1 of 20

1

2 of 20

2

DATA PRIBADI

  1. NAMA : DONI RUSWONO, SIK
  2. PANGKAT : AKBP
  3. JABATAN : KBG GADIK Pusdik Intel
  4. HOBBY : Olah Raga, Musik, Baca, Otomotif, Hunting.
  5. TLP/HP : 082211431111
  6. Alamat : BK II JL M TOHA 198 Bandung

3 of 20

3

RIWAYAT PENUGASAN

AKPOL 99 PATMA KE PAPUA :

  1. PAMAPTA 1 POLRES JAYAPURA
  2. KANIT PMB RES JAYAPURA
  3. KA UR SANDI RES MANOKWARI
  4. KANIT PENYIDIK OA
  5. KASAT IPP RES NABIRE

PTIK ANGK 48 KE MENADO ;

  1. PANIT 4 SAT III DIT IK POLDA SULUT
  2. KASAT IK RES MINAHASA SELATAN / AMURANG
  3. KASUB BAG PRODUK DIT IK
  4. KABAG OPS POLRES MINAHASA SELATAN
  5. KASUB BAG PRODUK
  6. KABAG OPS POLRES BOLMONG
  7. GADIK MUDA PUSDIK INTELIJEN
  8. GADIK MADYA PUSDIK INTELIJEN
  9. KABAG GADIK PUSDIK INTELIJEN

PENUGASAN LUAR NEGERI

1.TO PEMANTAUAN PEREKONOMIAN PERBATASAN RI DGN PNG

2. STUDY BANDING KEPOLISIAN DGN SINGAPURA

3. KERJASAMA PELATIHAN INTELIJEN DGN INGGRIS

4 of 20

���Adalah segala usaha, pekerjaan, kegiatan dan tindakan yang dilakukan secara berencana dan terarah dlm rangka mencari, mengumpulkan bahan keterangan untuk selanjutnya diolah dan disajikan kepada Pimpinan agar Pimpinan dapat menentukan kebijaksanaan dengan risiko yg telah diperhitungkan terlebih dahulu.��

4

5 of 20

A. PENGERTIAN TEKNIK

PENERAPAN CARA YG DIWUJUDKAN DLM BENTUK KEG PENYELIDIKAN INTELIJEN, DGN MENITIK BERATKAN KEBERHASILAN PADA KEMAMPUAN MENCARI & MENEMUKAN INFORMSI ATAU BAHAN KETERANGAN YANG DILAKKN SCR TERBUKA /TERTUTUP

5

TEKNIK PENYELIDIKAN

6 of 20

6

TEKNIK PENYELIDIKAN TERBUKA

  1. PENELITIAN
  2. WAWANCARA
  3. INTEROGASI
  4. ELICITING

7 of 20

DEFINISI.

Usaha, pekerjaan, kegiatan maupun tindakan yg terencana & terarah thd seseorang yg jadi sumber Informasi scr langsung dlm bentk pertanyaan2 yg sdh disiapkan dlm rangka mencari & pulbaket dgn situasi yg dikondisikan utk capai tujuan.

7

Wawancara

8 of 20

Sumber informasi umumnya sadar sdg berhadapan dg orang yg sedang cari informasi tetapi tidak faham hubungan dibalik pertanyaan & jawaban yg sedang dicari.�Kondisi wawancara dpt disepakati sasaran dg penyelidik tanpa tekanan atau paksaan.

Wawancara Intelijen bukan jenis wawancara journalisme / kewartawanan umumnya walaupun metodha diadopsi termasuk memanfaatkan teknologi bidang kewartawanan

Pewawancara Intelijen / penyelidik sering dibebani target untuk mampu ungkap & menggali tiap informasi baket secara cepat.

Wawancara merupakan teknik lanjutan dari cara Penelitian karena secara logika hasil penelitian adalah Baket yg masih bersifat pasif subjektif artinya bahwa hasil analisa data yg diperoleh masih mungkin terjadi BIAS kepentingan dari misi intelijen.

8

9 of 20

9

  • Menggali fakta, alasan, motivasi, opini atas penomena, peristiwa yang telah, sedang maupun yang kemungkinan akan terjadi.

TUJUAN

  • Konfirmasi, melengkapi baket dan data yang ada, mendorong sumber informasi untuk menjelaskan fakta secara konstruksionis, dlm rangka mencari positivistik pemberitaan.

10 of 20

10

  • Sumber informasi pada umumnya sadar bahwa sedang berhadapan dengan orang yang sedang mencari informasi

  • Namun sesungguhnya sumber informasi tidak pernah mengetahui hubungan dibalik pertanyaan dan jawaban yang sedang dicari.

  • Kondisi dan tempat wawancara dapat disepakati antara sasaran dan penyelidik,

  • Tanpa tekanan atau paksaan (setara), dengan didahului adanya persiapan methoda pendekatan tertentu.

Ciri-ciri

11 of 20

Tahap Wawancara Intelijen

1. Wawancara Eksplorasi ( Exploratory Interview )

- Menggali informasi biografi : sifat, kepribadian, hoby,

kebiasaan, tingkah laku,sikap, emosi,motivasi, dsb

2. Wawancara Kontak ( Contact Interview )

- Pererat persahabatan, saling pengertian, saling per-

caya bertujuan ciptakan Rapport (dulu digunakan komunis

disebut tahap PENGGARAPAN & PEMBINAAN )

  1. Wawancara Produktif ( Productive Interview)

Pul informasi sebanyak2nya tanpa diketahui orang yg diwawancara ttg informasi apa yg sebenarnya dibutuhkan, pembicaraan umum tp satu aspek jadi perhatian kita tanpa disadari oleh orang yg diwawancara & bila kita sudah dpt fakta yg diinginkan kita alihkan pembicaraan ke aspek lain begitu seterusnya sampai kita dapat fakta lainnya.

11

12 of 20

  1. Laporan Informasi Intelijen.
  2. Hasil Rekaman dan hasil jawaban.
  3. Laporan kemungkinan data lain yang terkait.
  4. Upaya pengembangan kejadian lain sebagai akses baru.

12

13 of 20

13

Pusdik Intelijen

ELICITING

Cara mendapatkan bahan keterangan melalui pembicaraan dan tanya-jawab secara langsung.

Pihak yang ditanya (pemberi keterangan) pada umumnya menyadari bahwa ia telah dijadikan sumber baket dan dia sedang berhadapan dengan orang yang sedang mencari informasi, tetapi ia tidak mengetahui hubungan pertanyaan dan tujuan dari pada sipenanya.

Pihak yang ditanya bebas dalam memberikan jawaban atau keterangan, tanpa suatu paksaan :

Wawancara yang dilakukan secara tersamar (cover Interviewing), dengan pemahaman

PENGERTIAN

3. Eliciting

14 of 20

14

Pusdik Intelijen

ELICITING

ELISITASI

KONDISI

Atau

KEADAAN

USAHA

ATAU

UPAYA

ELICITING

PEMAHAMAN DASAR

(PENGANTAR)

Elicitor , adalah pelaku atau agen/ penyelidik yang melakukan kegiatan eliciting.

Eliciting, adalah aktivitas yang dilakukan seorang Elicitor yang didalam pelaksanaannya melalui 3(tiga) tahapan yaitu Tahap Kontak Eliciting, Tahap Eksploratif Eliciting dan Tahap Produktif Eliciting.

Elisitasi, mengacu kepada terciptanya situasi dan kondisi yang mendukung suksesnya pelaksanaan eliciting antara lain keakraban dan kepercayaan sumber informasi terhadap Elicitor.

3(tiga) unsur penting antara lain :

15 of 20

15

Pusdik Intelijen

ELICITING

ELICITING

ELISITASI

KONDISI

Atau

KEADAAN

USAHA

ATAU

UPAYA

cara memperoleh informasi rahasia dalam bentuk percakapan informal atau tidak resmi dan cendrung lebih bersifat basa basi intelijen antara penyelidik dengan sumber informasi. Dalam kondisi percakapan tersebut sumber informasi tidak pernah menyadari tentang kepentingan yang sebenarnya atau tujuan yang telah direncanakan oleh penyelidik

Keahlian untuk mengajak bicara seseorang sehingga orang tersebut tidak sadar bahwa ia dieksploitir sehingga dari padanya diperoleh informasi yang diperlukan

PEMAHAMAN DASAR

(PENGANTAR)

PENGERTIAN

16 of 20

16

Pusdik Intelijen

ELICITING

TAKTIK PURA-PURA BINGUNG

SEOLAH-OLAH

TIDAK MEMILIKI PENGETAHUAN

YANG CUKUP TENTANG

PERMASALAHAN

17 of 20

17

Pusdik Intelijen

ELICITING

TAHAP INI BUTUH PROSES

BUTUH KEMAMPUAN CEPAT AKRAB/GAUL

MATANGNYA TALENTA /BAKAT YANG TERLATIH

KEMAMPUAN MEMBANGUN KEPERCAYAAN

SHG SASARAN TERTARIK MEMPERBINCANGKAN

INFO YG DICARI

TERCIPTANYA HUBUNGAN EMOSIONAL

TAHAPAN

18 of 20

18

Pusdik Intelijen

ELICITING

TAHAP INI KELANJUTAN HASIL DARI

PENILAIAN TERBAGUNNYA KEPERCAYAAN

KEBERHASILAN TAHAP INI SANGAT TERGANTUNG

SUKSESNYA TAHAP KONTAK

MERUPAKAN DIMULAINYA PERCAKAPAN

SEPUTAR INFO YG DIBUTUHKAN, DGN MEMOTIVASI

SCR KONSISTEN

MENGUKUR KEDALAMAN PENGETAHUAN

YG DIMILIKI/DIKUASAI SASARAN

TAHAPAN

19 of 20

19

Pusdik Intelijen

ELICITING

TAHAPAN

TAHAP MENILAI SUMBER INFORMASI DAN

MEMASTIKAN MRPK SASARAN YANG TEPAT

TAHAP PULBAKET/INFO YANG DI CARI

DENGAN TETAP MENJAGA KEHARMONISAN

PERCAKAPAN DIKOMBINASIKAN DGN

TAKTIK ELICITING

20 of 20