Yayasan Sentra Advokasi Perempuan
Difabel dan Anak (SAPDA) adalah sebuah lembaga yang bergerak dalam advokasi dalam upaya pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas. SAPDA berkedudukan di
Yogyakarta dan telah aktif melakukan gerakan advokasi pemenuhan hak penyandang
disabilitas sejak tahun 2005. Dalam perkembangannya, SAPDA telah bekerja
bersama dengan berbagai macam lembaga donor, pemerintah, organisasi masyarakat
sipil baik di level daerah, nasional, maupun internasional. Pada perkembangannya, SAPDA telah
bergerak menjadi salah satu lembaga yang memiliki kapasitas dalam upaya
pemenuhan hak penyandang disabilitas melalui advokasi, riset, penyusunan
kebijakan, peningkatan kapasitas, dan pendampngan.
SAPDA bersama dengan KONEKSI dan CBM Global Indonesia tengah
menjalankan sebuah program “Disability Lead Research for People with Disability” dengan pendanaan dari DFAT. Program ini bertujuan untuk menemukan, melatih, dan meningkatkan kapasitas penyandang
disabilitas di Indonesia dalam hal riset terkait isu-isu disabilitas atau isu-isu sosial dan pembangunan lainnya guna
mendukung upaya pemenuhan hak penyandang disabilitas. Sekolah Riset Penyandang Disabilitas angkatan 1 (2024-2025) telah selesai dilaksanakan, dan saat ini dibuka kembali penjaringan untuk Sekolah RIset Penyandang Disabilitas angkatan 2 (2026-2027) dengan konsentrasi wilayah di Indonesia bagian timur (Sulawesi, Bali, NTB, NTT, Papua). Penjaringan ini dilakukan melalui beberapa tahap, dan tahap pertama adalah assessment administratif.
Assessmen ini bertujuan untuk melihat
minat dan ketertarikan penyandang disabilitas di Indonesia dalam bidang riset,
meningkatkan kapasitas penyandang disabilitas dalam riset berperspektif gender dan disabilitas, serta membangun
jejaring periset-periset unggul yang berasal dari penyandang disabilitas.
Jejaring ini nantinya diharapkan dapat menjadi agen yang dapat membawa
perubahan-perubahan positif dalam gerakan dan pemenuhan hak penyandang
disabilitas di Indonesia. Capaian akhir dalam Sekolah Riset Penyandang DIsabilitas angkatan 2 ini adalah:
1. Peserta memiliki ketrampilan dalam menulis proposal riset, Penyusunan instrumen, praktik pengambilan data dan analisa, penulisan laporan dan alih wahana publikasi
2. Hasil riset yang dilakukan akan didokumentasikan dalam sebuah buku berisikan hasil penelitian.