Modul Ajar PJOK SD Fase C Kelas V

MODUL AJAR PJOK SD FASE C KELAS V

Penyusun : Slamet Sugiyanto

Jenjang    : SD

Kelas       : V

Alokasi Waktu : 3 x 35 Menit (2 kali pertemuan).

Kompetensi Awal:

Peserta didik baru mulai  menunjukkan kemampuan dalam mempraktikkan variasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif dalam berbagai olahraga tradisional anak Indonesia sesuai potensi dan kreativitas yang dimiliki. 

Profil Pelajar Pancasila:

Profil Pelajar Pancasila yang dikembangkan pada Fase C adalah mandiri dan gotong royong yang ditunjukkan melalui proses aktivitas pembelajaran variasi dan kombinasi pola pengembangan gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif permainan tradisional anak Indonesia.

Sarana Prasarana

  1. Lapangan olahraga atau lapangan sejenisnya (halaman sekolah).
  2. Egrang.
  3. Karung goni atau bahan sejenisnya.
  4. Ban motor bekas atau sejenisnya.
  5. Bakiak atau sejenisnya.
  6. Tali pembatas
  7. Peluit dan stopwatch.

Target Peserta Didik

  • Peserta didik regular/tipikal.
  • Peserta didik dengan hambatan belajar.
  • Peserta didik cerdas istimewa berbakat (CIBI).
  • Peserta didik meregulasi diri belajar.
  • Peserta didik dengan ketunaan (tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, tunalaras, tunaganda).

Jumlah Peserta Didik

  • Maksimal 28 peserta didik.

Ketersediaan Materi

  • Pengayaan untuk peserta didik CIBI atau yang berpencapaian tinggi : YA/TIDAK.
  • Alternatif penjelasan, metode, atau aktivitas, untuk peserta didik yang sulit memahami konsep: YA/TIDAK.

Jika memilih YA, maka di dalam pembelajaran disediakan alternatif aktivitas sesuai kebutuhan peserta didik.

Materi, Media, dan Bahan Pembelajaran.

  1. Materi Pokok Pembelajaran
  1. Materi Pembelajaran Reguler Permainan Tradisional

Aktivitas pembelajaran variasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif permainan tradisional anak Indonesia melalui:

  1. Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan permainan egrang.
  2. Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan permainan balap karung.
  3. Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan permainan mendorong ban.
  4. Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan permainan bakiak atau sandal raksasa.

  1. Materi Pembelajaran Remidial

Materi dapat dimodifikasi dengan menambah jarak, pengulangan, intensitas, dan kesempatan/frekuensi melakukan bagi peserta didik atau kelompok peserta didik yang memperlihatkan kemampuan yang belum baik dalam penguasaan aktivitas variasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, egrang, balap karung, permainan mendorong ban, dan permainan bakiak atau sandal raksasa permainan tradisional anak Indonesia.

Strategi pembelajaran gerak yang lain dapat diberikan setelah dilakukan identifikasi kesulitannya sebelumnya. Peserta didik yang mengalami kesulitan dipasangkan dengan peserta didik yang lebih terampil sehingga dapat dibantu dalam penguasaan keterampilan tersebut.

  1. Materi Pembelajaran Pengayaan

Materi dapat dikembangkan dengan meningkatkan kompleksitas materi, mengubah lingkungan permainan, dan mengubah jumlah pemain di dalam permainan yang dimodifikasi.

Pada saat pembelajaran peserta didik atau kelompok peserta didik yang telah melebihi batas ketercapaian pembelajaran diberikan kesempatan melakukan aktivitas variasi dan kombinasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif permainan sepak bola yang lebih kompleks. Guru juga dapat meminta peserta didik atau kelompok peserta didik berbagi dengan teman-temannya tentang pembelajaran yang dilakukan agar penguasaan kompetensi lebih baik (capaian pebelajaran terpenuhi).

  1. Media Pembelajaran
  1. Peserta didik sebagai model atau guru yang memperagakan aktivitas permainan tradisional anak-anak Indonesia melalui permainan egrang, balap karung, mendorong ban, bakiak atau sandal raksasa.
  2. Gambar aktivitas permainan tradisional anak-anak Indonesia melalui permainan egrang, balap karung, mendorong ban, bakiak atau sandal raksasa.
  3. Video pembelajaran aktivitas permainan tradisional anak-anak Indonesia melalui permainan egrang, balap karung, mendorong ban, bakiak atau sandal raksasa.

  1. Bahan Pembelajaran
  1. Buku ajar
  2. Link youtube (jika diperlukan)
  3. Lembar Kerja (student work sheet) yang berisi perintah dan indikator tugas gerak.

Moda Pembelajaran

  • Daring.
  • Luring.
  • Paduan antara tatap muka dan PJJ (blended learning).
  • Guru memilih moda pembelajaran yang diinginkaan sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar yang ada, pada modul ini menggunakan moda luring.

Pengaturan Pembelajaran

Pengaturan Peserta didik:

  • Individu.
  • Berpasangan.
  • Berkelompok.
  • Klasikal.

(Guru dapat mengatur sesuai dengan jumlah siswa di setiap kelasnya serta formasi yang diinginkan).

Metode:

  • Diskusi
  • Presentasi
  • Demonstrasi
  • Project
  • Eksperimen
  • Eksplorasi
  • Permainan
  • Ceramah
  • Simulasi
  • Penugasan

(Guru dapat memilih salah satu atau menggabungkan beberapa metode yang diinginkan).

Asesmen Pembelajaran

Menilai Ketercapaian Tujuan Pembelajaran:

  • Asesmen individu
  • Asesmen berpasangan
  • Asesmen kelompok

Jenis Asesmen:

  • Pengetahuan (lisan, tertulis)
  • Keterampilan (praktik, kinerja)
  • Sikap (mandiri dan gotong royong).
  • Portofolio.

(Guru dapat memilih salah satu atau menggabungkan beberapa asesmen yang sesuai).

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik melalui pembelajaran penugasan dapat menunjukkan kemampuan dalam mempraktikkan dan menganalisis pola aktivitas permainan tradisional anak-anak Indonesia melalui permainan egrang, balap karung, mendorong ban, bakiak atau sandal raksasa sesuai potensi dan kreativitas yang dimiliki serta mengembangkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila pada eleman gotong royong dan mandiri dengan meregulasi dan menginternalisasi nilai-nilai gerak seperti: berkolaborasi, kepedulian, berbagi, pemahaman diri dan situasi yang dihadapi, dan meregulasi diri, serta dapat menerapkan pola perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Pemahaman Bermakna

Peserta didik dapat memanfaatkan aktivitas variasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif permainan permainan tradisional dalam kehidupan nyata sehari-hari. Contohnya bahwa dengan melakukan permainan tradisional tubuh menjadi sehat dan bugar, otot menjadi kuat, dan gerakan menjadi lincah sehingga dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik.

Pertanyaan Pemantik

Mengapa peserta didik perlu memahami dan menguasai permainan tradisional anak-anak Indonesia melalui permainan egrang, balap karung, mendorong ban, bakiak atau sandal raksasa?

Prosedur Kegiatan Pembelajaran

  1. Persiapan mengajar

Hal-hal yang harus dipersiapkan guru sebelum melakukan kegiatan pembelajaran antara lain sebagai berikut:

  1. Membaca kembali Modul Ajar yang telah dipersiapkan guru sebelumnya.
  2. Membaca kembali buku-buku sumber yang berkaitan dengan permainan tradisional anak-anak Indonesia melalui permainan egrang, balap karung, mendorong ban, bakiak atau sandal raksasa.
  3. Menyiapkan alat pembelajaran, diantaranya:
  1. Lapangan olahraga atau lapangan sejenisnya (halaman sekolah).
  2. Engrang.
  3. Karung goni atau bahan sejenisnya.
  4. Ban motor bekas atau sejenisnya.
  5. Bakiak atau sejenisnya.
  6. Tali pembatas
  7. Peluit dan stopwatch.
  8. Lembar Kerja (student work sheet) yang berisi perintah dan indikator tugas gerak.

  1. Kegiatan pengajaran

Langkah-langkah kegiatan pengajaran antara lain sebagai berikut:

  1. Kegiatan pendahuluan (15 Menit)
  1. Guru meminta salah seorang peserta didik untuk menyiapkan barisan di lapangan sekolah dan mengucapkan salam atau selamat pagi kepada peserta didik.
  2. Guru meminta salah seorang peserta didik untuk memimpin doa, dan peserta didik berdoa sesuai dengan agamanya masing-masing.
  3. Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada peserta didik yang kurang sehat (sakit), maka guru meminta peserta didik tersebut untuk berisitirahat di kelas.
  4. Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang manfaat olahraga bagi kesehatan dan kebugaran.
  5. Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya, dengan cara tanya jawab.
  6. Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian kompetensi) disertai dengan penjelasan manfaat dari kegiatan aktivitas permainan tradisional anak-anak Indonesia adalah salah satu aktivitas yang dapat meningkatkan kebugaran jasmani dan prestasi cabang olahraga tradisional.
  7. Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari yaitu: aktivitas permainan tradisional anak-anak Indonesia melalui permainan egrang, balap karung, mendorong ban, bakiak atau sandal raksasa.
  8. Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi pengetahuan dan keterampilan aktivitas variasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif  permainan tradisional anak Indonesia.
  1. kompetensi pengetahuan berupa test tertulis mengenai fakta, konsep, dan prosedur dalam menjelaskan variasi aktivitas keterampilan pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif  egrang, balap karung, mendorong ban, bakiak atau sandal raksasa permainan tradisional anak Indonesia.
  2. kompetensi keterampilan yaitu berupa praktik aktivitas keterampilan variasi dan kombinasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif  egrang, balap karung, mendorong ban, bakiak atau sandal raksasa permainan tradisional anak Indonesia dalam bentuk yang sederhana dengan peraturan yang dimodifikasi.
  3. kompetensi sikap (Profil Pelajar Pancasila) berupa observasi dan catatan jurnal berupa pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong dan mandiri.
  1. Dilanjutkan dengan pemanasan agar peserta didik terkondisikan dalam materi yang akan diajarkan dengan perasaan yang menyenangkan. Pemanasan dalam bentuk game. Nama permainannya bermain kejar-kejaran.
  2. Pembelajaran ini selain dapat mengembangkan elemen keterampilan gerak dan pengetahuan gerak, juga mengembangkan eleman gotong royong dan mandiri nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila dengan indikator meregulasi dan menginternalisasi nilai-nilai gerak seperti: berkolaborasi, kepedulian, berbagai, pemahaman diri dan situasi yang dihadapi, dan meregulasi diri, serta dapat menerapkan pola perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Kegiatan Inti (75 Menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan menggunakan model Resiprokal, dengan prosedur sebagai berikut:

  1. Peserta didik mencari dan mendapatkan pasangan sesuai dengan yang ditentukan guru melalui permainan.
  2. Peserta didik bersama pasangan menerima dan mempelajari lembar kerja (student work sheet) yang berisi perintah dan indikator tugas aktivitas permainan tradisional anak-anak Indonesia melalui permainan egrang, balap karung, mendorong ban, bakiak atau sandal raksasa.
  3. Peserta didik berbagi tugas siapa yang pertama kali menjadi “pelaku” dan siapa yang menjadi “pengamat”. Pelaku melakukan tugas aktivitas permainan tradisional anak-anak Indonesia melalui permainan egrang, balap karung, mendorong ban, bakiak atau sandal raksasa satu persatu dan pengamat mengamati, serta memberikan masukan jika terjadi kesalahan (tidak sesuai dengan lembar kerja).
  4. Peserta didik secara berganti peran setelah mendapatkan aba-aba dari guru melakukan aktivitas permainan tradisional anak-anak Indonesia melalui permainan egrang, balap karung, mendorong ban, bakiak atau sandal raksasa.
  5. Peserta didik mencoba tugas aktivitas permainan tradisional anak-anak Indonesia melalui permainan egrang, balap karung, mendorong ban, bakiak atau sandal raksasa. Secara rinci bentuk-bentuk pembelajaran aktivitas permainan tradisional anak-anak Indonesia melalui permainan egrang, balap karung, mendorong ban, bakiak atau sandal raksasa adalah sebagai berikut:

Aaktivitas pembelajaran variasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif permainan permainan tradisional melalui:

  1. Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan permainan egrang

Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur permainan egrang dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru.

Cara melakukan praktik/latihan gerak permainan egrang adalah:

  1. Menyiapkan egrang.
  2. Menegakkan egrang dan sedikit condong ke depan.
  3. Posisikan egrang tidak sejajar. Salah satu kaki egrang harus di depan dan satunya dibelakang.
  4. Mulai menginjakkan salah satu kaki pada pijakan egrang diikuti kaki satunya.
  5. Mulai berjalan di tempat dan jangan berhenti jika tidak yakin pada posisi seimbang.
  6. Jika merasa akan terjatuh, jatuhkan kaki diantara egrang. 

D:\karya inovatif sri rahayuningsih\foto maju yy\2\20160523_110832.jpg

  1. Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan permainan balap karung

Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur permainan balap karung dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru.

Cara melakukan praktik/latihan gerak permainan balap karung adalah:

  1. Para peserta yang mengikuti lomba balap karung harus bersiap-siap dibelakang karung dan garis start.
  2. Selanjutnya para peserta diwajibkan menggunakan karung didepannya yang telah disediakan oleh panitia.
  3. Sebelum aba-aba start maka semua karung harus sudah dipakai.
  4. Semua peserta harus berdiri sejajar dibelakang garis start.
  5. Saat aba-aba start di mulai, para peserta berlomba-lomba mencapai garis finish terlebih dahulu.
  6. Peserta yang mencapai garis finish terlebih dahulu maka itulah pemenangnya.

D:\karya inovatif sri rahayuningsih\foto maju yy\2\20160523_111939.jpg

Setelah peserta didik melakukan aktivitas 1 pembelajaran aktivitas permainan tradisional anak-anak Indonesia melalui permainan egrang dan balap karung, dilanjutkan dengan mempelajari aktivitas 2 pembelajaran permainan tradisional anak-anak Indonesia melalui permainan mendorong ban dan bakiak atau sandal raksasa.

Bentuk-bentuk aktivitas 2 pembelajaran permainan tradisional anak-anak Indonesia melalui permainan mendorong ban dan bakiak atau sandal raksasa, antara lain sebagai berikut:

  1. Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan permainan mendorong ban

Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur permainan mendorong ban dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru.

Cara melakukan praktik/latihan gerak permainan mendorong ban adalah:

  1. Para peserta yang mengikuti lomba mendorong ban harus bersiap-siap dibelakang garis start.
  2. Selanjutnya para peserta diwajibkan menggunakan ban bekas didepannya yang telah disediakan.
  3. Sebelum aba-aba start maka semua ban harus sudah dipakai.
  4. Semua peserta harus berdiri sejajar dibelakang garis start.
  5. Saat aba-aba start di mulai, para peserta berlomba-lomba mencapai garis finish terlebih dahulu.
  6. Peserta yang mencapai garis finish terlebih dahulu, dinyatakan sebagai pemenangnya.

Mendorong Ban

  1. Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan permainan bakiak atau sandal raksasa

Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur permainan bakiak atau sandal raksasa dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru.

Cara melakukan praktik/latihan gerak permainan bakiak atau sandal raksasa adalah:

  1. Carilah teman sebanyak 3 ata 4 orang.
  2. Kemudian secara berurutan teman dibelakang sambil memegang bahu teman yang lain.
  3. Letakkan masing-masing kaki dibawah tali.
  4. Kemudian tali yang panjang dijadikan pegangan (seperti naik kuda).
  5. Ketika ingin berjalan lakukan kerja sama seperti langkah kanan/kiri terlebih dahulu agar sama.
  6. Untuk dapat melangkah, tali di bagian tangan kiri dan kaki kiri harus secara bersamaan diangkat untuk bisa melangkahkan kaki kiri.
  7. Begitu juga sebaliknya dengan melangkahkan kaki kanan.
  8. Pemain/regu yang paling cepat sampai ke garis finish, maka dinyatakan sebagai pemenangnya.

Olahraga Tradisional Indonesia

  1. Guru mengamati seluruh gerakan peserta didik secara individu maupun kelompok.
  2. Seluruh aktivitas permainan tradisional anak-anak Indonesia melalui permainan egrang, balap karung, mendorong ban, bakiak atau sandal raksasa peserta didik diawasi dan diberikan koreksi oleh guru apabila ada kesalahan gerakan.
  3. Guru mengamati seluruh aktivitas peserta didik dalam melakukan aktivitas permainan tradisional anak-anak Indonesia melalui permainan egrang, balap karung, mendorong ban, bakiak atau sandal raksasa secara seksama. Hasil belajar peserta didik dinilai selama proses dan di akhir pembelajaran.

  1. Kegiatan Penutup (15 menit)
  1. Salah seorang peserta didik di bawah bimbingan guru melakukan gerakan pendinginan, guru mempertanyakan apa manfaatnya.
  2. Guru dan peserta didik melakukan refleksi apa yang telah dicapai dan belum dicapai sesuai dengan tujuan yang ditetapkan secara umum dan kesalahan-kesalahan yang masih sering timbul saat melakukan aktivitas pembelajaran.
  3. Guru menginformasikan kepada peserta didik, kelompok dan peserta didik yang paling baik penampilannya selama pembelajaran aktivitas tolak peluru.
  4. Guru menugaskan peserta didik yang terkait dengan pembelajaran yang telah dilakukan untuk membaca dan membuat kesimpulan tentang aktivitas permainan tradisional anak-anak Indonesia melalui permainan egrang, balap karung, mendorong ban, bakiak atau sandal raksasa, hasilnya dijadikan sebagai tugas asesmen penugasan.
  5. Berdoa dipimpin oleh salah satu peserta didik dan menyampaikan salam.
  6. Peserta didik kembali ke kelas yang dilakukan dengan tertib, dan bagi peserta didik yang bertugas mengembalikan peralatan ke tempat semula.

Asesmen

  1. Asesmen Sikap

Asesmen Pengembangan Karakter (Dimensi Mandiri dan Gotong Royong)

  1. Petunjuk Asesmen (Lembar Asesmen Sikap Diri)
  1. Isikan identitas kalian.
  2. Berikan tanda cek (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan sesuai dengan sikap Kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai.
  3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur.
  4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”.
  5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Baik sesuai jumlah “Ya” yang terisi.
  1. Rubrik Asesmen Sikap

No

Pernyataan

Ya

Tidak

1.

Saya membuat target asesmen yang realistis sesuai kemampuan dan minat belajar yang dilakukan.

2.

Saya memonitor kemajuan belajar yang dicapai serta memprediksi tantangan yang dihadapi.

3.

Saya menyusun langkah-langkah dan strategi untuk mengelola emosi dalam pelaksanaan belajar.

4.

Saya merancang strategi dalam mencapai tujuan belajar.

5.

Saya mengkritisi efektivitas diri dalam bekerja secara mandiri dalam mencapai tujuan.

6.

Saya berkomitmen dan menjaga konsistensi dalam mencapai tujuan yang telah direncanakannya.

7.

Saya membuat tugas baru dan keyakinan baru dalam melaksanakannya.

8.

Saya menyamakan tindakan sendiri dengan tindakan orang lain untuk melaksanakan tujuan kelompok.

9.

Saya memahami hal-hal yang diungkapkan oleh orang lain secara efektif.

10.

Saya melakukan kegiatan kelompok dengan kelebihan dan kekurangannya dapat saling membantu.

11.

Saya membagi peran dan menyelaraskan tindakan dalam kelompok untuk mencapai tujuan bersama.

12.

Saya tanggap terhadap lingkungan sosial sesuai dengan tuntutan peran sosialnya di masyarakat.

13.

Saya menggunakan pengetahuan tentang sebab dan alasan orang lain menampilkan reaksi tertentu.

14.

Saya mengupayakan memberi hal yang dianggap penting dan berharga kepada masyarakat.

Sangat Baik

Baik

Perlu Perbaikan

Jika lebih dari 10 pernyataan terisi “Ya”

Jika lebih dari 8 pernyataan terisi “Ya”

Jika lebih dari 6 pernyataan terisi “Ya”

  1. Asesmen Pengetahuan

Teknik

Bentuk

Contoh Instrumen

Kriteria Asesmen

Tes Tulis

Pilihan ganda dengan 4 opsi

1.         Bakiak merupakan olahraga tradisional yang berasal dari Sumatera Barat. Mungkin kamu sudah mengenal olahraga tradisional satu ini. Karena masih sering diperlombakan dalam acara kemerdekaan. Tujuan dari olahraga bakiak sendiri adalah untuk . . . .

  1. memperagakan teknik gerakan bermain
  2. menampilkan teknik gerakan yang baik  
  3. menguji kekompakkan suatu tim
  4. menunjukkan sikap sportivitas

Kunci: C. menguji kekompakkan suatu tim.

Jawaban benar mendapatkan skor 1 dan salah 0.

Uraian tertutup

1.         Jelaskan cara melakukan permainan tradisional egrang!

Kunci:

  1. Menegakkan egrang dan sedikit condong ke depan.
  2. Posisikan egrang tidak sejajar. Mulai menginjakkan salah satu kaki pada pijakan egrang diikuti kaki satunya.
  3. Mulai berjalan di tempat dan jangan berhenti jika tidak yakin pada posisi seimbang.
  4. Jika merasa akan terjatuh, jatuhkan kaki diantara egrang.

Mendapatkan skor;

4, jika seluruh urutan dituliskan dengan benar dan isi benar.

3, jika urutan dituliskan salah tetapi isi benar.

2, jika sebagian urutan dituliskan dengan benar dan sebagian isi benar.

1, jika urutan dituliskan salah dan sebagian besar isi salah.

  1. Asesmen Keterampilan
  1. Tes kinerja aktivitas gerak dasar permainan bakiak atau sandal raksasa.
  1. Butir Tes

Lakukan aktivitas permainan tradisional anak-anak Indonesia melalui permainan bakiak atau sandal raksasa. Unsur-unsur yang dinilai adalah kesempurnaan melakukan gerakan (asesmen proses) dan ketepatan melakukan gerakan (asesmen produk).

  1. Petunjuk Asesmen

Berikan (angka)  pada kolom yang sudah disediakan, setiap peserta didik menunjukkan atau menampilkan gerak permainan yang diharapkan.

  1. Rubrik Asesmen Keterampilan Gerak

Contoh lembar asesmen proses gerak untuk perorangan (setiap peserta didik satu lembar asesmen).

        

         Nama :____________________________ Kelas: __________

No

Indikator Esensial

Uraian Gerak

Ya

(1)

Tidak

(0)

1.

Posisi dan Sikap Awal

  1. Kaki

  1. Badan

  1. Lengan dan tangan

  1. Pandangan mata

2.

Pelaksanaan Gerak

  1. Kaki

  1. Badan

  1. Lengan dan tangan

  1. Pandangan mata

3.

Posisi dan Sikap Akhir

  1. Kaki

  1. Badan

  1. Lengan dan tangan

  1. Pandangan mata

Perolehan/Skor maksimum X 100% = Skor Akhir

  1. Pedoman penskoran
  1. Pedoman penskoran
  1. Skor 1 jika: Peserta didik dapat melakukan 80% dari komponen gerakan sikap awal, sikap pelaksanaan, dan sikap akhir dengan benar.
  2. Skor 0 jika: Peserta didik kurang dari 80% melakukan komponen gerakan permainan bakiak atau sandal raksasa dengan benar.
  1. Sikap awalan melakukan gerakan

Skor 3 jika:

  1. Posisi awal berdiri dengan sikap tubuh menghadap ke depan.
  2. Tumpuan menggunakan kedua kaki secara seimbang pada bakiak.
  3. Tubuh tegak, dan kedua tangan rileks

Skor 2 jika: hanya tiga kriteria yang dilakukan secara benar

Skor 1 jika: hanya satu sampai dua kriteria yang dilakukan secara benar.

  1. Sikap pelaksanaan melakukan gerak

Skor 4 jika:

  1. Kedua tangan memegang pundak teman.
  2. Kaki bergerak secara kompak dengan teman satu kelompok.
  3. Badan agak condong ke depan dan tetap seimbang
  4. Pandangan mata tertuju ke depan

Skor 3 jika: hanya tiga kriteria yang dilakukan secara benar.

Skor 2 jika: hanya dua sampai tiga kriteria yang dilakukan secara benar.

Skor 1 jika: hanya satu sampai dua kriteria yang dilakukan secara benar.

  1. Sikap akhir melakukan gerakan.

Skor 3 jika:

  1. badan tetap seimbang
  2. pandangan mata ke depan
  3. kedua kaki rileks.

Skor 2 jika: hanya dua kriteria yang dilakukan secara benar

Skor 1 jika: hanya satu sampai dua kriteria yang dilakukan secara benar

  1. Pengolahan skor

Skor maksimum: 10

Skor perolehan peserta didik: SP

Nilai keterampilan yang diperoleh peserta didik: SP/10

Pengayaan dan Remedial

  1. Pengayaan

Pengayaan diberikan oleh guru terhadap proses pembelajaran yang dilakukan pada setiap aktivitas pembelajaran. Pengayaan dilakukan apabila setelah diadakan asesmen pada kompetensi yang telah diajarkan pada peserta didik pada setiap aktivitas pembelajaran, nilai yang dicapai melampaui kompetensi yang telah ditetapkan oleh guru. Pengayaan dilakukan dengan cara menaikkan tingkat kesulitan permainan dengan cara mengubah jumlah pemain, memperketat peraturan, menambah alat yang digunakan, serta menambah tingkat kesulitan tugas keterampilan yang diberikan.

  1. Remidial

Remidial dilakukan oleh guru terintegrasi dalam pembelajaran yaitu dengan memberikan intervensi yang sesuai dengan level kompetensi peserta didik dari mana guru mengetahui level kompetensi peserta didik. Level kompetensi diketahui dari refleksi yang dilakukan setiap kali pembelajaran. Remidial  dilakukan dengan cara menetapkan atau menurunkan tingkat kesulitan dalam materi pembelajaran.

Refleksi Peserta Didik dan Guru

  1. Refleksi Peserta Didik

Pada setiap 2 topik dan di akhir pembelajaran peserta didik ditanya tentang:

  1. Apa yang sudah dipelajari.
  2. Dari apa yang sudah dipelajari apa yang sudah dikuasai.
  3. Kesulitan-kesulitan apa saja yang peserta didik alami/temukan dalam melakukan aktivitas pembelajaran variasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif  permainan bakiak atau sandal raksasa permainan tradisional anak Indonesia.
  4. Kesalahan-kesalahan apa saja yang peserta didik alami/temukan dalam melakukan aktivitas pembelajaran variasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif  permainan bakiak atau sandal raksasa permainan tradisional anak Indonesia.
  5. Bagaimana cara memperbaiki kesalahan-kesalahan yang peserta didik alami/ temukan dalam melakukan aktivitas pembelajaran variasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif  permainan bakiak atau sandal raksasa permainan tradisional anak Indonesia.

Contoh Format Refleksi.

Setelah peserta didik melakukan aktivitas 2 pembelajaran permainan tradisional anak-anak Indonesia melalui permainan bakiak atau sandal raksasa, peserta didik diminta untuk menuliskan kesulitan-kesulitan, kesalahan-kesalahan, dan bagaimana cara memperbaikinya dalam melakukan aktivitas 2 pembelajaran permainan tradisional anak-anak Indonesia melalui permainan bakiak atau sandal raksasa. Kemudian laporkan hasil capaian belajar yang diperoleh dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru.

No

Aktivitas Pembelajaran

Hasil Refleksi

Tercapai

Belum Tercapai

1.

  1. Aktivitas pembelajaran pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif  permainan bakiak atau sandal raksasa *)

2.

Menunjukkan nilai-nilai karakter Profil Pelajar Pancasila pada elemen mandiri dan gotong royong dalam proses pembelajaran pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif  permainan bakiak atau sandal raksasa.

*) Materi disesuaikan dengan pokok bahasan.

  1. Refleksi Guru

Refleksi yang dilakukan oleh guru terhadap proses pembelajaran yang dilakukan pada setiap aktivitas pembelajaran. Hasil refleksi bisa digunakan untuk menentukan perlakuan kepada peserta didik, apakah remedial atau pengayaan. Remedial dan pengayaanya di dalam pembelajaran, tidak terpisah setelah pembelajaran. Hal-hal yang perlu mendapat perhatian dalam refleksi guru antara lain:

  1. Apakah kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan baik?
  2. Kesulitan-kesulitan apa saja yang dialami/temukan dalam proses aktivitas permainan tradisional anak-anak Indonesia melalui permainan egrang, balap karung, mendorong ban, bakiak atau sandal raksasa.
  3. Apa yang harus diperbaiki dan bagaimana cara memperbaiki proses aktivitas permainan tradisional anak-anak Indonesia melalui permainan egrang, balap karung, mendorong ban, bakiak atau sandal raksasa tersebut.
  4. Bagaimana keterlibatan peserta didik dalam proses aktivitas permainan tradisional anak-anak Indonesia melalui permainan egrang, balap karung, mendorong ban, bakiak atau sandal raksasa tersebut.

Lembar Kerja Peserta Didik

Tanggal                        : .................................................................

Lingkup/materi pembelajaran        : .................................................................

Nama Siswa                        : .................................................................

Fase/Kelas                        : C / V

  1. Panduan umum
  1. Pastikan Kalian dalam keadaan sehat dan siap untuk mengikuti aktivitas pembelajaran.
  2. Ikuti gerakan pemanasan dengan baik, sesuai dengan instruksi yang diberikan guru untuk menghindari cedera.
  3. Mulailah kegiatan dengan berdoa.
  4. Selama kegiatan perhatikan selalu keselamatan diri dan keselamatan bersama.

  1. Panduan aktivitas pembelajaran
  1. Bersama dengan teman, buatlah kelompok sejumlah maksimal 8 orang.
  2. Lakukan aktivitas permainan tradisional anak-anak Indonesia melalui permainan egrang, balap karung, mendorong ban, bakiak atau sandal raksasa secara berpasangan dengan temanmu satu kelompok.
  3. Perhatikan penjelasan berikut ini:

Cara melakukan aktivitas permainan tradisional anak-anak Indonesia antara lain:

  1. Aktivitas permainan tradisional anak Indonesia melalui permainan egrang.
  2. Aktivitas permainan tradisional anak Indonesia melalui permainan balap karung.
  3. Aktivitas permainan tradisional anak Indonesia melalui permainan mendorong ban.
  4. Aktivitas permainan tradisional anak Indonesia melalui permainan bakiak atau sandal raksasa

 

  1. Bahan Bacaan Peserta Didik

  1. Peraturan pertandingan tolak peluru yang standar. Untuk membantu dalam mencari sumber bacaan tersebut, dapat diperoleh melalui: buku, majalah, koran, internet, atau sumber lainnya.
  2. Materi gerak dasar tolak peluru. Untuk membantu dalam mencari sumber bacaan tersebut, dapat diperoleh melalui: buku, majalah, koran, internet, atau sumber lainnya.

  1. Bahan Bacaan Guru

  1. Teknik dasar permainan tradisional anak-anak Indonesia melalui permainan egrang, balap karung, mendorong ban, bakiak atau sandal raksasa.
  2. Bentuk-bentuk gerak permainan tradisional anak-anak Indonesia melalui permainan egrang, balap karung, mendorong ban, bakiak atau sandal raksasa.
  3. Peraturan  permainan tradisional anak-anak Indonesia melalui permainan egrang, balap karung, mendorong ban, bakiak atau sandal raksasa.

Glosarium

  • Bakiak adalah permainan tradisional yang dimainkan sebanyak kurang lebih empat orang. Cara menggunakannya adalah sepasang kaki dipakai ke dalam sepasang bakiak. Cara memainkannya adalah kaki berjalan seperti biasa tapi memainkan bakiak itu kompak.
  • Balap karung merupakan salah satu olahraga tradisional yang masih sering diperlombakan ketika memperingati hari kemerdekaan tanggal 17 Agustus setiap tahun.
  • Dalam pertandingan egrang, masing-masing peserta akan menggunakan sepasang enggrang untuk dinaiki, mulai dari titik start hingga garis finish. Pemenangnya adalah peserta yang tiba terlebih dahulu digaris finish.
  • Egrang adalah permainan yang menggunakan alat dari 2 batang bambu. Masing-masing bambu berukuran 4-5 meter, dengan pijakan yang terdapat di bawah bambu, sekitar 50 cm dari ujung bambu.
  • Enggrang merupakan permainan olahraga tradisional yang berasal dari daerah Jawa. Enggrang Jajangkungan (Bahasa Sunda) sering dimainkan oleh anak-anak, karena untuk melakukan permainan Enggrang ini hanya dibutuhkan sebatang bambu yang berukuran kecil dan pembuatannya pun relatif mudah.
  • Permainan ogor ban atau dorong ban adalah permainan balap dorong ban dengan mendorong ban menggunakan kayu. Mirip seperti balap lari pada umumnya.

Referensi

Muhajir. 2017. Buku Siswa Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, untuk SMP/M.Ts Kelas VII. Bogor : Penerbit Yudhistira.

Muhajir. 2017. Buku Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, untuk SMP/M.Ts Kelas VII. Bogor : Penerbit Yudhistira.

Muhajir. 2020. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, untuk SMP/M.Ts Kelas VII. Jakarta: Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Kemendikbud.

Muhajir. 2020. Belajar dan Berlatih Olahraga Tradisional Anak Indonesia. Bandung: Sahara Multi Trading.

Tim Direktorat SMP. 2017. Panduan Asesmen oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Tim Direktorat SMP. 2016. Panduan Pembelajaran Untuk Sekolah Menengah Pertama. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Memeriksa dan Menyetujui,

Kepala SD/MI .........................................

.............................., ..................  2021

Guru Mata Pelajaran

………………………………….................

     NIP.

                         

………………….............................

      NIP.

 @2021 Pusat Asesmen dan Pembelajaran Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Kemendikbud, Riset dan Teknologi