1 of 34

Isu Strategis Penguatan Kualitas Pendidikan: Pendekatan Holistik – Integratif pada Kurikulum Pendidikan

Dr. Cepi Triatna, S.Pd., M.Pd.

NIAT: 01.01.39126.099

Tim Ahli Bidang Tarbiyyah PP Persis 2022-2027

Bidang Tarbiyah

Pimpinan Pusat Persatuan Islam

2 of 34

INFO SINGKAT

Dr. Cepi Triatna, S.Pd., M.Pd.

  1. Alumni Madrasah Ibtidaiyah dan Tazhijiyah Pesantren Persis No. 71 Cipicung Baleendah, Kab. Bandung.
  2. Alumni MTs dan Mualimien Pesantren Persis No.1 Pajagalan,
  3. Dosen Prodi Adminsitrasi Pendidikan FIP UPI,
  4. Anggota Tim Konsultan Ahli Bidang Tarbiyah PP Persis 2022-2027,
  5. Konsultan Pendidikan Sespim Polri,
  6. Ketua Peneliti Biro Jianbang Lemdiklat Polri,
  7. Ketua Peneliti Satlat Brimob Korbrimob Polri,
  8. Ketua tim Juri Apresiasi/Jambore GTK Dit. KSPSTK Ditjen GTK Kemdikbudristek.

3 of 34

Garis Besar Presentasi

  1. Isu Strategis Pendidikan Umum dan Pendidikan di Jamiyyah Persis.
  2. Analisis Strategis Pemecahan Isu Strategis Pendidikan.
  3. Pendekatan Pengembangan Pendidikan Persis.
  4. Integrated and Holistic Education System (IHES).

4 of 34

Isu Strategis Pendidikan 1/2

Kondisi yang dialami generasi muda (usia SD s.d lulusan perguruan tinggi) saat ini:

  1. Kecenderungan perilaku menunjukkan keprihatinan karena perilakunya penuh dg gagasan kreatif tetapi rapuh (mudah menyerah, pesimis terhadap masa depan, gampang sakit hati, kurang tahan banting, tidak kuat dalam menghadapi kompetisi, mudah menyerah pada ketidakpastian, tekanan kesejahteraan mental, ketergantungan teknologi yang berlebihan). Hal ini tidak sesuai dengan moral dan akhlak Bangsa Indonesia yang dicita-citakan.
  2. Disisi lain, generasi saat ini dan kedepan memiliki potensi yang tinggi (kreatifitas, inovasi, adaptif, sensitif, kesadaran sosial yang tinggi) untuk merespon perkembangan teknologi digital menjadi kekuatan dan peluang untuk membangun bangsa dan negara.

Penyebab muncul dan berkembangnya generasi strabery:

  1. Anak menjadi manja karena orang tua memberikan larangan dan kekhawatiran yang berlebihan, yang menyebabkan mereka tumbuh menjadi penakut (Aulia et al., 2022).
  2. Terjadi perubahan sosial, pengaruh media sosial, dan kurangnya pehamanan akan kesehatan mental (https://hellosehat.com/mental/mental-lainnya/generasi-strawberry/).
  3. (1) Self diagnosis terlalu dini tanpa melibatkan pihak yang ahli, (2) Cara orang tua mendidik terkait kondisi keluarga dimana anak dibesarkan dalam situasi yang lebih sejahtera dibandingkan generasi sebelumnya, (3) Narasi-narasi orangtua yang kurang berpengetahuan, (4) Banyak generasi masa kini yang lebih mudah untuk lari dari kesulitan (Renald Kasali).

5 of 34

Contoh Masalah Perilaku Masif Generasi Muda Saat ini

KATEGORI GENERASI BERDASARKAN TAHUN

Baby boomers (1946-1964)

Generasi X (1965-1980)

Generasi milenial (1980-1995).

Generasi Z (1997-2000)

https://identitasunhas.com/cyberbullying-racun-sosial-media-di-indonesia/

6 of 34

Isu Strategis Pendidikan 2/2

Isu Strategis Pendidikan Nasional

Isu [khusus] Pendidikan Persis

  1. Tren global yang berdampak signifikan terhadap Pendidikan Indonesia, yaitu (1) kemanusiaan universal dan kewarganegaraan global, (2) urbanisasi global, (3) demografi penduduk dunia, (4) perubahan lanskap lapangan kerja, (5) Pendidikan di Tengah perkembangan teknologi, dan (6) perubahan iklim.
  2. Akses Pendidikan berkualitas masih belum merata.
  3. Masih maraknya masalah-masalah sosial yg menghambat anak untuk berpartisipasi dalam Pendidikan secara berkualitas.
  4. Pendidikan tinggi berkualitas dan pengembangan STEM masih perlu diperkuat.
  5. Kualitas layanan pendidikan masih perlu ditingkatkan.
  6. Produktivitas dan daya saing Pendidikan vokasi dan Pendidikan tinggi belum optimal.

Sumber: Bapenas, (2024). Ringkasan Eksekutif Peta Jalan Pendidikan Indonesia Tahun 2025-2045.

  1. Keluhan asatidz dan santri ttg terlalu banyaknya mapel yang diajarkan dalam satu semester.
  2. Kurikulum yang ada saat ini hrs mengkomodasi struktur kurikulum PP Persis, Kemenag/Kemdikbud. Akibatnya “gemuk”, padahal Jam Pelajaran per minggu terbatas.
  3. Lulusan Persis belum seluruhnya menunjukkan ciri khas seorang muslim yang tafakuh fiddin. Khususnya terkait belum muncul perilaku beragama dalam keseharian secara istiqomah.
  4. Lulusan Pesantren banyak yang tdk mau bergabung dengan Jamiyyah Persis dan kurang rasa memiliki terhadap Jamiyyah Persis.
  5. Jumlah JP yang ada di struktur harus disesuaikan dengan kondisi nyata, jangan sampai ada Pelajaran tetapi tidak ada di izajahnya atau sebaliknya.
  6. Kondisi Sarpras belum memenuhi standar.

Sumber: Refleksi para asatidz di lingkungan pesantren persatuan Islam wilayah jawa Barat tahun 2022.

7 of 34

Analisis Strategis Pemecahan Isu Strategis Pendidikan

Kategorisasi Isu Strategis

Identifikasi Pemecahan Isu Strategis melalui Pendidikan

  1. Ada masalah yang menyertai kondisi dengan peserta didik saat ini [disebut masalah generasi strobery] baik pada saat proses pendidikan maupun setelah lulus.
  2. Ada masalah dan tantangan internal dan eksternal pendidikan pada tingkat nasional dan internasional.
  1. Kurikulum harus menyasar mental dan spiritual peserta didik sehingga memiliki dasar/fondasi yang kuat untuk menghadapi kehidupan yg penuh dg tantangan dan kompetitif.
  2. Proses pembelajaran hrs memberikan pengalaman yang kaya, meliputi penguatan mental, spiritual, berpikir secara kritis, dan keterampilan adaptif melalui proses belajar.
  3. Penguatan kompetensi melalui kurikulum pendidikan harus didasarkan pada fondasi yang kuat, yaitu adab [norma atau aturan yang berkaitan dengan sopan santun, kehalusan budi pekerti, dan akhlak yang baik].

“PERLU MENDAHULUKAN PEMBENTUKAN ADAB PADA SETIAP PESERTA DIDIK UNTUK MEMBANGUN BANGSA YANG BERADAB”

  • Adab kpd Khalik
  • Adab kpd Makhluk [manusia dan makhluk lainnya]

8 of 34

Pendekatan Pengembangan Pendidikan Persis

Pendidikan

Persis

Visi: terwujudnya manusia sbg khalifah di bumi.

Misi: Mewujudkan manusia imtaq, tafakkuh fidien, kompeten.

Dasar: Al Quran dan Sunnah, peraturan & perundang-undangan, budaya loal, dan IPTEKS

Fungsi: membina dan mengembangkan kepribadian muslim

Tujuan: mewujudkan muslim yg: bertauhid, taat beribadah, berakhlakul karimah, beradab, cakap, kreatf, mandiri, berjamaah

APAKAH MEMUNGKINKAN BAGI PESANTREN/SEKOLAH UNTUK MENCAPAI VISI, MISI, DAN TUJUAN PENDIDIKAN PERSIS SESUAI DG WAKTU YG SUDAH DITETAPKAN?

9 of 34

10 of 34

I H E S

INTEGRATED

HOLISTIC

EDUCATION SYSTEM

IHES adalah Sistem Pendidikan Integrasi & Holistik yang mengintegrasikan semua unit dan elemen dalam pendidikan di pesantren/ sekolah secara menyeluruh bagi mencapai tujuan (objektif) pendidikan berikut :

  1. Menyucikan AQIDAH (IMAN)
  2. Meningkatkan keihlasan dalam IBADAH (ISLAM)
  3. Menyempurnakan AKHLAK (EHSAN)
  4. Bersedia menghadapi hari kiamat (kehidupan pasca kematian).

Sumber: https://ihesjais.wordpress.com/2017/09/05/modul-1-kursus-ihes-pengenalan-sistem-pendidikan-ihes/

11 of 34

Konsep Pendidikan ala IHES

PENDIDIKAN ADALAH PROSES PEMBELAJARAN BERKELANJUTAN MELALUI PEMBINAAN, PENGEMBANGAN DAN PENINGKATAN POTENSI, KEMAMPUAN, KARAKTER DAN TALENTA PESERTA DIDIK.

Konsep Pendidikan

BERBASIS SISTEM KEYAKINAN (AQIDAH) DENGAN MENGGUNAKAN PROSES PEMBELAJARAN BERUPA TA`ALIM, PEMBINAAN (TA`DIB), PELATIHAN (TADRIB), TAUJIH, DAN KONSULTASI (IRSYAD).

Fondasi dan Proses Pendidikan

DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN INSTRUKSIONAL (PENERIMAAN PENGETAHUAN), INVESTIGASI (PENEMUAN PENGETAHUAN), KONSTRUKSIONAL (PENYELAMAN PENGETAHUAN) MELALUI FASE-FASE KESADARAN (AT-TA’RIF), PEMBENTUKAN (AT-TAQWIN), APLIKASI (AT-TANFIZ) DAN KOMPONEN-KOMPONEN LAIN YANG RELAVAN

Pendekatan dan Tahapan Pendidikan

PELAKSANAANNYA MELALUI PEDAGOGI PEDULI DAN CINTA, YANG BERFOKUS PADA PIKIRAN, HATI, JIWA, SPIRIT DAN TUBUH FISIK. MENARGETKAN HATI DENGAN RELA DAN SENANG HATI KARENA ALLAH

Fokus Pendidikan

12 of 34

Cakupan Makna Integrated & Holistic ala IHES

No

Karakteristik Integrated dan Holistic

1.

Hasil didik mencakup target jangka pendek (dunia) dan panjang (akhirat)

2.

Rentang Pendidikan meliputi semua jenjang pendidikan: hadhonah, pre-school, TK, SD, SMP, SMA, PT

3.

Target Pendidikan menyasar semua ranah: pikiran, hati, jiwa, spirit, dan fisik

4.

Jalur Pendidikan mengintegrasikan semua bentuk pendidikan: formal, informal, dan non formal

5.

Proses belajar mencakup semua proses: menerima, mencari, dan menghayati

6.

Mencakup semua aspek hidup manusia: (1) Penyerahan diri kepada Allah swt (tauhid), (2) Peran sebagai khalifah: karir, kesehatan, kedamaian (sosial) dan ketentraman (diri), keluarga (hak dan kewajiban), masyarakat (hak dan kewajiban), keuangan (mengelola).

7.

Mencakup semua aspek: pengembangan potensi siswa, kurikulum, media, guru, fasilitas, orang tua, dan semua aspek yang terkait.

8.

Mencakup akademik, karakter, dan non akademik

SEBAGAI CARA PANDANG ATAU PARADIGMA BERFIKIR

13 of 34

ISTILAH IHES

Integrated education adalah pendidikan ilahi dan bertujuan untuk menghasilkan peserta didik yang seimbang secara intelektual, emosional, mental, dan spiritual.

Holistic education adalah mengintegrasikan segala macam ilmu pengetahuan baik teori maupun praktek, baik duniawi maupun akhirat yang saling berkaitan secara terus-menerus, yang keduanya membekali unsur-unsur yang mempengaruhi keimanan, pengamalan syariat, dan akhlaq yang mempengaruhi keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Sistem Pendidikan Terintegrasi dan Terpadu merupakan sistem pendidikan yang diturunkan dari Al Quran dan Sunnah (pendidikan Ilahi), bertujuan untuk menghasilkan peserta didik yang seimbang secara intelektual, emosional, mental, dan spiritual berdasarkan keimanan dan ketaatan kepada Allah swt.

Mental melibatkan keseluruhan psikologis. Emosional mengacu pada kemampuan menangani dan mengekspresikan emosi.

Dikembangkan dari Nurzuliana Rashed, Zetty & Tamuri, Ab Halim. (2021). Integrated And Holistic Education System As Fundamental Approach Towards Quranic Generation Outcome. Jurnal Educative: Journal of Educational Studies. 6. 72. 10.30983/educative.v6i1.3701.

14 of 34

TUJUAN PENDIDIKAN

Tujuan Pendidikan IHES adalah mencetak generasi al-Quran yang memiliki tujuh ciri hasil yaitu:

  1. Tauhid, landasan hidup yang diridhai Allah SWT.
  2. Tazkiyah yaitu memiliki hati yang kembali kepada Allah swt sebagai Penciptanya.
  3. Hikmah yang sesuai dengan al-Quran dan as-Sunnah.
  4. Istiqamah yaitu mempunyai prinsip yang mantap dan pantang menyerah.
  5. Muamalah yaitu memiliki keterampilan komunikasi dan interaksi.
  6. Dien yaitu individu yang menjadikan Islam sebagai sistem kehidupan yang utuh.
  7. Dapat dipercaya terhadap tujuan dan peranannya dalam kehidupan.

Nurzuliana Rashed, Zetty & Tamuri, Ab Halim. (2021). Integrated And Holistic Education System As Fundamental Approach Towards Quranic Generation Outcome. Jurnal Educative: Journal of Educational Studies. 6. 72. 10.30983/educative.v6i1.3701.

Tujuan pendidikan PERSIS adalah untuk mewujudkan muslim yang:

  1. Bertauhid;
  2. Taat beribadah;
  3. Berakhlak karimah;
  4. Beradab;
  5. Berdakwah;
  6. Cakap;
  7. Kreatif;
  8. Mandiri; dan
  9. Berjamaah.

SISTEM DAN PEDOMAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN PERSATUAN ISLAM 2022/2027, Pasal 6

15 of 34

TUJUAN PENDIDIKAN

Mengembangkan potensi santri

Akademik

Non Akademik

(IQ, EQ, SQ, ESQ, AQ)

Peran Anak

di masa Depan

Keluarga

Dunia Kerja/ Bisnis

Masyarakat

Diri/Individu

Kehidupan Akhirat

Dunia Kerja

Diri

Keluarga

Masyarakat

Satuan Pendidikan

Pendidikan

supaya mampu memerankan khalifah di muka bumi.

1

2

3

4

5

16 of 34

SASARAN UTAMA IHES ADALAH HATI

SASARAN IHES

17 of 34

Quran Surat Al-Hajj Ayat 46

أَفَلَمْ يَسِيرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَآ أَوْ ءَاذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا ۖ فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى ٱلْأَبْصَٰرُ وَلَٰكِن تَعْمَى ٱلْقُلُوبُ ٱلَّتِى فِى ٱلصُّدُورِ

Artinya:

Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.

18 of 34

HEART

TA’DIB

(Nilai & Moral)

COACHING

TADRIB

(Keterampilan)

TRAINING

TAUJIH

(kemampuan beradaptasi)

ADVISORY

IRSYAD

(Pusat Rujukan)

CONSULTANCY

TA’LIM

(Ilmu)

TEACHING

Pedagogi Hati

19 of 34

RANGKA PENDIDIKAN ala IHES

ILMU

IMAN

AMAL

HAYATI

  • Ilmu sebagai dasar iman
  • Iman sebagai dasar amal
  • Amal direfleksi/dijadikan Pelajaran/diinternalisasi

APA YANG DIPELAJARI OLEH SANTRI HARUS DIAMALKAN, BAIK SECARA LANGSUNG MAUPUN TIDAK LANGSUNG, BERDASARKAN ILMU DAN IMAN

20 of 34

5 Pancaindera

6 Aspek Kognisi

3 Isi Hati

7 Tingkatan Nafsu

1 Roh

1 Jasad/Fisik

Lidah

Hidung

Kulit

Telinga

JASAD

AKAL

HATI

JIWA

ROH

Mata

23 POTENSI MANUSIA YG DIDIDIK SECARA TERINTEGRASI DAN TERPADU

21 of 34

7 CIRI GENERASI AL-QURÁN (‘ABIDAH & KHALIFAH)

5 PANCAINDERA

1 JASAD

3 ISI HATI

6 ASEPEK KOGNISI

7 PERINGKAT NAFSU

1 ROH

JASMANI

(PSIKOMOTOR / FIZIKAL)

EMOSI

(AFEKTIF / HATI)

ROHANI

(AFEKTIF / JIWA)

INTELEK

(KOGNITIF / AKAL)

AL QURAN

AS SUNNAH

Pembentukan Potensi Manusia ala IHES

22 of 34

JASMANI

(PSIKOMOTOR / FIZIKAL)

5 PANCA INDERA

1 JASAD

6 ASPEK KOGNISI

  1. MATA
  2. TELINGA
  3. HIDUNG
  4. KULIT
  5. LIDAH

1. TUBUH/BADAN

  1. DAYA INTELEKTUAL
  2. DAYA VISUALISASI
  3. DAYA PENGAMATAN
  4. DAYA KEHENDAK
  5. DAYA INGATAN
  6. DAYA INTUISI

INTELEK

(KOGNITIF / AKAL)

Pembentukan Potensi Manusia ala IHES

23 of 34

EMOSI

(AFEKTIF / HATI)

Pembentukan Potensi Manusia ala IHES

3 ISI HATI

7 TINGKATAN NAFSU

1 ROH

  1. NAFSU AMMARAH
  2. NAFSU LAWWAMAH
  3. NAFSU MULHAMAH
  4. NAFSU MUTMAINNAH
  5. NAFSU RADHIAH

6. NAFSU MARDHIAH

  1. NAFSU KAMALIAH
  1. SISTEM KEPERCAYAAN
  2. TABIAT
  3. SELF IMAGE/CITRA DIRI

ROHANI

(AFEKTIF / HATAFEKTIF/ JIWA

    • NYAWA

Imam Al-Ghazali mengibaratkan ROH (kehidupan) dengan cahaya yang menyebar dan menerangi bagian-bagian tubuh serta menghasilkan kehidupan.

24 of 34

  1. Pendidikan diarahkan pada pendidikan yang terintegrasi dan holistik (IHES).
  2. Isi pendidikan bermakna luas, yakni semua pengalaman santri yg dirancang asatidz dan pesantren termasuk isi pendidikan.
  3. Pesantren harus mengelola pengalaman santri sebagai isi Pendidikan, meliputi: pembelajaran di kelas, kegiatan di pesantren/sekolah, masyarakat, jamiyyah persis, rumah, tempat usaha (kebun, pasar, sawah, atau sejenisnya), dll.

Isi Pendidikan

25 of 34

Pembelajaran ala IHES

Integrasi Kurikulum 5 level

Proses Pendidikan

Core Curriculum

Intra-Curriculum

Co-Curriculum

Extra Curriculum

International Curriculum

National curriculum

Kurikulum khas persis diawali kegiatan minimal satu minggu (daouroh/shibgoh)

PENDIDIK MENYELARASKAN

SUMBER: PENCIPTA DAN PENOPANG ALAM SEMESTA

  • Tujuan Hidup (ibadah)
  • Peran hidup (khalifah)

26 of 34

Core Curriculum (kurikulum khas Persis) sebagai Fondasi

PONDASI HARUS KOKOH SUPAYA DAPAT MENOPANG BANGUNAN DI ATASNYA.

CORE CURRICULUM MERUPAKAN PONDASI BAGI KURIKULUM LAINNYA

APA MAKNANYA? DAN BAGAIMANA REALISASINYA DI PESANTREN/SEKOLAH?

27 of 34

SUBSTANSI �CORE CURRICULUM

Literasi, numerasi, komunikasi, teknologi informasi

Pembiasaan: Wudhu, sholat wajib dan sunnah, shaum, infaq & shodakoh

Penguatan Rukun iman: iman kepada Alloh, para malaikat, kitab, rasul, hari akhir, dan qodo & qodar

Ikhlas karena alloh swt

Karakter: Disiplin, kerja keras, tanggungjawab

NIAT

AQIDAH

IBADAH

AKHLAK

KETERAM

PILAN

DASAR

  • SETIAP SANTRI HARUS MENGALAMI CORE CURRICULUM DI AWAL TAHUN AJARAN DAN AWAL SEMESTER, MINIMAL SELAMA SATU MINGGU.
  • SETELAH ITU DILAKUKAN SEBAGAI KEGIATAN RUTIN [HARIAN, MINGGUAN, BULANAN, SEMESTERAN, DAN TAHUNAN].

28 of 34

Tentang Potensi anak

Hand

Heart

Head

3H

Meliputi pemikiran strategis, pengambilan keputusan, dan keterlibatan intelektual.

Berfokus pada kecerdasan emosional, empati, dan kemampuan untuk terhubung pada tingkat pribadi.

Mempelajari pengembangan keterampilan praktis dan pekerjaan fisik seperti membangun, menanam, melukis, dll.

29 of 34

Kebutuhan manusia yang dicukupi oleh pendidikan

Anak

Pendidikan

Mengamalkan ilmu

Berkeluarga

Bermasyarakat

PAUD/TK Pavorit

SD/MI Pavorit

SMP/MTs Pavorit

SMA/MA Pavorit

PT Pavorit

Mencari pekerjaan yang penghasilannya besar

Inilah kecenderungan persepsi masyarakat

dari beragam profesi saat ini, seperti ASN, pengusaha, buruh, petani, wiraswasta, pedagang, dokter, pengacara, TNI, Polri, dll).

  • APAKAH INI KEBUTUHAN KITA?
  • APAKAH PENDIDIKAN SEPERTI ITU SEPADAN DENGAN EKSISTENSI KEBERADAAN MUSLIM DI DUNIA INI?

30 of 34

PROSES BELAJAR DALAM PENDIDIKAN

Input belajar masuk melalui indera kemudian diproses dalam “diri” pembelajar. “Diri” bersifat Unik

Tumbuhkan NIAT Baik

Hati memiliki peran penting untuk mengarahkan indera dan diri

Niat didalam hati setiap peserta didik harus distimulasi untuk tumbuh dan berkembang

IDE POKOK BELAJAR ADALAH ILMU YANG DIAMALKAN SUPAYA BERKAH

31 of 34

Memahami Pendidik ala IHES

PENDIDIK MENYELARASKAN

Mualim/ Mudaris

Mudalib

Mudarib

Muwajih

Mursyid

Murobbi

PENGUATAN AKIDAH DAN IBADAH

PENGUATAN KETERAMPILAN MENGAJAR

PENGUATAN PENANGANAN MASALAH ANAK

PENGUATAN INOVASI PEMBELAJARAN

PENGUATAN SUPERVISI PEMBELAJARAN

Jalur pengembangan Pendidik

32 of 34

Memahami Pendidik ala IHES

PENDIDIK MENYELARASKAN

Mualim & Mudaris

Mudalib

Mudarib

Muwajih

Mursyid

PENGUATAN AKIDAH DAN IBADAH

PENGUATAN KETERAMPILAN MENGAJAR

PENGUATAN PENANGANAN MASALAH ANAK

PENGUATAN INOVASI PEMBELAJARAN

PENGUATAN SUPERVISI PEMBELAJARAN

Mengetahui, memahami, mengkaji

Meningkatkan kinerja siswa

Melatih tugas-tugas dan kewajiban sebagai peserta didik

menumbuhkan siswa dalam membuat keputusan yang tepat berkenaan dengan minat, tujuan, kemampuan, dan persyaratan gelar tertentu

Memberikan saran ahli (professional) kepada peserta didik untuk memecahkan masalah atau meningkatkan pencapaian kualitas dirinya.

Jalur pengembangan Pendidik

33 of 34

REFERENSI

  1. Ratih Prihatina. (2022). Generasi Strawberry, Generasi Kreatif Nan Rapuh dan Peran Mereka Di Dunia Kerja Saat Ini. Sumber: https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kpknl-pekalongan/baca-artikel/14811/Generasi-Strawberry-Generasi-Kreatif-Nan-Rapuh-dan-Peran-Mereka-Di-Dunia-Kerja-Saat-Ini.html.
  2. Abila Azmi. (2023). Generasi Strawberry, Generasi Muda yang Dianggap Rapuh. Sumber: https://hellosehat.com/mental/mental-lainnya/generasi-strawberry/
  3. Humas Tel-U Surabaya. (2024). Generasi Z = Generasi Strawberry? Sensitif atau Kreatif?. Sumber: https://surabaya.telkomuniversity.ac.id/generasi-z-generasi-strawberry-sensitif-atau-kreatif/.
  4. identitasunhas.com. (2021). Cyberbullying: Racun Sosial Media di Indonesia. Sumber: https://identitasunhas.com/cyberbullying-racun-sosial-media-di-indonesia/.
  5. Musyorafah MusyorafahMuhammad HasyimAndi FaisalAndi Faisal. (2023). Representasi Gaya Hidup Generasi Stroberi Pada Instagram. Sumber: https://www.researchgate.net/publication/374376533_REPRESENTASI_GAYA_HIDUP_GENERASI_STROBERI_PADA_INSTAGRAM
  6. tim haibunda. (2023). Mengenal Strawberry Parenting & Dampak Negatifnya pada Anak. Sumber https://www.haibunda.com/parenting/20230310200154-65-299318/mengenal-strawberry-parenting-dampak-negatifnya-pada-anak
  7. Redaksi Matra. (2020). Curhat Rhenald Kasali: “Generasi Strawberry”. Sumber: https://matranews.id/curhat-rhenald-kasali-generasi-strawberry/
  8. Rinny Andryani Putri, Rifka Khairuna, Syifa Ullia, Iis Marsithah. (2024). Tantangan Mahasiswa Dalam Menghadapi Era Generasi Strawberry. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol: 1, No 4, 2024, Page: 1-7.
  9. IED Corporation SDN. BHD. Program Pembangunan Potensi Manusia. Modul pelatihan IHES.
  10. Bahagian Pendidikan islam. Jabatan Agama Islam Selangor. Modul IHES 1. Komponen Pelaksanaan IHES. (Modul pelatihan IHES)
  11. Bahagian Pendidikan islam. Jabatan Agama Islam Selangor. Modul IHES 2. Siapa Aku?. (Modul pelatihan IHES).

34 of 34

SEKIAN DAN TERIMA KASIH