Formulir Registrasi Diskusi Rawat Alam #2
Tabea,
Fakta menunjukan bahwa krisis iklim sudah sangat nyata dan mengancam keberlanjutan kehidupan generasi selanjutnya. Penebangan pohon, kebakaran hutan, krisis pangan, banjir bandang, dan bencana ekologis lainnya semakin tinggi intensitasnya dengan volume yang semakin besar yang membutuhkan kepedulian semua pihak untuk terlibat dalam penanggulangannya. Bahkan pandemic Covid-19 yang sedang terjadi saat ini tidak dapat dilepaskan dari permasalahan lingkungan, sehingga membutuhkan solusi secara berkelanjutan dan terukur secara ilmiah.
Merujuk dari fakta ini, Yayasan Mareraean Se Tou merasa terpanggil untuk berkontribusi terhadap permasalahan lingkungan dengan mewadahi sebuah forum diskusi yang menghadirkan para pembicara yang memahami konteks diskusi, yang diharapkan dapat memberi sumbang saran bagi pengambil kebijakan maupun para pihak yang peduli terhadap permasalahan lingkungan di Minahasa Utara.
Mareraean dalam kosa kata bahasa Tonsea Minahasa, yaitu : sikap dan tindak dalam interaksi sosial yang saling baku beking pande. Suatu ungkapan yang hadir dengan harapan kultural bagi lahirnya masyarakat yang terdiri dari orang-orang pandai. Dengan konteks saling baku beking pande, maka diskusi online #2 ini menjadi ajang di era Pandemic Covid-19 untuk saling berbagi kepintaran dan berbagi kepada sesama teman dan sahabat yang berkeinginan yang sama untuk menciptakan lingkungan hidup yang lebih baik.
Yayasan Mareraean Se Tou dalam upaya pencapaian visi-nya begerak dalam berbagai bidang yaitu : Keagamaan, Sosial Budaya, Pendidikan Lingkungan dan Pariwisata Berkelanjutan.
Serangkaian tema diskusi akan mengangkat berbagai tema sesuai bidang cakupan pencapaian visi, dan pada sesi #2 akan mengangkat isu Lingkungan dengan kaitannya terhadap upaya bagaimana peran para pihak dalam penyelenggaraan pemilu mulai membuka peluang bagi penerapan Pemilu yang ramah terhadap lingkungan agar dapat menjamin keberlanjutan bumi.
Masalah yang terjadi berkaitan dengan topik adalah:
Bumi makin rentan terhadap bencana ekologis
Peran para pihak khususnya budayawan, akademisi, praktisi lingkungan, perlu mendapat ruang lebih luas untuk mengkampanyekan isu pembangunan berkelanjutan di Minahasa Utara
Koordinasi dan kolaborasi para pihak perlu didorong demi tercapainya penyelenggaraan pembangunan yang ramah lingkungan.
Kegiatan akan dilaksanakan pada :
Waktu : Sabtu, 03 Oktober 2020
Tempat : Wale Mareraean Se Tou dan Zoom Room Meeting
Waktu : 15.00-17.00 WITA
Silahkan mendaftarkan diri anda dengan mengisi formulis pendaftaran
Salam,
Team Kerja