SEJARAH SINGKAT KARANG TARUNA GRAHAKUNING

DESA HAURKUNING KECAMATAN NUSAHERANG KABUPATEN KUNINGAN PROVINSI JAWA BARAT

 

Karang Taruna Grahakuning adalah wadah organisasi sosial kepemudaan yang ada di desa Haurkuning Kecamatan Nusaherang Kabupaten Kuningan Provinsi Jawa Barat yang mempunyai tugas, fungsi dan pokok penyelenggaraan peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat khususnya pemuda dan pemudi di desa Haurkuning. Berdirinya Karang Taruna Grahakuning berawal sekitar tahun 1975-1980 dengan didirikannya Himpunan Pemuda dan Pemudi Haurkuning (HPPH) yang diketuai oleh Ustad Moch. Sardju, B.A (alm). Kegiatan HPPH pada saat itu memberikan kontirbusi dalam sejarah pembangunan desa seperti pemuda bergotong-royong membantu setiap pelaksanaan kegiatan pembangunan di desa, contoh pemuda Haurkuning ikut terlibat dalam pembuatan gapura dan pengecatan setaiap menjelang hari kemerdekaan NKRI.

 

Pada tahun 1980 HPPH berubah namanya menjadi Karang Taruna Grahakuning diikuti dengan adanya estafet kepemimpinan yang dilanjutkan oleh oleh Bapak Ir.  Mumu Mukanda. Dalam proses penamaan Grahakuning (Generasi Harapan Haurkuning) terjadi perdebatan yang alot sehingga waktu itu dilakukan sayembara untuk penamaan Karang Taruna Desa Haurkuning. Adapun peserta sayembara melibatkan seluruh anggota, pengurus dan tokoh-tokoh pemuda-pemudi saat itu. Hasil dari sayembara penamaan dihasilkan dan disepakti  menjadi Karang Taruna Generasi Harapan Haurkuning disingkat Grahakuning.

 

Pemenang dari sayembara tersebut adalah Bapak Djojo yang saat itu menjabat sebagai sekretaris. Bapak Djojo sendiri merupakan ayahanda dari Benny Irawan, S.Pd yang sampai sekarang menjabat sebagai Ketua Karang Taruna Grahakuning Periode 2010-2013. Dalam perjalanan organisasi Karang Taruna Grahakuning telah terjadi beberapa pergantian kepemimpinan sebanyak 10 kali sampai dengan sekarang. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabbel berikut :

Nomor

Nama Ketua

Periode

Masa Jabatan

Keterangan

1.      

Ustad. Moch. Sardju BA

 

 

 

2.      

Ir. Mukanda

 

 

 

3.      

Dodo Juanda. A.S

 

 

 

4.      

Suharto Kadar

 

 

 

5.      

Drs. Komarya

 

 

 

6.      

Drs. Unang Hernanto

 

 

 

7.      

Suryana

 

 

 

8.      

Kedi Zulkaidi

 

 

 

9.      

Endra Hendriana

 

 

 

10.                         

Benny Irawan, S.Pd

 

 

 

 

Setiap periode kepemimpinan tertentu mempunyai ciri dan khas yang berbeda-beda, hal ini mungkin disebabkan gaya kepemimpinan masing-masing, manajemen organisasi, pembinaan  dan perhatian dari pemerintah dari pemerintah  serta  kondisi  dan watak social pemuda dan masyarakat saat itu. Sehingga dinamika organisasi karang taruna Grahakuning sering mengalami pasang surut.

Permasalahan yang utama dihadapi ksetiap periode kepemimpinan karang taruna Grahakuning terletak pada kemampuan mencari potensi sumber dana untuk membiayai segala kegiatan organisasi. Sehingga selama ini dalam menajlankan kegiatan organisasi karang taruna sering mengandalkan bantuan masyarakat dan pemerintah. Untuk merubah semua itu perlu adanya paradigm berupa langkah-langkah konkrit sehingga diperlukan adanya unit usaha ekonomis produktif sebagia sumber pembiayaan kegiatan karang taruna. Dalam beberapa periode kepimpinan tertentu laternatif mndirikan UEP sudah ditempuh dnegan berbagai cara namun kendala yang dihadapi keterbatsan sumber daya manusia dalam menjalankan manajemen usaha dan buruknya manajemen usaha. Untuk perlu dilakuakn pembinaan dan pelatihan yang  kontinyu untu membangun jiwa kemandirian dan wira usaha dengan peningkatan kulaitas SDM dan pengelolaan manajemen usaha dan oragnisasi dari pemerintah dan pihak-pihak yang berkepentingan.

 Sejarah singkat ini tentunya masih banyak kekurangan dikarenakan keterbatsan waktu, kemampuan dan sumber sehingga diperlukan saran dan sumber yang lengkap untuk perbaikan selanjutnya.