PENGARUH PEMBAGIAN TUGAS TERHADAP EFEKTIVITAS KERJA PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM MUAL NAULI

KABUPATEN TAPANULI TENGAH

Oleh Kaharudin *)

Abstrak

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pembagian tugas berpengaruh terhadap efektivitas kerja pada Perusahaan Daerah Air Minum Mual Nauli Kabupaten Tapanuli Tengah. Penulis memberikan jawaban sementara atas penelitian ini yaitu: Pembagian tugas berpengaruh positif terhadap efektivitas kerja pada Perusahaan Daerah Air Minum Mual Nauli Kabupaten Tapanuli Tengah.

Populasi dalam penelitian ini diambil adalah seluruh karyawan Perusahaan Daerah Air Minum Mual Nauli Kabupaten Tapanuli Tengah berjumlah 42 orang dan dijadikan sampel. Teknik analisis data yang digunakan dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif.

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan penulis pada Kantor Perusahaan Daerah Air Minum Mual Nauli Kabupaten Tapanuli Tengah, dapat disimpulkan bahwa pembagian tugas pada setiap bagian dan seksi telah terlaksana dengan baik, sehingga efektivitas kerja dapat tercapai. Hasil penelitian menunjukkan perhitungan koefisien korelasi diperoleh 0,78, artinya hubungan pembagian tugas terhadap efektivitas kerja tergolong kuat. Sedangkan koefisien determinasi diperoleh 60,84%, persamaan regresi linier sedrehana diperoleh Y = 9,49 + 0,74x artinya yang menunjukkan kea rah positif. Uji thitung lebih besar dari nilai ttabel (7,95 > 2,021), maka H0 ditolak dan Ha diterima, sehingga hipotesis yang diajukan diterima.

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Masalah

Perusahaan pada hakekatnya terdiri dari kumpulan orang dan peralatan operasionalnya. Keberhasilan mencapai tujuan tergantung pada pemilihan sasaran yang akan dicapai dengan cara menggunakan sumber daya, untuk mencapai tujuan organisasi sesuai dengan yang diharapkan. Efektivitas merupakan ukuran sejauh mana tujuan dapat dicapai. Efektivitas merupakan unsur pokok aktivitas organisasi untuk mencapai tujuan atau sasaran yang telah ditentukan sebelumnya.

Efektivitas kerja merupakan penyelesaian pekerjaan tepat waktu yang ditentukan, artinya pelaksanaan suatu pekerjaan tepat waktu yang telah ditentukan, sehingga tercapainya tujuan perusahaan.

Untuk mencapai efektivitas kerja yang diinginkan, manajemen harus membagi tugas karyawan pada setiap devisi. Dalam sebuah perusahaan, pembagian tugas merupakan hal penting dilakukan. Pembagian tugas yang disusun dengan jelas sesuai dengan hak dan kewajiban yang ditetapkan, akan mempermudah karyawan memahami apa yang harus dikerjakan. Informasi pekerjaan yang tertulis pada deskripsi pekerjaan, apabila dipahami dan dilaksanakan dengan baik akan mendorong karyawan untuk melaksanakan pekerjaan dengan efektif.

Pada Perusahaan Perusahaan Daerah Air Minum Mual Nauli Kabupaten Tapanuli Tengah, melakukan pembagian tugas agar karyawan bekerja sesuai dengan yang diharapkan perusahaan, sehingga dapat mencapai tujuan yang diinginkan, serta karyawan dapat bekerja lebih efektif baik dari segi waktu, biaya serta tenaga. Efektivitas kerja karyawan merupakan hal yang penting untuk dijadikan sebagai tolak ukur berhasil tidaknya pelaksanaan pembagian tugas yang dilakukan perusahaan pada karyawannya. Efektivitas perusahaan bukan hanya pada peningkatan profit semata, tetapi juga pada kemampuan adaptasi karyawan terhadap pekerjaan, ketepatan waktu, kepuasan kerja serta pencapaian tujuan.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, penulis terdorong untuk meneliti dan menuangkanya kedalam skripsi dengan judul: Pengaruh Pembagian Tugas Terhadap Efektivitas Kerja Pada Perusahaan Daerah Air Minum Mual Nauli Kabupaten Tapanuli Tengah.

  1. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah, identifikasi masalah dan masalah, maka dirumuskan masalah sebagai berikut: Apakah pembagian tugas berpengaruh terhadap efektivitas kerja pada Perusahaan Daerah Air Minum Mual Nauli Kabupaten Tapanuli Tengah ?

  1. Tujuan Penelitian

Pada prinsipnya suatu penelitian mempunyai ciri yang menunjukkan sifat ilmiah dan objektif. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui tujuan penelitian tersebut. Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pembagian tugas berpengaruh terhadap efektivitas kerja pada Perusahaan Daerah Air Minum Mual Nauli Kabupaten Tapanuli Tengah Tengah.

  1. Hipotesis

Berdasarkan rumusan masalah dan pengertian hipotesis diatas, penulis memberikan jawaban sementara atas penelitian ini yaitu: Pembagian Tugas Berpengaruh Terhadap Efektivitas Kerja Pada Perusahaan Daerah Air Minum Mual Nauli Kabupaten Tapanuli Tengah Tengah.

METODE PENELITIAN

  1. Desain Penelitian

Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain penelitian korelasional, dalam rangka melihat bagaimana hubungan antara variabel X (variabel independen) sebagai variabel bebas yang mempengaruhi dan variabel Y (variabel dependen) sebagai variabel terikat. Dimana yang menjadi variabel bebas adalah pembagian tugas dan variabel terikat adalah efektivitas kerja.

Penelitian ini dilaksanakan pada Perusahaan Daerah Air Minum Mual Nauli Kabupaten Tapanuli Tengah dengan alamat jalan Humala Tambunan No 79 Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah.

  1. Populasi dan Sampel
  1. Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan Perusahaan Daerah Air Minum Mual Nauli Kabupaten Tapanuli Tengah berjumlah 42 orang yang terdiri dari 25 orang karyawan tetap dan 17 orang karyawan tidak tetap.

  1. Sampel

Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian, menggunakan sampel jenuh merupakan “Pengambilan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel.” (Sugiyono, 2012: 122)

  1. Variabel Penelitian dan Indikator
  1. Variabel Penelitian
  1. Variabel bebas Variabel bebas yaitu variabel yang diduga sebagai penyebab atau pendahulu dari variabel lain. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pembagian tugas. Indikatornya yaitu, kemampuan kesesuaian pekerjaan, volume pekerjaan, pendidikan, dan tingkat kenyamanan.
  2. Variabel terikat

Variabel terikat adalah variabel yang diduga sebagai akibat atau yang dipengaruhi oleh variabel yang mandahului. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah efektivitas kerja. Indikatornya yaitu, kemampuan adaptasi kerja, ketepatan waktu, kepuasan kerja, dan pencapaian tujuan

  1. Instrumen Penelitian

Adapun instrumen penelitian yang digunkan dalam penelitian ini adalah :

  1. Pengamatan (Observasi)
  2. Wawancara (Interview)
  3. Kuesioner

Penelitian ini menggunkan skala likert yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok tentang kejadian atau gejala sosial. Pertanyaan yang diberikan adalah pertanyaan tertutup. Setiap jawaban dihubungkan dengan bentuk pernyataan atau dukungan sikap yang diungkapkan dengan kata-kat sebagai berikut:

  1. Responden yang menjawab sangat setuju (a) diberi skor 5
  2. Responden yang menjawab setuju (b) diberi skor 4
  3. Responden yang menjawab kurang setuju (c) diberi skor 3
  4. Responden yang menjawab tidak setuju (d) diberi skor 2
  5. Responden yang menjawab sangat tidak setuju (e) diberi skor 1
  1. Teknik Pengumpulan Data

Sumber data dalam penelitian ini adalah:

  1. Data Primer

Merupakan data yang langsung dikumpulkan oleh peneliti kemudian diolah serta dianalisis untuk menjawab hipotesis.

  1. Data Sekunder

Merupakan data yang diperoleh peneliti dari teori yang didapat dibangku perkuliahan serta dari Perusahaan Daerah Air Minum Mual Nauli Kabupaten Tapanuli Tengah sebagai tambahan melengkapi penelitian, yaitu melalui kepustakaan dan penelitian lapangan.

  1. Teknik Analisis Data
  1. Analisis Kualitatif
  2. Analisis Kuantitatif
  1. Koefisien korelasi pearson product moment
  2. Koefisien Determinasi
  3. Analisis regresi linier sederhana
  4. Uji t

Kriteria pengujian hipotesis sebagai berikut:

  1. Apabila thitung > ttabel, maka hipotesis alternative (Ha) diterima dan hipotesis nol (H0) ditolak.
  2. Apabila thitung < ttabel, maka hipotesis alternative (Ha) ditolak dan hipotesis nol (H0) diterima.

PEMBAHASAN

Pada subbab ini penulis akan menyajikan deskripsi dari data yang diperoleh melalui penelitian dilapangan melalui metode-metode pengumpulan data yang telah dilakukan pada BAB terdahulu. Berikut ini akan disajikan hasil pengumpulan data yakni okservasi, wawancara nonterstruktur dan kuesioner yang dilakukan pada Perusahaan Daerah Air Minum Mual Nauli Kabupaten Tapanuli Tengah.

  1. Hasil observasi dan wawancara

Hasil wawancara dengan Kepala Bagian Administrasi / Keuangan Perusahaan Daerah Air Minum Mual Nauli Kabupaten Tapanuli Tengah dan observasi dapat disimpulkan bahwa pembagian tugas disetiap bagian dan seksi sudah terlaksana dengan baik diantaranya adalah Bagian Administrasi/Keuangan mempunyai tugas mengurus segala yang berkaitan dengan ketatausahaan, administrasi kepegawian, gudang, rumah tangga dan angkutan, memproses dan melaksanakan pengadaan/pembelian barang untuk kebutuhan cabang sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan, mendata hal-hal yang berkaitan dengan disiplin kepegawaian, melakukan koordinasi antar seksi, membuat laporan berkala atas pelaksanaan tugas pengawas intern dengan diketahui oleh kepala bagian, mengelola fungsi pengawasan dan senantiasa melakukan koordinasi dengan satuan pengawas intern khususnya dalam pembinaan tugas-tugas pengawasan, bagian teknik mempunyai tugas melaksanakan pemasangan, pemeliharaan dan pemeriksaan rutin pipa distribusi beserta assesoris sesuai dengan perencanaan dan gambaran kerja, menjaga kualitas air dalam pipa distribusi dan melakukan pencucian pipa, wash out dan menjaga kebersihan pipa pada saat pemasangan pipa, melakukan kegiatan tugas pemasaran dan pelayanan kepda pelanggan dan calon pelanggan, melakukan evaluasi terhadap kondisi dan akurasi meter air pelanggan, merencanakan dan melaksanakan program kerja dibidangnya, serta melakukan koordinasi dengan unit-unit di kecamatan dalam hal ini peningkatan pemsaran pelayanan pelanggan.

Struktur organisasi menunjukkan adanya pembagian tugas dan menunjukkan bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda tersebut. Tanpa adanya suatu struktur organisasi dan manajemen yang tepat, organisasi tersebut akan kacau dan tidak akan berjalan. Struktur organisasi adalah cara tugas pekerjaan dibagi, dikelompokkan, dan dikoordinasikan secara formal.

  1. Hasil Kuesioner

Hasil uji koefisien korelasi antara pembagian tugas terhadap efektivitas kerja diperoleh 0,78 hal ini member pengertian, bahwa hubungan antara pembagian tugas terhadap efektivitas tergolong korelasi kuat, hal ini sesuai dengan pendapat Sugiyono (2012 : 250) bahwa: “Interval koefisien antara 0,60 – 0,799 mempunyai korelasi kuat”.

Sedangkan koefisien determinasi 60,84% dari hasil perhitungan ini menunjukkan bahwa efektivitas kerja dapat dipengaruhi oleh pembagian tugas sebesar 60,84% sedangkan sisanya sebesar 39,16% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini, seperti motivasi kerja, lingkungan kerja, disiplin, dan sebagainya.

Hasil analisis regresi linear dengan persamaan Y = 9,49 + 0,74x tanda positif pada koefisien regresi sebesar 0,74 menunjukkan bahwa variabel pembagian tugas berpengaruh terhadap variabel efektifitas kerja. Artinya, setiap terjadi peningkatan variabel pembagian tugas sebesar 1 satuan, maka efektifitas kerja akan meningkat sebesar 10,23 satuan.

Sedangkan hasil uji t dalam penelitian ini, terdapat thitung lebih besar dari nilai ttabel pada taraf signifikan 5% atau 7,95 > 2,021, maka hipotesis yang dikemukakan pembagian tugas berpengaruh positif terhadap efektivitas kerja pada Perusahaan Daerah Air Minum Mual Nauli Kabupaten Tapanuli Tengah dapat “diterima”

KESIMPULAN

  1. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara cara yang dilakukan penulis pada Kantor Perusahaan Daerah Air Minum Mual Nauli Kabupaten Tapanuli Tengah, dapat disimpulkan bahwa pembagian tugas pada setiap bagian dan seksi telah terlaksana dengan baik, sehingga efektivitas kerja dapat tercapai.

Dari hasil penyebaran kuesioner terhadap 42 responden dapat disimpulkan sebagai berikut:

  1. Hasil perhitungan koefisien korelasi diperoleh 0,78 artinya terdapat hubungan positif antara pembagian tugas terhadap efektivitas kerja dan hubungan tersebut tergolong kuat
  2. Hasil perhitungan koefisien determinasi diperoleh 60,84% hal ini menunjukkan bahwa efektivitas kerja dapat dipengaruhi oleh pembagian tugas sebesar 60,84%, sedangkan sisanya sebesar 39,16% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini.
  3. Berdasarkan hasil perhitungan regresi linear sederhana diperoleh persamaan Y = 9,49 + 0,74x artinya hubngan antara pembagian tugas terhadap efektivitas kerja kea rah positif.
  4. Dari uji hipotesis dalam penelitian ini, terdapat nilai thitung lebih besar dari nilai ttabel (7,95 > 2,021), berate hipotesis alternative (Ha) diterima dan hipotesis nol (H0) ditolak, jadi hipotesis yang diajukan dapat “diterima.”

DAFTAR KEPUSTAKAAN

Arikunto Suharsimi, 2007, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Edisi Revisi Enam, Jakrta: Rineka Cipta.

Gibson, 2010, Organisasi: Perilaku, Struktur, dan Protes. Jakarta: Erlangga.

Hariadja Marihot Tua Effendi, 2009, Manajemen Sumber Daya Manusia, Cetakan Pertama, Jakarta: Gramedia Widia Sarana.

Rivai, Veithzal, 2010, Manajemen Sumber Daya Manusis Untuk Perusahaan, Jakarta: Raja Grafindo.

STIE Al-Washliyah Sibolga/Tapanuli Tengah, 2015. Pedoman Penulisan dan Penyusunan Skripsi, Sibolga.

Sugiyono, 2012, Metode Penelitian Bisnis, Cetakan Keenam, Bandung: Alfabeta.

The Liang Gie, 2007, Effisiensi Kerja Bagi Pembangunan Negara. Suatu Bunga Rampai Bacaan, Yogyakarta: UGM Press.

Wibowo, 2010, Manajemen Kerja, Edisi Ketiga, Jakarta: Rajawali Pers