Pre Order Buku Kemiri Yori
Sejak akhir 2017 kemarin, Book For Mountain berusaha menulis buku cerita anak yang disesuaikan dengan kondisi lokasi project perpustakaan selanjutnya, yaitu Desa Mulakoli di kaki Gunung Ebulobo, Flores.

Dalam penulisan buku cerita ini, Book for Mountain dibantu oleh ilustrator muda dan berbakat yang bersedia bekerja secara sukarela: Adi Noer Hidayah, Muhammad Firdaus Alfansuri, Rian Jati, dan Niniek Febriany. Setelah mengidentifikasi potensi dan permasalahan Desa Mulakoli, kami memutuskan untuk mengangkat pertanian kemiri yang ada disana sebagai konten cerita di seri buku ini.

Adalah Yori, seorang anak yang tidak sengaja menemukan tunas kemiri lalu kemudian bersama kakek dan teman-temannya ia menanam, merawat, dan mengolah tanaman kemiri hingga dapat digunakan oleh bangsa lain di dunia.

Selain sebagai sarana pendidikan karakter, buku ini bertujuan untuk menanamkan kebanggaan dan kemuliaan atas profesi petani, kesadaran untuk menggunakan pupuk serta penangkal hama alami, serta pengetahuan akan pengelolahan kemiri secara mandiri.

PAKET KEMIRI YORI
1. Buku Pertama Yori dan Air Hujan

Sore itu, Yori berjalan pulang dari sumber air bersama kedua temannya. Ember air digantungkan di alat permainan oto soa mereka. Di tengah jalan, Yori lalu menemukan sebuah kemiri bertunas. Ia kemudian berlari pulang secepat kilat. Ia ingin sekali menanam kemiri bertunas ini!

Dibantu oleh kakeknya, Yori pun menanam tunas kemiri tersebut. Sayangnya, karena desa tempat tinggal Yori selalu mengalami kekeringan, maka tanaman kemiri Yori tidak bisa tumbuh dengan baik. Waduh, bagaimana ya?
Kakek pun mengajak Yori untuk membuat penadah air hujan sederhana, karena kebetulan sebentar lagi akan turun hujan. Setelah itu, walaupun sedang musim kemarau, Yori memiliki cukup air untuk menyirami tanaman kemirinya.

2. Buku Ke-2 Yori dan Pupuk Alami
Tanaman kemiri Yori kini sudah berumur tiga bulan. Ia bertumbuh tapi kenapa ya kok tidak setinggi tanaman kemiri lain?
Kakek Yori lalu menjelaskan bahwa seperti halnya manusia, tanaman juga butuh nutrisi agar bertumbuh besar dan lebat. Kakek Yori lalu mengajaknya untuk mengumpulkan sisasisa sayuran dan buah-buahan busuk, serta daun-daun kering yang ada di sekitar rumah untuk dijadikan pupuk alami. Bersama kakek, Yori pun belajar membuat pupuk sendiri.
Kini tanaman kemiri Yori bertumbuh lebat. Ia pun mengajak teman-temannya untuk membuat pupuk sendiri.

3. Buku Ke-3 Yori dan Ulat Kantong
Ketika sedang memangkas ranting-ranting tanaman kemirinya, Yori tiba-tiba menemukan bahwa beberapa daun tanamannya berlubang. Wah, ada apa ini??
Kakek lalu menjelaskan kepada Yori bahwa itu disebabkan oleh hama tanaman bernama ulat kantong. Yori pun panik, tetapi kakek berkata bahwa hama ini sangat mudah diatasi.
Kakek pun mengajak Yori untuk membuat penangkal hama dari petromaks yang ada di gudang rumah mereka. Cara membuatnya mudah dan cepat. Keesokan harinya, beberapa belatung pun tertangkap oleh penangkal hama tersebut.
Hari panen raya pun tiba, semua penduduk desa bersuka cita, begitu pun Yori dan kakek. Mereka memanen tanaman kemiri Yori.

4. Buku Ke-4 Petualangan Sang Kemiri
Hasil panen kemiri Yori pun dibawa ke Koperasi Mulakoli Maju. Disana, kemiri diolah secara mandiri melalui mesin pengolahan sederhana. Produk dari Koperasi Mulakoli Maju ini pun didistribusikan ke berbagai negara di dunia.
Di Tonga, pasta kemiri digunakan menjadi sabun dan shampoo. Di belahan dunia lain, seperti di Afrika Selatan, kemiri digunakan sebagai bumbu masakan di berbagai restoran Asia. Aplikasi kemiri juga sangat berbeda di negara Belanda. Mereka menggunakan kemiri sebagai campuran Tung Oil untuk mengecat bangunan mereka. Beberapa negara lain menggunakan kemiri sebagai minyak penyubur rambut ataupun bahan baku obat pencahar.

Next
Never submit passwords through Google Forms.
This content is neither created nor endorsed by Google. Report Abuse - Terms of Service