FORMULASI DAN IMPLEMENTASI

MANAJEMEN SEKOLAH YANG EFEKTIF

( Oleh : Arifin Mz )

Penyelenggaraan sekolah yang dijiwai dengan semangat membangun murid melalui segala keunggulannya, akan memperbaiki citra pendidikan. Peran ini dimainkan oleh para Kepala Sekolah sebagai pemegang otoritas tertinggi. Kepala Sekolah yang visioner akan mampu membawa sekolah ke jenjang prestatif. Keberhasilan yang dicapai tidak parsial, tetapi integratif antara prestasi akademis, moral, perilaku, ketrampilan dan kreatifitas. Kondisi tersebut dapat diciptakan dengan menata ulang semua komponen sekolah. Penataan yang dapat dilakukan adalah penyusunan : Rencana Strategis meliputi Visi dan Misi , Keunikan Sekolah, Kompetensi Lulusan, Kualifikasi Guru dan nilai nilai yang harus di junjung tinggi; Rencana Teknis ; Target; Program Kerja Tahunan Sekolah; Pelaksanaan Kegiatan: Kegiatan Belajar , Ekstrakurikuler, Sarpras, Keuangan, Penghargaan dan Peran serta Orang tua murid ; Evaluasi Kegiatan: Penetapan standar muutu dan bentuk-bentuk evaluasi standar mutu.

Di lingkungan pendidikan sering terjadi saling lempar kesalahan. Disekolah SMP misalnya , kegagalan dituduhkan kepada guru-guru sekolah dasar yang tidak mampu meletakan dasar -dasar pengetahuan ketika murid belajar di SD. Guru SMA mengatakan hal yang sama kepada guru SMP, bahwa prestasi atau perilaku yang buruk akibat banyak materi belum dikuasainya dan tidak ada pembinaan/keteladanan moral di sekolah, demikian seterusnya. Guru SD mengatakan bahwa para orangtua mereka tidak mampu mendidik anaknya di rumah , demikian juga keadaan yang terjadi di masyarakat  berlawanan dengan nilai-nilai yang diharapkan sekolah. Padahal kalau kita menyadari semua , bahwa orangtua dan masyarakat tidak akan seperti yang disangkitan irtu terjadi apabila sekolah telah berhasil mendidik mereka.

Pendidikan memiliki fungsi yang strategis dalam meningkatan kesejahteraan masyarakat dalam semua aspek kehidupan. Keburukan yang terjadi baik di bidang ekonomi, politik, pergaulan atau lainya pada hakekatnya akibat dari kegagalan proses pendidikan. Manajemen pendidikan memiliki peranan besar terhadap kegagalan ini. Apabila sistem manajemen baik, unsur guru, waktu belajar dan sarana akan berfungsi optimal.

Permasalahan :

Kebanyakan pendidikan dijalankan tanpa ruh atau jiwa dan sekolah berjalan apa adanya. Banyak sekolah memiliki guru yang tidak berjiwa guru , bahkan banyak guru yang menjadi guru untuk menumpang mencari nafkah. Akibatnya murid belajar bertahun-tahun tidak memperoleh apa-apa , UN jatuh, moral dan perilaku rendah.

Ketidak berhasilan proses pendidikan adalah akibat manajemen sekolah yang buruk. Sahabat Ali bin Abi thalib pernah berkata :  “ kebenaran “ yang tidak dikelola dengan baik dapat dikalahkan “ keburukan “, yang terkelola dengan baik.

Pendidikan diselenggarakan dalam rangka membangun kebenaran pada diri peserta didik, sehingga harus dikelola dengan baik. Segala sesuatu yang merusak tanpa dikelolapun sering menghambat atau menggagalkan proses dan hasil pendidikan yang kita selenggarakan/laksanakan , apalagi “ keburukan “, itu dikelola lebih baik daripada pengelolaan Pendidikan. Ungkapan tersebut menunjukkan betapa pentingnya peran dan fungsi manajemen sekolah. Sekolah , sehingga formulasi dan kemampuan manajerial para Kepala Sekolah perlu menjadi perhatian serius.

Hasil penelitian di enam belas negara berkembang : india , Mesir , Botswana, Thailand, Hongaria,Cheile,Elsavador, Kolumbia,Meksiko, Brazil,Argentina, Peru,Uganda, Hongaria, Paraguie, Iran dan Bolvia, menggambarkan bahwa penentu keberhasilan belajar di sekolah adalah faktor : Guru : 34% , Manajemen : 22%, Waktu belajar : 18% dan Sarana Prasarana 26% ( Nursito ). Ketiak peran manajemen bisa diperbaiki maka fungsi dari faktor-faktor lainya bisa meningkat. Kuncinya adalah kebebasan sekolah dan kebebasan mengelola dalam Manajemen Berbasis Sekolah ( MBS ).

Langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh para Kepala Sekolah dengan staf pipinan Sekolah adalah menyusun :

1.        Rencana Strategis

2.        Rencana Tehnis

3.        Pelaksanaan Kegiatan

4.        Evaluasi Kegiatan

Saran :

Yayasan atau Pemerintah sebaiknya memberikan kesempatan kepada Kepala Sekolah untuk menerapkan Manajemen Berbasis Sekolah sepenuhnya. Evaluasi terhadap pelaksanaan dan peningkatan prestasi lebih dipertajam melalui berbagai bentuk dan pendekatannya.(admin)