BUSINESS PLAN MAHASISWA

Nama Perusahaan                : O-Egg

Nama Pemilik/Pengurus        :  Muhammad Reza Harahap

Muhammad Faizin

Muhammad Ihsan

Bidang Usaha                : Agribisnis Peternakan

Alamat Perusahaan                : Jalan HR. Soebrantas

  Tampan, Pekanbaru

Mulai Berdiri                : 21 Januari 2019

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Era modern perdagangan saat ini sedang berkembang pesat. Salah satu tantangan bangsa saat ini adalah bagaimana cara untuk meningkatkan nilai tambah hasil usaha industri yang dapat menjadi penentu dan pendorong pertumbuhan ekonomi di setiap daerah. Pertumbuhan dan perkembangan industri yang begitu pesat memunculkan berbagai ragam dan bentuk industri yang ada, baik industri berskala besar ataupun kecil. Masing-masing industri berusaha meningkatkan produktivitas dengan berbagai kendala yang dihadapi. Adanya berbagai ragam industri tersebut menuntut masing-masing industri agar mampu bersaing dan mempertahankan industrinya.

Pemasaran adalah salah satu kegiatan dalam perekonomian yang membantu dalam menciptakan nilai ekonomi. Nilai ekonomi itu sendiri menentukan harga barang dan jasa. Sedangkan faktor penting dalam menciptakan nilai tersebut adalah produksi, pemasaran, dan konsumsi. Pemasaran menjadi penghubung antara kegiatan produksi dan konsumsi. Manusia harus menemukan kebutuhannya terlebih dahulu sebelum ia memenuhinya. Usaha untuk memenuhi kebutuhan tersebut dapat dilakukan dengan cara mengadakan suatu hubungan. Dengan demikian, pemasaran juga dapat diartikan sebagai suatu usaha untuk memuaskan kebutuhan pembeli dan penjual.

Pemasar yang berusaha mempengaruhi perilaku konsumen terletak pada premis bahwa konsumen adalah raja, motivasi dan perilaku konsumen dapat dipahami melalui survei atau penelitian, perilaku konsumen dapat dipengaruhi melalui kegiatan persuasif yang menanggapi konsumen secara serius sebagai pihak yang berkuasa dan dengan maksud tertentu serta pengaruh konsumen memiliki hasil yang menguntungkan secara sosial asalkan pengamanan hukum, etika, dan moral berada pada tempatnya untuk mengekang upaya manipulasi.

Berdasarkan latar belakang di atas, maka kami tertarik untuk mengkaji lebih dalam lagi tentang sistem pembukuan yang akan digunakan oleh usaha penjualan telur organik atau ‘organic egg’ yang telah kami jalankan.

1.2. Tujuan

Adapun tujuan pembuatan business plan ini adalah sebagai berikut :

1.      Menerapkan ilmu teori mata kuliah “Kewirausahaan”, yakni diaplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari agar dapat menghasilkan laba demi meningkatkan taraf hidup pengusaha.

2.      Menumbuhkan jiwa kewirausahaan dalam diri masing-masing serta berlatih cara berpikir yang kreatif dan inovatif.

3.      Menciptakan lapangan pekerjaan bagi pengusaha sendiri dan juga bagi masyarakat sekitar.

  1. Memperkenalkan produk telur yang sehat, bebas dari penggunaan obat dan bahan kimiawi yang bisa merusak kesehatan.

BAB II RINGKASAN EKSEKUTIF

Organic Egg’ merupakan salah satu jenis produksi telur dari peternakan ayam yang masih asing di Indonesia dengan perpaduan peternakan ayam sistem organik, maka didapatkan produksi telur yang terbebas dari penggunaan zat kimiawi dan suntik hormon.

Produk bahan makanan yang sehat dan kaya gizi ini dihadirkan dengan konsep kemasan yang praktis dibawa. Kios penjualan kami berlokasi di Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Islam Negeri Syarif Qasim Riau dengan sasaran mahasiswa maupun kalangan umum yang berkunjung.

Produk telur mentah ini tentu saja akan menjadi sumber bahan makanan sehat bagi mahasiswa maupun masyarakat umum di sekitar sehingga pasar ini dapat dikembangkan hingga ke seluruh provinsi Riau dan juga seluruh Indonesia.


BAB III VISI DAN MISI

3.1 Visi Perusahaan

Menjadikan ‘Organic Egg’ sebagai icon produk peternakan sehat di kota Pekanbaru.

3.2 Misi Perusahaan

  1. Mempopulerkan telur sebagai salah satu sumber protein yang sehat.
  2. Meningkatkan kualitas produksi.
  3. Meningkatkan volume penjualan.
  4. Memberikan pelayanan yang terbaik kepada konsumen.

3.3 Keunggulan Barang yang Dihasilkan

O-EGG menawarkan produk telur yang sehat, yaitu Organic Egg yang memiliki kandungan protein yang sangat tinggi dan bebas dari kandungan zat kimiawi yang berbahaya. Selain itu, produk yang kami tawarkan juga baik untuk dijadikan sarapan dan sumber lauk yang sehat serta bisa dikonsumsi secara mentah.

Kemasan yang digunakan juga praktis dibawa. Kami menganut prinsip yang selalu mengutamakan kualitas produk yang baik dengan harga yang terjangkau serta pelayanan yang terbaik.


BAB IV ANALISIS INDUSTRI

4.1 Analisis Peluang Usaha

4.1.1 Kebutuhan

Telur organik sangat cocok bagi penderita alergi telur, karena tidak mengandung hormon dan zat kimiawi. Selain itu konsumsi telur ini setiap hari aman dan sangat cocok dijadikan sebagai lauk makanan sehari hari, menjadi sumber protein dan vitamin yang murah dan terjangkau.

4.1.2  Permintaan

Selain untuk mengenyangkan perut, konsumen biasanya melirik produk telur ini dengan harga murah. Dalam hal ini, diusahakan produk yang selain bermutu juga memiliki harga yang sangat terjangkau di pasaran.

4.1.3 Produk

Adanya kecenderungan konsumen sekarang ini untuk mengonsumsi makanan organik mendorong produksi bahan makanan yang terbebas dari bahan kimiawi. Salah satunya yaitu usaha kami mengombinasikan peternakan ayam organik dengan produsi telur sehat atau Organic Egg.

4.2 Analisis Persaingan

Perusahaan pesaing bagi perusahaan O-EGG penghasil produk Organic Egg, antara lain perusahaan penjual molen telur.

Tabel 4.1 Tabel Produk Pesaing Utama bagi Produk Organic Egg

PRODUK PESAING

KEUNGGULAN

KELEMAHAN

Telur non organik

Cukup populer dan diminati.

Kurang sehat karena mengandung zat kimia.

Meskipun banyak produk telur pesaing yang lain, produk Organic Egg ini berpeluang besar bisa kuat bersaing karena memiliki kelebihan untuk kesehatan dan dengan harga yang terjangkau tentunya.


BAB V DESKRIPSI USAHA

5.1  Produk Usaha

5.1.1 Deskripsi Produk Organic Egg

Bentuknya sama seperti telur pada umumnya. Memiliki kulit yang biasa dan tentunya ukurannya juga sama seperti telur pada umumnya. Kami memproduksi sendiri dari peternak ayam organic sehingga bisa dijual dengan harga yang terjangkau berdasar ukuran pelajar dan juga mahasiswa. Organic Egg ini dapat dijadikan alternatif sumber protein hewani yang terbaik

5.1.2. Proses Produksi Organic Egg

 

Produksi telur organik ini membutuhkan kurang lebih 50 ekor ayam broiler siap bertelur yang dipelihara dalam sistem kandang terpadu. Kandang yang dibuat adalah kandang terbuka yang bersinergi dengan peternakan lele. Telur diambil setiap pagi hari dan selalu dijaga kebersihannya.

5.2 Identitas Pemilik dan Karyawan

5.2.1 Identitas Pemilik

  1. Nama

  1. Jabatan

  1. Tempat dan Tanggal Lahir

  1. Alamat Rumah

  1. Nomor Telepon

  1. Nomor Fax

-

  1. Alamat E-mail

  1. NIM

  1. Program Studi

5.2.2 Identitas Karyawan

  1. Nama

  1. Jabatan

  1. Tempat dan Tanggal Lahir

  1. Alamat Rumah

  1. Nomor Telepon

  1. Nomor Fax

-

  1. Alamat E-mail

  1. NIM

  1. Program Studi


BAB VI RENCANA PRODUKSI

6.1 Pemilihan Lokasi

Lokasi yang dipilih yaitu di Fakultas Peternakan UIN SUSKA. Hal ini dikarenakan lokasi tersebut dipandang sangat potensial untuk mencapai tujuan dan sasaran dari produk Organic Egg, yaitu kalangan mahasiswa dan pelajar yang berkunjung khususnya dan juga para konsumen lain yang datang. Mahasiswa dan pelajar ataupun remaja dalam segi finansial memang mungkin terhitung belum mapan, tetapi memiliki selera dan gaya hidup sehat.

6.2 Rencana Layout Fasilitas Fisik

Layout dari Organic Egg adalah berupa sebuah gerobak yang kondusif untuk penjualan produk usaha ini.

 

6.3 Rencana Ruang Produksi

Ruang produksi yang akan digunakan yaitu laboratorium peternakan yang berlokasi di belakang gedung utama fakultas yang berhubungan langsung dengan perkebunan kelapa sawit milik swadaya masyarakat.

6.4 Sumber-sumber Bahan Baku dan Bahan Penolong serta Penggunaannya

Tabel 6.1 Sumber-sumber Bahan Baku dan Penggunaannya

BAHAN BAKU

KEBUTUHAN

RATA-RATA PER BULAN

SUMBER

Ayam Broiler produktif

50 ekor

Pemasok ayam broiler

Kandang

Luas 3x5 meter

Pembuat kandang

Pakan ayam

9 kg

Toko peternakan

Peralatan lain

50-60 liter

Pasar Swalayan


BAB VII RENCANA PEMASARAN

7.1 Segmentasi Pasar

Segmentasi pasar usaha kami lakukan berdasarkan usia, jumlah, dan profesi sebagai berikut :

7.1.1 Usia

- Usia < 15 tahun

- Usia 15 - 30 tahun

- Usia > 30 tahun

7.1.2 Jumlah

- Individu, merupakan orang perorangan secara mandiri.

- Kelompok/organisasi, merupakan bentuk perserikatan atau perkumpulan beberapa orang  yang memiliki visi, hobi ataupun profesi yang sama.

7.1.3 Profesi

- Pelajar

- Mahasiswa

- Dosen

- Umum.

7.2 Target Pasar

Sasaran yang dibidik secara langsung oleh usaha ini adalah para pelajar dan mahasiswa serta remaja berusia di bawah 15 tahun maupun orang dewasa berusia 15 - 30 tahun yang datang berkunjung.

 

7.3  Sistem Pemasaran

        Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial di mana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan, menawarkan, dan bertukar sesuatu yang bernilai satu sama lain. Definisi ini didasarkan pada konsep inti, yaitu kebutuhan, keinginan dan permintaan, produk, nilai, biaya dan kepuasan, pertukaran, transaksi dan hubungan,  pasar,  pemasaran dan pemasar.

Adapun tujuan dari pemasaran adalah mengenal dan memahami konsumen sedemikian rupa sehingga produk itu cocok dengannya dan selanjutnya dapat terjual dengan sendirinya. Idealnya, pemasaran menyebabkan pelanggan siap membeli sehingga hal yang perlu dipikirkan berikutnya hanyalah bagaimana membuat produk tetap tersedia untuk dijual. Sedangkan proses pemasaran terdiri dari analisa peluang pasar, meneliti dan memilih pasar sasaran, merancang strategi pemasaran, merancang program pemasaran, dan mengorganisir, melaksanakan serta mengawasi usaha pemasaran.

Dengan produk seperti yang kami jual ini, kami umumnya memasarkannya di antara kalangan mahasiswa, yakni di area kampus. Kami membuka warung kaki lima dengan media gerobak sederhana bertenda yang berlokasi di area Fakultas Peternakan sebagai tempat penjualan. Selain itu, usaha penjualan juga dilakukan dengan kegiatan promosi keliling di sekitar area kampus untuk menjajakan produk dagangan.

BAB VIII STRUKTUR PERUSAHAN


BAB IX RISIKO USAHA

Analisa SWOT

A.        Strength (Kekuatan) :

  1. Harga relatif murah, tetapi berkualitas.

 2. Kebanyakan orang menyukai telur.

3. Praktis untuk dimakan.

4. Diolah dengan bahan dasar alami dan tanpa bahan pengawet.

5. Proses produksinya mengutamakan higienitas.

B.        Weakness (Kelemahan) :

1. Tidak cocok bagi orang yang tidak suka telur.

2. Produk harus disimpan dengan perlakuan ekstra karena mudah rusak

C.        Opportunity (Peluang) :

1. Semakin banyak orang Indonesia yang menyukai bahan baku sehat, tidak terkecuali telur.

2. Kebiasaan para konsumen yang mencari lauk sehat yang bergizi, murah dan enak saat ini, khususnya kalangan remaja dan dewasa (pelajar dan mahasiswa).

D.        Threat (Ancaman) :

Semakin banyaknya orang yang juga ingin berwirausaha secara sederhana sehingga memungkinkan muncul semakin banyak pesaing yang mencoba usaha seperti ini.


BAB X ANALISIS KEUANGAN

10.1 Biaya Investasi Awal

Tabel 10.1 Tabel Biaya Investasi Awal

Item

Volume

Harga/Unit

Total Biaya

Wajan besar

2

Rp 135.000

Rp 270.000

Sudip

2

Rp 18.000

Rp 36.000

Pisau

2

Rp 15.000

Rp 30.000

Baskom besar

2

Rp 17.500

Rp 35.000

Kompor gas

1

Rp 500.000

Rp 500.000

Kulkas

1

Rp 960.000

Rp 960.000

Total

Rp 1.831.000

   


10.2. LAPORAN KEUANGAN

Tabel 10.2 RENCANA ARUS KAS (CASH – FLOW)

RENCANA ARUS KAS (dalam ribuan rupiah)

O-EGG - Organic Egg

UNTUK TAHUN 2014

Bln I

Bln II

Bln III

Bln IV

Bln V  

Bln VI

Bln VII

Bln VIII

 Bln IX

Bln X  

Bln XI

    Bln XII

A.

PENERIMAAN

Penerimaan Penjualan

10.000

10.000

10.000

10.000

10.000

10.000

10.000

10.000

10.000

10.000

10.000

10.000

Penerimaan Pinjaman

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

Penerimaan lain-lain

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

Sub Total Penerimaan

10.000

10.000

10.000

10.000

10.000

10.000

10.000

10.000

10.000

10.000

10.000

10.000

B.

PENGELUARAN

Pembelian Asset (Investasi)

1.831

Pembelian Bahan Baku

2.365

Pembelian Bahan Pembantu

 374

    374

    374

    374

    374

    374

    374

    374

    374

    374

    374

    374

Upah Buruh Produksi

1.200

1.200

1.200

1.200

1.200

1.200

1.200

1.200

1.200

1.200

1.200

1.200

Biaya Produksi Lain-Lain

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

Biaya Pemasaran

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

Listrik, Air, Telepon

200

200

200

200

200

200

200

200

200

200

200

200

Sub Total Pengeluaran

5.970

1.774

1.774

1.774

1.774

1.774

1.774

1.774

1.774

1.774

1.774

1.774

C.

SELISIH KAS

(4.030)

8.226

8.226

8.226

8.226

8.226

8.226

8.226

8.226

8.226

8.226

8.226

D.

SALDO KAS AWAL

0

0

0

0

0

0

0

7

0

0

0

0

E.

SALDO KAS AKHIR

4.030

8.226

16.452

24.678

32.904

41.130

49.356

57.582

65.808

74.034

82.260

90.486


10.2.2. Laba/Rugi

Tabel 10.3 Tabel Menghitung Laba/Rugi dalam Usaha

Pendapatan

Jumlah Pendapatan (R)

R = 10.000.000

Beban-Beban

-Pembelian bahan baku

Rp 2.365.000

-Bahan Pendukung

Rp 374.000

-Listrik

Rp 200.000

-dll.

Rp 150.000

Laba/Rugi

Pendapatan-(Jumlah Biaya)

= Rp 10.000.000 – (Rp 2.365.000 + Rp 374.000 +  Rp 200.000 + Rp 150.000)

= Rp 6.911.000 (Laba bersih)

10.3. Analisis Kelayakan Usaha

  1. Break Even Point (BEP) = Titik Balik Modal

Perhitungan Titik Impas

Harga Minimal = Total Biaya / Jumlah Produksi

                  = Rp 2.739.000 / 6.000

                  = Rp 456,5

Jumlah Minimal = Total Biaya / Harga Per Unit

                   = Rp 2.739.000 / Rp 1.666.67

                    = 1.643,4

                   = 1.644 unit

  1. Payback Period = pada bulan IX (bulan Februari 2015)

        

     

BAB XI PENUTUP

Demikianlah penyajian proposal business plan  yang telah kami susun. Kami dari tim perusahaan “O-EGG” memohon maaf apabila masih terdapat banyak  kekurangan di dalam penyusunan business plan  ini. Semoga dapat memberikan manfaat bagi seluruh pembaca dan juga penulis untuk menumbuhkan motivasi dalam membuka usaha.

Kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan untuk perbaikan di masa yang akan datang. Terima kasih.