Modul Ajar PJOK SD Fase C Kelas V
MODUL AJAR PJOK SD FASE C KELAS V
Penyusun : Slamet Sugiyanto Jenjang : SD Kelas : V Alokasi Waktu : 3 x 35 Menit (2 kali pertemuan). | Kompetensi Awal: Peserta didik baru mulai menunjukkan kemampuan dalam mempraktikkan variasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif dalam berbagai olahraga tradisional anak Indonesia sesuai potensi dan kreativitas yang dimiliki. | Profil Pelajar Pancasila: Profil Pelajar Pancasila yang dikembangkan pada Fase C adalah mandiri dan gotong royong yang ditunjukkan melalui proses aktivitas pembelajaran variasi dan kombinasi pola pengembangan gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif permainan tradisional anak Indonesia. | ||
Sarana Prasarana | ||||
| ||||
Target Peserta Didik | ||||
| ||||
Jumlah Peserta Didik | ||||
| ||||
Ketersediaan Materi | ||||
Jika memilih YA, maka di dalam pembelajaran disediakan alternatif aktivitas sesuai kebutuhan peserta didik. | ||||
Materi, Media, dan Bahan Pembelajaran. | ||||
Aktivitas pembelajaran variasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif permainan tradisional anak Indonesia melalui:
Materi dapat dimodifikasi dengan menambah jarak, pengulangan, intensitas, dan kesempatan/frekuensi melakukan bagi peserta didik atau kelompok peserta didik yang memperlihatkan kemampuan yang belum baik dalam penguasaan aktivitas variasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, egrang, balap karung, permainan mendorong ban, dan permainan bakiak atau sandal raksasa permainan tradisional anak Indonesia. Strategi pembelajaran gerak yang lain dapat diberikan setelah dilakukan identifikasi kesulitannya sebelumnya. Peserta didik yang mengalami kesulitan dipasangkan dengan peserta didik yang lebih terampil sehingga dapat dibantu dalam penguasaan keterampilan tersebut.
Materi dapat dikembangkan dengan meningkatkan kompleksitas materi, mengubah lingkungan permainan, dan mengubah jumlah pemain di dalam permainan yang dimodifikasi. Pada saat pembelajaran peserta didik atau kelompok peserta didik yang telah melebihi batas ketercapaian pembelajaran diberikan kesempatan melakukan aktivitas variasi dan kombinasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif permainan sepak bola yang lebih kompleks. Guru juga dapat meminta peserta didik atau kelompok peserta didik berbagi dengan teman-temannya tentang pembelajaran yang dilakukan agar penguasaan kompetensi lebih baik (capaian pebelajaran terpenuhi).
| ||||
Moda Pembelajaran | ||||
| ||||
Pengaturan Pembelajaran | ||||
Pengaturan Peserta didik:
(Guru dapat mengatur sesuai dengan jumlah siswa di setiap kelasnya serta formasi yang diinginkan). | Metode:
(Guru dapat memilih salah satu atau menggabungkan beberapa metode yang diinginkan). | |||
Asesmen Pembelajaran | ||||
Menilai Ketercapaian Tujuan Pembelajaran:
| Jenis Asesmen:
(Guru dapat memilih salah satu atau menggabungkan beberapa asesmen yang sesuai). | |||
Tujuan Pembelajaran | ||||
Peserta didik melalui pembelajaran penugasan dapat menunjukkan kemampuan dalam mempraktikkan dan menganalisis pola aktivitas permainan tradisional anak-anak Indonesia melalui permainan egrang, balap karung, mendorong ban, bakiak atau sandal raksasa sesuai potensi dan kreativitas yang dimiliki serta mengembangkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila pada eleman gotong royong dan mandiri dengan meregulasi dan menginternalisasi nilai-nilai gerak seperti: berkolaborasi, kepedulian, berbagi, pemahaman diri dan situasi yang dihadapi, dan meregulasi diri, serta dapat menerapkan pola perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. | ||||
Pemahaman Bermakna | ||||
Peserta didik dapat memanfaatkan aktivitas variasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif permainan permainan tradisional dalam kehidupan nyata sehari-hari. Contohnya bahwa dengan melakukan permainan tradisional tubuh menjadi sehat dan bugar, otot menjadi kuat, dan gerakan menjadi lincah sehingga dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik. | ||||
Pertanyaan Pemantik | ||||
Mengapa peserta didik perlu memahami dan menguasai permainan tradisional anak-anak Indonesia melalui permainan egrang, balap karung, mendorong ban, bakiak atau sandal raksasa? | ||||
Prosedur Kegiatan Pembelajaran | ||||
Hal-hal yang harus dipersiapkan guru sebelum melakukan kegiatan pembelajaran antara lain sebagai berikut:
Langkah-langkah kegiatan pengajaran antara lain sebagai berikut:
Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan menggunakan model Resiprokal, dengan prosedur sebagai berikut:
Aaktivitas pembelajaran variasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif permainan permainan tradisional melalui:
Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur permainan egrang dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru. Cara melakukan praktik/latihan gerak permainan egrang adalah:
Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur permainan balap karung dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru. Cara melakukan praktik/latihan gerak permainan balap karung adalah:
Setelah peserta didik melakukan aktivitas 1 pembelajaran aktivitas permainan tradisional anak-anak Indonesia melalui permainan egrang dan balap karung, dilanjutkan dengan mempelajari aktivitas 2 pembelajaran permainan tradisional anak-anak Indonesia melalui permainan mendorong ban dan bakiak atau sandal raksasa. Bentuk-bentuk aktivitas 2 pembelajaran permainan tradisional anak-anak Indonesia melalui permainan mendorong ban dan bakiak atau sandal raksasa, antara lain sebagai berikut:
Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur permainan mendorong ban dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru. Cara melakukan praktik/latihan gerak permainan mendorong ban adalah:
Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur permainan bakiak atau sandal raksasa dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru. Cara melakukan praktik/latihan gerak permainan bakiak atau sandal raksasa adalah:
| ||||
Asesmen | ||||
Asesmen Pengembangan Karakter (Dimensi Mandiri dan Gotong Royong)
No | Pernyataan | Ya | Tidak | ||
1. | Saya membuat target asesmen yang realistis sesuai kemampuan dan minat belajar yang dilakukan. | ||||
2. | Saya memonitor kemajuan belajar yang dicapai serta memprediksi tantangan yang dihadapi. | ||||
3. | Saya menyusun langkah-langkah dan strategi untuk mengelola emosi dalam pelaksanaan belajar. | ||||
4. | Saya merancang strategi dalam mencapai tujuan belajar. | ||||
5. | Saya mengkritisi efektivitas diri dalam bekerja secara mandiri dalam mencapai tujuan. | ||||
6. | Saya berkomitmen dan menjaga konsistensi dalam mencapai tujuan yang telah direncanakannya. | ||||
7. | Saya membuat tugas baru dan keyakinan baru dalam melaksanakannya. | ||||
8. | Saya menyamakan tindakan sendiri dengan tindakan orang lain untuk melaksanakan tujuan kelompok. | ||||
9. | Saya memahami hal-hal yang diungkapkan oleh orang lain secara efektif. | ||||
10. | Saya melakukan kegiatan kelompok dengan kelebihan dan kekurangannya dapat saling membantu. | ||||
11. | Saya membagi peran dan menyelaraskan tindakan dalam kelompok untuk mencapai tujuan bersama. | ||||
12. | Saya tanggap terhadap lingkungan sosial sesuai dengan tuntutan peran sosialnya di masyarakat. | ||||
13. | Saya menggunakan pengetahuan tentang sebab dan alasan orang lain menampilkan reaksi tertentu. | ||||
14. | Saya mengupayakan memberi hal yang dianggap penting dan berharga kepada masyarakat. | ||||
Sangat Baik | Baik | Perlu Perbaikan | |||
Jika lebih dari 10 pernyataan terisi “Ya” | Jika lebih dari 8 pernyataan terisi “Ya” | Jika lebih dari 6 pernyataan terisi “Ya” | |||
Teknik | Bentuk | Contoh Instrumen | Kriteria Asesmen |
Tes Tulis | Pilihan ganda dengan 4 opsi | 1. Bakiak merupakan olahraga tradisional yang berasal dari Sumatera Barat. Mungkin kamu sudah mengenal olahraga tradisional satu ini. Karena masih sering diperlombakan dalam acara kemerdekaan. Tujuan dari olahraga bakiak sendiri adalah untuk . . . .
Kunci: C. menguji kekompakkan suatu tim. | Jawaban benar mendapatkan skor 1 dan salah 0. |
Uraian tertutup | 1. Jelaskan cara melakukan permainan tradisional egrang! Kunci:
| Mendapatkan skor; 4, jika seluruh urutan dituliskan dengan benar dan isi benar. 3, jika urutan dituliskan salah tetapi isi benar. 2, jika sebagian urutan dituliskan dengan benar dan sebagian isi benar. 1, jika urutan dituliskan salah dan sebagian besar isi salah. |
Lakukan aktivitas permainan tradisional anak-anak Indonesia melalui permainan bakiak atau sandal raksasa. Unsur-unsur yang dinilai adalah kesempurnaan melakukan gerakan (asesmen proses) dan ketepatan melakukan gerakan (asesmen produk).
Berikan (angka) pada kolom yang sudah disediakan, setiap peserta didik menunjukkan atau menampilkan gerak permainan yang diharapkan.
Contoh lembar asesmen proses gerak untuk perorangan (setiap peserta didik satu lembar asesmen).
Nama :____________________________ Kelas: __________
No | Indikator Esensial | Uraian Gerak | Ya (1) | Tidak (0) |
1. | Posisi dan Sikap Awal |
| ||
| ||||
| ||||
| ||||
2. | Pelaksanaan Gerak |
| ||
| ||||
| ||||
| ||||
3. | Posisi dan Sikap Akhir |
| ||
| ||||
| ||||
| ||||
Perolehan/Skor maksimum X 100% = Skor Akhir | ||||
Skor 3 jika:
Skor 2 jika: hanya tiga kriteria yang dilakukan secara benar
Skor 1 jika: hanya satu sampai dua kriteria yang dilakukan secara benar.
Skor 4 jika:
Skor 3 jika: hanya tiga kriteria yang dilakukan secara benar.
Skor 2 jika: hanya dua sampai tiga kriteria yang dilakukan secara benar.
Skor 1 jika: hanya satu sampai dua kriteria yang dilakukan secara benar.
Skor 3 jika:
Skor 2 jika: hanya dua kriteria yang dilakukan secara benar
Skor 1 jika: hanya satu sampai dua kriteria yang dilakukan secara benar
Skor maksimum: 10
Skor perolehan peserta didik: SP
Nilai keterampilan yang diperoleh peserta didik: SP/10
Pengayaan dan Remedial |
Pengayaan diberikan oleh guru terhadap proses pembelajaran yang dilakukan pada setiap aktivitas pembelajaran. Pengayaan dilakukan apabila setelah diadakan asesmen pada kompetensi yang telah diajarkan pada peserta didik pada setiap aktivitas pembelajaran, nilai yang dicapai melampaui kompetensi yang telah ditetapkan oleh guru. Pengayaan dilakukan dengan cara menaikkan tingkat kesulitan permainan dengan cara mengubah jumlah pemain, memperketat peraturan, menambah alat yang digunakan, serta menambah tingkat kesulitan tugas keterampilan yang diberikan.
Remidial dilakukan oleh guru terintegrasi dalam pembelajaran yaitu dengan memberikan intervensi yang sesuai dengan level kompetensi peserta didik dari mana guru mengetahui level kompetensi peserta didik. Level kompetensi diketahui dari refleksi yang dilakukan setiap kali pembelajaran. Remidial dilakukan dengan cara menetapkan atau menurunkan tingkat kesulitan dalam materi pembelajaran.
Refleksi Peserta Didik dan Guru |
Pada setiap 2 topik dan di akhir pembelajaran peserta didik ditanya tentang:
Contoh Format Refleksi.
Setelah peserta didik melakukan aktivitas 2 pembelajaran permainan tradisional anak-anak Indonesia melalui permainan bakiak atau sandal raksasa, peserta didik diminta untuk menuliskan kesulitan-kesulitan, kesalahan-kesalahan, dan bagaimana cara memperbaikinya dalam melakukan aktivitas 2 pembelajaran permainan tradisional anak-anak Indonesia melalui permainan bakiak atau sandal raksasa. Kemudian laporkan hasil capaian belajar yang diperoleh dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru.
No | Aktivitas Pembelajaran | Hasil Refleksi | |
Tercapai | Belum Tercapai | ||
1. |
| ||
2. | Menunjukkan nilai-nilai karakter Profil Pelajar Pancasila pada elemen mandiri dan gotong royong dalam proses pembelajaran pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif permainan bakiak atau sandal raksasa. | ||
*) Materi disesuaikan dengan pokok bahasan.
Refleksi yang dilakukan oleh guru terhadap proses pembelajaran yang dilakukan pada setiap aktivitas pembelajaran. Hasil refleksi bisa digunakan untuk menentukan perlakuan kepada peserta didik, apakah remedial atau pengayaan. Remedial dan pengayaanya di dalam pembelajaran, tidak terpisah setelah pembelajaran. Hal-hal yang perlu mendapat perhatian dalam refleksi guru antara lain:
Lembar Kerja Peserta Didik |
Tanggal : .................................................................
Lingkup/materi pembelajaran : .................................................................
Nama Siswa : .................................................................
Fase/Kelas : C / V
Cara melakukan aktivitas permainan tradisional anak-anak Indonesia antara lain:
Glosarium |
|
Referensi |
Muhajir. 2017. Buku Siswa Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, untuk SMP/M.Ts Kelas VII. Bogor : Penerbit Yudhistira. Muhajir. 2017. Buku Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, untuk SMP/M.Ts Kelas VII. Bogor : Penerbit Yudhistira. Muhajir. 2020. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, untuk SMP/M.Ts Kelas VII. Jakarta: Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Kemendikbud. Muhajir. 2020. Belajar dan Berlatih Olahraga Tradisional Anak Indonesia. Bandung: Sahara Multi Trading. Tim Direktorat SMP. 2017. Panduan Asesmen oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tim Direktorat SMP. 2016. Panduan Pembelajaran Untuk Sekolah Menengah Pertama. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. |
Memeriksa dan Menyetujui, Kepala SD/MI ......................................... | .............................., .................. 2021 Guru Mata Pelajaran |
…………………………………................. NIP. |
…………………............................. NIP. |
@2021 Pusat Asesmen dan Pembelajaran Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Kemendikbud, Riset dan Teknologi