SIFAT KOLIGATIF LARUTAN
(PENGANTAR)
Oleh : Iwan Kurniawan, S.Pd.
Molalitas dan Fraksi Mol
Sebelum masuk ke dalam pembahasan sifat koligatif, terlebih dahulu akan dibahas tentang 2 jenis satuan konsentrasi sebagai prasyarat mempelajari materi sifat koligatif larutan.
Materi Prasyarat :
1. Kemolalan (m)
Pengertian :
jumlah mol
Kemolalan/ molalitas menyatakan
(n) zat terlarut dalam 1 kg (1000 g) pelarut.
Dirumuskan dengan persamaan :
| |
dengan; m = kemolalan n = mol zat terlarut p = massa pelarut (dalam kg) | dengan ; gr = massa zat terlarut (g) Mr = massa molekul relative zat terlarut P = massa pelarut (g) |
Contoh soal 1 :
Hitunglah kemolalan larutan yang dibuat dengan mencampurkan 3 gram urea (CO(NH2)2) dengan 200 gram air! (Ar C = 12, O = 16, N = 14, H = 1)
Diketahui :
gr = 3 gram
p = 200 gram
Mr Urea (CO(NH2)2) = (1xAr C) + (1xAr O) +(2xAr N) +(4xAr H)
= (1x12) + (1x16) +(2x14) +(4x1)
= 12 + 16 + 28 + 4
= 60
Ditanya : m = ….?
2. Fraksi mol (X)
Pengertian :
Fraksi Mol menyatakan perbandingan mol zat terlarut atau pelarut terhadap jumlah mol larutan.
Dirumuskan dengan persamaan :
Dengan :
XA = fraksi mol zat pelarut
XB= fraksi mol zat terlarut
nA = mol zat pelarut
nB = mol zat terlarut
Jumlah fraksi mol pelarut dan fraksi mol zat terlarut = 1
Contoh soal 1:
Hitunglah fraksi mol urea dalam larutan urea 20%! (Mr urea = 60)
Diketahui :
% urea = 20% Mr urea = 60
Mr pelarut (air) = 18
Ditanya : XB = ….?
Jawab :
% urea = 20%
misalkan massa larutan (zat terlarut (urea) + zat pelarut) = 100 gram
Massa urea = 20% x 100 gram = 20 gram
Massa pelarut
= massa larutan – massa zat terlarut
= 100 – 20
= 80 gram
Latihan 1 :