Pendahuluan�Kimia Dasar
Kimia : Ilmu Pengetahuan bagi Abad 21
1.1
Kimia : Ilmu Pengetahuan bagi Abad 21
secara genetis
1.1
Metode Ilmiah
1.2
Hukum/Teori adalah suatu pernyataan matematis atau pernyataan verbal yang ringkas tentang hubungan antar fenomena-fenomena yang telah teruji dan hasil uji bersifat konsisten.
Hipotesis merupakan suatu dugaan ilmiah atau penjelasan tentatif yang akan diuji melalui eksperimen
uji modifikasi
masalah
hipotesis
Pengamatan/observasi
eksperimen
Teori/
hukum
adalah langkah-langkah ilmiah untuk memecahkan suatu masalah melalui pendekatan sistematik berdasarkan bukti-bukti eksperimen
Kimia Dalam Kehidupan:
Pada tahun 1940 George Gamow mengeluarkan hipotesis bahwa alam semesta bermula dari suatu ledakan maha dahsyat atau disebut juga dengan big bang.
Eksperimen Pendukung
1.2
Eksistensi Awal Helium dan Teori Big Bang
Kimia adalah ilmu tentang materi dan
perubahannya
air, amonium, sukrosa, emas, oksigen
1.3
Campuran adalah penggabungan dua atau lebih zat di mana dalam penggabungan ini zat-zat tersebut mempertahankan identitas masing-masing.
Air gula, susu, solder
semen, campuran serbuk besi
pada pasir
1.3
suatu campuran dapat dipisahkan menjadi komponen-komponen murninya melalui cara fisika.
magnet
1.3
distilasi
Unsur merupakan suatu zat yang tidak dapat dipisahkan lagi menjadi zat-zat yang lebih sederhana dengan cara kimia.
emas, aluminum, timbal, oksigen, karbon
teknetium, amerisium, seaborgium
Unsur terbaru yg ditemukan : Nihonium/Nh (113), Muscovium/Mc (115), Tennesine/Ts (117), Oganessan/Og (118)
1.3
Tabel Periodik
1.3
Senyawa merupakan suatu zat yang tersusun atas atom-atom dari dua unsur atau lebih yang terikat secara kimia dengan perbandingan yang tetap.
Senyawa hanya dapat dipisahkan dengan cara kimia menjadi unsur-unsur murninya.
Air (H2O)
Glukosa (C6H12O6)
Amonium (NH3)
1.3
1.3
Tiga Wujud dari Materi
1.4
padatan
cairan
gas
Perubahan Fisika atau Kimia?
Perubahan fisika tidak mengubah komposisi atau identitas dari substansi.
Perubahan kimia mengubah komposisi atau identitas dari substansi-substansi yang terlibat.
Pencairan es
Larutnya gula
dalam air
1.5
hidrogen terbakar di udara membentuk air
sifat ekstensif bergantung kepada seberapa banyak materi yang diukur.
sifat intensif tidak bergantung dari jumlah materi yang diukur.
Sifat Ekstensif dan Intensif
1.6
Materi – segala sesuatu yang menempati ruang
dan memiliki massa.
massa – suatu ukuran yang menunjukkan
kuantitas materi dalam suatu benda.
Satuan SI dari massa adalah kilogram (kg)
1 kg = 1.000 g = 1 x 103 g
berat – gaya yang diberikan oleh gravitasi
pada suatu benda.
berat = c x massa
di bumi, c = 1,0
di bulan, c ~ 0,1
1.6
Ukuran 1 kg berarti
1 kg di bumi
0,1 kg di bulan
1.6
1.6
Volume – Satuan turunan SI bagi volume adalah
meter kubik (m3).
1 cm3 = (1 x 10-2 m)3 = 1 x 10-6 m3
1 dm3 = (1 x 10-1 m)3 = 1 x 10-3 m3
1 L = 1.000 mL = 1.000 cm3 = 1 dm3
1 mL = 1 cm3
1.6
Kerapatan/densitas – satuan turunan SI-nya adalah kg/m3
1 g/cm3 = 1 g/mL = 1.000 kg/m3
kerapatan =
massa
volume
d =
m
V
1.6
Sepotong platina dengan kerapatan 21,5 g/cm3 mempunyai volume 4,49 cm3. Berapakah massanya?
d =
m
V
m = d x V
= 21,5 g/cm3 x 4,49 cm3 = 96,5 g
Contoh Soal:
1. Sebuah balok kayu berukuran 105 cm x 5,1 cm x 6,2 cm dengan berat 2,72 Kg. Berapa rapatan kayu itu dinyatakan dalam gram per sentimeter kubik?
Volume balok = panjang x lebar x tinggi
= 105 cm x 5,1 cm x 6,2 cm = 3300 cm3
Massa = 2,72 Kg x 1000 g/1 Kg = 2720 g
Rapatan = = = 0,82 g/cm3
m
V
2720 g
3300 cm3
2. Berapakah volume yang dinyatakan dalam liter dari 50,0 Kg etanol pada suhu 20o C. Rapatan etanol pada suhu 20o C adalah 0,789 g/cm3.
kerapatan =
massa
volume
Volume =
massa
Kerapatan
Volume =
50.000 g
0,789 g/cm3
= 63,4 L
3. Penentuan densitas dengan piknometer
Berat piknometer kosong adalah 25,601 g. Piknometer diisi air dan berat yang diperoleh 35,552 g pada suhu 20oC, densitas air 0,9982 g/cm3. Apabila piknometer yang diisi metanol ditimbang diperoleh berat sebesar 33,490 g (20o C). Tentukan densitas dari metanol pada suhu 20o C.
Massa air = 35,552 g – 25,601 g = 9,951 g
Volume air =
Volume =
9,951 g
0,99823 g/cm3
Volume =
massa
densitas
= 9,969 cm3
Massa metanol = 33,490 g – 25,601 g = 7,889 g
densitas metanol = = = 0,7914 g/cm3
Massa 7,889 g
volume 9,969 cm3
K = 0C + 273,15
0F = x 0C + 32
9
5
1.6
273 K = 0 0C
373 K = 100 0C
32 0F = 0 0C
212 0F = 100 0C
Berapakah 172,9 0F dalam derajat Celsius?
0F = x 0C + 32
9
5
0F – 32 = x 0C
9
5
x (0F – 32) = 0C
9
5
0C = x (0F – 32)
9
5
0C = x (172,9 – 32) = 78,3
9
5
1.6
1.7
Notasi Ilmiah
: cara penulisan dalam bentuk 10n
Jumlah atom pada 12 g karbon:
602.200.000.000.000.000.000.000
6,022 x 1023
Massa dari satu atom karbon dalam gram:
0,0000000000000000000000199
1,99 x 10-23
N x 10n
N adalah bilangan
antara 1 dan 10
n adalah suatu pangkat
yang dapat berupa
bilangan bulat positif
atau negatif.
Notasi Ilmiah
1.7
568,762
n > 0
568,762 = 5,68762 x 102
koma desimal digeser kekiri
0,00000772
n < 0
0,00000772 = 7,72 x 10-6
geser ke kanan
Penambahan dan Pengurangan
4,31 x 104 + 3,9 x 103 =
4,31 x 104 + 0,39 x 104 =
4,70 x 104
Notasi Ilmiah
1.7
Perkalian
(4,0 x 10-5) x (7,0 x 103) =
(4,0 x 7.0) x (10-5+3) =
28 x 10-2 =
2,8 x 10-1
Pembagian
8,5 x 104 ÷ 5,0 x 109 =
(8,5 ÷ 5.0) x 104-9 =
1,7 x 10-5
Angka Signifikan
1.7
1,234 kg 4 angka signifikan
606 m 3 angka signifikan
0,08 L 1 angka signifikan
2,0 mg 2 angka signifikan
0,00420 g 3 angka signifikan
Berapa banyak angka signifikan pada masing-masing pengukuran berikut?
24 mL
2 angka signifikan
3.001 g
4 angka signifikan
0,0320 m3
3 angka signifikan
6,4 x 10-4 molekul
2 angka signifikan
1.7
Angka Signifikan
1.7
Penambahan atau Pengurangan
Jawaban tidak boleh memiliki jumlah digit di kanan koma desimal
yang lebih banyak daripada bilangan-bilangan yang ditambahkan/
dikurangkan.
89,332
1,1
+
90,432
dibulatkan menjadi 90,4
satu angka dibelakang koma desimal
3,70
-2,9133
0,7867
dua angka dibelakang koma desimal
dibulatkan menjadi 0,79
Angka Signifikan
1.7
Perkalian atau Pembagian
Jumlah angka signifikan dari hasil kali atau hasil baginya ditentukan oleh bilangan awal yang memiliki jumlah angka signifikan yang paling sedikit.
4,51 x 3,6666 = 16,536366
= 16,5
3 angka signifikan
dibulatkan menjadi 16,5
6,8 ÷ 112,04 = 0,0606926
2 angka signifikan
dibulatkan menjadi 0,061
= 0,061
Ketidakpastian Pengukuran
Contoh :Kesalahan dalam melakukan kalibrasi, penentuan nilai skala alat ukur yang tidak tepat, kondisi alat ukur yang sudah berubah, ketidakcermatan membaca skala, kesalahan posisi pengamat atau kesalahan paralaks.
Contoh : kesalahan menaksir skala terkecil, nilai besaran yang selalu berubah (temperatur, tegangan yg tidak stabil), gangguan dari luar yg tidak dapat dihindari
Pelajar A Pelajar B Pelajar C
1,964 g
1,978 g
1,971 g
1,972 g
1,968 g
1,970 g
2,000 g
2,002 g
2,001 g
Berat kawat tembaga yang sebenarnya adalah 2,000 g
Pelajar B lebih presisi dibanding A karena nilai 1,972 dan 1,968 memiliki deviasi dari 1,970 lebih kecil dibandingkan Pelajar A
Akan tetapi, Pelajar A memiliki nilai rata-rata yang lebih akurat dibandingkan Pelajar B
Pelajar C menimbang dengan tingkat presisi dan akurasi yang lebih baik.
Ketepatan – seberapa dekat suatu hasil pengukuran dengan
nilai sesungguhnya.
Ketelitian – seberapa dekat nilai suatu pengukuran satu sama lain dalam 2 atau lebih pengulangan
ketepatan dan
ketelitian baik
ketepatan buruk
dan ketelitian baik
ketepatan dan
ketelitian buruk
1.7
1.8
Metode Faktor-Label dalam Penyelesaian Soal
1 L = 1.000 mL
Berapa jumlah mL dari 1,63 L?
1L
1.000 mL
1,63 L x
= 1.630 mL
1L
1.000 mL
1,63 L x
= 0,001630
L2
mL
Kecepatan suara di udara adalah sekitar 343 m/dt. Berapakah kecepatan udara dalam km per jam?
1 km = 1.000 m
1 jam = 3.600 dt
343
m
dt
x
1 km
1.000 m
3600 dt
1 jam
x
= 1.235
km
jam
meter ke kilometer
detik ke jam
1.8
TERIMA KASIH