Masterclass merupakan sesi pembelajaran intensif yang mempertemukan peserta dengan praktisi, akademisi, dan pelaku budaya untuk memperdalam pemahaman sekaligus menghasilkan solusi dan karya yang relevan dengan tema Living Heritage Lab.
Program ini mengedepankan pembelajaran kolaboratif yang mengintegrasikan pengetahuan, pengalaman lapangan, dan praktik kreatif dalam mengoptimalkan warisan budaya sebagai sumber inovasi dan pembangunan berkelanjutan.
Proses pembelajaran dirancang melalui lima tahapan, yaitu Immersion (memahami sejarah dan konteks lokal), Exploration (mengidentifikasi potensi dan tantangan), Creation (mengembangkan karya melalui praktik intensif), Reflection (evaluasi dan penyempurnaan), serta Output (menghasilkan produk atau solusi nyata). Seluruh rangkaian dikelola secara sistematis melalui mekanisme dispatch, mulai dari pembukaan, pembagian kelompok, sesi masterclass, hingga presentasi hasil.
Kegiatan berlangsung di berbagai ekosistem budaya di Ternate,
Kegiatan pararel bersamaan tersebut dilakukan di 5 lokasi berbeda & peserta yang ikut hanya bisa memilih salah satu kegiatan tersebut ketika mendaftar.
Berikut adalah pilihan dikegiatan masterclass :
- Kegiatan Gastronomi di Cengkeh Afo.
- Kegiatan Living Museum di Batu Angus.
- Kegiatan Culturan Economy di Benteng Oranje.
- Kegiatan Pengolahan Bambu di Kadaton Ici (Buku Bendera).
- Kegiatan Seni Grafis di Benteng Tolukko.
Kuota peserta Masterclass dibatasi maksimal 20 (dua puluh) orang. Panitia berhak menutup pendaftaran sewaktu-waktu apabila kuota telah terpenuhi.