1 of 16

�����EEFEKTIVITAS OBAT KUMUR ECO ENZYME-CENGKEH DALAM MENGHAMBAT PERKEMBANGAN

BAKTERI Streptococcus mutans

SECARA IN VITRO

2 of 16

Latar Belakang

Mengapa Eco Enzyme?

70% sampah yang terbuang di TPA adalah SAMPAH ORGANIK yang menimbulkan bau tidak sedap di lingkungan serta memberi resiko terjadinya ledakan TPA (Pembusukan sampah organic juga menghasilkan gas metana).

Dengan membuat ECO-ENZYME, kita telah mengolah sebagian besar sampah kita dan MENGURANGI BEBAN TPA.

Produk yang kita gunakan di rumah sebagian besar mengandung bahan kimia sintetis yang BERBAHAYA bagi kesehatan manusia dan lingkungan.

Sayangi Bumi Sayangi Diri

3 of 16

  • Infeksi gigi merupakan infeksi bakteri yang paling umum namun sering diabaikan,
  • Mikroorganisme menginfeksi mulut dengan menggunakan gula yang kita makan mengasilkan dua produk utama:

1) asam laktat, yang menyebabkan enamel gigi mulai membusuk, dan

2) lapisan lengket pada gigi yang membentuk film, yang disebut plak gigi. menyebabkan karies pada gigi.

  • Streptococcus mutans (S. mutans) adalah bakteri yang paling penting dalam inisiasi dan perkembangan karies gigi (Manton, dkk, 2013).
  • Bahan kimia sintetik sebagai penghilang plak memiliki efek samping yang invasif sehingga masyarakat lebih memilih menggunakan sediaan herbal.(Gupta et al., 2014).
    • Berkumur dengan herbal yang memiliki aktivitas antimikroba, antara lain cengkeh (Syzygium aromaticum), lidah buaya (Aloe vera), daun sirih (Piper betle), dan kemangi (Ocimum sanctum)
    • Bahan tradisional yang mengandung enzim, seperti nenas (Ananas comosus) dan getah pepaya (Carica papaya) yang kaya akan enzim bromelin dan papain; enzim proteolitik yang terbukti menghilangkan noda dengan melarutkan lapisan pelikel protein plak (Tadikonda, 2017).

4 of 16

Dikembangkan sediaan obat kumur yang berbahan eco enzyme.

  • Eco enzyme atau garbage enzyme (enzim sampah) pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Rosukon Poompanvong pada awal tahun 1980-an.
  • Berasal dari fermentasi anaerobik (tanpa O2) kulit buah yang mengandung berbagai enzim katalitik lipase, tripsin, amilase, dan dapat menghambat pertumbuhan bakteri patogen;
  • Mengandung alkohol dan asam organik yang memiliki aktivitas antimikroba dan digunakan sebagai antiseptik.

Untuk menambah aktivitas antibakterinya akan ditambahkan cengkeh ke dalam eco enzyme dan difermentasi kembali selama 1 bulan (fermentasi kedua).

5 of 16

Penelitian eksperimental laboratorium menggunakan post test only control group design, dengan cara mengukur diameter hambatan pertumbuhan bakteri S. mutans yang ditumbuhkan pada media Mueller Hinton Blood, setelah penambahan bahan coba eco enzyme - cengkeh dengan konsentrasi 0,25%; 0,5% dan 1%.

6 of 16

RUMUSAN MASALAH

  1. Apakah penggunaan Eco enzyme yang diperkaya dengan buah cengkeh efektif dalam menghambat perkembangan bakteri Streptococcus mutans secara in vitro ?

  • Pada penambahan bahan coba eco enzyme - cengkeh dengan konsentrasi 0,25%; 0,5% dan 1%, mana yang memiliki daya hambat optimal?

7 of 16

TUJUAN PENELITIAN

  • Tujuan umum

Mengetahui seberapa jauh efektivitas eco enzyme yang diperkaya dengan buah cengkeh dalam menghambat perkembangan bakteri Streptococcus mutans secara in vitro ?

Tujuan khusus penelitian adalah:

  • Menentukan efektivitas daya hambat sediaan Eco Enzyme – cengkeh terhadap perkembangan bakteri Steptococcus mutans secara in vitro,
  • Pada penambahan bahan coba eco enzyme - cengkeh dengan konsentrasi 0,25%; 0,5% dan 1%, mana yang memiliki daya hambat optimal?

8 of 16

MANFAAT PENELITIAN

Dari penelitian ini dapat diketahui :

  • Efektivitas daya hambat Eco Enzyme – cengkeh terhadap perkembangan bakteri Steptococcus mutans secara in vitro,
  • Pada penambahan bahan coba eco enzyme - cengkeh dengan konsentrasi 0,25%; 0,5% dan 1%, mana yang memiliki daya hambat optimal?

9 of 16

KAJIAN TEORI

Daya antibakteri terhadap Streptococcus mutans dilihat dari zona hambatan yang terbentuk di sekitar pertumbuhan koloni Streptococcus mutans pada media agar Muller-Hinton Blood dalam sungkup lilin yang telah diberi disk kertas saring yang mengandung eco enzyme - cengkeh dengan berbagai konsentrasi selama 24 jam – 48 jam.

10 of 16

METODE PENELITIAN

Pembuatan eco enzyme:

  • Disiapkan wadah plastik kedap udara bervolume 5 liter,
  • Gula merah sebanyak 300 gram diserut dan dimasukkan ke dalam wadah berisi air 3 liter,
  • Disiapkan limbah dapur kulit buah terpilih sebanyak 900 gram, minimal kulit buah 5 macam, diutamakan yang kaya enzim (misalnya kulit pepaya, nenas, jeruk),
  • Bahan dicuci bersih, jika perlu direndam sebelumnya dengan latutan eco enzyme – air (1:300) selama 45 menit, kemudian dipotong kecil-kecil dengan pisau keramik. Untuk membuat enzim beraroma segar, ditambahkan lebih banyak kulit jeruk/lemon,
  • Dimasukkan kulit buah ke dalam wadah yang berisi larutan gula, wadah ditutup rapat dan dipastikan kedap udara, lalu diberi selotip untuk mencegah kontaminasi,
  • Selama bulan pertama, gas akan dikeluarkan selama proses fermentasi, tekanan yang terbentuk di dalam wadah dikurangi dengan cara melonggarkan sedikit tutup wadah tanpa membukanya, untuk menghindari agar wadah tidak pecah,

11 of 16

  • Wadah ditempatkan di tempat yang sejuk, kering dan berventilasi baik dan terhindar dari sinar matahari langsung. Fermentasi dilakukan selama minimal 3 bulan. Dilakukan pengamatan intensif di awal masa fermentasi untuk mencegah kebocoran wadah atau hal lainnya yang dapat terjadi,
  • Pemanenan dilakukan dengan cara penyaringan menggunakan saringan bersih dan ditampung di dalam wadah untuk fermentasi kedua eco enzyme,
  • Fermentasi kedua dilakukan dengan merendam cengkeh (sebanyak 10% dari jumlah larutan eco enzyme) selama 1 bulan; setela 1 bulan dilakukan pemanenan dengan cara penyaringan menggunakan saringan bersih dan ditampung di dalam wadah obat kumur,
  • Dilakukan pengamatan organoleptik. Warna ideal eco enzyme adalah coklat kuning sampai coklat tua dengan wangi fermentasi asam dan cengkeh yang khas. Uji mutu eco enzyme yang dilakukan meliputi penetapan pH, eco enzyme yang baik memiliki pH yang kurang dari 4.

12 of 16

Uji Aktivitas Anti Bakteri S. mutans secara in vitro �

Alat

Bahan

  • Petridish,
  • Tabung reaksi,
  • Pinset,
  • Kapas lidi steril,
  • Sterilisator,
  • Dry heat,
  • Inkubator,
  • Anaerobic jar,
  • Api bunsen,
  • Object glass,
  • Mikroskop,
  • Jangka sorong,
  • Mikropipet,
  • Timbangan,
  • Tabung Erlenmeyer,
  • Microwave.
  • Streptococcus mutans.
  • Eco enzyme - cengkeh,
  • NaCl 0,9%,
  • Kristal violet,
  • Lugol,
  • Safranin,
  • Alkohol 96%,
  • Minyak emersi,
  • Agar darah,
  • Media Muller Hinton agar,
  • Aquabidest steril Etanol.

13 of 16

Cara Kerja

  1. Petridish, tabung reaksi, pinset, object glass, dan tabung erlenmeyer dicuci terlebih dahulu dengan sabun antiseptik dan dimasukkan ke dalam sterilisator dry heat bersama dengan kapas lidi steril untuk disterilkan dengan suhu 170 ºC selama 10-15 menit sedangkan untuk media disterilkan (sterilisasi basah) dalam autoclave pada suhu 121° selama 2 jam,
  2. Pelaksanaan uji daya hambat bakteri, yaitu Bakteri S. mutans diambil dengan menggunakan ose steril kemudian dioleskan secara merata di atas media Mueller Hinton Blood steril. Larutan eco enzyme-cengkeh yang ditambah dengan air dengan perbandingan 0,25%; 0,5%; dan 1,0% serta kontrol negatif diletakkan diatas media Mueller Hinton Blood yang telah berisi bakteri S. mutans dan diinkubasi dalam inkubator pada suhu 370C selama 18-24 jam. Selanjutnya dilakukan pengamatan dan pengukuran pada sampel. Pengamatan dilakukan setelah 18–24 jam masa inkubasi, dimana daerah bening merupakan petunjuk kepekaan bakteri terhadap antibakteri yang digunakan sebagai bahan uji. Pengukuran dinyatakan dengan lebar diameter zona hambat, menggunakan jangka sorong dalam satuan millimeter (mm). �

14 of 16

  1. Diameter zona hambat tersebut dikategorikan kekuatan daya antibakterinya berdasarkan penggolongan Davis dan Stout, yaitu diameter zona bening ≥20 mm menunjukkan daya hambat sangat kuat, diameter zona bening 10–20 mm menunjukkan daya hambat kuat, diameter zona bening 5–10 mm menunjukkan daya hambat sedang dan diameter zona bening 2–5 mm menunjukkan daya hambat lemah.

15 of 16

Pengujian Organoleptik�

  • Pengujian ini bertujuan untuk mengamati dan mengetahui aroma, warna, dan rasa eco enzyme-cengkeh murni dan yang telah diencerkan dengan air.

16 of 16

TERIMA KASIH!