1 of 37

SIKLUS ADOPSI E-BUSINESS

FAUZAN ASRIN, S.KOM.,M.KOM

2 of 37

SLIDE DIVDER

SUBTITLE GOES HERE

3 of 37

4 of 37

5 of 37

6 of 37

INTEGERASI

  • Tahap ini perusahaan melakukan lompatan besar ketika mengintegrasikan Web dengan proses bisnis inti:
  • manajemen hubungan pelanggan
  • manajemen rantai pasokan
  • manajemen pengetahuan
  • manajemen operasional
  • Pada titik ini, manajemen harus secara fundamental memikirkan kembali strategi bisnisnya.Perusahaan menggunakan Web untuk menjual dan membeli, menarik dan mempertahankan pelanggan dan memberikan layanan

7 of 37

TRANSFORMASI

Perusahaan menciptakan desain strategi bisnis baru, sebuah model e-bisnis. Tahap ini ditandai dengan usaha perluasan eksternal perusahaan melalui pembentukan nilai jejaring (value network) dengan mitra, pemasok dan pelanggan.

8 of 37

REVIEW SIKLUS ADOPSI E-BUSINESS

  • Pada awalnya, perusahaan membangun kehadiran dasar di Web dengan mempublikasikan informasi. Dalam tahap percontohan dan adopsi, perusahaan melakukan transaksi secara online dengan pihak luar. Sebelum maju ke tahap ini, perusahaan harus mengatasi bagaimana akan melindungi informasi pelanggan dan keamanan diri sendiri (security chasm). Lompatan besar melewati "business value chasm" datang ketika perusahaan mengintegrasikan Web dengan�proses bisnis inti, yaitu manajemen hubungan pelanggan, manajemen rantai pasokan, manajemen pengetahuan dan operasi. Pada titik ini, manajemen harus secara fundamental memikirkan kembali strategi bisnisnya. Pada tahap integrasi, perusahaan ini menggunakan Web untuk menjual dan membeli, untuk menarik dan mempertahankan pelanggan dan untuk memberikan layanan. Tahap terakhir adalah transformasi bisnis sebenarnya, ketika perusahaan menciptakan desain strategi bisnis baru, sebuah model e-bisnis. Tahap ini ditandai dengan usaha perluasan eksternal perusahaan melalui pembentukan nilai jejaring dengan mitra,�pemasok dan pelanggan. �

9 of 37

MODEL OPERASI BISNIS

10 of 37

11 of 37

Model Operasi Bisnis

Seiring dengan pemahaman tentang tahapan yang dilalui perusahaan dalam siklus adopsi ebisnis, penting untuk mengetahui bagaimana perusahaan atau organisasi dalam suatu perusahaan melakukan kegiatan operasionalnya. Model-model ini dapat diterapkan lebih dari satu dalam suatu perusahaan untuk mendapatkan kegiatan operasional terbaiknya.

12 of 37

Faktor Faktor Pendorong

Ada dua faktor pendorong yang menentukan model operasional yang diperlukan perusahaan untuk menerapkan infrastruktur ebisnisnya, yaitu lokasi dari lingkungan perusahaan dan tujuan utama e-bisnis. Dua faktor ini dapat diklarifikasi dengan mengajukan pertanyaan�berikut:

�• Apakah likungan ebisnis perusahaan dioptimalkan untuk satu atau banyak perusahaan?�• Apakah nilai bisnis dari fokus ebisnis perusahaan? Bagaimana mengukur kesuksesan hal itu? �

13 of 37

1. ECOMMERCE

  • Model ecommerce meningkatkan efisiensi kegiatan operasional perusahaan dengan penyediaan sistem Manajemen Hubungan Pelanggan (CRM) dan penciptaan pendapatan. Model ini memungkinkan sistem yang sudah ada menyediakan interaksi jenis business-toconsumer dan menghasilkan kinerja yang tinggi serta kemampuan availibilitas yang berkelanjutan.
  • �Model ecommerce menyediakan kerangka bagi bisnis yang memerlukan model operasional yang berbeda, karena penjualan online pada umumnya adalah suatu bentuk ekspansi. Motif utama adalah meningkatkan penjualan dan keuntungan dengan menggunakan internet sebagai saluran baru untuk menjual jasa atau produk dan meningkatkan akses oleh pelanggan, penyampaian layanan, dan keintiman. Model ini juga digunakan oleh perusahaan yang berpengetahuan dan nyaman dengan teknologi dan yang lebih sadar dengan dampak potensial yang dapat diberikan web pada hubungan yang dibangun dengan pelanggan. ��

14 of 37

1. ECOMMERCE

Proposisi nilai

Menghadapi Pembeli

Organisasi/Budaya Organisasi

Fokus Pelanggan

Fokus IT dalam E-Bisnis/Scope

  • Transaksi Keuangan yang aman
  • Hubungan dengan peraturan
  • Tingakat layanan selalu terbuka

Tema pekerjaan proses

  • Membeli dan Menjual
  • Pemenuhan

15 of 37

2. EXTRANET

  • Model extranet berkaitan dengan masalah akses, pemberian layanan, dan kepercayaan.Model ini menyediakan layanan Manajemen Rantai Pasok (SCM) dan Perencanaan Sumber daya Perusahaan (ERP) yang prosesnya terhubung dengan mitra kerja yang ditentukan. Model dapat mengurangi biaya melalui peningkatan efisiensi. Manajemen keamanan dan kepercayaan adalah dua faktor penting yang menentukan kesuksesan model ini. Perusahaan menggunakan model ini dengan tujuan utama untuk meningkatkan efisiensi proses bisnis dan mengurangi biaya. Ini adalah model yang berorientasi pada kegiatan operasional yang ingin mendapatkan keuntungan kompetitif dan peningkatan pendapatan melalui peningkatan efisiensi transaksi.

16 of 37

2. EXTRANET

17 of 37

2. EXTRANET

Proposisi nilai

Mitra Bisnis/menghadapi suplier

Organisasi/Budaya Organisasi

Berkomitmen dalam Permintaan

Fokus IT dalam E-Bisnis/Scope

  • Hubungan dan keterkaitan kontrak
  • Tingkat layanan kinerja yang dapat diandalkan

Tema pekerjaan proses

  • Lintas Perusahaan

Contoh perusahaan: perusahaan pemasok pustaka internasional yang memerlukan�teknologi web yang mendukung aplikasi pemesanan buku dan aplikasi bibliografi

18 of 37

3. E-PROCESS EXCELLENT �

  • Model ini meningkatkan akses, efisiensi kegiatan operasional dan pemberian layanan�dengan cara fokus pada peningkatan produktivitas dan pengendalian melalui kolaborasi, stabilitas yang diberikan oleh aliran regulasi dan manajemen kinerja berlanjut. Model ini fokus pada peningkatan efektifitas dan efisiensi proses internal organisasi

19 of 37

3. E-PROCESS EXCELLENT �

Proposisi nilai

Alur kerja dan penggunaan informasi / pengetahuan

Organisasi/Budaya Organisasi

Komitmendan Berkelanjutan dalam Peningkatan

Fokus IT dalam E-Bisnis/Scope

  • Koordinasi, cepat dan akurasi
  • Berkelanjutan dalam penampilan
  • Metrik proses bisnis menentukan tingkat layanan

Tema pekerjaan proses

  • Intra Perusahaan
  • Integritas lintas proses

20 of 37

3. E-PROCESS EXCELLENT �

  • Contoh perusahaan: Perusahaan yang berbasis riset dan teknologi yang melayani konsumen dunia dan pasar industri. Perusahaan menggunakan model untuk menemukan cara handal bagi aplikasi Perencanaan Sumberdaya Perusahaan (ERP) untuk berkomunikasi secara global, internal, dan dengan perusahaan angkutan dan pemasok. Solusi yang dibangun melibatkan proses mengintegrasikan aplikasi ERP perusahaan yang terdiri dari langkah-langkah penilaian terhadap arsitektur, aliran kerja, proses pembuatan pesan transaksi global. Sebagai hasilnya, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi bisnis,�dapat melakukan transformasi bisnis, meningkatkan kecepatan masuk ke pasar dan memperluas jangkauan global. Dan juga menambah sumber penghasilan baru, meningkatkan kualitas dan layanan pelanggan. Siklus proses bisnis untuk aplikasi yang sudah secara elektronik telah direduksi secara dramatis. �

21 of 37

4. VIRTUAL COMMUNITY ��

  • Model ini menerapkan bandwidth yang fleksibel dan jaringan yang aman serta menerapkan kolaborasi realtime, berbagi proses dan pengetahuan sehingga meningkatkan akses ke perusahaan, efisiensi kegiatan operasional, dan pemberian layanan.
  • �Ada dua model virtual community disini yang merupakan dua model yang berbeda. Contoh dari model virtual community disebelah atas adalah situs wingspan.com milik bank One yang merupakan konsorsium 5 perusahaan berbeda yang bersama-sama menyediakan layanan end-to-end, yaitu layanan perbankan. Model virtual community sebelah bawah �

22 of 37

4. VIRTUAL COMMUNITY ��

  • merupakan representasi dari sekelompok orang atau perusahaan yang bersama-sama berbagi informasi secara internal. Misalnya, sekelompok dokter yang berbagi informasi tentang perawatan medis.�Model ini dibangun berdasarkan hasrat untuk membangun bisnis baru dan meningkatkan efisiensi dan efektifitas dengan menghubungkan proses-proses bisnis secara langsung dengan pemasok dan mitra bisnis. Model ini beroperasi pada jaringan terintegrasi yang melibatkan tidak hanya pemasok dan mitra bisnis tetapi juga pegawai yang berkeahlian tinggi, distributor, retailer, dan bahkan konsumen. �

23 of 37

4. VIRTUAL COMMUNITY ��

Proposisi nilai

Kolaboarasi Secara Cepat (Realtime)

Organisasi/Budaya Organisasi

Koordinasi dan Persetujuan

Fokus IT dalam E-Bisnis/Scope

  • Dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan komunitas
  • Bandwidth fleksibel
  • Metrik proses bisnis menentukan tingkat layanan

Tema pekerjaan proses

  • Tingkat Mutuals Service ditentukan oleh komunitas

24 of 37

4. VIRTUAL COMMUNITY ��

  • Contoh perusahaan: sebuah jaringan pasar asuransi Eropa, terdiri dari para broker nasional besar dan lebih dari 3000 penjamin emisi, memproses lebih dari 28.000 juta transaksi per tahun. Eksekutif perusahaan, merasa prihatin dengan inefisiensi biaya, redundansi, kecepatan pasar dan kualitas layanan. Dengan model virtual community, jaringan ini dapat menyediakan layanan untuk membangun sebuah marketplace elektronik,�aplikasi berbagi, layanan email, layanan EDI untuk pertukaran informasi, dan layanan jaringan seperti leased line dan layanan dial. Inisiatif ini meningkatkan efisiensi bisnis, memungkinkan transformasi bisnis, meningkatkan kecepatan ke pasar dan memperluas jangkauan global. �

25 of 37

5. ABOVE THE A LINE

  • Model ini memungkinkan perusahaan untuk mengembangkan produk dan pasar baru, dan memperkuat citra perusahaan. Model ini memungkinkan kinerja yang tinggi, jaminan kinerja untuk konsumen dan keamanan transaksi keuangan, sementara mengimplementasikan model e-bisnis terbaru dan proses-proses business-to-consumer.
  • �Model ini merepresentasikan jenis-jenis bisnis berikut:�• Bisnis yang dimulai dari awal untuk memperoleh keuntungan dari internet untuk kinerja tertinggi dalam efisiensi dan efektifitas operasional antar enterprise.�• Bisnis yang secara agresif mengejar strategi untuk mengubah bisnis mereka atau bagian dari bisnis mereka ke model ini. �

26 of 37

5. ABOVE THE A LINE

Proposisi nilai

Web adalah dasar dari desain total bisnis

Organisasi/Budaya Organisasi

Kesesuaian yang cepat

Fokus IT dalam E-Bisnis/Scope

  • Sedikit / tidak ada warisan
  • Tingkat layanan kinerja yang tinggi dan berkelanjutan

Tema pekerjaan proses

  • Rantai nilai penuh

27 of 37

4. VIRTUAL COMMUNITY ��

  • Contoh perusahaan: sebuah toko buku online baru dengan lebih dari 10 juta buku cetak, buku audio, CD, kaset dan video membutuhkan situs web untuk ecommerce. Model ini membantu membangun dan menghadirkan situs web dalam waktu kurang dari 9 bulan. Model ini membantu perusahaan untuk mengubah bisnisnya, meningkatkan kecepatan ke pasar,�memperluas jangkauan global, menambah sumber penghasilan baru dan meningkatkan layanan pelanggan. �

28 of 37

MEMETAKAN INISIATIF TEKNOLOGI INFORMASI KE MODEL OPERASI �

  • Jika suatu organisasi memiliki atau sedang mempertimbangkan penerapan beberapa inisiatif ebisnis, maka organisasi harus memiliki layanan Teknologi Informasi yang sedang berjalan di�setiap area yang ditunjukkan pada gambar dibawah ini. Model operasi yang dipilih dan tinjauan�tentang investasi dan kemampuan organisasi untuk menerapkan teknologi informasi saat ini�akan memberikan arah untuk menentukan area layanan tertentu mana yang harus difokuskan�segera dan area layanan tertentu mana yang akan menjadi bagian dari rencana jangka panjang�organisasi. Sebuah rencana multi-tahun dengan portofolio yang seimbang tentang layanan di�seluruh area layanan dapat membantu organisasi dalam melaksanakan inisiatif e-bisnis yang�sukses. �

29 of 37

MEMETAKAN INISIATIF TEKNOLOGI INFORMASI KE MODEL OPERASI �

30 of 37

MEMETAKAN INISIATIF TEKNOLOGI INFORMASI KE MODEL OPERASI �

Perencanaan dan strategi akan membantu organisasi untuk mendefinisikan, menerapkan, dan mengelola perubahan terhadap pengorganisasian, proses, dan sistem selama transisi perusahaan kedalam sebuah e-bisnis. Layanan kunci meliputi:�1) Merencanakan manajemen perubahan infrastruktur�2) Merencanakan avaibilitas�3) Menyediakan percepatan penerapan yang sukses�4) Mengembangkan sistem manajemen teknologi informasi�5) Menyediakan pengorganisasian rencana dan desain kapasitas�6) Merencanakan dan merancang strategi dan arsitektur infrastruktur e-bisnis

31 of 37

MEMETAKAN INISIATIF TEKNOLOGI INFORMASI KE MODEL OPERASI �

Strategi pengintegrasian, proses, dan informasi membantu organisasi merencanakan dan menerapkan infrastruktur e-bisnis ketika proses-proses dan manajemen pengetahuan enterprises diintegrasikan atau dikoordinasikan dengan sistem dan jaringan. Termasuk layanan kunci:�1) Mengintegrasikan aplikasi-aplikasi strategis enterprise, seperti SCM, CRM, dan ERP�2) Menyedikan manajemen pengetahuan dan layanan kolaborasi untuk memanfaatkan�data korporasi dan eksternal.�3) Menyediakan solusi untuk menghantarkan self-service end-user.�4) Menyediakan layanan-layanan aplikasi yang berorientasi industri, berbasis aplikasi�bisnis, dan kustomisasi massal.

32 of 37

MEMETAKAN INISIATIF TEKNOLOGI INFORMASI KE MODEL OPERASI �

Mengelola dan mengoperasikan teknologi informasi membantu unit bisnis mengoptimalkan�kinerja sumberdaya e-bisnis mereka. Layanan kunci meliputi:�1) Mengkoordinasikan kegiatan tim bisnis dan teknologi informasi dan mengintegrasikan�atau mengkoordinasikan proses-proses, sistem e-bisnis, dan jaringan.�2) Mendesain dan mengoptimalkan infrastruktur web untuk meningkatkan kinerja bisnis.�3) Menyediakan infrastruktur penghantaran layanan untuk mendukung produksi dan�membantu dalam membuat keputusan tentang outsourcing. �

33 of 37

FAKTOR-FAKTOR KESUKSESAN �

Berdasarkan pengalaman berbagai pengembangan e-bisnis, dipercaya bahwa kesuksesan

berasal dari satu set persyaratan yang ketat dari pelanggan. Maka disarankan:

1. Menyadari bahwa perpindahan ke infrastruktur yang universal, “The Net”, menyebabkan gangguan pada arus layanan dan barang tradisional.

2. Menggunakan model operasi e-bisnis untuk membahas konteks bisnis dan mendukung

pandangan logis. Model ini dapat digunakan untuk menetapkan komponen utama

arsitektur dan karakteristik terkait serta dampak dari beban kerja yang berbeda.

3. Menggunakan arsitektur berlapis untuk mengenkapsulasi dan isolasi lokasi fungsifungsi, memperkenalkan middleware sebagai titik desain untuk pengembangan konten

dan aplikasi.

4. Rencana dan membangun skalabilitas web (yang memerlukan kolaborasi yang kuat dari

para ahli dan perancang konten)

5. Memonitor seluruh aspek solusi end-to-end, mengumpulkan data (contoh: log sistem

dan web) untuk membangun dasar kinerja yang akan menjadi patokan darimana sistem

akan ditingkatkan.

6. Sadar bahwa prinsip-prinsip manajemen sistem tradisional lebi relevan dari

sebelumnya. Namun bagaimanapun availabilitas dan kinerja diukur dari satu-satunya

sudut pandang yang penting: pelanggan

7. Membangun baik itu availabilitas yang tinggi dan availabilitas berkelanjutan.

34 of 37

TUGAS PENDEKATAN BISNIS ORGANISASI

Berikut ini daftar tugas yang dapat membantu untuk memulia dan memandu pendekatan bisnis�organisasi untuk mencapai tujuan e-bisnis organisasi. Untuk memulai membutuhkan penilaian�situasi organisasi saat ini kemudian merakit berbagai pilihan untuk memenuhi kebutuhan�organisasi. �

35 of 37

36 of 37

37 of 37

Terimakasih