Mengadministrasi Server dalam Jaringan

Untuk mengatasi agar masing-masing user tidak dapat menyimpan data melebihi kapasitas yang diizinkan, maka seorang administrator perlu menerapkan pemberian disk quota pada masing-masing user tersebut. Dengan penerapan disk quota ini dapat diatur pembagian quota masing-masing user sesuai dengan kebutuhan dan yang dikehendaki.

Untuk disk quota boleh membatasi alokasi ruang disk (block quota) atau berdasarkan jumlah file yang dapat di buat (inode quota) atau mungkin kombinasi keduanya. Pembatasan ini dibagi atas dua kategori, yaitu:

Hard limit tidak boleh dilewati. Setelah seorang user mencapai hard limitnya, dia tidak akan mendapatkan tambahan alokasi baru pada file sistem tersebut.

Soft limit dapat dilewati tapi hanya selama waktu yang telah ditetapkan. Periode ini dikenal dengan sebutan grace period, yang harga defaultnya adalah tujuh hari. Jika seorang user tetap mempertahankan kelebihan quota di batas soft limit lebih lama dari grace period yang dimilikinya, maka soft limit ini akan berubah menjadi hard limit.

Pada Materi ini membahas tentang mengidentifikasikan jenjang pengguna dan aplikasi pada jaringan dengan Linux Red hat 9.0 dan dari client menggunakan linux atau windows baik dari sisi akses data, pembagian kegunaan atau pembagian pakai, keamanan dan kenyamanan data untuk di akses,dll..

Kernel merupakan inti dari sistem operasi Linux. Program-program lainnya seperti kompiler, editor, window manager dsb adalah paket distribusi yang disertakan melengkapi sistem Linux. Kernel berisi program yang dimuat saat boot dan berfungsi sebagai interface antara software dan hardware. Kernel juga bertugas menangani permintaan membaca atau menulis peralatan disk, melakukan tugas-tugas network, proses input/output, manajemen memori, dsb. Informasi mengenai perkembangan kernel bisa dilihat di homepage http://www.kernel.org atau http://www.linuxtoday.org.

Konfigurasi Quota

Quota harus sudah dikonfigurasi di kernel dan sistem sudah terinstall paket quota. Pada Linux Redhat versi 6.2, paket quota bisa diinstall dengan rpm jika saat instalasi sistem, paket quota tidak dipilih. Setelah itu konfigurasi ulang kernel dan pada bagian quota support ketikkan y :

Quota support (CONFIG_QUOTA) [n] y

Untuk mengecek apakah quota sudah aktif lakukan perintah berikut :

# /usr/sbin/quotacheck –avug

Kemudian hidupkan quota :

# /usr/sbin/quotaon -avug

Setelah itu harus menyunting file /etc/fstab untuk mengaktifkan disk quota per baris file sistem, dimana dapat mengaktifkan quota untuk masing-masing user atau group atau keduanya. Sebelum quota diaktifkan tampilan file /etc/fstab :

/dev/hda1 /ext2 defaults 1 1

/dev/hda2 /home ext2 defaults 1 1

Untuk mengaktifkan quota user, tambahkan “usrquota” pada “defaults” menjadi :

/dev/hda1 /ext2 defaults 1 1

/dev/hda2 /home ext2 defaults,usrquota 1 1

Untuk mengaktifkan quota group dengan mengganti options usrquota menjadi “grpquota”. Sedangkan untuk mengaktifkan keduanya, dapat dilakukan seperti berikut :

/dev/hda1 /ext2 defaults 1 1

/dev/hda2 /home ext2 defaults,usrquota,grpquota 1 1

Kemudian perlu dibuat juga file yang berfungsi menyimpan record quota yaitu quota.user dan quota.group. Keduanya harus diset owner sebagai root, dan hanya boleh di read-write oleh root saja. File ini biasa diletakkan di partisi /home.

# cd /home

# touch quota.user

# touch quota.group

# chmod 600 quota.user

# chmod 600 quota.group

Untuk keterangan lebih lanjut tentang fstab, baca manualnya :

# man fstab

Selanjutnya reboot system dan pastikan bahwa quota sudah diaktifkan. Caranya dengan perintah quota –v. Dari keluaran perintah ini dapat di lihat satu baris informasi tentang pemakaian disk dan batas quota saat itu untuk masing-masing file sistem yang telah diaktifkan quotanya.

Untuk mengalokasikan batas quota digunakan perintah edquota. Apabila perintah edquota untuk seorang user maka setelah perintah edquota bisa diikuti flag –u atau bisa juga tidak, baru kemudian diikuti nama user yang akan diatur quotanya. Untuk mengatur quota sebuah group diikuti flag –g baru kemudian diikuti nama group yang akan diatur quotanya. Atau untuk mengatur quota dua atau lebih user atau group sekaligus. Sintaksnya :

# edquota <user1> <user2> <user3> …dst

dan untuk mengatur dua atau lebih group digunakan :

# edquota -g <group1> <group2> <group3> …dst

Penggunaan perintah edquota dapat dilihat pada contoh berikut :

Untuk edit quota user

# edquota –u bagus

Quotas for user bagus:

/dev/hda2: blocks in use: 2594, limits (soft = 5000, hard = 6500)

inodes in use: 356, limits (soft = 1000, hard = 1500)

"blocks in use" adalah jumlah total blok (dalam kilobyte) yang telah dipakai oleh user. "inodes in use" adalah jumlah total file yang dimiliki user dalam partisi tersebut.

Untuk edit quota group

# edquota –g asisten

Quotas for group asisten:

/dev/hda4: blocks in use: 5799, limits (soft = 8000, hard = 10000)

inodes in use: 1454, limits (soft = 3000, hard = 4000)

Untuk mengatur batas quota pada suatu rentang uid atau user ID, sehingga dia tidak perlu memberikan batas quota masing-masing user dilakukan dengan menggunakan flag –p pada perintah edquota. Hal pertama yang harus dilakukan adalah menentukan batas quota yang akan dijadikan contoh atau prototype pada seorang user saja. Setelah itu proses duplikasi dapat dilakukan. Jika diasumsikan shell csh dan user ID dimulai pada nomor 500 maka digunakan perintah :

# edquota -p bob `awk -F: '$3 > 499 {print $1}' /etc/passwd`

Jika ingin mengeset sendiri grace periode, dengan perintah edquota –t. Maka akan tampil :

# edquota -t

Time units may be: days, hours, minutes, or seconds

Grace period before enforcing soft limits for users:

/dev/hda2: block grace period: 0 days, file grace period: 0 days

Jika ingin mengeset grace periode menjadi 5 hari, ubah angka 0 days menjadi 5 days, disesuaikan dengan block dan filenya. Keterangan baca di manual :

# man edquota

Untuk memeriksa batas quota dan kapasitas disk quota yang telah digunakan menggunakan perintah quota, atau repquota. Perintah quota hanya dapat digunakan oleh seorang user untuk memeriksa quota user dan group, dan pemakaian kapasitas disk yang dimilikinya. Perintah repquota dapat digunakan untuk mendapatkan ringkasan dari semua informasi quota dan pemakaian disk untuk file system yang telah diaktifkan quotanya. Berbeda dengan perintah edquota, pada perintah repquota ini jika tidak menambahkan flag apapun, secara otomatis yang akan ditampilkan adalah quota untuk masing-masing user dan quota untuk masing-masing group (jika keduanya ada). Jadi misalkan ingin melihat alokasi quota tiap user di file system /home digunakan perintah :

# repquota –u /home

misalnya tipe user di file sistem /home ini telah diatur, akan muncul tampilan :

Block limits File limits

User                 used                 soft         hard grace        used                 soft         hard grace

root --                 175419         0         0                 14679                 0         0

bin --                 18000                 0         0                 735                 0         0

uucp --         729                 0         0                 23                 0         0

man --                 57                 0         0                 10                0         0

bagus --         13046                 15360         19200                 806                 1500         2250

andri --         2838                 5120         6400                 377                 1000         1500

Penggunaan perintah quota –v oleh seorang user dapat dilakukan untuk melihat batas quota yang dimilkinya di file system tertentu. Sebagai contoh di bawah ini user adjie akan melihat batas quota yang dimilikinya :

# quota –v

Disk quotas for user adjie (uid 501) :

Filesystem blocks quota limit grace files quota limit grace

/home 525* 500 550 5days 17 0 0

/usr 0 500 550 0 0 0

Pada file system /home dari contoh di atas dapat dilihat bahwa user tersebut telah lewat 25 blok dari batas quota yang diizinkan dan mempunyai sisa perpanjangan waktu 5 hari lagi. Tanda asterisk (*) menunjukkan bahwa user tersebut saat ini telah melewati batas quota yang dimilikinya. Jadi user adjie selain punya quota di /home juga ada di /usr. Jika perintah quota digunakan tanpa flag apapun, maka quota user adjie di /usr tidak akan ditampilkan karena dia sama sekali belum menggunakan jatah quotanya di file system tersebut. Tapi karena perintah edquota menggunakan flag–v maka semua informasi tentang quota yang dimilikinya akan ditampilkan.

Arislan Haikal Khalis

05 / XII TKJ / SMK 2 Klaten

@ariez848 / zona.0fees.net / koplaker.blogspot.com