1 of 16

Memilih Topik dan Variabel, serta Teknik Merumuskan Masalah Penelitian

Sutarto Hadi

2 of 16

Pretes

  1. Sebutkan komponen-komponen penelitian ilmiah untuk menelaah fenomena sosial.
  2. Apa yang dimaksud dengan konsep?
  3. Jelaskan pengertian variabel.
  4. Apa itu definisi operasional? Berikan contoh!
  5. Apakah hipotesis itu?
  6. Apa syarat dalam memilih topik penelitian?
  7. Apa yang dimaksud merumuskan masalah penelitian?
  8. Sebutkan beberapa tips merumuskan masalah penelitian kualitatif.

3 of 16

Komponen Penelitian Ilmiah

  • Penelitian ilmiah merupakan suatu bentuk penelitian dan berfikir yang sistematis. Di dalam penelitian sosial dan pendidikan, tujuan pokoknya adalah untuk menerangkan dan memahami fenomena sosial di dalam masyarakat.
  • Untuk menelaah fenomena sosial, peneliti hendaknya memahami dan menguasai beberapa komponen yang menjadi dasar penelitian ilmiah sebelum membuat perencanaan.
  • Komponen tersebut: konsep, proposisi, teori, variabel, hipotesis, dan definisi operasional.

​

4 of 16

Konsep

  • Konsep adalah definisi atau istilah yg menjelaskan suatu fenomena
  • Konsep berfungsi sebagai sarana operasional untuk keperluan pengamatan dan pengukuran, serta memberikan pengarahan dalam setiap kajian
  • Konsep yg mempersoalkan hal-hal yg abstrak perlu dioperasionalkan, yaitu dijabarkan ke dalam bentuk yg konkret agar peneliti dpt meneliti dengan benar

5 of 16

Proposisi

Proposisi adalah pernyataan yg menghubungkan antara dua atau lebih konsep

Contoh:

  1. Efektivitas metode inkuiri dalam pembelajaran IPA ditentukan oleh ketepatan penggunaan media oleh guru.
  2. Tingkat penerimaan kontrasepsi modern oleh suami istri di pedesaan Jawa dipengaruhi oleh persepsi mereka tentang nilai ekonomis anak.
  3. Penerimaan kontrasepsi modern oleh suami istri di pedesaan Jawa dipengaruhi oleh tingkat konsensus mereka tentang manfaat alat tersebut.
  4. Keputusan beberapa bank untuk memberikan pelayanan ATM bersama didorong oleh adanya manfaat yang saling menguntungkan.
  5. Keberhasilan inovasi pembelajaran di sekolah ditentukan oleh pemahaman guru tentang inovasi tersebut.
  6. Keberhasilan sekolah dalam menerapkan sistem informasi dipengaruhi oleh model kepemimpinan kepala sekolah.

​

6 of 16

Teori

Teori adalah serangkaian asumsi, konsep, konstruk, definisi, dan proposisi untuk menerangkan suatu fenomena sosial secara sistematis dengan cara merumuskan hubungan antar konsep.

7 of 16

Variabel

  • Variabel adalah konsep yang mempunyai bermacam-macam nilai
  • Variabel adalah operasionalisasi konsep dengan memilih dimensi tertentu dari konsep tersebut agar dapat diteliti secara empiris.

Contoh:

Konsep “Penduduk”

Variabel: - jenis kelamin

- suku bangsa

- tingkat pendidikan

- pekerjaan

8 of 16

Hipotesis

  • Hipotesis merupakan instrumen kerja dari teori.
  • Hipotesis bersifat khusus sebagai hasil deduksi dari teori atau proposisi, sehingga lebih siap untuk diuji secara empiris.

Contoh:

Mengapa perilaku agresif lebih menonjol pada suatu lingkungan masyarakat tertentu bila dibandingkan dengan lingkungan masyarakat lainnya?

Teori: Frustrasi menyebabkan tindakan agresif.

Hipotesis: Tindakan agresif lebih tinggi pada kelompok masyarakat yang memiliki tingkat kepadatan penduduk yang tinggi daripada yang memiliki tingkat kepadatan rendah.

9 of 16

Definisi Operasional

  • Definisi operasional adalah unsur penelitian yang memberitahukan bagaimana cara mengukur suatu variabel.
  • Definisi operasional merupakan suatu informasi ilmiah yg membantu peneliti lain yg ingin menggunakan variabel yg sama.

Contoh:

- Tingkat kecerdasan seseorang ditunjukkan oleh skor yang diperoleh dari Tes Kecerdasan.

- Fertilitas seorang wanita adalah jumlah kelahiran hidup selama masa reproduksinya.

​

10 of 16

Memilih Topik Penelitian

  • Bisa diteliti
  • Relevan
  • Sesuai kapasitas peneliti
  • Tidak bisa memilih (ditentukan oleh penyandang dana)

Tips:

Topik apapun yg dipilih Anda harus mempelajarinya dalam waktu yg secukupnya, sampai pilihan akhir jatuh pada topik yg paling Anda minati.

11 of 16

Merumuskan Masalah Penelitian

  • Merumuskan masalah penelitian adalah mempersempit masalah hingga memungkinkan untuk dapat diteliti. Dengan rumusan masalah peneliti mengetahui apa yg ingin dia soroti dan apa yg ingin dia ketahui mengenai subyeknya.
  • Merumuskan masalah penelitian pada hakikatnya adalah menentukan hubungan antara variabel.
  • Hubungan yg paling dasar adalah hubungan antara dua variabel: variabel pengaruh (bebas) dengan variabel terpengaruh (terikat).

12 of 16

Tipe Hubungan antara Variabel (1)��

Hubungan Simetris

1. Kedua variabel merupakan indikator utk konsep yg sama

Misal: Jantung berdenyut kencang; keluarnya keringkat.

2. Kedua variabel merupakan akibat dari faktor yg sama

Misal: Peningkatan pelayanan kesehatan; pertambahan jumlah pesawat udara.

3. Kedua variabel berkaitan secara fungsional

Misal: Ada guru; ada murid.

4. Hubungan yg kebetulan semata-mata

Misal: Seorang bayi ditimbang; esoknya meninggal.

​

13 of 16

Tipe Hubungan antara Variabel (2)

Hubungan Timbal Balik

Hubungan suatu variabel yg dapat menjadi sebab dan juga akibat dari variabel lainnya.

Contoh:

Variabel X mempengaruhi variabel Y, pada waktu lainnya variabel Y mempengaruhi variabel X.

14 of 16

Tipe Hubungan antara Variabel (3)

Hubungan Asimetris

1. Hub antara stimulus dan respons

Mis: pengaruh metode mengajar thd prestasi blj.

2. Hub antara disposisi dan respons

Mis: kepercayaan seseorang dan kecenderungan memilih partai politik.

3. Hub antara ciri individu dan disposisi atau tingkah laku

Mis: Orang Banjar dan perilaku membuang sampah.

4. Hub antara prekondisi dan akibat tertentu

Mis: Agar pedagang kecil dpt memperluas usaha, diperlukan syarat pinjaman yg lunak.

5. Hub yg imanen (tetap ada)

Mis: Besarnya organisasi dan semakin rumitnya peraturan.

6. Hub antara tujuan dan cara

Mis: Jumlah jam blj dan nilai ujian.

15 of 16

Beberapa Tips Merumuskan �Masalah Penelitian (kualitatif)

  1. Mulai dg beberapa pertanyaan umum.
  2. Jika Anda kabur ttg prioritas atau cara menyusun kerangka penelitian, mulailah dg pertanyaan penelitian yang kabur tersebut, kemudian cobalah untuk memperjelasnya.
  3. Merumuskan lebih dari selusin pertanyaan umum hanya membawa masalah.
  4. Kadang-kadang lebih mudah membuat kerangka penelitian setelah Anda membuat daftar pertanyaan penelitian.
  5. Dalam studi kasus-ganda Anda harus yakin bahwa peneliti lapangan memahami setiap pertanyaan penelitian dan dapat memahami pentingnya pertanyaan itu.
  6. Setelah masalah dirumuskan, periksalah kembali bahwa masalah tersebut benar-benar dapat diteliti.
  7. Ingatlah terus pertanyaan penelitian yang telah dibuat, dan lakukan review selama penelitian lapangan.

​

16 of 16

Sumber

  • Miles, M.B. dan A.M. Huberman (1994). Qualitative Data Analysis (2nd Edition). Thousand Oaks: SAGE Publication.

​

  • Singarimbun, M. dan S. Effendi (1989). Metode Penelitian Survai. Jakarta: LP3ES.

​

  • Strauss, A. dan J. Corbin (2003). Dasar-dasar Penelitian Kualitatif (Terj.). Yogyakarta: Pustaka Pelajar