SARANA BERPIKIR ILMIAH
Sutarto Hadi
Universitas Lambung Mangkurat
SARANA ILMIAH
Untuk membantu kegiatan ilmiah secara lebih baik diperlukan
sarana berpikir.
Sarana berpikir itu pada dasarnya merupakan alat yang
membantu kegiatan ilmiah dalam berbagai langkah yang harus dipenuhi.
SARANA BERPIKIR ILMIAH
Ada sejumlah sarana ilmiah yang dapat digunakan untuk suatu kegiatan ilmiah, yaitu:
(Bakhtiar, 2019).
Bahasa (1)
Menurut Ernest Cassirer (Sumantri, 2000) bahwa keunikan manusia bukanlah terletak pada kemampuan berpikir, melainkan terletak pada kemampuan berbahasa. Ernest menyebut manusia sebagai “animal symbolicum”, yaitu makhluk yang mempergunakan simbol.
Memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Bahasa, membedakan manusia dengan ciptaan lainnya.
Bahasa (2)
Bahasa (3)
Penggolongan Bahasa
Bahasa Alami: Bahasa sehari-hari yang digunakan untuk menyatakan sesuatu, yang tumbuh atas pengaruh lingkungan. Bahasa alami dibedakan atas: Bahasa isyarat dan Bahasa biasa.
Bahasa isyarat: Bahasa yang dapat berlaku umum dan dapat pula berlaku khusus.
Bahasa biasa: Bahasa yang digunakan dalam pergaulan sehari-hari. Simbol sebagai pengandung arti dalam Bahasa disebut “kata”, sedang arti yang dikandungnya disebut “makna”. Dalam Bahasa biasa pemakaian kata dibedakan antara dua hal, yaitu:
Fungsi Bahasa
Fungsi ekspresif atau emotif:
Tampak pada curahan rasa takut serta takjub yang dilakukan serta merta pada pemujaan-pemujaan, dan pencurahan seni suara, serta seni sastra.
Fungsi afektif atau praktis:
Untuk menimbulkan efek psikologis terhadap orang lain dan sebagai akibatnya mempengeruhi Tindakan-Tindakan mereka ke arah kegiatan atau sikap tertentu yang diinginkan.
Fungsi simbolik dan logik:
Dipandang dalam artinya yang luas, meliputi juga fungsi komunikatif. Karena arti itu dinyatakan dalam simbol-simbol bukan hanya untuk menyatakan fakta saja melainkan juga untuk menyampaikan kepada orang lain.
Definisi
Berasal dari kata “define” yang berarti menandai batas-batas pada sesuatu, menentukan batas, memberi ketentuan atau batasan arti.
Jadi, “definisi” dapat diartikan sebagai penjelasan apa yang dimaksudkan dengan sesuatu istilah, atau dengan kata lain definisi ialah sebuah pernyataan yang memuat penjelasan tentang arti suatu istilah.
Definisi harus terdiri atas dua bagian: “definiendum” (istilah yang harus diberi penjelasan) dan “definiens” (uraian yang berisi arti dari istilah tersebut).
Contoh: “Manusia adalah makhluk yang berakal budi.”
“Demokrasi adalah pemerintah dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.”
“Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk menghasilkan manusia yang berilmu pengetahuan, terampil, dan berakhlak.”
Macam-macam Definisi (1)
Macam-macam Definisi (2)
Macam-macam Definisi (3)
Definisi Praktis: adalah penjelasan tentang hal ditinjau dari segi kegunaan atau tujuannya yang sederhana. Definisi ini ada dua macam: definisi operasional dan definisi fungsional.
Bahasa Ilmiah
Untuk Bahasa ilmiah yang harus diperhatikan adalah fungsi simbolik, karena komunikasi ilmiah bertujuan untuk menyampaikan informasi yang berupa pengetahuan. Agar komunikasi ilmiah ini berjalan dengan baik maka bahasa yang dipergunakan harus terbebas dari unsur-unsur emotif.
Komunikasi ilmiah harus bersifat reproduktif, artinya jika si pengirim komunikasi menyampaikan suatu informasi yang katakanlah x, maka si penerima komunikasi harus menerima informasi yang berupa x pula.
Logika dan Matematika
Logika dan Matematika
Sebuah kegiatan, bisa disimbolkan apa aja sesuai perjanjian atau kesepakatan.
Contoh:
.
Sebuah mobil bergerak dengan kecepatan v, dan jarak dinyatakan dengan d, serta waktu dinyatakan dengan t. Maka kecepatan mobil dinyatakan dengan: v = d/t
Sebuah mobil bergerak dari Banjarmasin ke Balangan dengan kecepatan
rata-rata 80 km/jam. Jika jarak Banjarmasin ke Balangan 200 km, dan
mobil berangkat pukul 08.00, pukul berapa tiba di Balangan?
MATEMATIKA
Ditinjau dari pola berpikirnya, maka ilmu merupakan gabungan antara berpikir deduktif dan induktif. Matematika mempunyai peranan penting dalam berpikir deduktif, sedangkan Statistika mempunyai peranan penting dalam berpikir induktif.
Bahasa verbal mempunyai beberapa kekurangan. Untuk mengatasi kekurangan yang terdapat pada bahasa verbal, kita berpaling kepada matematika. Dalam hal ini kita katakan bahwa matematika adalah bahasa yang berusaha untuk menghilangkan sifat majemuk dan emosional dari bahasa verbal.
Matematika
Sifat kuantitatif dari matematika ini meningkatkan daya prediktif dan kontrol dari ilmu, memberikan jawaban lebih bersifat eksak, yang memungkinkan pemecahan masalah secara lebih tepat dan cermat.
Pernyataan dalam Matematika
Dalam matematika, biasanya kita menyatakan sesuatu menggunakan pernyataan deklaratif. Suatu pernyataan bisa benar atau salah dan tidak mungkin keduanya benar atau keduanya salah.
Pernyataan-pernyataan tersebut sering disebut dengan proposisi. Kuncinya adalah bahwa tidak boleh ada ambiguitas dalam pernyataan tersebut.
Kalimat “Langit itu indah” adalah bukan pernyataan, karena apakah langit itu indah atau tidak tergantung dari opini orang yang memandangnya.
Kalimat “Apakah hari ini hujan?” adalah bukan pernyataan karena itu merupakan pertanyaan dan tidak mendeklarasikan sesuatu yang bernilai benar atau salah.
Penggunaan Prinsip �Induksi Matematika
Statistika
Statistika
Statistika, berarti ilmu pengumpulan, analisis, dan klasifikasi data, angka sebagai dasar untuk induksi.
Statistika merupakan sarana berpikir yang diperlukan untuk memproses pengetahuan secara ilmiah. Statistika membantu kita untuk melakukan generalisasi dan menyimpulkan karakteristik suatu kejadian secara lebih pasti dan bukan terjadi secara kebetulan.
Dalam kegiatan suatu penelitian ada tahap-tahap, seperti:
Hipotesis Observasi Pengujian hipotesis.
Di sini, statistika mempunyai peran penting, karena akan menentukan apakah hipotesis teruji-tidak sesuai dengan data yang diobservasi. Tahap-tahapnya, ilmuwan mengumpulkan fakta atau data untuk menguji kebenaran ramalan yang dikembangan dari teori atau hipotesis. Jika teori atau hipotesisnya didukung sebuah fakta atau data, maka hipotesis dianggap teruji kebenarannya.
Statistika
Data Statistik
Data statistik: keterangan atau ilustrasi mengenai sesuatu hal.
Data Statistik
Diskrit Kontinu
Ordinal Interval Rasio
Sampel dan Populasi
Pengujian Hipotesis
a. Peluang turun hujan 50%
b. 40% penduduk Kalsel adalah petani
c. Rata-rata pendapatan keluarga di kota Banjarmasin Rp 2.350.000 / bulan.
Pengujian Hipotesis
Pengujian hipotesis = langkah atau prosedur untuk menentukan apakah menerima atau menolak hipotesis
Setiap hipotesis bisa benar atau tidak benar, oleh karena itu perlu diadakan penelitian sebelum hipotesis itu diterima atau ditolak.
Dua Tipe Kesalahan dalam Pengujian Hipotesis
Status Hipotesis | Data Sampel Mendukung Ho | Data Sampel Mendukung Ha |
Ho benar (Ha salah) | Kesimpulan Benar | Kesalahan Tipe I Probablitas α |
Ha benar (Ho salah) | Kesalahan Tipe II Probabilitas β | Kesimpulan Benar |
Memilih Teknik Statistik
Memilih teknik statistik yang digunakan dalam penelitian harus memperhatikan:
Bentuk Hipotesis
Contoh Bentuk Hipotesis
Pembagian Statistik
Mulai
Jumlah Variabel?
Jenis Data?
Analisis Univariat
Analisis Multivariat
Statistik Parametrik
Statistik Nonparametrik
Satu
Dua/Lebih
Interval
Rasio
Nominal
Ordinal
Kapan Menggunakan Statistika Nonparametrik?
5 Langkah Pengujian Hipotesis
Penggunaan Statistik untuk Menguji Hipotesis
Metode Berpikir Ilmiah
Apa itu metode berpikir ilmiah?
Metode Induktif
Metode deduktif
Metode Berpikir Ilmiah
Secara etimologi, metode berasal dari bahasa Yunani kata meta (sesudah atau dibalik sesuatu) dan hedos , (jalan yang harus ditempuh).
Jadi, metode adalah langkah-langkah (cara teknik) yang diambil, menurut urutan atau sistematika tertentu untuk mencapai pengetahuan sesuatu yang mempunyai langkah-langkah yang sistematis. Metodologi merupakan suatu kajian dalam mempelajari paraturan-peraturan dalam metode tersebut. Jadi, metodologi ilmiah merupakan pengkajian dari peraturan-peraturan yang terdapat dalam metode ilmiah.
Pengertian Metode Berpikir Ilmiah
Kriteria Metode Berpikir Ilmiah
Metode ilmiah bergantung pada karakterisasi yang cermat atas subjek investigasi. Dalam proses karakterisasi, ilmuwan mengidentifikasi sifat-sifat utama yang relevan yang dimiliki oleh subjek yang diteliti.
Supaya suatu metode yang digunakan dalam penelitian disebut metode ilmiah, maka metode tersebut harus mempunyai kriteria sebagai berikut:
Langkah-Langkah Metode Berpikir Ilmiah
Metode berfikir ilmiah juga memerlukan langkah – langkah yang terdiri dari sebagai berikut:
Sikap dan Aktivitas Ilmiah
Menurut Harsojo seperti yang dikutip Anshari (1990: 57) menyebutkan beberapa macam sikap ilmiah, yaitu:
METODE INDUKTIF
Induktif yaitu suatu metode yang menyimpulkan pernyataan-pernyataan hasil observasi disimpulkan dalam suatu pernyaaan yang lebih umum.
Dalam metode induktif menekankan suatu proses mencapai kesimpulan umum berdasarkan dari observasi mengenai hal-hal khusus (partikular). Metode induktif, berangkat dari sekumpulan fakta menuju kesimpulan yang bersifat umum.
Contoh:
Di Kota Banjarmasin, daun pepohonan berwarna hijau
Di Kota Banjarbaru, daun pepohonan berwarna hijau
Di Kota Martapura, daun pepohonan berwarna hijau.
Kesimpulan: Daun pepohonan adalah berwarna hijau.
METODE DEDUKTIF
Metode deduktif merupakan penalaran sesuai dengan hukum-hukum serta aturan-aturan logika formal. Terdapat suatu anggapan dasar dalam metode deduktif bahwa tidak mungkin titik tolak yang benar akan menghasilkan kesimpulan-kesimpulan yang tidak benar.
Kesimpulan yang dibuat secara deduktif, biasanya menggunakan pola berpikir “silogisme”. Silogisme disusun dari dua buah pernyataan dan satu kesimpulan.
Pernyataan yang mendukung silogisme disebut dengan “premis”. Premis dapat
dibedakan menjadi premis mayor dan minor. Pengetahuan yang diperoleh berdasarkan metode deduktif adalah berdasarkan pada kesimpulan kedua premis tersebut.
Metode deduktif, menitikberatkan pada kebenaran-kebenaran teori, kemudian teori
tersebut diverifikasi. Teori tersebut dapat dikukuhkan sebagai benar atau bahkan hanya mungkin benar.
Contoh:
Semua manusia akan mati (premis mayor) Tajudin Noor seorang manusia (premis minor) Tajudin Noor akan mati (kesimpulan).