SEMINAR NASIONALPELUANG PENGEMBANGAN TEMPE DAN PRODUK KEDELAI BAGI INDUSTRI PANGAN DAN FARMASI MASA KINI DAN NANTI
SEMINAR NASIONAL
PELUANG PENGEMBANGAN TEMPE DAN PRODUK KEDELAI BAGI INDUSTRI PANGAN DAN FARMASI MASA KINI DAN NANTI
Bogor, 27 April 2017

Latar Belakang
Tempe merupakan salah satu makanan tradisional dan warisan budaya bangsa Indonesia yang sangat populer. Kepopuleran tempe tersebut ditunjang oleh harganya yang relatif murah, rasanya enak, kandungan gizinya lengkap, memiliki potensi manfaat kesehatan, dan mudah diolah menjadi berbagai hidangan makanan. Dengan kepopuleran tersebut tempe berpotensi untuk diperkenalkan di kancah internasional.
Jumlah unit usaha tempe di Indonesia diperkirakan mencapai 95.000 unit usaha dan sebagian besar berasal dari Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Tempe yang diproduksi oleh UMKM pada saat ini, masih memiliki banyak hal yang perlu ditingkatkan, baik dari sisi kualitas, proses produksi, maupun penanganan pasca produksi; mengingat proses produksi tempe oleh UMKM umumnya kurang menerapkan standar keamanan pangan. Salah satu alasan pengrajin tempe yang tidak menerapkan standar keamanan pangan adalah kurangnya pengetahuan pengrajin mengenai standar keamanan pangan. Hal ini menjadi tantangan terbesar untuk meningkatkan kepopuleran tempe dan kepercayaan masyarakat kepada UMKM tempe. Sehubungan dengan itu, Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan (PERGIZI PANGAN) Indonesia bekerja sama dengan Forum Tempe Indonesia (FTI), Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Bogor dan Ikatan Sarjana Gizi (ISAGI) Jawa Barat menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema ”Peluang Pengembangan Tempe dan Produk Kedelai Bagi Industri Pangan dan Farmasi Masa Kini dan Nanti”

Nama lengkap
Your answer
Jenis Kelamin
Nomor Hp
Your answer
Alamat Email
Your answer
Instansi
Your answer
Kategori
Status Kepesertaan
Apakah sudah melakukan transfer biaya kepesertaan?
Submit
Never submit passwords through Google Forms.
This content is neither created nor endorsed by Google. Report Abuse - Terms of Service - Additional Terms