Pengukuran Faktor-Faktor Berpengaruh terhadap Disiplin PNS
Pengukuran variabel dengan skala Likert,
dibahas secara kualitatif dan kuantitatif.
Instansi *
Your answer
Jabatan *
Your answer
Masa Kerja *
Your answer
Usia *
Your answer
Jenis Kelamin *
Your answer
1. Faktor Geografis
(jarak tempat tinggal pegawai ke tempat tugas)
Pegawai yang tidak disiplin dalam kehadiran (sering tidak masuk kantor) rata rata adalah pegawai yang jarak tempat tinggalnya jauh (satu jam perjalanan atau lebih) *
Pegawai yang tidak disiplin dalam kehadiran (sering tidak masuk kantor) rata rata adalah pegawai yang mengalami kesulitan mendapatkan sarana transportasi menuju ke kantor *
Pegawai yang tidak disiplin dalam kehadiran (sering tidak masuk kantor) rata rata adalah pegawai yang mengalami kesulitan mendapatkan sarana transportasi menuju ke kantor *
2. Faktor Kepemimpinan
(keteladanan, ketegasan, kepedulian, sosialisasi nilai,dll)
Pimpinan dalam instansi tegas dalam menindak pegawai yang tidak disiplin dalam hal kehadiran *
Pimpinan memberikan keteladanan dalam hal kehadiran (hadir tepat waktu,tingkat kehadiran tinggi) *
3. Faktor Mentalitas dan motivasi
(komitmen, tanggungjawab, ketaatan, loyalitas,sikap kerja, kepuasan, dll )
Pegawai memiliki komitmen dan tanggung jawab yang baik terhadap tugasnya di instansi *
Pegawai memiliki motivasi yang tinggidalam berkarir di instansi *
4. Faktor Lingkungan Sosial/Keluarga
(keharmonisan, hubungan kekeluargaan,dll)
Pegawai yang tingkat ketidakhadirannya tinggi bermasalah dalam lingkungan sosialnya (masalah keluarga, dsb) *
Masalah sosial yang dihadapi pegawai berpengaruh pada motivasi pegawai untuk masuk kerja *
5. Faktor Lingkungan Kantor
(kenyamanan kerja, fasilitas, keamanan, dll)
Ketidakhadiran pegawai diakibatkan karena kondisi kantor yang tidak nyaman *
Fasilitas bagi pegawai yang disediakan kantor tidak memadai *
6. Faktor Kondisi ekonomi
(tunjangan, gaji, penghasilan, keuangan keluarga, fasilitas pribadi, dll)
Pegawai kurang mendapatkan kesejahteraan ekonomi *
Kurangnya fasilitas dan tunjangan darikantor memicu tingginyaketidakhadiran pegawai *
7. Faktor Manajemen Organisasi
(Pengorganisasian dan Pengawasan) (kebijakan-kebijakan teknis, regulasi, sistem kendali, sistem evaluasi dan pemantauan, sistem politik birokrasi, dll)
Pengorganisasian dan pengawasan dari instansi dan pimpinan kurang terhadap aspek ketidakhadiran pegawai *
Penegakan regulasi dan kebijakan yangada tentang ketidakhadiran pegawaibelum optimal *
8. Budaya Organisasi
(permisivitas, sistem kebiasaan, nilai-nilai yang dianut bersama, pemaknaan nilai kearifan lokal, slogan-slogan, dll)
Ketidakhadiran pegawai sudah menjadi kebiasaan yang mengakar sehingga halitu dianggap biasa saja/ bukan pelanggaran *
Pegawai yang sering tidak hadircenderung menganggap remeh nilai nilaidan budaya organisasi *
9. Kualifikasi
(tingkat pendidikan, latar belakang pendidikan, dll)
Pegawai dengan strata pendidikan tertentu lebih sering tidak hadir dibanding pegawai dengan strata pendidikan lain yang berbeda *
Latar belakang pendidikan pegawai berpengaruh pada ketidakhadiran pegawai *
10. Kompetensi
(profesionalisme, pengetahuan tentang manajerial dan eksisting penguasaan terhadap tugas dan fungsi, dll)
Banyak pegawai yang sering tidak hadir kurang menguasai tugas dan fungsi yang didelegasikan oleh atasan *
Kurangnya pemahaman tentang profesionalisme dalam bekerja mengakibatkan tingkat ketidakhadiran pegawai tinggi. *
Tanggal *
MM
/
DD
/
YYYY
Nama Responden *
Your answer
Submit
Never submit passwords through Google Forms.
This content is neither created nor endorsed by Google.