Soal test
Petunjuk:
Evaluasi pre test ini bertujuan untuk menentukan kelulusan anda. Jawab dengan sebaik – baiknya.
Nama *
Your answer
Nim *
Your answer
Prodi *
Your answer
Kemampuan baca Al-qur'an
1. Al-Quran adalah pedoman hidup bagi setiap orang beriman. Oleh karena itu setiap muslim dan muslimah harus bisa membaca dan melafalkan Al-Quran dengan baik dan benar *
2. Bacaan Al-Quran ayang baik dan benar adalah bacaan dengan suara dan lagu yang indah dan merdu, meskipun tidak sesuai dengan kaidah – kaidah tajwidnya *
3. Faedah ilmu tajwid dalam membaca Al-Quran adalah untuk menjaga dan memelihara lidah dari kesalahan *
4. Pada dasarnya tajwid ialah membaguskan penulisan huruf demi huruf serta mengenal cara – cara pemberhentian bacaan *
5. Menurut saya seorang muslim/muslimah dianggap sudah baik bila ia sudah taat mengerjakan ibadah meskipun tidak bisa membaca Al-Quran. *
Tayamum
1. Disunnahkan dalam berwudhu mendahulukan membasuh anggota sebelah kanan daripada yang sebelah kiri *
2. Anggota tayamun sama dengan anggota wudhu *
3. Tayammum akan batal oleh segala sebab yang membatalkan wudhu. *
Bimbingan Shalat Bagi Pasien Sakit
1. Shalat adalah salah satu ibadah fardhu’ain dalam artian wajib dilaksanakan oleh setiap pribadi muslim yang mukallaf *
2. Tata cara shalat orang sakit sama dengan shlat orang sehat *
3. Ketika seseorang sakit, maka dia dibolehkan tidak shalat sebagai bentuk keringan yang diberikan ALLAH SWT *
4. Dalam kondisi sakit, shalat boleh dilakukan dengan berbaring atau duduk jika seseorang tidak mampu melakukan shalat berdiri. *
5. Diantara bentuk keringanan yang diberikan ALLAH SWT kepada orang sakit adalah dibolehkan menjamak dan mengQhasar shalat. *
Sakratul Maut
1. Tidak ada satu umatpun yang dapat mendahului ajalnya dan tidak (pula) dapat mengundurkannya *
2. “Kembali Kepada ALLAH, SWT” artinya keluar dari kehidupan dunia dan masuk dalam kehidupan yang lain *
Penyelenggaraan Jenazah
1. Setiap orang muslim yang meninggal dunia harus dimandikan, dikafani dan dishalatkan terlebih dahulu sebelum dikuburkan. Hukum memandikan jenazah orang muslim menurut jumhur ulama adalah fadhu kifayah *
2. Orang yang lebih afdhal memandikan dan mengkafani mayat laki – laki adalah orang yang diwasiatkannya, kemudian Bapak, Kakek, Keluarga terdekat dari pihat wanita, muhrimnya bdan istrinya. *
3. Jika seorang perempuan meninggal dunia sedangkan yang masih hidup semuanya laki – laki, dan dia tidak punya muhrim atau suami, kemudian sebaliknya bila seorang laki – laki meninggal dunia, serta yang hidup perempuan saja serta tidak punya muhrim serta istri, maka mayat tidak wajib dimandikan tetapi cukup ditayamumkan oleh salah seorang dari mereka dengan memakai lap tangan. *
4. Jumlah lapisan kain kafan untuk mayat perempuan disunatkan lima lapis kain putih. Cara mempergunakannya adalah: Lembar pertama dibentang sebelah bawah (paling bawah) untuk membungkus seluruh mayat. Lembar kedua dibentangkan sebelah bagian kepala untuk kerudung (tutup kepala). Lembar ketiga dibentangkan dari bahu sampai ke pinggang untuk baju kurung. Lembar keempat dibentangkan dari sampai ke kaki untuk kain sarunge. Lembar kelima di bentangkan pada bagian pinggul untuk rok. *
5. Jika jumlah kain kafan yang ada hanya bisa mengkafani sebagian tubuh jenazah saja, maka cara mengkafaninya adalah mempergunakan kain kafan tersebut untuk menutupi (mengkafani) mulai dari leher sampai ujung kaki, sdangkan kepala di kafani dengan kertas, atau dengan daun- daunan, dan lainnya yang dibolehkan memakainya. *
Shalat Jenazah
1. Shalat jenazah hukumnya fardhu kifayah, tata cara pelaksanaannya seperti shalat biasa, yang terdiri dari empat rakaat. Pada rakaat pertama dibaca surat Al fatihah, pada rakaat kedua dibaca shalawat atas nabi, pada rakaat ketiga doa untuk simayat, pada rakaat keempat doa untuk untuk orang yang tinggal, akhirnya ditutup dengan salam. *
2. Bacaan shalat disikon (dilambatkan), imam berdiri sejajar dengan kepala mayat, kalau mayatnya laki – laki, dan sejajar dengan pinggang kalau mayatnya perempuan, sedangkan bilangan shalatnya harus ganjil *
3. Pelaksanaan shalat jenazah tidak dtentukan waktunya, dengan syarat di dahului dengan azan dan iqamah, dihadiri oleh karib kerabat dan menjadi imam anak kandung dari jenazah yang dishalatkan. *
Submit
Never submit passwords through Google Forms.
This content is neither created nor endorsed by Google. Report Abuse - Terms of Service