1 of 8

MENABUR BENIH INJIL & KEBAJIKAN

Minggu 4

Galatia 6:7–10

2 of 8

Paulus mengingatkan jemaat Galatia tentang hukum rohani yang tidak dapat diabaikan: apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. Prinsip ini berlaku dalam semua aspek kehidupan, termasuk dalam pemberitaan Injil dan perbuatan baik.

Tuhan memanggil kita bukan hanya menjadi penikmat berkat, tetapi menjadi penabur berkat melalui benih Injil dan kebajikan di mana pun kita berada.

Apa yang nats ini ajarkan tentang menabur benih Injil dan kebajikan?

3 of 8

1

MENABUR SESUAI PRINSIP TABUR-TUAI

(ay. 7)

Firman Tuhan menegaskan, “Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan.” Hukum tabur tuai adalah hukum yang adil dan pasti.

4 of 8

Tidak ada taburan yang netral; setiap perkataan, waktu, tenaga, dan uang yang kita tabur akan menghasilkan tuaian sesuai dengan jenisnya.

Jika kita ingin melihat tuaian jiwa-jiwa dan kebaikan di sekitar kita, kita harus dengan sengaja menabur benih Injil melalui kesaksian dan kebajikan.

Jangan iri dengan tuaian orang lain; periksa kembali apa yang sedang kita tabur setiap hari dalam keluarga, gereja, dan masyarakat.

5 of 8

2

MENABUR DALAM ROH

(ay. 8)

Ada dua ladang untuk menabur: menabur dalam daging yang menghasilkan kebinasaan, dan menabur dalam Roh yang menghasilkan hidup kekal.

6 of 8

Menabur dalam Roh berarti melakukan segala sesuatu dengan motivasi yang benar, dipimpin oleh Roh Kudus, dan untuk kemuliaan Allah, bukan untuk pujian manusia.

Benih Injil yang ditabur dalam Roh tidak akan kembali dengan sia-sia; Roh Kudus sendiri yang akan menyirami dan menumbuhkannya dalam hati pendengarnya.

Jangan hanya sibuk menabur untuk kepentingan diri sendiri, tetapi juga setia menabur untuk kepentingan kekal yang bernilai sorgawi.

7 of 8

3

MENABUR PERBUATAN BAIK

(ay. 9-10)

Paulus menasihati, “Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.”

8 of 8

Menabur kebajikan sering kali melelahkan dan hasilnya tidak langsung terlihat, sehingga banyak orang berhenti di tengah jalan.

Tuhan menjanjikan waktu tuaian; bagian kita adalah setia menabur, sedangkan waktu dan hasil tuaian ada di tangan Tuhan.

Marilah kita berbuat baik kepada semua orang, terutama kepada kawan-kawan seiman, melalui Injil yang menyelamatkan dan perbuatan kasih yang memulihkan.