PENGEMBANGAN PROJEK PROFIL PELAJAR PANCASILA
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA
2022
DRA.SUMINARSIH, M.SI
WIDYAPRADA LPMP JAWA TENGAH
08122922062
MATERI :
Agenda
Projek penguatan Profil Pelajar Pancasila
Dimensi-elemen-sub elemen P3
Merancang projek
Modul projek
PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA
Monggo didiskusikan dulu….
7
Pengembangan Karakter
Dalam struktur kurikulum prototipe, 20 - 30 persen jam pelajaran digunakan untuk pengembangan karakter Profil Pelajar Pancasila melalui pembelajaran berbasis projek.
Kurikulum 2013 sudah menekankan pada pengembangan karakter, namun belum memberi porsi khusus dalam struktur kurikulumnya.
Pembelajaran berbasis projek penting untuk pengembangan karakter karena:
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
7 urgensi Profil Pelajar Pancasila
Perlunya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
10
Projek penguatan Profil Pelajar Pancasila memberikan
kesempatan kepada peserta didik untuk “mengalami pengetahuan” sebagai proses penguatan karakter sekaligus kesempatan untuk belajar dari lingkungan sekitarnya.
Dalam kegiatan projek ini, peserta didik memiliki kesempatan untuk mempelajari-tema tema atau isu penting seperti perubahan iklim, anti radikalisme, kesehatan mental, budaya, wirausaha, teknologi, dan kehidupan berdemokrasi sehingga peserta didik bisa melakukan aksi nyata dalam menjawab isu-isu tersebut sesuai dengan tahapan belajar dan kebutuhannya.
Projek penguatan ini juga dapat menginspirasi peserta didik untuk memberikan kontribusi dan dampak bagi lingkungan sekitarnya.
“... perlulah anak anak [Taman Siswa] kita dekatkan hidupnya kepada perikehidupan rakyat, agar supaya mereka tidak hanya memiliki ‘pengetahuan’ saja tentang hidup rakyatnya, akan tetapi juga dapat
‘mengalaminya’ sendiri , dan
kemudian tidak hidup berpisahan dengan rakyatnya.”
Ki Hadjar Dewantara
Prinsip-prinsip kunci Projek Penguatan Profil Pancasila
12
HOLISTIK |
Holistik bermakna memandang sesuatu secara utuh dan menyeluruh, tidak parsial atau terpisah-pisah dan mendorong untuk melihat koneksi yang bermakna antar komponen dalam pelaksanaan projek, seperti peserta didik, pendidik, satuan pendidikan, masyarakat, dan realitas kehidupan sehari-hari. |
KONTEKSTUAL |
Prinsip kontekstual berkaitan dengan upaya mendasarkan kegiatan pembelajaran pada pengalaman nyata yang dihadapi dalam keseharian. Dengan mendasarkan projek pada pengalaman nyata yang dihadapi dalam keseharian, diharapkan peserta didik dapat mengalami pembelajaran yang bermakna untuk secara aktif meningkatkan pemahaman dan kemampuannya. |
Prinsip-prinsip kunci Projek Penguatan Profil Pancasila
13
BERPUSAT PADA PESERTA DIDIK |
Prinsip berpusat pada peserta didik berkaitan dengan skema pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk menjadi subjek pembelajaran yang aktif mengelola proses belajarnya secara mandiri. |
EKSPLORATIF |
Prinsip eksploratif berkaitan dengan semangat untuk membuka ruang yang lebar bagi proses inkuiri dan pengembangan diri. Pendidik tetap dapat merancang kegiatan projek secara sistematis dan terstruktur agar dapat memudahkan pelaksanaannya. |
Manfaat Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
9
Untuk satuan pendidikan
Untuk pendidik
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila memberikan ruang bagi semua anggota komunitas satuan pendidikan untuk dapat mengembangkan,me ncapai, mempraktikkan dan mengamalkan Profil Pelajar Pancasila.
Untuk Peserta Didik
15
Pengertian projek penguatan profil pelajar Pancasila
Berdasarkan Kepmendikbudristek No.56/M/2022, Projek penguatan profil pelajar Pancasila merupakankegiatan kokurikuler berbasis projek yang dirancang untuk menguatkan pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila yang disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan. Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasiladilakukan secara fleksibel, dari segi muatan, kegiatan, dan waktu pelaksanaan.
Projek penguatan profil pelajar Pancasiladirancang terpisah dari intrakurikuler . Tujuan, muatan, dan kegiatan pembelajaran projek tidak harus dikaitkan dengan tujuan dan materi pelajaran intrakurikuler. Satuan pendidikan dapatmelibatkan masyarakat dan/atau dunia kerja untuk merancang dan menyelenggarakan projek penguatan profil pelajar Pancasila.
19
Kepala satuan pendidikan
Peran pemangku kepentingan dalam pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila
Pendidik
(Peran ini khususnya perlu diampu oleh pendidik yang menjadi Tim Fasilitator Projek)
Peserta Didik
18
Peran-peran ini dapat dioptimalkan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan satuan pendidikan.
Dinas Pendidikan Provinsi, Kabupaten/Kota
Pengawas
komunikasi yang memberdayakan untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki satuan pendidikan.
Komite Sekolah
Memberikan dukungan terkait pelaksanaan projek di satuan pendidikan.
Masyarakat/Orang tua peserta didik/Mitra
Contoh pertanyaan untuk komunikasi yang memberdayakan antara pengawas dan kepala satuan pendidikan/Tim Fasilitator Projek:
22
SOSIALISASI
PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
Tema-tema projek penguatan profil pelajar Pancasila di jenjang SMP
Kearifan Lokal (SD-SMA) Membangun rasa ingin tahu dan kemampuan inkuiri melalui eksplorasi tentang budaya dan kearifan lokal masyarakat sekitar atau daerah tersebut, serta perkembangannya. | Rekayasa dan Teknologi (SD-SMA) Berkolaborasi dalam melatih daya pikir kritis, kreatif, inovatif, sekaligus kemampuan berempati untuk berekayasa membangun produk berteknologi yang memudahkan kegiatan dirinya dan juga sekitarnya. | Kewirausahaan (SD-SMA) Mengidentifikasi potensi ekonomi di tingkat lokal dan masalah yang ada dalam pengembangan potensi tersebut, serta kaitannya dengan aspek lingkungan, sosial dan kesejahteraan masyarakat. | Bhinneka Tunggal Ika (SD- SMA) Mengenal belajar membangun dialog penuh hormat tentang keberagaman kelompok agama dan kepercayaan yang dianut oleh masyarakat sekitar dan di Indonesia serta nilai-nilai ajaran yang dianutnya. |
Gaya Hidup Berkelanjutan (SD-SMA) Memahami dampak dari aktivitas manusia, baik jangka pendek maupun panjang, terhadap kelangsungan kehidupan di dunia maupun lingkungan sekitarnya. | Bangunlah Jiwa dan Raganya (SD-SMA) Membangun kesadaran dan keterampilan untuk memelihara kesehatan fisik dan mental, baik untuk dirinya maupun orang sekitarnya. | Suara Demokrasi (SMP-SMA) Merefleksikan makna demokrasi dan memahami implementasi demokrasi serta tantangannya dalam konteks yang berbeda, termasuk dalam organisasi sekolah dan/atau dalam dunia kerja. | Tema-tema projek sudah ditentukan oleh pemerintah. Berangkat dari tema yang ada, tim fasilitator projek dapat mengembangkan topik spesifik yang sesuai dengan konteks dan kebutuhan sekolah. |
Alokasi waktu projek penguatan profil pelajar Pancasila di jenjang SMP
SOSIALISASI
PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
Contoh jumlah total JP ini untuk SMP kelas 9, yang akan dibagi ke sekurang-kurangnya 3 projek. Jumlah ini berbeda di setiap fase/ jenjangnya.
320 JP ini tidak perlu dibagi rata ke masing-masing projek, namun bisa disesuaikan dengan tujuan dan kebutuhan masing-masing projek.
Jumlah berkisar 25 % dari total JP (Sudah ditetapkan dalam struktur)
Total alokasi waktu projek di jenjang SMP adalah sekitar 25% dari keseluruhan total JP dalam satu tahun:
- Kelas 7&8 = 360 JP
- Kelas 9 = 320 JP
Setelah mengidentifikasi total alokasi jam projek, langkah berikutnya adalah
menentukan pembagian durasi projek sejumlah tema yang dipilih di kelas
tersebut. Durasi setiap tema projek dapat dirancang berbeda-beda tergantung tujuan dan kedalaman eksplorasi tema tersebut.
28
29
MERANCANG MODUL PROJEK
31
32
1. Menentukan tujuan pembelajaran (projek): Apa kompetensi yang akan dicapai oleh peserta didik? (Memilih tujuan kompetensi dari alur perkembangan dimensi profil pelajar Pancasila yang sesuai dengan fase peserta didik)
Alur Rencana Pembelajaran dan Asesmen Projek
*dijadikan infografis
Peran Asesmen Diagnostik, Formatif, dan Sumatif Dalam Projek
| Asesmen Diagnostik | Asesmen Formatif | Asesmen Sumatif |
Waktu penggunaan |
jika menggunakan modul projek sudah ada | Berkala, berkelanjutan selama projek |
|
Pihak yang memberikan asesmen | Pendidik | Pendidik, peserta didik secara pribadi (self- assessment), sesama peserta didik (peer- assessment), mitra satuan pendidikan dalam projek (misalnya: orang tua, narasumber projek) | Pendidik |
Contoh bentuk asesmen | Rubrik, observasi, kuesioner, refleksi, esai | Rubrik, umpan balik (dari pendidik dan sesama peserta didik) baik secara lisan maupun tertulis, observasi, diskusi, presentasi, jurnal, refleksi, esai | Rubrik, presentasi, poster, diorama, produk teknologi atau seni, esai, kolase, drama |
Manfaat untuk tim fasilitasi projek |
|
peserta didik sesuai dengan sub-elemen Profil Pelajar Pancasila yang disasar
mengenai isu projek |
|
Manfaat untuk peserta didik |
|
belajar yang lebih baik dalam asesmen sumatif di akhir
|
|
Prinsip Rancangan
Rapor Projek
Tidak menjadi beban administrasi yang berat
Aspirasinya, penulisan rapor akan lebih sederhana, terlebih apabila dibantu teknologi
Teknologi "Report generator" di mana pendidik memasukkan judul projek, deskripsi singkat, dan seluruh elemen profil pelajar Pancasila, dan hanya memberikan penilaian pilihan elemen profil yang berkaitan dengan projek tanpa harus menuliskannya
Penulisan deskripsi proses peserta didik benar-benar fokus pada hal unik dan istimewa yang layak direfleksikan, misalnya situasi di mana peserta didik mengambil keputusan yang bijak, perkembangan suatu karakter yang sangat nyata dalam kurun waktu tertentu, dsb.
Menunjukkan keterpaduan
Rapor terdiri dari hasil penilaian terhadap performa peserta didik dalam projek.
Meskipun ada beberapa disiplin ilmu terintegrasi dalam projek, namun bagian projek fokus pada keterpaduan pembelajaran dan perkembangan karakter dan kompetensi sesuai Profil Pelajar Pancasila
Kompetensi utuh
Penilaian dalam rapor projek memadukan pengetahuan, sikap, dan keterampilan sebagai satu komponen. Deskripsi juga disampaikan secara utuh tanpa membedakan aspek tersebut.
rapor informatif dalam menyampaikan perkembangan anak namun tidak merepotkan pendidik dalam pengerjaannya
Evaluasi dan �Tindak Lanjut Projek
Aktivitas Sesi Ruang Kolaborasi
https://docs.google.com/document/d/1VREgod_pzZq_KrZ_ - FDJj9vRj1czein4/copy
PRESENTASI
Refleksi
MATERI LENGKAP KURIKULUM MERDEKA DAPAT DIAKSES MELALUI:�
Mari instal Platform Merdeka Mengajar pada gawai Android melalui tautan bit.ly/platformmerdekamengajar
MATUR NUWUN
SEHAT …SUKSES SELALU