Published using Google Docs
Proposal YogYm.docx
Updated automatically every 5 minutes

BAHASA INDONESIA

PENGGUNAAN APLIKASI UNTUK PENGOBATAN PENDERITA AUTISME

                        

Yogy Maulana Ferry (19113479)

3KA07

UNIVERSITAS GUNADARMA

2015/2016

Daftar Isi

BAB I        

PENDAHULUAN        

1.1        Latar Belakang Masalah        

1.2 Identifikasi Masalah        

1.3 Perumusan Masalah        

1.4 Batasan Masalah        

1.5 Tujuan Penulisan        

1.6 Kegunaan Penulisan        

BAB II        

ISI        

Landasan Teori        

Kajian Teori        

BAB III        

METODOLOGI PENELITIAN        

A.        Kapan dan dimana Metodologi Penelitian        

B.        Instrumen Penelitian        

C.        Tujuan Penelitian        

Penelitian ini dilakukan untuk mengoptimalkan Aplikasi yang akan dibuat, sehingga tepat sasaran dan dapat digunakan oleh penderita dengan mudah.        

Daftar Pustaka        


BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Masalah

Anak penyandang autism adalah individu dengan keunikan pribadi serta kombinasi perilaku yang membuat mereka berbeda dengan individu normal. Beberapa anak mungkin hanya menunjukkan gejala ringan dalam keterlambatan berbahasa tetapi lebih mempunyai problem dalam ber-sosialisasi atau berteman. Diagnosis Autis sepertinya mudah tetapi dalam praktek sehari-hari relative sulit. Sehingga seringkali di antara beberapa ahli pun sering berbeda pendapat tentang diagnosis gangguan perkembangan dan perilaku pada anak yang sama.

Penyebab pasti dari autisme belum diketahui. Akantetapi para ahli mengemukakan bahwa faktor genetik dan lingkungan yang kompleks memegang peranan dalam menyebabkan autisme. Penyebab autisme dapat dikategorikan menjadi 2 yaitu primer dan sekunder. Autisme primer merupakan autisme yang tidak diketahui penyebabnya. Autisme sekunder merupakan autisme yang disebabkan oleh faktor medis dan lingkungan yang kemudian meningkatkan risiko autisme. Kasus terbanyak adalah autisme primer yang mencapai hampir 90% kasus autisme. Faktor genetik seperti mutasi genetik tertentu dapat membuat seorang anak menjadi autis. Kelainan pada perkembangan otak dan sistem saraf juga salah satu faktor yang meningkatkan risiko terjadinya autisme pada anak.

Konsultasi terhadap seseorang yang memiliki keahlian di bidang tertentu dalam menyelesaikan suatu permasalahan merupakan pilihan tepat guna mendapatkan jawaban,saran,solusi,keputusan atau kesimpulan terbaik. Tetapi masih kurangnya pakar/ahli dan kurangnya informasi terhadap autism sehingga masyarakat masih susah untuk melakukan diagnose awal terhadap penyakit ini. Maka dari itu saya mengangkat judul “PENGGUNAAN APLIKASI UNTUK PENGOBATAN PENDERITA AUTISME” sebagai judul proposal saya.

Penelitian tentang anak autisme dengan bantuan Aplikasi ini diperkirakan akan sangat membantu penderita untuk meningkatkan IQ dan kecerdasan secara visual maupun motoriknya. Dengan adanya Aplikasi ini diharapkan penderita IQ akan semakin terbantu untuk menemukan salah satu keahliannya khususnya apabila penderita menyukai dan tertarik dengan computer.

1.2 Identifikasi Masalah

        Bagaimana penelitian awal pada penderita autism sehingga diharapkan dengan adanya aplikasi ini maka kecerdasan penderita dipercayai akan meningkat?

1.3 Perumusan Masalah

  1. Bagaimana cara kerja penderita dalam pengaplikasian Aplikasi tersebut?
  2. Apakah sudah terdapat keefektifan pada penderita dengan metode yang akan dibuat dalam Aplikasi ini?

1.4 Batasan Masalah

Aplikasi ini hanya ditujukan dan diperkirakan efektif untuk para penderita autism <5tahun. Tidak diperuntukan untuk penderita penyakit otak lainnya seperti Down Syndrome, TunaGrahita, dan sebagainya.

1.5 Tujuan Penulisan

        Diharapkan dengan adanya proposal untuk pembuatan Aplikasi ini, pengobatan untuk penderita anak autism tidak hanya monoton dari rumah sakit serta obat-obatan saja. Tapi juga dapat mencoba metode dengan pengaplikasian Aplikasi ini.


1.6 Kegunaan Penulisan

        Dengan adanya proposal ini, diharapkan pembuatan Aplikasi serta biaya yang diprediksi akan dikeluarkan, akan disetujui. Sehingga langsung dapat membuat Aplikasi ini.


BAB II

ISI

Landasan Teori

Autisme merupakan kumpulan kelainan yang beragam dari segi penyebab dan manifestasi klinisnya, dengan diagnosis berdasarkan manifestasi perilaku yang kompleks (gangguan bersosialisasi, gangguan berkomunikasi, serta perilaku yang terbatas berulang dan stereotipe). Untuk mendiagnosis autisme tidaklah mudah karena tidak ada pemeriksaan penunjang seperti darah untuk membantu diagnosis autisme. Diagnosis autisme sendiri dibuat berdasarkan observasi terhadap perilaku dan tumbuh kembang anak.

Autisme sendiri kadang dapat dideteksi sejak anak berumur 18 bulan atau bahkan lebih awal. Akantetapi, baru setelah usia 2 tahun diagnosis autisme, berdasarkan pengamatan oleh ahli, dapat ditegakkan secara lebih pasti. Sayangnya, banyak anak – anak baru terdiagnosis menderita autisme ketika sudah berusia lebih dewasa. Keterlambatan ini berarti anak tersebut terlambat mendapat penanganan yang tentunya berdampak terhadap kehidupannya selanjutnya.

Para ahli genetik berpendapat bahwa untuk mendiagnosis seorang anak autis atau tidak diperlukan 2 tahap yaitu skrining perkembangan dan evaluasi diagnostik yang komprehensif.

Terdapat 3 area yang mengalami kelainan pada anak dengan autisme yaitu interaksi sosial, komunikasi (verbal maupun non-verbal), serta perilaku dan ketertarikan terhadap sesuatu. Setiap anak memiliki pola autismenya masing – masing. Gejala yang penting dan khas ada pada anak dengan autis adalah gangguan dari interaksi sosialnya. Pada usia bayi, bayi dengan autisme mungkin tidak merespon terhadap orang atau hanya berfokus pada satu hal saja untuk periode yang cukup lama. Anak dengan autisme juga sulit untuk mengerti / memahami pikiran dan perasaan orang lain karena ketidakmampuannya dalam memahami intonasi serta ekspresi dalam berbicara.

Anak dengan autisme juga terlihat melakukan gerakan yang berulang seperti berputar – putar atau perilaku yang menyakiti diri sendiri seperti membenturkan kepala, menggigit. Salah satu yang juga biasanya ditemui pada anak dengan autisme adalah keterlambatan dalam berbicara. Selain itu, olehkarena kemampuan sosialnya yang buruk, anak dengan autisme tidak tahu cara untuk bermain bersama dengan anak lainnya.

Beberapa hal dapat menjadi indikator sebagai skrining awal pada anak dengan autisme. Tentunya dengan adanya indikator ini, anak tersebut harus menjalani evaluasi yang lebih komprehensif oleh ahli. Indikator tersebut merupakan keterlambatan – keterlambatan tumbuh kembang seperti belum dapat menunjuk atau berkata – kata pada usia 1 tahun, belum dapat menyusun 2 kata pada usia 2 tahun, tidak merespon terhadap panggilan nama, kontak mata yang buruk, tidak adanya kemampuan bersosialisasi, memiliki dunianya sendiri dengan bermain dengan mainannya, tidak adanya senyuman atau respon terhadap lingkungan sekitar.

Indikator diatas merupakan indikator yang dapat ditemui dari awal – awal, sedangkan gejala seperti ketidakmampuan berteman, bersosialisasi / mengobrol, preokupasi terhadap sesuatu benda atau subjek, tidak fleksibel terhadap ritual / kegiatan rutin tertentu, ketertarikan yang terbatas terhadap hal – hal tertentu merupakan indikator yang ditemui pada anak autis yang tidak didiagnosis secara dini.

Evaluasi oleh psikolog, neurologis, psikiatri, dan profesional lain yang ahli dalam bidang autisme diperlukan untuk mendiagnosis anak dengan autisme. Tentunya, evaluasi seperti tes pendengaran juga perlu dilakukan terlebih dahulu karena gangguan pendengaran dapat membuat seorang anak terganggu bicaranya.

Kajian Teori

        Aplikasi ini akan menggunakan bahasa pemrograman seperti Adobe Flash,VB.Net, ataupun Java. Dalam Aplikasi ini juga akan melibatkan unsure psikologis agar penderita dapat mengaplikasikan aplikasi ini dengan mudah, efektif dan dapat meningkatkan kecerdasannya. Aplikasi dibuat dalam bentuk game untuk pengenalan Nama-nama binatang, benda ataupun huruf.

        Karena pengaplikasian Aplikasi ini ditujukan untuk anak autism <5 tahun, sehingga penderita membutuhkan pendamping untuk mengaplikasikannya. Aplikasi ini akan melibatkan banyak warna, dan juga suara secara berulang. Sehingga penderita dapat dengan mudah mengingat, terhibur, dan tidak merasa bosan dengan aplikasi ini.


BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

  1. Kapan dan dimana Metodologi Penelitian

Metodologi penelitian dilakukan diRumah Sakit ibu dan anak atau dirumah singgah, dan sekolah khusus untuk anak-anak penderita autism.

  1. Instrumen Penelitian

Penelitian dilakukan dengan menggunakan game secara manual seperti tebak warna menggunakan kertas warna, pengenalan suara-suara binatang, dan nyanyian untuk alphabet. Untuk mengetahui apakah anak autism akan tertarik dengan Aplikasi yang akan dibuat yang akan melibatkan unsur-unsur tersebut.

  1. Tujuan Penelitian

Penelitian ini dilakukan untuk mengoptimalkan Aplikasi yang akan dibuat, sehingga tepat sasaran dan dapat digunakan oleh penderita dengan mudah.

BAB IV

PENUTUP

Kesimpulan

Pada Aplikasi ini penderita akan memerlukan earphone dan juga microphone untuk mendengar  dan menjawab secara intensif terhadap game yang disuguhkan. Namun, dalam pengaplikasiannya masih harus didampingi dengan pendamping.

Keefektifan Aplikasi ini sudah teruji dengan metodologi penelitian ketika peneliti melakukan penelitian secara langsung bersama penderita autism <5tahun dengan menggunakan game seperti tebak warna, pengenalan suara-suara binatang, dan nyanyian alphabet.

Dengan adanya aplikasi ini diharapkan penderita autism akan dapat meningkatkan kecerdasannya. Dan pengobatan tidak monoton dan membuat penderita merasa bosan.


Daftar Pustaka

Maya, W. N. (2014, December 06). Prezi. Retrieved November 14, 2015, from Prezi.com: https://prezi.com/fjwuhd-9unnj/copy-of-sistem-pakar-diagnosis-autis-berbasis-android/

Unknown. (2014, Juli 16). BeritaSatu.com. Retrieved November 14, 2015, from beritasatu.com: http://www.beritasatu.com/sains/197005-aplikasi-multimedia-bagi-penyandang-autis-karya-mahasiswa-ubaya.html

Winata, S. M. (2015, Maret 03). Kerjanya. Retrieved 14 November, 2015, from Kerjanya.net: http://www.kerjanya.net/faq/12181-ciri-ciri-anak-autis.html