1 of 18

MEDIA MENGAJAR

KIMIA

Kelompok Peminatan

Matematika dan Ilmu-Ilmu Alam

Untuk SMA/MA Kelas X

2 of 18

SISTEM PERIODIK UNSUR

BAB 3

https://www.shutterstock.com/Sashkin

3 of 18

SISTEM PERIODIK MODERN

Jika unsur-unsur disusun berdasarkan kenaikan nomor atomnya, maka sifat-sifat tertentu akan berulang secara periodik.

Unsur dengan nomor atom 10, yaitu neon, ternyata mempunyai sifat-sifat yang mirip dengan helium. Unsur nomor atom 11 ternyata kembali menunjukkan kemiripan sifat dengan litium sehingga ditempatkan di bawahnya, memulai baris berikutnya. Demikian seterusnya, sifatsifat tertentu berulang secara periodik.

https://www.shutterstock.com

4 of 18

1. Periode

Lajur-lajur horizontal dalam sistem

periodik disebut periode.

2. Golongan

Kolom-kolom vertikal dalam sistem periodik disebut golongan.

a. Sistem 8 golongan

Sistem periodik terdiri atas golongan utama (A) dan golongan tambahan (B). Unsur-unsur golongan B disebut juga unsur transisi.

b. Sistem 18 golongan

Golongan dimulai dari kolom paling kiri. Unsur-unsur transisi terletak pada golongan 3–12.

a. Golongan IA

: logam alkali (kecuali hidrogen)

b. Golongan IIA : logam alkali tanah

c. Golongan VIIA : halogen

d. Golongan VIIIA : gas mulia

Dokumen penerbit

5 of 18

3. Unsur Transisi dan Transisi Dalam

a. Unsur transisi

Unsur-unsur ini merupakan peralihan dari golongan IIA ke golongan IIIA, yaitu unsur-unsur yang harus dialihkan hingga ditemukan unsur yang mempunyai kemiripan sifat dengan golongan IIIA.

b. Unsur transisi dalam

Dua baris unsur yang ditempatkan di bagian bawah tabel periodik merupakan unsur transisi dalam.

1) Lantanida, yang beranggotakan unsur dengan nomor atom 57–70 (14 unsur). Sebanyak 14 unsur ini mempunyai sifat yang mirip dengan lantanium (La) sehingga disebut lantanida.

2) Aktinida, yang beranggotakan unsur dengan nomor atom 89–102 (14 unsur). Sebanyak 14 unsur ini sangat mirip dengan aktinium sehingga disebut aktinoida atau aktinida.

6 of 18

4. Hubungan Konfigurasi Elektron dengan Letak Unsur

Periode = nomor kulit terakhir

Golongan = jumlah elektron valensi

7 of 18

Pengelompokan unsur-unsur dalam sistem periodik ke dalam blok s, p, d, dan f. Golongan

IA dan IIA masuk ke blok s, golongan IIIA sampai dengan VIIIA masuk ke blok p, unsur-unsur transisi masuk ke blok d, serta unsur-unsur transisi dalam (lantanida dan aktinida) masuk ke blok f.

5. Blok s, p, d, dan f

    • Blok s : golongan IA dan IIA

    • Blok p : golongan IIIA sampai dengan VIIIA

    • Blok d : golongan IIIB sampai dengan IIB

    • Blok f : lantanida dan aktinida

Dokumen penerbit

8 of 18

PERKEMBANGAN DASAR�PENGELOMPOKAN UNSUR

1. Pengelompokan atas Logam dan Nonlogam

Lavoisier yang mengelompokkan unsur menjadi logam dan nonlogam. Pada waktu itu baru sekitar 20 jenis unsur yang sudah dikenal.

2. Triade Döbereiner

Johan Wolfgang Döbereiner, mengemukakan bahwa massa atom relatif stronsium sangat dekat dengan massa rata-rata dari dua unsur lain yang mirip dengan stronsium, yaitu kalsium dan barium.

9 of 18

3. Hukum Oktaf Newlands

A. R. Newlands mengumumkan penemuannya yang disebut hukum oktaf. Newlands menyusun unsur berdasarkan kenaikan massa atom relatifnya. Ternyata, unsur yang berselisih satu oktaf (unsur ke-1 dan ke-8, unsur ke-2 dan ke-9, dan seterusnya) menunjukkan kemiripan sifat

4. Sistem Periodik Mendeleev

Dmitri Ivanovich Mendeleev, menyimpulkan bahwa sifat-sifat unsur merupakan fungsi periodik dari massa atom relatifnya.

commons.wikimedia.org/unknown

Dokumen penerbit

10 of 18

5. Sistem Periodik Modern dari Henry G. Moseley

Henry Moseley (1887–1915), seorang ilmuwan asal Inggris, menunjukkan bahwa urutan unsur dalam sistem periodik Mendeleev sesuai dengan kenaikan nomor atomnya.

Penempatan telurium (Ar = 128) dan iodin (Ar = 127) yang tidak sesuai dengan kenaikan massa atom relatif, ternyata sesuai dengan kenaikan nomor atomnya (nomor atom Te = 52; I = 53).

11 of 18

SIFAT-SIFAT PERIODIK UNSUR

Sifat periodik adalah sifat yang berubah secara beraturan sesuai dengan kenaikan nomor atom, yaitu dari kiri ke kanan dalam satu periode, atau dari atas ke bawah dalam satu golongan.

1. Jari-jari Atom

Jari-jari atom adalah jarak dari inti atom hingga kulit elektron terluar

Dokumen penerbit

12 of 18

Bagaimanakah kita menjelaskan kecenderungan jari-jari atom tersebut?

    • Untuk unsur-unsur segolongan, semakin banyak kulit atom, semakin besar jari-jarinya.

    • Untuk unsur-unsur seperiode, semakin besar muatan inti, semakin kuat gaya tarik inti terhadap elektron sehingga semakin kecil jari-jarinya.

2. Jari-jari Ion

a. Ion positif mempunyai jari-jari yang lebih kecil, sedangkan ion negatif mempunyai jari-jari yang lebih besar.

13 of 18

a. Dalam satu golongan dari atas ke bawah, jari-jari atom bertambah besar sehingga gaya tarik inti terhadap elektron terluar semakin lemah. Oleh karena itu, energi ionisasi berkurang.

b. Dalam satu periode, sebagaimana telah dijelaskan ketika membahas jari-jari atom, gaya tarik inti bertambah. Oleh karena itu, energi ionisasi juga bertambah.

3. Energi Ionisasi

Besarnya energi yang diperlukan untuk melepas satu elektron dari suatu atom netral dalam wujud gas sehingga terbentuk ion berwujud gas dengan muatan +1 disebut energi ionisasi.

Dokumen penerbit

14 of 18

4. Afinitas Elektron

Energi yang menyertai penambahan 1 elektron pada suatu atom netral dalam wujud gas membentuk ion bermuatan –1 disebut afinitas elektron.

a. Dalam satu golongan dari atas ke bawah, afinitas elektron cenderung berkurang.

b. Dalam satu periode dari kiri ke kanan, afinitas elektron cenderung bertambah.

c. Kecuali unsur alkali tanah dan gas mulia, semua unsur golongan utama mempunyai afinitas elektron bertanda negatif. Afinitas elektron terbesar dimiliki oleh golongan halogen.

Dokumen penerbit

15 of 18

5. Keelektronegatifan

Keelektronegatifan adalah suatu bilangan yang menggambarkan kecenderungan relatif suatu unsur menarik elektron ke pihaknya dalam suatu ikatan kimia.

a. Dari atas ke bawah dalam satu golongan, keelektronegatifan semakin berkurang.

b. Dari kiri ke kanan dalam satu periode, keelektronegatifan semakin bertambah.

Dokumen penerbit

16 of 18

6. Sifat Logam dan Nonlogam

Sifat logam dikaitkan dengan eelektropositifan, yaitu kecenderungan atom melepas elektron membentuk ion positif.

Semakin besar energi ionisasi, semakin sukar bagi atom untuk melepas elektron, dan semakin berkurang sifat logamnya.

a. Dari kiri ke kanan dalam satu periode, sifat logam berkurang, sedangkan sifat nonlogam bertambah.

b. Dari atas ke bawah dalam satu golongan, sifat logam bertambah, sedangkan sifat nonlogam berkurang.

7. Kereaktifan

Kereaktifan suatu unsur tergantung pada kecenderungannya melepas atau menarik elektron.

Dari kiri ke kanan dalam satu periode, mula-mula kereaktifan menurun, kemudian bertambah hingga golongan VIIA. Golongan VIIIA bersifat tidak reaktif.

17 of 18

BEBERAPA GOLONGAN UNSUR DALAM�SISTEM PERIODIK

1. Golongan VIIIA (Gas Mulia)

Disebut gas mulia karena semuanya berupa gas yang sangat stabil dan sangat sukar bereaksi dengan unsur lain.

Kulit terluar yang terisi penuh menjadikan unsur bersifat tidak reaktif. Namun demikian, kripton, xenon, dan radon ternyata dapat “dipaksa” bereaksi dengan beberapa unsur.

2. Golongan VIIA (Halogen)

Halogen dengan logam membentuk senyawa yang kita sebut garam.

Kereaktifan unsur halogen berkurang dari F ke I. Semua unsur halogen (Golongan VIIA) berupa molekul diatomik (F2 , Cl2, Br2, I2), berwarna, dan bersifat racun.

18 of 18

3. Golongan IA (Logam Alkali)

Unsur-unsur golongan IA, kecuali hidrogen, disebut logam alkali karena unsur tersebut membentuk basa yang larut dalam air.

Logam alkali mempunyai 1 elektron valensi yang mudah lepas sehingga –3 merupakan kelompok logam yang paling aktif, dapat terbakar di udara, dan bereaksi hebat dengan air. Kereaktifan logam alkali bertambah dari litium ke fransium.

4. Golongan IIA (Logam Alkali Tanah)

Unsur-unsur golongan IIA disebut logam alkali tanah karena dapat membentuk basa, tetapi senyawa-senyawanya kurang larut dalam air.

5. Unsur-unsur Transisi

a. Semua unsur transisi tergolong logam.

b. Unsur transisi mempunyai kekerasan, titik leleh, dan titik didih yang relatif tinggi.

c. Banyak di antara unsur transisi membentuk senyawa-senyawa berwarna.

Unsur-unsur transisi mempunyai sifat-sifat khas yang membedakannya dari unsur golongan utama: