1 of 28

Climate Change

Sustainable solutions for a better tomorrow

Wwin Winarti, S.Pd

PENDIDIKAN PERUBAHAN IKLIM

2 of 28

Designed to introduce GCED (Global Citizenship Education) to wider audiences in the world, open courses are run throughout the year or several times per year.

Currently available course :

- Becoming Global Citizens for a Sustainable Society

- Climate Change in Practice

- Critical Media Literacy

- GCED 101 : Introduction to GCED

- GCED & COVID-19 Pandemic

- Gender Equality and Women's Empowerment : A Pathway to Sustainable Devalopment

- Understanding Conflicts and the Process of Peaceful Resolution : What educator can, and should do to promote peace?

3 of 28

APCEIU is a UNESCO Category 2 Centre established in 2000 by the Agreement between the Government of the Republic of Korea and UNESCO in order to promote and develop Education for International Understanding (EIU) and Global Citizenship Education (GCED) with UNESCO Member States.

APCEIU has played a pivotal role in promoting GCED reflected in both the UNESCO Education 2030 and UN Sustainable Development Goals (SDGs).

www.unescoapceiu.org

SDGs Action Award 2023

4 of 28

8. Kita akan menuntut bahwa pendidikan dan kesadaran lingkungan menjadi kewajiban dalam setiap kurikulum sekolah kami.

Tunza Conference -UNEP 2011

Deklarasi Bandung

5 of 28

Nomor: 397/sipers/A6/VIII/2024

Jakarta, 27 Agustus 2024 – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek)

melalui Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), merilis Panduan Pendidikan Perubahan

Iklim dalam giat yang bertajuk “Bergerak Bersama untuk Pendidikan Perubahan Iklim dalam Kurikulum

Merdeka”.

6 of 28

Dasar Hukum dan Kebijakan

Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk berperan aktif dalam aksi iklim global. Hal ini terbuk-ti melalui kebijakan aksi iklim nasional yang telah dilakukan, di antaranya:

• Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2016 tentang Pengesahan Paris Agreement to the United Nations Framework Convention on Climate Change (Persetujuan Paris atas Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai perubahan Iklim)

• NDC (komitmen sumbangsih negara pada krisis iklim): hingga 2030, Indonesia berkomitmen menurunkan emisi karbon negara sebesar 29% (secara mandiri) atau 41% (dengan bantuan internasional).• Untuk mencapai target NDC tersebut, Indone-

sia mengembangkan LTS-LCCR atau Rencana Jangka Panjang Pembangunan Rendah Karbon dan Tangguh Iklim yang dikoordinasi oleh BAPPENAS serta dieksekusi bersama oleh berbagai Kementerian

• Secara khusus, Kemendikbudristek RI berperan aktif mendorong penyadartahuan dan ketangguhan iklim dengan menjadikan Pendidikan Perubahan Iklim (Pendidikan perubahan iklim) sebagai salah satu isu prioritas dalam Kurikulum.

7 of 28

Tujuan Pendidikan Perubahan Iklim meliputi tiga aspek, yakni penalaran, sosial emosional, dan aksi.

• Penalaran: mengembangkan pengetahuan dan kecakapan berpikir ilmiah peserta didik untuk menghadapi tantangan krisis iklim.

• Sosial emosional: mendorong berkembangnya sikap dan karakter yang memampukan kolaborasi, negosiasi, serta komunikasi dalam merespons krisis iklim. Membangun keterampilan refleksi diri, nilai, sikap dan motivasi untuk mengembangkan kapasitas peserta didik dalam menghadapi krisis iklim.

• Aksi: memampukan peserta didik untuk bertindak bersama menanggulangi krisis iklim, dan membangun gaya hidup rendah karbon sesuai konteks daerah tempat tinggalnya.

Disadur dari: dokumen Naskah

Akademik Pendidikan Perubahan Iklim (2024)

8 of 28

9 of 28

Perubahan iklim adalah sesuatu yang dekat dan berdampak nyata pada kehidupan kita:

• Tahun 2023 memecahkan rekor tahun terpanas sepanjang masa, sengatan panas menyebabkan puluhan ribu orang meninggal atau jatuh sakit.

• 8 tahun terakhir telah menjadi tahun-tahun terpanas dalam catatan sejarah, dengan rekor suhu terpanas mencapai 50 derajat Celcius

• Penyebaran pandemi COVID-19, juga berbagai penyakit menular lain, dipermudah oleh suhu udara yang semakin hangat.

• Dalam 50 tahun terakhir, bencana yang terkait cuaca (hujan badai, banjir, puting beliung, kekeringan, dan sebagainya) meningkat hingga lima kali lipat (WMO, 2021).

• Dalam 10 tahun terakhir, sebanyak 21,6 juta orang di seluruh dunia terpaksa bermigrasi akibat perubahan iklim (IOM, 2022).

Tahukah Anda?

10 of 28

11 of 28

12 of 28

Prinsip Pelaksanaan Pendidikan Perubahan Iklim: R A M A H

Relevan - walaupun merupakan isu global,setiap daerah merasakan krisis iklim dengan cara yang berbeda-beda. Karena itu pendidikan perubahan iklim perlu relevan: memberikanpemahaman global, namun diterapkan sesuai keunikan konteks krisis iklim di daerah satuan pendidikan.

Afektif - pendidikan perubahan iklim perlu menginspirasi warga sekolah/peserta didik untuk mengambil peran aktif dalam merespons krisis iklim. Karena itu pendekatan afektif (menyentuh perasaan/emosi, menumbuhkan empati, membangun nilai dan etika) menjadi penting.

Merujuk pada pengetahuan - terdapat berbagai pengetahuan yang dapat melengkapi pemahaman kita terhadap isu krisis iklim, misalnya data ilmiah, informasi teknologi, kearifan lokal, bahkan informasi yang berasal dari alam

sekitar. Semua pengetahuan ini bermanfaat dan perlu dicari tahu bersama-sama dalam proses belajar di pendidikan perubahan iklim.

Aksi nyata - dampak yang diharapkan dari pendidikan perubahan iklim adalah meningkatnya aksi adaptasi dan mitigasi iklim. Karena itu pelaksanaannya perlu berorientasi pada tindakan nyata untuk memecahkan permasalahan krisis iklim di lingkungan satuan pendidikan.

Holistik - krisis iklim adalah isu lintas bidang, bukan hanya isu sains. Karena itu dalam kurikulum, pendidikan perubahan iklim dapat dipelajari dalam berbagai mata pelajaran bahkan menjadi bagian dari kokurikuler, ekstrakurikuler, dan budaya sekolah.

Diadaptasi dari: Climate Change Education Inside

and Outside the Classroom (tahun 2013)

13 of 28

Kompetensi Pendidikan Perubahan Iklim

14 of 28

Tangguh Iklim

Kapasitas seseorang atau suatu komunitas untuk menyadari dan merespons dampak perubahan iklim,

sehingga kesejahteraan serta kualitas hidupnya dapat tetap terjaga dalam situasi iklim yang sudah

berubah

15 of 28

16 of 28

17 of 28

18 of 28

19 of 28

Menurut UNESCO (2013), keberhasilan pendidikan perubahan iklim dipengaruhi faktor-faktor seperti:

1. Kesadaran dan komitmen pimpinan satuan pendidikan

2. SDM yang kompeten untuk mendidikkan isu iklim, baik pendidik yang sudah terlatih ataupun tenaga ahli dari luar satuan pendidikan

3. Adanya tim yang secara khusus mengelola proses pelaksanaan pendidikan perubahan iklim

4. Adanya sumber belajar yang mendukung

5. Pendanaan jangka panjang yang memadai

Pemimpin satuan pendidikan dapat mendorong

kemunculan dan perkembangan faktor-faktor

tersebut melalui berbagai kebijakan yang ter-

integrasi dalam kurikulum satuan pendidikan

(KSP)

20 of 28

21 of 28

22 of 28

23 of 28

Implementasinya pada

Kurrikulum Merdeka

Tema Project Based Learning dalam Kurikulum Merdeka

    • Bangunlah jiwa dan raganya.
    • Berekayasa dan berteknologi untuk membangun NKRI.
    • Bhinneka Tunggal Ika.
    • Gaya hidup berkelanjutan.
    • Kearifan lokal.
    • Kewirausahaan.
    • Suara demokrasi.

    • Pendidikan Perubahan Iklim.

24 of 28

Contoh kegiatan Pembelajaran Perubahan Iklim

25 of 28

Perubahan iklim memiliki hubungan yang erat dengan pendidikan karakter. Pendidikan karakter adalah proses pembentukan nilai-nilai, sikap, dan keterampilan yang diperlukan untuk menjadi individu yang bertanggung jawab, berempati, dan peduli terhadap lingkungan dan masyarakat

Korelasi Pendidikan Iklim dan Pendidikan Karakter

26 of 28

27 of 28

SDG 7 – Affordable and Clean Energy (Energi Bersih dan Terjangkau)

SDG 11 – Sustainable Cities and Communities (Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan)

Bertujuan untuk membuat kota dan pemukiman manusia inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan. Fokus pada perencanaan tata kota yang baik, akses terhadap transportasi umum, serta perlindungan dan pemulihan warisan budaya.

SDG 12 – Responsible Consumption and Production (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab)

Mencita-citakan pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan. Tujuan ini menekankan pentingnya efisiensi sumber daya, pengelolaan limbah yang tepat, dan pengembangan produk yang ramah lingkungan.

SDG 13 – Climate Action (Penanganan Perubahan Iklim)

Menargetkan upaya global untuk mengatasi perubahan iklim dan dampaknya. Tujuan ini mencakup pengurangan emisi gas rumah kaca, adaptasi terhadap perubahan iklim, dan peningkatan ketahanan terhadap bencana alam.

SDG 14 – Life Below Water (Ekosistem Lautan)

Bertujuan untuk melestarikan dan menggunakan secara berkelanjutan sumber daya laut. Fokus pada perlindungan ekosistem laut, pengurangan polusi plastik, dan penanggulangan praktik perikanan yang merugikan.

28 of 28

Thank You

Haturnuhun