Namaku Rania. Aku duduk di kelas 6 SD. Pagi itu aku bergegas bangun.
Kulihat jam dinding di kamarku menunjukkan pukul 6 pagi. Biasanya aku harus
bangun pukul 5 pagi karena aku masuk pukul 7 pagi. Aku langsung terhentak.
Tidak lama, langsung kumasukkan buku pelajaran, buku tulis, dan kotak pensil. Oh,
ada buku gambar! Tetapi, aku memerlukannya di hari Selasa dan Rabu. Ini hari
Senin, jadi aku tidak membawa buku gambar.
Setelah itu, aku bergegas menuju kamar mandi. Setelah mandi, aku
bergegas mengenakan bajuku. Selanjutnya aku ke meja makan dan melahap makanan.
Namun, aku heran kenapa di meja makan hanya ada aku saja. Karena berpikir aku
sudah kesiangan, aku tidak menghiraukannya.
"Aku pergi dulu, Ma!" kataku.
"Lho, kamu mau ke mana,
Nak?" tanya Mama dari dapur.
Tetapi, aku tidak mendengarkannya. Aku berlari secepat mungkin.
Sekolahku tidak jauh dari rumah. Hanya 10 menit berjalan kaki.
Aku pun tiba di sekolah. Aku hanya menemukan Pak Gino, tukang kebun
sekolahku.
"Rania, kenapa terlihat lelah sekali?" tanya Pak Gino.
"Pak, kenapa gerbangnya sudah ditutup? Aku kan sampai sebelum
pukul 7," kata Rania terengah-engah.
"Ini kan hari Minggu, Rania. Sekolah libur," kata Pak Gino
sembari tersenyum.
"Hah??!!" mata Rania
terbelalak.
Sesampainya di rumah, Kak Kika meledeknya.