HARAP DIPERHATIKAN
1. FORMULIR INI KHUSUS BAGI YANG TIDAK MEMILIKI AKUN TOKOPEDIA dan SHOPEE.
2. Bagi yang memiliki akun tokopedia silahkan membeli buku ini di link berikut:
http://bit.ly/PObukuKLI1Tokped (MAU NGASIH TAHU AJA! Sedang ada program free ongkir lewat aplikasi tokopedia)
3. Bagi yang ingin memesan melalui SHOPEE, SILAHKAN KLIK LINK BERIKUT
https://bit.ly/bukuKLIshopee4. Bagi yang tidak memiliki akun tokopedia dan shopee SILAHKAN KLIK LINK BERIKUT
http://bit.ly/pesanbukuKLI1Judul Buku: Khilafah dan Ketakutan Penjajah Belanda
Penulis: Nicko Pandawa
Penerbit: Komunitas Literasi Islam
Ukuran Buku: 21x15 cm
Jumlah Halaman: 467 halaman
HARGA : RP.149.000
SINOPSIS
“Apapun yang bisa menyebabkan dihentikannya pemborosan waktu dalam mempersoalkan ‘Khilafah’ dan ‘Perang Suci’, boleh dianggap sebagai sesuatu yang patut diberi penghormatan setinggi-tingginya.”
Snouck Hurgronje
Dorongan penegakan Khilafah pasca keruntuhannya pada 1924 mendapat berbagai respon dari umat. Tak terkecuali di Indonesia, negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di muka bumi.
Namun demikian, fakta sejarah ternyata menunjukkan bahwa pengaruh Khilafah, pernah sampai ke Hindia-Belanda dan membantu perjuangan melawan penjajah. Pihak kolonialis Belanda, bahkan ketakutan dengan pengaruh Khilafah di negeri ini, hingga tokoh orientalis Belanda yang tersohor, Snouck Hurgronje, sudah lama mengingatkan agar pengaruh Khilafah di Hindia-Belanda ditolak dan ditangani segera oleh pemerintah kolonial.
Snouck tidak dapat memungkiri, pengaruh dan jejak Khilafah sangat kuat dan terpatri mendalam di relung jiwa kaum Muslimin yang dijajah Belanda. Jejak Khilafah yang kuat itu amat membahayakan kedudukan pemerintah kolonial Belanda, karena mereka akan dianggap sebagai pemerintah yang tidak sah oleh Muslimin, termasuk mendorong mereka untuk berjihad dan memerdekakan diri dari penjajahan itu.
Sejauh apakah jejak dan pengaruh Khilafah di Hindia-Belanda, sehingga Belanda begitu khawatir akan eksistensinya? Bagaimana mungkin Khilafah mampu memberikan pengaruh, padahal jarak pusat pemerintahan keduanya terpisah hingga ribuan kilometer? Jawaban dari pertanyaan inilah yang akan dibahas dalam buku ini.