PENERAPAN STAD BERBANTU QUARTET CARD DALAM MATA PELAJARAN IPA MATERI ENERGI DAN  PERUBAHAN  PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI WONOSARI

  1. Latar Belakang

Pendidikan memegang peran penting dalam perkembangan peradaban suatau bangsa. Melalui pendidikan peradaban suatu bangsa dibentuk. Menjadi bangsa bermartabat dengan manusianya yang cerdas. Pendidikan itu sendiri dalam KBBI (2013: 326) adalah proses perubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang di usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan proses, cara, perbuatan mendidik.

Hal diatas sesuai dengan fungsi pendidikan yang jelas dituangkan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003, pasal 3 yang menyebutkan bahwa.

Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. (Sisdiknas No 20 tahun 2003).

Dalam UU RI No. 20 Th 2003, pasal 3 sudah dengan jelas disebutkan bahwa tujuan pendidikan nasional yaitu mengembangkan potensi peserta didik. Oleh sebab itu pendidikan harus diselenggarakan dengan baik sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai. Tercapainya tujuan pendidikan salah satunya dapat terjadi jika proses pembelajaran dalam sekolah berjalan dengan baik. Proses pembelajaran dikatakan baik jika peserta didik mampu mencapai indikator ketercapaian materi pembelajaran. Lebih lanjut siswa harus mampu untuk mencapai berbagai indikator pembelajaran dalam berbagai mata pelajaran. Sehingga peserta didik mempunyai bekal ilmu pengetahuan yang cukup.

Hasil observasi yang dilakukan peneliti pada tanggal 20 januari 2016 diketahui bahwa hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA di SD Negeri Wonosari kelas IV masih rendah. Data hasil ulangan harian siswa kelas IV di SD Negeri Wonosari menunjukkan bahwa dari 30 siswa, terdapat 8 siswa yang memenuhi KKM (Kriteria Ketuntasan Minimum) dan 22 siswa lainnya mendapatkan nilai kurang dari KKM. Nilai KKM dari mata pelajaran IPA adalah 70..

Tabel 1. Hasil ulangan harian siswa kelas IV SD Negri Wonosari

Keterangan

Jumlah Siswa

Persentase (%)

Nilai diatas KKM

8

26,7%

Nilai dibawah KKM

22

73,3%

Berdasarkan pengamatan yang peneliti lakukan di kelas. Diketahui bahwa hasil belajar yang kurang pada mata pelajaran IPA khsusunya materi energi dan perubahan diantaranya disebabkan oleh beberap hal; 1) peserta didik yang kurang antusias dalam proses pembelajaran. Siswa kurang tertarik dengan proses pembelajaran di dalam kelas. Sehingga mereka lebih tertarik dengan hal-hal lain seperti berbicara dengan teman lainnya dan bermain sendiri dengan benda-benda disekitarnya. 2) Proses pembelajaran yang dilakukan guru monoton. Dalam pembelajaran guru cendrung lebih sering menggunakan metode ceramah. Pembelajaran cendrung bersifat satu arah sehingga siswa tidak antusias dan mudah bosan. 3) Guru tidak menggunakan media pembelajaran pada saat mengajarkan materi energi dan perubahan.

Kondisi diatas menggambarkan bahwa harapan akan adanya proses pembelajaran yang baik tidak tercapai. Diatandai dengan belum tercapaianya indikator pembelajaran yang dapat dilihat dari nilai hasil ulangan siswa. Harapan yang tidak sesuai dengan kondisi yang terdapat di Sekolah selanjutnya disebut dengan masalah. Masalah adalah kesenjangan antara harapan dan kondisi yang ada. Sehingga masalah yang timbul akibat proses pembelajaran yang kurang baik harus segera diperbaiki. Untuk memperbaiki masalah tersebut maka dibutuhkan solusi yang kongkrit.

Hasil observasi atau pengamatan diatas menunjukan bahwa hasil belajar pada mata pelajaran IPA masih belum mencapai KKM secara menyeluruh. IPA itu sendiri adalah salah satu objek materi pelajaran yang dipelajari oleh peserta didik dan wajib untuk dikuasai. Mempelajari tentang makhuluk hidup dengan isinya yang ada di alam semesta. “IPA adalah ilmu pengtahuan yang objek telaahnya adalah alam dengan segala isinya yaitu, manusia, hewan, dan tumbuhan termasuk bumi” (Daryanto. 2014: 160).

Berdasarkan pada masalah tersebut maka peneliti menawarkan solusi yaitu menerapkan metode pembelajaran STAD (Student Team Achievement Divions) berbantu quartet card pada proses pembelajaran di kelas. Metode pembelajaran STAD adalah metode pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk berlajar secara berkelompok. Selanjutnya siswa akan berkompetisi secara berkelompok dengan setiap siswa mendapatkan kuis secara individu. Nilai yang didapatkan siswa secara individu selanjutnya diakumulasikan bersama nilai individu dari anggota kelompoknya. Metode STAD ini merupakan metode pembelajaran yang dikembangkan oleh Salvin. “Siswa dikelompokan secara beragam berdasaarkan kemampuan, gender, ras, dan etnis” (Huda. 2014: 116).

Pembelajaran dengan metode STAD adalah pembelajaran yang menekankan pada pembelajaran kelompok atau kooperatif. Menurut Huda (2014: 65) usaha pemecahan masalah yang dilakukan melalui kerja kooperatif umumnya juga memberikan kecendrungan dan hasil yang lebih baik dari pada melalui kerja indivdualistik. Pendepat tersebut menjelaskan bahwa melalui pembelajaran berkelompok akan memudahkan siswa memecahkan masalah. Hal tersebut karena dengan bersama-sama siswa dapat bertukar ide untuk memecahkan masalah dengan cepat dan baik. Sementara Sadker dan Sadker (1997) dalam Huda (2014: 66) pembelajaran kooperatif juga memberikan manfaat-manfaat besar diantaranya: 1) siswa akan memperoleh hasil pembelajaran yang tinggi, 2) siswa akan memiliki sikap harga diri yang lebih tinggi dan motivasi yang lebih besar untuk belajar, 3) siswa menjadi lebih peduli dengan teman-temannya, dan diantara mereka akan terbangun rasa ketergantungan yang positif, 4) meningkatkan rasa penerimaan siswa terhadap teman-teman yang berasal dari latar belakang ras dan etnik yang erbeda-beda. Berdasarkan pada pendapat-pendapat ahli diatas maka untuk mengatasi masalah tersebut pembelajaran dengan metode STAD dapat menjadi solusi untuk menciptakan pembelajaran yang lebih baik.

Menurut Setiyo Rini quartet card adalah sejenis permainan yang terdiri atas beberpa jumlah kartu bergambar, dari kartu tersebut tertera keterangan berupa tulisan yang menerangkan gambar tersebut. Biasanya tulisan judul gambar ditulis paling atas dari kartu dan tulisannya lebih diperbesar atau dipertebal dan tulisan gambar, ditulis dua atau empat baris secara vertikal ditengah – tengah antara judul dan gambar. Tulisan yang menerangkan gambar itu biasanya ditulis dengan tinta berwana.

Quartet card adalah salah satu bentuk dari media pembelajaran. Media pembelajaran menjadi salah satu solusi yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah diatas. Penggunaan media dalam proses belajar juga dijelaskan oleh Hamalik (1986) dalam Arsyad (2013: 19) mengemukakan bahwa pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa.

Penjelasan diatas menjelaskan bahwa media mampu untuk membangkitkan keinginan dan minat serta motivasi dan menrangsang siswa dalam belajar. Maka dengan begitu utnuk mengatasi masalah dalam proses pembelajaran, penggunaan media ini dapat membantu menyelesaikan masalah tersebut. Menurut Arsyad (2013: 3) “media dalam proses belajar mengajar cendrung diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis atau electronis untuk menangkap, memproses dan menyusun kembali informasi visual atau verbal”. Pengertian dari Arsyad menekankan media adalah alat yang digunakan untuk menyusun kembali informasi visual atau verbal yang memudahkan siswa menerima pesan. Media menjadi alat bantu yang digunakan untuk menyampaikan informasi. Mempermudah peserta didik dalam menyerap informasi yang disampaikan oleh guru.

Berdasarkan uraian pembahasan di atas maka penulis akan melakukan penelitian dengan judul “Penerapan STAD Berbantu Quartet Card Dalam Mata Pelajaran IPA Materi Energi Dan Perubahan  Pada Siswa Kelas IV SD Negeri Wonosari”