan kegiatan langsung di masyarakat

Kolaborasi Lintas Sektor

Kerjasama antara pemerintah, komunitas, sekolah, dan tempat kerja untuk menciptakan lingkungan bebas rokok

37 of 70

Penetapan KTR

Perlindungan Kelompok Rentan

Melindungi anak-anak, remaja, dan non-perokok dari bahaya paparan asap rokok baik secara langsung maupun tidak langsung.

Pencegahan Penyakit

Mencegah penyakit jantung, gangguan pernapasan, dan berbagai jenis kanker yang terkait dengan paparan asap rokok.

Pengendalian Konsumsi

Mengurangi tingkat konsumsi rokok secara nasional dan mendorong pola hidup sehat di masyarakat Indonesia.

38 of 70

Manfaat KTR bagi Masyarakat

Menurunkan prevalensi merokok

Kawasan Tanpa Rokok terbukti efektif menurunkan jumlah perokok aktif hingga 15% di daerah yang konsisten menerapkannya.

Lingkungan lebih bersih

Mengurangi polusi udara dan sampah puntung rokok yang sulit terurai, meningkatkan kebersihan ruang publik.

Membantu perokok berhenti

Dengan mengurangi pemicu visual dan sosial, KTR membantu perokok yang ingin berhenti.

Menekan biaya kesehatan

Mengurangi beban BPJS dan biaya perawatan penyakit terkait rokok yang mencapai Rp70 triliun per tahun.

39 of 70

Contoh & Lokasi Kawasan Tanpa Rokok

Fasilitas Kesehatan

Rumah sakit, puskesmas, klinik, apotek, dan seluruh area dalam radius 25 meter dari bangunan utama.

Institusi Pendidikan dan perkantoran

Sekolah, universitas, lembaga pendidikan lainnya dan perkantoran termasuk area olahraga dan kantin.

Transportasi Umum

Bus, kereta, angkot, ojek online, terminal, stasiun, bandara, dan area tunggu penumpang.

40 of 70

GERMAS: LINGKUNGAN BERSIH DAN SEHAT

Lingkungan yang bersih dan sehat merupakan fondasi penting bagi kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat. Mari bersama menjaga kebersihan lingkungan untuk masa depan yang lebih baik.

Lingkungan bersih dan sehat didefinisikan sebagai kondisi lingkungan yang:

  • Bebas dari kotoran, debu, sampah, dan bau tidak sedap
  • Memiliki sirkulasi udara yang baik dan cahaya matahari cukup
  • Tersedia air bersih untuk kebutuhan sehari-hari
  • Mendukung kesehatan fisik dan mental penghuninya
  • Terhindar dari polusi dan pencemaran berbahaya

41 of 70

Ciri-ciri Lingkungan Sehat

Udara Segar

Udara yang bersih, bebas dari bau tidak sedap, asap, dan polusi. Tanaman hijau membantu menyaring udara dan menyediakan oksigen.

Air Bersih

Air yang jernih, tidak berbau, dan bebas dari kontaminasi dan tidak tercemar bahan kimia berbahaya.

Pengelolaan Sampah

Tidak ada sampah berserakan, sungai dan selokan bersih, serta adanya sistem pembuangan sampah yang teratur.

42 of 70

GERMAS: HINDARI STRES DI TEMPAT KERJA

Stres kerja adalah fenomena umum yang dialami oleh 6 dari 10 pekerja di Indonesia berhubugan dengan stress kronis yang tidak dikelola denga baik.

Pengelolaan stres bukan hanya penting, tetapi esensial untuk kesejahteraan mental dan fisik jangka panjang

43 of 70

Penyebab Umum Stres dan Dampaknya

Faktor Penyebab

  • Tekanan pekerjaan berlebihan
  • Konflik dalam hubungan sosial
  • Perencanaan waktu yang buruk
  • Ruang kerja kurang nyaman,

berisik, panas, sesak.

Dampak Fisik

  • Gangguan tidur kronis
  • Sakit kepala tegang
  • Hipertensi
  • Sistem imun melemah

Dampak Mental

  • Kecemasan berlebihan
  • Penurunan produktivitas
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Perubahan suasana hati

Mengenali penyebab dan dampak stres adalah langkah pertama untuk mengelolanya dengan efektif.

  • Kurangnya waktu istirahat, jam

kerja Panjang sering lembur

44 of 70

Kasus & Statistik Stress di tempat kerja

30%

Tingkat Burnout

Pekerja Indonesia yang mengalami burnout pada tahun 2024, meningkat dari 22% pada tahun 2022.

20%

Peningkatan Cuti

Kenaikan pengambilan cuti karena stres dan masalah kesehatan mental dalam dua tahun terakhir.

45%

Produktivitas

Penurunan produktivitas rata-rata pada karyawan yang mengalami stres kerja tingkat sedang hingga berat.

Berdasarkan survei terbaru dari Asosiasi Kesehatan Mental Kerja Indonesia dan Kementerian Ketenagakerjaan RI.

Kondisi kelelahan fisik, mental dan emosional yang berkepanjangan

45 of 70

Tanda Fisik Stres Kerja

Gejala fisik sering muncul terlebih dahulu sebagai tanda peringatan tubuh terhadap stres berlebihan.

Kelelahan Kronis

Tetap merasa lelah meski sudah beristirahat cukup, disertai sakit kepala berulang.

Gangguan Tubuh

Nyeri otot terutama di punggung dan leher, dada berdebar, dan kesulitan tidur (insomnia).

Perubahan Sistem Pencernaan

Nafsu makan berubah drastis, sakit perut, dan gangguan pencernaan tanpa sebab medis jelas.

46 of 70

Tanda Psikologis Stres Kerja

Kecemasan & Keputusasaan

Perasaan cemas berlebihan tentang pekerjaan, pikiran pesimis, dan kekhawatiran terus-menerus bahkan saat sedang beristirahat.

Gangguan Kognitif

Kesulitan berkonsentrasi pada tugas, sering lupa detail penting, dan penurunan kemampuan dalam membuat keputusan.

Perubahan Mood

Suasana hati yang cepat berubah, mudah tersinggung dengan komentar kecil, dan menarik diri dari interaksi sosial dengan rekan kerja.

47 of 70

Tanda Perilaku Stres Kerja

Penghindaran Kerja

Mulai sering terlambat, mengambil cuti mendadak, atau mencari alasan untuk tidak hadir di rapat penting.

Penurunan Kinerja

Produktivitas menurun, kesalahan kerja meningkat, dan batas waktu proyek sering terlewat.

Perilaku Negatif

Mulai mengonsumsi alkohol berlebihan, merokok lebih banyak, atau menggunakan zat lain sebagai pelarian dari tekanan.

48 of 70

Tips Praktis untuk Keseharian

Perencanaan Waktu

Jadwalkan aktivitas harian dengan jelas, termasuk waktu istirahat. Tetapkan prioritas dan batasi multitasking yang berlebihan.

Olahraga Teratur

Lakukan minimal 30 menit olahraga, 3x seminggu. Pilih aktivitas yang Anda nikmati seperti jalan cepat, berenang, atau bersepeda.

Rileksasi Harian

Rileksasi dalam atau meditasi sederhana selama 5-10 menit setiap hari, idealnya di pagi hari atau sebelum tidur.

Dukungan Sosial

Jangan ragu berbicara tentang perasaan Anda. Cari dukungan dari keluarga, teman, atau profesional jika diperlukan.

Konsistensi dalam menerapkan tips-tips ini akan memberikan hasil terbaik dalam mengelola stres jangka panjang.

49 of 70

GERMAS: CERDIK - Cara Cerdas Hidup Sehat

CERDIK merupakan strategi GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) yang dirancang untuk pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) di Indonesia. Pendekatan komprehensif ini memadukan enam komponen penting untuk gaya hidup sehat.

Cek kesehatan secara berkala

Pemeriksaan rutin dapat mendeteksi masalah kesehatan sejak dini, memungkinkan penanganan lebih efektif sebelum kondisi memburuk.

Enyahkan asap rokok

Menghindari paparan asap rokok, baik sebagai perokok aktif maupun pasif, sangat penting untuk kesehatan jantung dan paru-paru.

Rajin aktivitas fisik

Minimal 30 menit aktivitas fisik setiap hari memperkuat jantung, meningkatkan sirkulasi, dan membantu menjaga berat badan ideal.

Diet sehat kalori seimbang

Konsumsi makanan bergizi dengan porsi tepat sesuai kebutuhan kalori harian untuk menjaga fungsi tubuh optimal.

Istirahat cukup

Tidur 7-8 jam sehari membantu pemulihan tubuh, meningkatkan daya tahan, dan menjaga kesehatan mental.

Kelola stres

Teknik relaksasi seperti meditasi dan pernapasan dalam membantu mengatasi stres yang dapat memicu berbagai penyakit.

Implementasi CERDIK dilakukan melalui edukasi masyarakat, Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu), dan kampanye perilaku sehat. Studi menunjukkan pendekatan CERDIK yang diterapkan secara konsisten efektif menurunkan risiko komplikasi diabetes dan penyakit tidak menular lainnya.

50 of 70

IMPLEMENTASI GERMAS DI

KABUPATEN KEDIRI

Implementasi GERMAS di Kabupaten Kediri dilaksanakan secara terintegrasi dengan melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pemangku kepentingan. Setiap instansi memiliki peran dan kontribusi spesifik dalam mendukung tercapainya tujuan GERMAS.

51 of 70

Aktivitas Fisik di Lingkungan Kantor

SENAM PEREGANGAN JAM 10.00 DAN JAM 14.00

Program ini dapat dilaksanakan di berbagai situasi kerja:

  • Saat rapat berlangsung
  • Di ruang kerja masing-masing
  • Secara bersama-sama di aula kantor

Senam peregangan singkat membantu mengurangi ketegangan otot,

meningkatkan sirkulasi darah, dan mempertahankan fokus kerja sepanjang hari.

52 of 70

GERMAS DI DINAS KESEHATAN

SENAM RUTIN HARI JUMAT

PEREGANGAN DI TEMPAT KERJA

PENGUKURAN KEBUGARAN

Kegiatan rutin untuk seluruh pegawai Dinas Kesehatan yang dilaksanakan setiap hari Jumat pagi, bertujuan meningkatkan kebugaran dan membangun semangat kebersamaan.

Aktivitas singkat yang dilakukan di sela-sela jam kerja untuk mengurangi kelelahan, ketegangan otot, dan meningkatkan produktivitas kerja, Jam 10.00 dan 14.00

Pemeriksaan kondisi fisik pegawai secara berkala untuk memantau tingkat kebugaran dan memberikan rekomendasi perbaikan bila diperlukan.

53 of 70

CEK RUTIN KESEHATAN BERSAMA OPD SE-KAB KEDIRI

Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri secara rutin menyelenggarakan kegiatan pemeriksaan kesehatan untuk seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Kediri. Program ini mencakup:

  • Pemeriksaan tekanan darah
  • Pengukuran kadar gula darah
  • Pemeriksaan kolesterol
  • Pengukuran indeks massa tubuh (IMT)
  • Konsultasi kesehatan

Kegiatan ini merupakan bentuk deteksi dini dan pencegahan penyakit tidak menular di lingkungan kerja pemerintahan.

54 of 70

DEKLARASI ODF DI KABUPATEN KEDIRI

Deklarasi yang menyatakan bahwa Kabupaten kediri telah bebas prilaku buang air besar di sembarang temapt atau tempat yang terbuka.

55 of 70

BAKESBANGPOL

SARASEHAN PAGN DI KABUPATEN, KECAMATAN DAN DESA

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Kediri aktif menyelenggarakan sarasehan Pembangunan Anak Generasi Nasional (PAGN) yang mencakup:

  • Edukasi tentang pola asuh anak yang baik
  • Pemenuhan nutrisi untuk tumbuh kembang optimal
  • Pencegahan stunting dan masalah kesehatan anak
  • Peran masyarakat dalam mendukung kesehatan generasi penerus

Program ini dilaksanakan secara berjenjang dari tingkat kabupaten hingga desa untuk memastikan jangkauan yang luas dan partisipasi masyarakat yang tinggi.

56 of 70

DINAS PENDIDIKAN

PENDIDIKAN PAUD DAN TK BUDIDAYA SAYUR DAN BUAH

Penerapan program pembelajaran berbasis lingkungan dengan mengintegrasikan kegiatan budidaya tanaman sayur dan buah di lingkungan sekolah PAUD dan TK. Program ini bertujuan untuk:

  • Mengenalkan anak sejak dini pada sumber pangan sehat
  • Membangun kesadaran pentingnya konsumsi sayur dan buah
  • Mengembangkan kecintaan terhadap lingkungan
  • Memberikan pengalaman langsung dalam proses bercocok tanam

Kegiatan ini juga melibatkan orang tua murid untuk mendorong keberlanjutan program di lingkungan rumah.

57 of 70

Sarana Penunjang GERMAS di Sekolah

Penyediaan Sarana Olahraga

Dinas Pendidikan memfasilitasi penyediaan alat dan area olahraga yang memadai di sekolah untuk mendukung aktivitas fisik siswa secara teratur.

Penyediaan Sarana UKS

Peningkatan kualitas Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dengan perlengkapan medis dasar dan ruangan yang nyaman untuk pemeriksaan kesehatan siswa.

Kepramukaan SBH

Integrasi materi Sekolah Berwawasan Hidup Sehat (SBH) dalam kegiatan kepramukaan untuk menanamkan pola hidup sehat sejak dini.

58 of 70

SISWA DIDIK MEMBAWA BEKAL MAKANAN

Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri menerapkan kebijakan bagi siswa untuk membawa

bekal makanan dari rumah. Program ini memiliki beberapa manfaat penting:

  • Memastikan siswa mengonsumsi makanan sehat dan bergizi
  • Mengontrol kandungan gula, garam, dan lemak dalam makanan
  • Mengurangi risiko konsumsi jajanan tidak sehat
  • Melibatkan orang tua dalam penyediaan gizi seimbang
  • Membangun kebiasaan makan teratur sejak dini

Program ini juga didukung dengan edukasi tentang pola makan sehat bagi orang tua

dan siswa melalui pertemuan rutin dan materi pembelajaran di kelas.

59 of 70

DINAS PERIKANAN

KEGIATAN GEMARIKAN DENGAN OLAHAN SATE LELE

Dinas Perikanan Kabupaten Kediri mengembangkan program Gemar Makan Ikan (GEMARIKAN) untuk meningkatkan konsumsi protein hewani berkualitas melalui:

  • Pelatihan pengolahan ikan menjadi berbagai produk menarik
  • Demonstrasi kuliner dengan bahan dasar ikan lele
  • Sosialisasi kandungan gizi dan manfaat konsumsi ikan
  • Penyediaan bibit ikan untuk budidaya skala rumah tangga

HASIL OLAHAN IKAN UNTUK BALITA STUNTING

Program khusus untuk menangani stunting melalui:

  • Pengembangan produk olahan ikan yang ramah untuk balita
  • Distribusi ke daerah dengan prevalensi stunting tinggi
  • Edukasi gizi untuk ibu balita

60 of 70

DINAS PERDAGANGAN: Workshop Olahan Makanan Sehat

Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan

dan CV. Wiwaha Sasana Mulya menyelenggarakan workshop olahan makanan sehat yang:

  • Dilaksanakan di 26 kecamatan se-Kabupaten Kediri
  • Melibatkan pelaku UMKM kuliner sebagai peserta utama
  • Memperkenalkan teknik pengolahan makanan tanpa bahan pengawet berbahaya
  • Memberikan edukasi tentang standar keamanan pangan
  • Mengembangkan diversifikasi produk makanan lokal yang sehat dan bergizi

Program ini mendukung upaya pengembangan ekonomi lokal

sekaligus meningkatkan ketersediaan pangan sehat bagi masyarakat.

61 of 70

DINAS LINGKUNGAN HIDUP

Penanaman Pohon di Sumber Mata Air

Program konservasi lingkungan yang bertujuan melindungi kualitas dan kuantitas sumber air bersih bagi masyarakat Kabupaten Kediri.

  • Penanaman pohon keras di

area tangkapan air

  • Pelibatan masyarakat sekitar

dalam pemeliharaan

  • Edukasi tentang pentingnya

menjaga daerah resapan air

Grebek Sampah

Kegiatan bersih-bersih massal yang melibatkan berbagai elemen masyarakat untuk mengatasi permasalahan sampah di tempat-tempat umum.

  • Dilaksanakan secara rutin di

lokasi strategis

  • Melibatkan pelajar, ASN, dan

masyarakat umum

  • Sosialisasi pemilahan sampah dan

3R (Reduce, Reuse, Recycle)

Kebersihan Lingkungan

Program komprehensif untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat di seluruh wilayah Kabupaten Kediri.

  • Pembentukan kader lingkungan di

tingkat desa

  • Pengelolaan sampah terpadu berbasis

masyarakat

  • Lomba kebersihan antar desa/kelurahan

62 of 70

SATPOL: OPERASI MIRAS OLEH SATPOL PP

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kediri melaksanakan operasi penegakan Peraturan Daerah terkait peredaran minuman keras (miras) sebagai bagian dari upaya mendukung GERMAS. Kegiatan ini meliputi:

  • Kegiatan rutin di tempat-tempat hiburan dan warung/toko
  • Sosialisasi bahaya konsumsi miras bagi kesehatan
  • Pembinaan terhadap pelaku usaha tentang peraturan

peredaran miras

Program ini bertujuan mengurangi dampak negatif konsumsi minuman beralkohol terhadap kesehatan masyarakat dan mencegah gangguan ketertiban umum akibat penyalahgunaan miras.

63 of 70

DINAS PARIWISATA

1

Sosialisasi Makanan Sehat di

Objek Wisata

Dinas Pariwisata Kabupaten Kediri aktif mensosialisasikan makanan sehat bebas bahan pengawet dan berbahaya di obyek-obyek wisata, tempat wisata kuliner, dan pusat belanja. Program ini bertujuan:

  • Melindungi wisatawan dari makanan
  • tidak higienis
  • Meningkatkan kualitas kuliner lokal sebagai daya tarik wisata
  • Mengedukasi pedagang tentang
  • keamanan pangan

2

Penyediaan Sarana Air Bersih

Memastikan ketersediaan air bersih di seluruh destinasi wisata melalui:

  • Pembangunan sarana sanitasi
  • yang memadai
  • Pemeliharaan rutin sumber dan
  • instalasi air
  • Pemantauan kualitas air secara berkala

3

Penyampaian Pesan GERMAS Melalui

Kesenian Jaranan

Mengintegrasikan pesan-pesan GERMAS dalam pertunjukan kesenian tradisional Jaranan untuk:

  • Melestarikan budaya lokal sekaligus menyampaikan informasi kesehatan
  • Menjangkau masyarakat dengan cara yang menghibur dan mudah diterima
  • Menciptakan konten wisata edukasi
  • yang bernilai lebih

64 of 70

KEMENAG: PROGRAM RUMAH IBADAH SEHAT

Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kediri mengembangkan program Rumah Ibadah Sehat sebagai implementasi GERMAS di tempat ibadah. Program ini mencakup berbagai aspek:

  • Penyediaan fasilitas cuci tangan dan sanitasi yang memadai
  • Pengaturan sirkulasi udara dan pencahayaan yang baik
  • Penerapan kebersihan lingkungan secara rutin
  • Pelatihan pengelola rumah ibadah tentang protokol kesehatan
  • Integrasi pesan-pesan kesehatan dalam kegiatan keagamaan

Program ini bertujuan menjadikan rumah ibadah tidak hanya sebagai tempat ibadah namun juga sebagai pusat edukasi kesehatan bagi masyarakat.

Berbagai rumah ibadah di Kabupaten Kediri, meliputi masjid, gereja, pura, vihara, dan kelenteng, telah berpartisipasi dalam program ini dengan menerapkan standar rumah ibadah sehat yang ditetapkan oleh Kementerian Agama bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan.

65 of 70

DINAS PERHUBUNGAN: KESELAMATAN BERLALU LINTAS

Edukasi Keselamatan Berlalu

Lintas

Sosialisasi keselamatan berlalu lintas di sekolah-sekolah dan komunitas untuk menanamkan kebiasaan berkendara yang aman dan mematuhi peraturan.

Kampanye Penggunaan Helm

Program kampanye yang menekankan pentingnya penggunaan helm standar untuk mencegah cedera kepala serius akibat kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara sepeda motor.

Penyediaan Fasilitas Pejalan Kaki

Peningkatan kualitas trotoar, zebra cross, dan jembatan penyeberangan untuk mendorong aktivitas berjalan kaki yang aman dan nyaman di wilayah perkotaan.

Program keselamatan berlalu lintas merupakan bagian penting dari GERMAS karena berkontribusi pada pencegahan cedera dan kematian akibat kecelakaan. Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri berkomitmen untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keselamatan di jalan raya.

66 of 70

Tantangan Pelaksanaan GERMAS di Tingkat Kabupaten

1

Sosialisasi Belum Optimal

Publikasi dan sosialisasi GERMAS masih belum optimal yang ditunjukkan dari masih adanya persepsi bahwa GERMAS hanya merupakan urusan sektor kesehatan saja.

2

Kebijakan Belum Merata

Belum seluruh perangkat daerah menetapkan atau mengimplementasikan kebijakan GERMAS secara konsisten

di lingkungan kerjanya.

3

Koordinasi Internal Kurang

Koordinasi internal pada masing-masing lintas sektor dalam pelaksanaan kegiatan GERMAS belum berjalan dengan optimal.

4

Komitmen Lintas Sektor Rendah

Kurangnya komitmen lintas sektor dalam implementasi dan pelaporan kegiatan GERMAS yang berimplikasi pada

rendahnya pencapaian program.

5

Pembinaan dan Pengawasan Terbatas

Pembinaan dan pengawasan implementasi GERMAS belum optimal dilakukan di berbagai tingkat pemerintahan.

67 of 70

PENGUATAN PROGRAM GERMAS DI KABUPATEN KEDIRI

Pembudayaan Internal

Pembudayaan Germas di lingkungan internal institusi pemerintah sebagai komponen birokrasi reformasi

Pelibatan Pemangku Kepentingan

Pelibatan aktif sektor non pemerintahan mulai dari dunia usaha, organisasi profesi, organisasi masyarakat

keagamaan dan institusi pendidikan

Strategi Komunikasi

Sosialisasi, kampanye, komunikasi interpersonal, dan diseminasi informasi untuk mendorong perubahan perilaku

Penguatan Daerah

Penguatan pelaksanaan GERMAS di daerah dengan dukungan pembiayaan, edukasi, dan penggerakan

masyarakat untuk berperilaku sehat

Dokumentasi dan Evaluasi

Dokumentasi perencanaan, penganggaran, petunjuk teknis dari masing-masing sektor, serta monitoring

dan evaluasi dengan umpan balik

68 of 70

Hasil yang Diharapkan dari Implementasi GERMAS

Kesehatan Terjaga

Menurunkan beban penyakit menular dan penyakit tidak menular baik

kematian maupun kecacatan

Lingkungan Bersih

Menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan mendukung perilaku hidup sehat di seluruh wilayah kabupaten

Bugar di tempat kerja dan Produktivitas Meningkat

Menghindarkan terjadinya penurunan produktivitas penduduk

akibat masalah kesehatan

Biaya Berobat Berkurang

Menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan dan menghindarkan peningkatan beban finansial penduduk

69 of 70

Kesimpulan

GERMAS adalah Upaya Berkelanjutan

GERMAS merupakan sebuah upaya yang sistematis dan terencana serta tak boleh berhenti demi mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, mandiri dan berkeadilan

Kolaborasi Multi-pihak

Komitmen dan kolaborasi semua pihak (multihelix) menjadi kunci sukses keberhasilan GERMAS di tingkat kabupaten

Pentingnya Pelaporan

Kegiatan GERMAS kurang berarti, jika kita tidak melaporkan kegiatan GERMAS secara konsisten dan akurat

70 of 70

Terima Kasih