EVALUASI PASCA PELATIHAN KELUARGA SEHAT (UNTUK ALUMNI PESERTA)
Petunjuk Pengisian

- Evaluasi paska pelatihan ini dilakukan untuk mengetahui hasil (efektivitas) Pelatihan Keluarga Sehat yang telah saudara ikuti. Hasil analisis tersebut akan dipergunakan sebagai bahan penyempurnaan penyelenggaraan pelatihan serupa yang akan dilakukan pada waktu berikutnya.

- Evaluasi dan intrumen ini tidak berkaitan dengan penilaian kinerja saudara, untuk itu berikan jawaban saudara sesuai
dengan petunjuk yang telah disediakan dengan sebenar-benarnya sesuai dengan yang saudara rasakan / alami selama ini.

- Seluruh isian / jawaban yang saudara berikan secara jujur dan ikhlas merupakan kebanggaan kami, karena saudara telah berani dan peduli terhadap peningkatan mutu layanan penyelenggaraan pelatihan.

A. IDENTITAS RESPONDEN
Nama Responden (Alumni Peserta Latih):
Your answer
Jabatan:
Your answer
Puskesmas:
Your answer
Kabupaten/kota:
Pendidikan:
Your answer
Lama Bekerja:
Your answer
Masa Bekerja Jabatan Sekarang:
Your answer
Umur:
Your answer
B. Intrumen EPP Pelatihan Keluarga Sehat Berdasarkan Tujuan Pelatihan
(Kegiatan – kegiatan yang sudah dilakukan di tempat tugas setelah pelatihan)
1. Konsep pendekatan keluarga yang tertuang dalam Kebijakan PIS PK adalah salah satu cara Puskesmas untuk meningkatkan jangkauan sasaran dan mendekatkan/meningkatkan akses pelayanan kesehatan di wilayah kerjanya dengan mendatangi keluarga
Berilah penilaian pada lingkaran yang tersedia di bawah pilihan jawaban atas pernyataan-pernyataan yang menurut Bapak/Ibu paling sesuai.
2. Pendekatan keluarga yang holistik akan memberikan penguatan ke Puskesmas dengan mengintegrasikan kegiatan dalam tahapan manajemen puskesmas dari P1 (Perencanaan), P2 (Penggerakan-Pelaksanaan), dan P3 (Pengawasan-Pengendalian-Penilaian)
3. Pelaksanaan JKN dilakukan dengan strategi perluasan sasaran dan manfaat (benefit), serta kendali mutu dan biaya untuk tercapainya keluarga-keluarga sehat
4. Anti korupsi merupakan pencegahan di dalam rangka meningkatkan kesadaran individu untuk tidak melakukan korupsi dan bagaimana menyelamatkan uang dan aset negara
5. Faktor penyebab langsung kematian ibu yang berhubungan dengan komplikasi kehamilan, Kesehatan persalinan dan nifas seperti perdarahan, preeklampsia / eklampsia, infeksi, persalinan macet dan abortus
6. Keluarga Berencana (KB) membantu mewujudkan menuju kehamilan sehat dengan mengatur jarak kehamilan, dimana wanita seharusnya menunggu hingga usia 20 tahun, untuk hamil yang pertama
7. Imunisasi merupakan suatu upaya untuk menimbulkan/meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit sehingga bila suatu saat terpajan dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan
8. Buku KIA merupakan satu-satunya alat pencatatan pelayanan kesehatan ibu dan anak sejak ibu hamil, melahirkan dan selama nifas hingga bayi yang dilahirkan berusia 6 tahun (prasekolah)
9. Instrumen pendataan indikator persalinan di fasilitas pelayanan Kesehatan Berlaku untuk Ibu yang memiliki Anggota Keluarga berumur < 12 bulan
10. ASI Eksklusif merupakan pemberian hanyaASI saja kepada bayi sejak dilahirkan tanpa makanan atau minuman lain sampai bayi berusia 6 (enam) bulan
11. Pemantauan pertumbuhan anak dapat dilakukan melalui penimbangan berat badan anak setiap bulan di Posyandu atau fasilitas kesehatan dan perkembangan anak merupakan bertambahnya stuktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara dan bahasa , sosialisasi dan kemandirian
12. Buku KIA memuat informasi yang lengkap tentang pemenuhan gizi dan perkembangan anak, meliputi informasi tentang kebutuhan gizi balita serta catatan pertumbuhan menggunakan Kartu Menuju Sehat (KMS) dan skrining perkembangan balita
13. Instrumen pendataan Indikator Pemantauan Pertumbuhan dan Perkembangan anak berlaku untuk Anggota Keluarga berumur 2-59 bulan
14. TB dapat menyerang siapa saja, terutama menyerang usia produktif/masih aktif bekerja (15–50 tahun) dan anak-anak, dapat menyebabkan kematian dan apabila tidak diobati, 50% dari pasien akan meninggal setelah 5 tahun
15. Instrumen pendataan Indikator TB, jika di keluarga terdapat anggota keluarga usia >15 tahun menderita batuk sudah 2 (dua) minggu berturut-turut belum sembuh atau didiagnogsis sebagai penderita Tuberkulosis (TB) Paru, penderita tersebut berobat sesuai dengan petunjuk dokter/petugas kesehatan.
16. Diagnosis hipertensi ditegakkan bila tekanan darah > 140/90 mmHg, dan bila salah satu baik sistolik maupun diastolik meningkat sudah cukup untuk menegakkan diagnosis hipertensi
17. Gangguan jiwa dapat ditunjukkan dengan bermacam-macam gejala diantaranya adalah gejala gangguan pada pikiran, perasaan, dan perilaku, yang dapat disertai keluhan fisik, dan mengganggu fungsi sehari-hari
18. Pencantuman informasi dan peringatan kesehatan bergambar pada kemasan rokok, diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang bahaya merokok terhadap kesehatan diri sendiri maupun orang lain atau lingkungan sekitarnya
19. Instrumen pendataan Indikator merokok, Jika tidak ada seorang pun anggota keluarga yang sering atau kadang-kadang menghisap rokok atau produk lain dari tembakau, termasuk jika anggota keluarga tidak pernah atau sudah berhenti dari kebiasaan menghisap rokok atau produk lain dari tembakau
20. Sarana air bersih yang sehat harus memperhatikan sumber air/kualitas airnya, konstruksi sarananya yang memenuhi syarat dan lingkungan sekitar terutama sumber pencemar.
21. Jamban sehat merupakan jamban yang memenuhi standar dan persyaratan kesehatan antara lain tidak mengakibatkan terjadinya penyebaran langsung bahan-bahan yang berbahaya bagi manusia akibat pembuangan kotoran manusia dan dapat mencegah vektor pembawa untuk menyebarkan penyakit pada pemakai dan lingkungan sekitarnya.
22. Komunikasi merupakan proses penyampaian pesan baik dalam bentuk verbal, non verbal maupun emosional antara komunikator kepada komunikan, sehingga terjadi proses saling berbagi informasi satu sama lain untuk mencapai saling pengertian dan saling memiliki.
23. Komunikasi interpersonal pada kunjungan rumah sebagai implementasi program PIS PK oleh tenaga Puskemas dengan melakukan interaksi dari individu ke individu atau dari individu dengan anggota keluarga, bersifat dua arah, kemudian menyampaikan pesan/informasi Keluarga Sehat yang disampaikan dalam bentuk verbal dan non verbal, dengan tahapan Salam, Ajak bicara, Jelaskan, Ingatkan (SAJI).
24. Keberhasilan pengumpulan data di lapangan sangat ditentukan oleh pelatihan, pengorganisasian, persiapan, penyelenggaraan kegiatan dan kegiatan pasca lapangan
25. Saya telah mengimplementasikan penggunaan aplikasi keluarga sehat berbasis web dari mulai pendataan, verifikasi kuesioner, entri data dan analisa data
Next
Never submit passwords through Google Forms.
This content is neither created nor endorsed by Google. Report Abuse - Terms of Service