1 of 22

Optimalisasi Kompetensi �Guru Dayah

Oleh:

Dr. Agus Salim Salabi, M.A.

Disampaikan pada Jumat, 4-Oktober 2024

2 of 22

Mukadimah

3 of 22

Mukadimah: Tantangan Guru di Pesantren (Dayah)

4 of 22

Tantangan Guru Dayah

Perkembangan teknologi menuntut guru untuk melek digital

  • Literasi digital guru di Indonesia masih rendah, terutama di daerah pedesaan dan pesantren. Survei oleh Kemendikbud tahun 2020 menunjukkan bahwa 40% guru mengaku kurang percaya diri dalam menggunakan teknologi digital untuk pembelajaran daring.
  • Hanya 35% guru di pesantren yang secara rutin menggunakan teknologi dalam pembelajaran sebelum pandemi. Sejak tahun 2021 hingga 2022, lebih dari 1.600 pesantren telah berhasil membuat website mereka sendiri, dan sekitar 1.125 pesantren berpartisipasi dalam pelatihan literasi digital (Kompas).
  • Menurut data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) 2022, 36% wilayah pesantren masih belum mendapatkan akses internet yang memadai, terutama di daerah pedesaan.

5 of 22

Tantangan Guru Dayah

Perubahan kurikulum dan kebutuhan siswa yang dinamis

  • Berdasarkan laporan Kementerian Agama 2021, kurang dari 50% pesantren yang mampu mengintegrasikan kurikulum umum dan agama secara seimbang, terutama pesantren salafiyah yang lebih fokus pada pendidikan agama tradisional.
  • Data dari Kemendikbudristek 2021 menunjukkan bahwa hanya 48% guru yang merasa mendapatkan pelatihan yang cukup untuk memahami dan menerapkan kurikulum Merdeka Belajar, yang menjadi tantangan bagi guru di pesantren yang memiliki sistem pendidikan yang berbeda.

6 of 22

Tantangan Guru Dayah

Minimnya pelatihan yang relevan di lapangan

  • Menurut data Kemendikbudristek tahun 2021, hanya sekitar 30% guru pesantren yang mengikuti pelatihan berbasis teknologi atau pedagogi modern. Ini jauh di bawah rata-rata guru di sekolah umum yang mencapai 60%.
  • Banyak pelatihan yang diselenggarakan untuk guru umum tidak relevan dengan kebutuhan spesifik pesantren, terutama terkait dengan integrasi teknologi dan pengajaran agama. Survey Kemenag 2022 menyebutkan bahwa 65% guru pesantren merasa pelatihan yang diikuti tidak sesuai dengan tantangan yang mereka hadapi di lapangan.

7 of 22

Tantangan Guru Dayah

Keterbatasan sumber daya di pesantren

  • berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) 2021, dari (kurang lebih) 28.000 pesantren di Indonesia, hanya sekitar 25% yang memiliki fasilitas digital yang memadai, seperti laboratorium komputer atau akses internet yang stabil. Pesantren di wilayah pedesaan terutama, menghadapi masalah minimnya dukungan fasilitas belajar, termasuk ruang kelas yang layak dan perpustakaan yang memadai.
  • Dana pendidikan yang diterima pesantren juga terbatas. Berdasarkan data dari Kementerian Agama, hanya sekitar 35% pesantren yang mendapatkan dukungan dana dari pemerintah pusat dan daerah, sedangkan sisanya bergantung pada donasi masyarakat.

8 of 22

Apa yang Harus Dilakukan?

  • Kompetensi guru sangat berperan penting dalam menentukan kualitas pendidikan.
  • Guru sebaiknya tetap menjaga tradisi lama yang baik dan mengambil (beradaptasi) dengan tradisi baru yang lebih baik.
  • المحافظة على القديم الصالح والأخذ بالجديد الأصلح
  • Guru perlu mengembangkan kompetensi profesional, pedagogis, sosial, dan kepribadian.

9 of 22

Jenis-jenis Kompetensi Guru

Kompetensi Pedagogis

Kompetensi Profesional

Kompetensi Sosial

Kompetensi Kepribadian

10 of 22

Strategi Pengembangan Kompetensi Pedagogis

Penyusunan RPP yang Fleksibel

Inovasi Metode Pembelajaran

Pemanfaatan Teknologi Pendidikan

11 of 22

Inovasi Metode Pembelajaran

Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning)

siswa dapat membuat proyek tentang lingkungan dengan mengadakan kegiatan bersih-bersih di sekitar pesantren dan menyusun laporan mengenai dampak kegiatan tersebut terhadap lingkungan.

Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning)

Menggunakan teknik pembelajaran kooperatif seperti Jigsaw, Numbered Heads Together, Peer Teaching, Case Study, dll., di mana siswa berpikir secara individual tentang pertanyaan tertentu, berdiskusi dengan pasangan mereka, dan kemudian berbagi hasil diskusi dengan kelas.

12 of 22

Pemanfaatan Teknologi Pendidikan

Platform Pembelajaran Daring (e-Learning)

Menggunakan platform seperti Google Classroom atau Edmodo untuk membagikan materi pelajaran, tugas, dan ujian secara online.

Aplikasi Pembelajaran Interaktif

Memanfaatkan aplikasi seperti Kahoot! atau Quizizz untuk membuat kuis interaktif yang menyenangkan.

Menggunakan video pembelajaran dari YouTube untuk menjelaskan konsep-konsep sulit, di mana siswa dapat menonton kembali jika diperlukan.

13 of 22

Strategi Pengembangan Kompetensi Profesional

Pelatihan dan Workshop Berkala

Belajar Mandiri dan Kolaborasi

Pengembangan Riset dan Publikasi

14 of 22

Kolaborasi dan Publikasi

Kelompok Studi

Misalnya, sekelompok guru dapat berkumpul secara rutin untuk mendiskusikan metodologi pengajaran dan berbagi sumber daya pendidikan yang mereka temukan.

Proyek Kolaboratif

Contoh konkret adalah proyek penelitian yang dilakukan secara tim, di mana setiap anggota memiliki tanggung jawab tertentu untuk menyusun laporan akhir.

Menulis dan menerbitkan artikel mengenai pengalaman mengajar mereka atau hasil penelitian yang telah dilakukan dalam jurnal ilmiah

Membangun blog di mana guru bisa berbagi pengalaman, metode pengajaran, dan hasil riset mereka. Ini juga memungkinkan kolaborasi dengan guru lain

15 of 22

Strategi Pengembangan �Kompetensi Sosial

Pendekatan Personal dengan Peserta Didik

Membangun Kerja sama dengan Orang Tua dan Masyarakat

Peran Aktif dalam Kegiatan Sosial Pesantren

16 of 22

Pendekatan Personal dengan �Peserta Didik

Konseling Individu

Misalnya, seorang guru dapat meluangkan waktu setiap minggu untuk bertemu dengan siswa secara individual, mendengarkan masalah yang mereka hadapi, dan memberikan bimbingan yang sesuai.

Aktivitas Mentor-Mentee

Setiap guru dapat mengambil beberapa siswa untuk dibimbing dalam perkembangan akademik dan sosial mereka.

17 of 22

Membangun Kerja sama dengan �Orang Tua dan Masyarakat

Kegiatan Sosial dan Kemanusiaan

Mengorganisir kegiatan sosial, seperti penggalangan dana untuk anak-anak yatim atau penyuluhan kesehatan di masyarakat sekitar.

Partisipasi dalam Kegiatan Budaya dan Agama

Mendorong siswa untuk terlibat dalam kegiatan budaya dan keagamaan, seperti perayaan hari besar Islam, festival budaya, atau acara seminar yang mengundang tokoh masyarakat.

18 of 22

Peran Aktif dalam Kegiatan Sosial Pesantren

Pertemuan Rutin dengan Orang Tua

Mengadakan pertemuan rutin dengan orang tua siswa untuk mendiskusikan kemajuan akademik dan sosial anak mereka.

Program Keterlibatan Masyarakat

Membangun kemitraan dengan masyarakat setempat melalui program-program sosial. Sebagai contoh, pesantren dapat mengorganisir bakti sosial, seperti pembersihan lingkungan atau penggalangan dana untuk kegiatan sosial, yang melibatkan siswa, orang tua, dan masyarakat.

19 of 22

Strategi Pengembangan Kompetensi Kepribadian

Penguatan Nilai-Nilai Karakter Guru

Peningkatan Kualitas Spiritual Guru

20 of 22

Penguatan Nilai-Nilai Karakter Guru �dan Peningkatan Kualitas Spiritual Guru�

Pelatihan Nilai-Nilai Karakter

Mengadakan pelatihan atau workshop bagi guru yang fokus pada penguatan nilai-nilai karakter, seperti kejujuran, disiplin, kerja sama, dan tanggung jawab.

Teladan Perilaku

Guru diharapkan untuk mempraktikkan sikap positif seperti sopan santun, disiplin dalam waktu, dan kejujuran dalam evaluasi.

Retreat Spiritual

Menyelenggarakan retreat di lingkungan yang tenang, di mana guru bisa melakukan refleksi, meditasi, dan diskusi tentang nilai-nilai keagamaan.

Pengajian Rutin

Mengadakan pengajian mingguan yang diisi dengan ceramah, diskusi, atau kajian kitab yang relevan.

21 of 22

Kesimpulan�Implementasi Strategi di Pesantren

Monitoring dan Evaluasi Berkala

Penggunaan Model Pembelajaran Kolaboratif

Program Pengembangan Berkelanjutan

22 of 22

Post-Test dan Refleksi