PENGAJIAN NON REGULER

NO

NAMA KITAB

MU’ALLIM

WAKTU WIB

KET

1

Mirqotus su’udiyah syarah

Sullam taufiq

KH. Zainal ali

Jum’at

16:00-17:00

Umum(santri dan

masyarakat

2

Faidul’alam fihukmi as-

salam

Habib sholeh

Malam minggu

Legi

umum

3

Shahih bukhori

KH.A. fatih syuhud

Jum’at legi

Alumni dan umm

Edisi 01/Vol. 1/Januari 2008

                                        Alamat redaksi: PP. Al-khoirot

Jl.KH. Syuhud Zayyadi Rt. 09/01 .dsn krajan

Karang suko pagelaran malang 65174

telp(0341) 879709

Pelindug: pengasuh PP. Al-khoirot putri.

Penasehat: Hanifah. 

Pimpinan Redaksi: Sholihah.

Redaktur pelaksana:Lailatul mukarromah, Ummatul khoiriyah, Erni dwi                                     pamungkasari, Imamatul fatona.

Sekretaris: Nur azizah, Masnunah, Luluk hidayah, Lutfiyah.

Layout: Anis sulalah.

www.alkhoirot.com        telp. 0341-879709

Edisi 01/Vol. 1/Januari 2008

MEMERANGI NAFSU LAWWAMAH DAN

MENINGKATKAN NAFSU MUTHMA`INNAH

Oleh: Hanifah

Santri PP. Al-Khoirot Putri

Tujuan kita mondok adalah:

    1.untuk meningkatkan nafsu mutmainnah (meningkatkan kebaikan)

    2.untuk meredahkan nafsu lawwamah (mengajak kejelekan )

                

Ketahuilah wahai manusia sesungguhnya nafsu yang selalu memerintahkan kejahatan (nafsu lawwamah) lebih memusuhimu dari pada iblis. Syetan bisa jadi kuat menguasaimu hanya dengan pertolongan hawa nafsu dan kesenangan-kesenangannya. Untuk itu jangan sampai nafsu lawwamah menipumu dengan angan-angan kosong dan tipu daya, karena di antara ciri khas nafsu adalah merasa aman, lengah,  santai,  lambat dan malas. Jadi semua ajakannya adalah bathil dan segala sesuatu yang timbul darinya adalah tipu daya belaka. Jika engkau puas dengannya dan mengikuti perintahnya, engkau tentu celaka. jika engkau lengah, menelitinya, engkau tentu tenggelam dan jika engkau lemah untuk melawannya dan mengikutinya saja kesenangannya, tentu dia akan membimbingmu keneraka.

Nafsu lawwamah bukanlah suatu yang dapat di arahkan menuju kebaikan. Dia adalah pangkal segala bencana dan sumber aib, takutlah kepada Allah sesungguhnya Allah adalah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Perangilah  nafsumu dengan ketaatan kepada Allah dan riyadhoh, Riyadhoh adalah meninggalkan tidur, sedikit bicara, bertahan dari gangguan manusia, sedikit makan dan sedikit tidur.keinginan-keinginan hati menjadi baik, dari sedikit bicara akan timbul keselamatan dari bahaya, dari kesabaran menghadapi gangguan ia akan mencapai derajat tertinggi dan dari sedikit makan akan lenyap kesenangan-kesenangan nafsu. “karena di dalam banyak makan terdapat kekerasan hati (sukar menerima nasehat)”. Dan kehilangan nurnya. Nur hikmah adalah kelaparan sedang kekenyangan akan membuat jauh dari Allah.

*karna menuju ke surga itu harus ada  الضراء والبائساء        

  yang artinya: telah di sebutkan dalam al-Qur’an s.al-baqoroh ayat 214.

artinya: ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga,padahal belum datang kepadamu(cobaan)seperti(yang dialami)orang-orang terdahulu sebelum kamu, mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan dan digoncang (dengan berbagai macam cobaan) sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata: ”kapankah datang pertolongan Allah”. Ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.

*. sesungguhnya aku di uji dengan 4 perkara yang semuanya  tidaklah menguasai hanya karena celaka dan kepayahanku, iblis dunia nafsuku dan keinginanku.                                  

Soal   : bagaimana untuk menyelamatkan diri? …….

Jawab: semua adalah musuhku dan aku lihat bisikan-bisikan hatiku mengajak untuk mengikuti hawa Nafsu di dalam kegelapan, kesenangan dan pendapat.

#. Nafsuku sangat tangguh (dia selalu aku hadapi sebagai musuh) ilmuku adalah pedangku, dosaku adalah kerugianku,  dan syetan  adalah  musuhku. Oleh sebab itu berjihatlah. Sedangkan jihat itu sendiri ada tiga macam:

  1. Jihat menghadapi orang-orang kafir, yaitu jihat lahir, seperti yang ada dalam firman allah:         يجاهدون فىسبيل الله
  2. jihat terhadap orang bathil, dengan memberikan pengertian dan hujjah (argumintasi) firman         allah:وجادلهم بلتى هى احسن
  3. Jihad melawan hawa nafsu lawwamah seperti yang ada dalam firman allah:

 والذين جاهدوا فينا لنهدينهم سبلنا

                                

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”. (QS. al-Baqoroh: 214)

    Jihad dapat berarti:

1. Berperang untuk menegakkan islam dan melindungi  islam dan melindungi orang islam.

2. Memerangi hawa nafsu.

3. Mender makan harta benda untuk ke baikan islam dan umat islam.

4. Memberantas kejahatan dan menegakkan kebenaran.

 MENINGKATKAN NAFSU MUTHMAINNAH

Adapun sifat sombong dan membangkang, keduanya dapat menyebabkan manusia tidak mendapat ilmu, sebagaimana kata penyair.

االعلم حرب للفتى المتعالى كالسيل حرب للمكان العلى

ilmu itu memerangi pemuda yang sombong sebagaimana banjir membinasakan tanah yang tinggi”.

Contoh: apabila gurumu bertanya kepadamu tentang suatu masalah sedangkan engkau tidak memahaminya, janganlah malu untuk berterus terang kepadanya tentang yang sebenarnya, supaya engkau tidak berdosa karena telah berdusta dan tidak dapat memahami masalah itu karena tidak mau berterus terang.

#AKHLAKUL KARIMAH #

واْنك لعلى خلق عظيم

(سورة القلم 4)

# dan murid yang sopan (anak/orang) yang rendah hati akan mudah mendapati ilmu dan memanfaatinya. Sebaliknya murid yang tidak sopan dan sombong. jika ia mendapat ilmu maka ia tidak akan mendapat manfaat darinya. Baik untuk dirinya maupun untuk orang lain. Bahkan ia akan membahayakan dirinya menambah kesombongan dan memperburuk perilakunya, dalam hadist di sebutkan “barang siapa bertambah ilmunya, dan tidak bertambah petunjuk yang di perolehnya, maka ia pun semakin jauh dari allah

#        Dan barang siapa bertambah ilmunya, dan tidak bertambah petunjuk yang diperolehnya, maka iapun semakin jauh dari allah .”

#        Dan barang siapa yang meningkatkan nafsu mutdmainnahnya, maka ia akan masuk kedalam surga allah yang disebutkan dalam Al-Qur’an.  Surat al-fajr ayat 27-28:

         

27.  Hai jiwa yang tenang.

28.  Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.

Tips Pengusir Kantuk Saat Belajar

Oleh: Yayah        

Santri PP. al-Khoirot Putri

Menguap atau mengantuk saatkita belajar sering kali terjadi, kalau di Tanya?....

jawabnya: “malas, tidak ada mood atau bosan, “yang keluar dari bibir kita. Di bawah ini ada beberapa tips, jika kalian mau? Ikuti:

# BANGUN SIKAP POSITIF.

Suksesnya seseorang sebenarnya 90% ditentukan oleh diri sendiri, 10% lainnya di tentukan oleh pengetahuan, sekiranya kalian membaca buku atau kitab terlalu lama. Tetapi pikiran kalian tidak terlalu focus, maka kalian telah membuang banyak waktu dengan sia-sia. Maka mulai sekarang perbaiki diri supaya menjadi lebih bersungguh-sungguh dan bersikap positif.

# UBAH PIKIRAN

sikap negatif berasal dari pikiran negatif . karena itu, pikiran negatif harus kamu ubah menjadi positif. Coba pikir begini. “saya mesti berusaha semaksimal mungkin, saya harus menjadi seorang santri yang sukses dunia akherat”. Mencari ilmu itu penting buat bekal kita di masa depan. dan kalian harus berprinsip :”kalau orang lain bisa, saya yakin sayapun bisa”.

# ATUR PERASAAN.

Perasaan positif memudahkan kalian dalam memberi perhatian pada pelajaran, dan kalian akan merasa rileks dengan mencari ilmu dimanapun kalian berada, baik di dalam pesantren ataupun diluar pesantren.

# lingkungan yang sesuai.  

 Apabila belajar, kamu perlu mencari tempat yang sesuai tanpa gangguan, misalnya: di mushollah,  atau di manapun kamu bisa pikiran tenang.        

# UNGKAPAN PERASAAN

jika kalian menghadapi masalah perselisihn dengan teman misalnya, maka ungkapkan perasaan kalian pada orang-orang terdekat kalian atau orang lain yang di percaya kalian, ini juga bisa mengurangi tekanan pikiran kalian dan memfokuskan perhatian pada pelajaran, jika tidak juga berhasil, maka singkirkan masalah tersebut.

             

        Percayalah………..

Asal ada usaha, sukses….. pasti kamu raih…!!!

Di Balik Tabir Hari Raya Qurban

Oleh: Santri Putri

PP. al-Khoirot

        Al-hamdulilah pada bulan ini kita masih di beri kesempatan untuk memenangi hari raya idhul adha yang penuh barokah ini. Bulan ini merupakan bulan yang penuh barokah dan kebaikan, karena di bulan ini ibadah haji dan Qurban di laksanakan.

        Ibadah haji merupakan satu dari lima ketetapan kewajiban perintah Allah SWT. Dan merupakan suatu ekspresi dari sikap kepatuhan muslim di seluruh dunia. Pelaksanaan haji tersebut tidaklah semata-mata pelaksanaan penjajahan tapak tilas sejarah Nabi ibrahimAS. Sehingga berkonotasi sekedar sebuah perjalanan pariwisata dengan bungkus realistis dan rutinitas ubudiyah saja, tetapi hal yang penting di dalamnya adalah pesan yang dimaksud dari konsekuensi ibadah itu sendiri. Di mana makna yang tersirat dari yang tersurat adalah dengan menyikapi makna ubudiyah tersebut. Secara multidimensi dan keterpaduannya.

        Adakah sikap yang munafik dan terbalik bila kita melihat ibadah haji hanya sebagai perwujudan klimaks dari penerapan tahapan retualistik dan kebiasaan. Justru  reaktulisasi haji sebenar-benarnya adalah pengabdian pada kebenaran dan keadilan.

        Hikmah ibadah haji yang pertama dilihat dari pengorbanan besar  yang di lakukan Nabi ibrahimAS. Atas perintah Allah untuk menyembelih putranya. Artinya adalah merupakan pengorbanan jihadiyah di dalam memperjuangkan nilai-nilai islam.

        Manusia adalah mahluk sosial yang sangat bergantung dengan keberadaan manusia yang lain. Di dalamnya harus di kikis sikap mementingkan diri sendiri, mau menang sendiri, jihad pertama ialah memerangi sikap itu untuk menumbuhkan kebersamaan,  kemanfaatan timbal balik dan rela berkorban untuk kepentingan orang lain. Bahkan yang lebih besar adalah untuk kepentingan syariat agama. Ke dua dapat diartikan bahwa: haji sebagai reaktulisasi pengorbanan dan jihad. tidak saja pengorbanan harta, pengikat, tahta dan gelar, tetapi juga diperlukan pengorbanan kebahagiaan yang tak ternilai harganya. Makna ketiga dapat di artikan bahwa kita harus mampu menahan godaan-godaan syetan dalam  segala bentuk pada saat kita menegakkan kebenaran dan keadilan dan menjauhi semua larangannya. Bahkan dalam waktu bersamaan kitapun di tuntut pula untuk memerangi godaan tersebut dimana bentuk perilaku syetan dapat saja berupa perilaku manusia yang rusak.

Kemudian makna ke-4 arti filosofis wuquf di padang arafah bisa saja dapat di artikan sebagai rasa kebersamaan  didalam kehidupan dimana  antara bangsa atau kaum di hadapan Allah sama derajatnya hal yang membedakan antara satu dengan yang lainnya, hanya keluhuran budi atau ketaqwaannya. Kendati semua orang yang datang ke padang arafah berasal dari berbagai bangsa dan Negara akan tetapi rasa persaudaraan dalam garis silaturrahmi tetap diatas segalanya. Ini dilain pihak juga membawa efek hablum minannas yang luas. Bila sudah sedemikian luhur hikmah yang terkandung dalam pelaksanan ibadah haji yang merupakan pencucian total dari kotoran yang mengganggu hablum minallah dan hablum minannas, maka pantaslah padanya di ucapkan “Semoga Ibadah Hati Anda Sebagai Hati yang Mabrur”.

          Pemaknaan Qurban dalam pandangan lebih khusus dapat diterima sebagai rujukan dan sekaligus mitivator solidaritas internal antara sesama umat. Paling tidak sebagai  pengentas kemiskinan tanpa berkomonitasi nilai komonikasi nilai sosial individual dalam bentuk amalan materi. Dengan demikian Qurban tidak berkehendak menampakkan masyarakat berkelas atau jurang pemisah antara  sikaya dan simiskin walaupun dalam masyarakat akan selalu tampak bahwa yang mampu berQurban adalah kaum kaya dan penerimanya adalah kaum miskin.

        Cukuplah sudah pengalaman-pengalaman dan sejarah yang dapat di jadikan uswatun hasanah, bahwa sikap-sikap enggan berQurban, mementingkan diri sendiri. Perasaan kekhawatiran yang berlebihan terhadap berkurangnya harta yang di miliki. sangat tidak bermanfaat dan hanya mengotori hati terlebih secara luas sikap tersesbut menodai ajaran islam. Semuanya harus di tepiskan jauh-jauh karena bersamaan munculnya sifat-sifat tadi, muncul juga sikap merendahkan orang lain tidak peduli dengan sesama dan memunculkan kecemburuan sosial. Haji dan Qurban adalah sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah secara lahiriyah  di dahului dengan pendekatan kepada ciptaan Allah yang amat dicintai Allah ! Yaitu   HAROMAIN DAN FAKIR MISKIN.[]

Tabassums

TONI and JIMMI


Oleh : Icha



Santri al-Khoirot Putri


        

Sore hari Jono jalan-jalan melepas kejenuhan setelah lima bulan di kurung di pesantren. Dia merasa sedikit lega menikmati dunia. Di tengah-tengah jalan, dia betemu dengan tetangganya yang terkenal cerewet sedang membawa troly.

Tetangga: hai…jon..! apa kabar? .

Jono        : baik, duh…lucu nya.kembar lagi… namanya siapa mbak…?.

Tetangga: ini toni. Yang ini jimi.

Jono        : terus nama kepanjangannya siapa?.

Tetangga        : (dengan polosnya) “syaitoni rro jimi

Jono        : haaa……???....!!!aaa

         Jono menganga…..