1
2
DATA PRIBADI
3
RIWAYAT PENUGASAN
AKPOL 99 PATMA KE PAPUA :
PTIK ANGK 48 KE MENADO ;
PENUGASAN LUAR NEGERI
1.TO PEMANTAUAN PEREKONOMIAN PERBATASAN RI DGN PNG
2. STUDY BANDING KEPOLISIAN DGN SINGAPURA
3. KERJASAMA PELATIHAN INTELIJEN DGN INGGRIS
���Adalah segala usaha, pekerjaan, kegiatan dan tindakan yang dilakukan secara berencana dan terarah dlm rangka mencari, mengumpulkan bahan keterangan untuk selanjutnya diolah dan disajikan kepada Pimpinan agar Pimpinan dapat menentukan kebijaksanaan dengan risiko yg telah diperhitungkan terlebih dahulu.��
4
A. PENGERTIAN TEKNIK
PENERAPAN CARA YG DIWUJUDKAN DLM BENTUK KEG PENYELIDIKAN INTELIJEN, DGN MENITIK BERATKAN KEBERHASILAN PADA KEMAMPUAN MENCARI & MENEMUKAN INFORMSI ATAU BAHAN KETERANGAN YANG DILAKKN SCR TERBUKA /TERTUTUP
5
TEKNIK PENYELIDIKAN
6
TEKNIK PENYELIDIKAN TERBUKA
DEFINISI.
Usaha, pekerjaan, kegiatan maupun tindakan yg terencana & terarah thd seseorang yg jadi sumber Informasi scr langsung dlm bentk pertanyaan2 yg sdh disiapkan dlm rangka mencari & pulbaket dgn situasi yg dikondisikan utk capai tujuan.
7
Wawancara
Sumber informasi umumnya sadar sdg berhadapan dg orang yg sedang cari informasi tetapi tidak faham hubungan dibalik pertanyaan & jawaban yg sedang dicari.�Kondisi wawancara dpt disepakati sasaran dg penyelidik tanpa tekanan atau paksaan.
Wawancara Intelijen bukan jenis wawancara journalisme / kewartawanan umumnya walaupun metodha diadopsi termasuk memanfaatkan teknologi bidang kewartawanan
Pewawancara Intelijen / penyelidik sering dibebani target untuk mampu ungkap & menggali tiap informasi baket secara cepat.
Wawancara merupakan teknik lanjutan dari cara Penelitian karena secara logika hasil penelitian adalah Baket yg masih bersifat pasif subjektif artinya bahwa hasil analisa data yg diperoleh masih mungkin terjadi BIAS kepentingan dari misi intelijen.
8
9
TUJUAN
10
Ciri-ciri
Tahap Wawancara Intelijen�
1. Wawancara Eksplorasi ( Exploratory Interview )
- Menggali informasi biografi : sifat, kepribadian, hoby,
kebiasaan, tingkah laku,sikap, emosi,motivasi, dsb
2. Wawancara Kontak ( Contact Interview )
- Pererat persahabatan, saling pengertian, saling per-
caya bertujuan ciptakan Rapport (dulu digunakan komunis
disebut tahap PENGGARAPAN & PEMBINAAN )
Pul informasi sebanyak2nya tanpa diketahui orang yg diwawancara ttg informasi apa yg sebenarnya dibutuhkan, pembicaraan umum tp satu aspek jadi perhatian kita tanpa disadari oleh orang yg diwawancara & bila kita sudah dpt fakta yg diinginkan kita alihkan pembicaraan ke aspek lain begitu seterusnya sampai kita dapat fakta lainnya.
11
12
13
Pusdik Intelijen
ELICITING
Cara mendapatkan bahan keterangan melalui pembicaraan dan tanya-jawab secara langsung.
Pihak yang ditanya (pemberi keterangan) pada umumnya menyadari bahwa ia telah dijadikan sumber baket dan dia sedang berhadapan dengan orang yang sedang mencari informasi, tetapi ia tidak mengetahui hubungan pertanyaan dan tujuan dari pada sipenanya.
Pihak yang ditanya bebas dalam memberikan jawaban atau keterangan, tanpa suatu paksaan :
Wawancara yang dilakukan secara tersamar (cover Interviewing), dengan pemahaman
PENGERTIAN
3. Eliciting
14
Pusdik Intelijen
ELICITING
ELISITASI
KONDISI
Atau
KEADAAN
USAHA
ATAU
UPAYA
ELICITING
PEMAHAMAN DASAR
(PENGANTAR)
Elicitor , adalah pelaku atau agen/ penyelidik yang melakukan kegiatan eliciting.
Eliciting, adalah aktivitas yang dilakukan seorang Elicitor yang didalam pelaksanaannya melalui 3(tiga) tahapan yaitu Tahap Kontak Eliciting, Tahap Eksploratif Eliciting dan Tahap Produktif Eliciting.
Elisitasi, mengacu kepada terciptanya situasi dan kondisi yang mendukung suksesnya pelaksanaan eliciting antara lain keakraban dan kepercayaan sumber informasi terhadap Elicitor.
3(tiga) unsur penting antara lain :
15
Pusdik Intelijen
ELICITING
ELICITING
ELISITASI
KONDISI
Atau
KEADAAN
USAHA
ATAU
UPAYA
cara memperoleh informasi rahasia dalam bentuk percakapan informal atau tidak resmi dan cendrung lebih bersifat basa basi intelijen antara penyelidik dengan sumber informasi. Dalam kondisi percakapan tersebut sumber informasi tidak pernah menyadari tentang kepentingan yang sebenarnya atau tujuan yang telah direncanakan oleh penyelidik
Keahlian untuk mengajak bicara seseorang sehingga orang tersebut tidak sadar bahwa ia dieksploitir sehingga dari padanya diperoleh informasi yang diperlukan
PEMAHAMAN DASAR
(PENGANTAR)
PENGERTIAN
16
Pusdik Intelijen
ELICITING
TAKTIK PURA-PURA BINGUNG
SEOLAH-OLAH
TIDAK MEMILIKI PENGETAHUAN
YANG CUKUP TENTANG
PERMASALAHAN
17
Pusdik Intelijen
ELICITING
TAHAP INI BUTUH PROSES
BUTUH KEMAMPUAN CEPAT AKRAB/GAUL
MATANGNYA TALENTA /BAKAT YANG TERLATIH
KEMAMPUAN MEMBANGUN KEPERCAYAAN
SHG SASARAN TERTARIK MEMPERBINCANGKAN
INFO YG DICARI
TERCIPTANYA HUBUNGAN EMOSIONAL
TAHAPAN
18
Pusdik Intelijen
ELICITING
TAHAP INI KELANJUTAN HASIL DARI
PENILAIAN TERBAGUNNYA KEPERCAYAAN
KEBERHASILAN TAHAP INI SANGAT TERGANTUNG
SUKSESNYA TAHAP KONTAK
MERUPAKAN DIMULAINYA PERCAKAPAN
SEPUTAR INFO YG DIBUTUHKAN, DGN MEMOTIVASI
SCR KONSISTEN
MENGUKUR KEDALAMAN PENGETAHUAN
YG DIMILIKI/DIKUASAI SASARAN
TAHAPAN
19
Pusdik Intelijen
ELICITING
TAHAPAN
TAHAP MENILAI SUMBER INFORMASI DAN
MEMASTIKAN MRPK SASARAN YANG TEPAT
TAHAP PULBAKET/INFO YANG DI CARI
DENGAN TETAP MENJAGA KEHARMONISAN
PERCAKAPAN DIKOMBINASIKAN DGN
TAKTIK ELICITING