GOCAME_NOVEL

2014

Jurus Rp.2 Ribu :_

Pagi yang dingin di hari yang sibuk seolah-olah hanya menjadi uap yang memanas di jalanan pagi ini, hari ini hari minggu “this is time” buat nyari duit tambahan bekel sekolah besok berhubung ga ada pr dari sekolah jadi aku dan Emil sempetin deh buat jualan dipasar.

“dipilih dipilih  dipilih..” itulah slogan has di tiap tukang dagang di pasar “wuih.. ramai sekali Mil pasar pagi ini”.seruku pada Emil” ,Emil tidak menjawab nampaknya Emil sedang serius memeperhatikan tukang sepatu di   depannya itu “. Ooo” pantas saja dikau tidak jawab rupanya lagi sibuk bikin strategi ambil barang kaki seribu hahaha…”.  hey” kurang asem aku bukan mau curi ini sepatu tau ”, “ ya sudah cepat cari tempat buat kita jualan Mil” , ajakku karena pasar mulai sedikit padat pengunjung mulai dari wisatawan asing ,lokal penduduk daerah serta pahlawan bertopeng pun ada disini terutama untuk pahlawan bertopeng itu paling keras suaranya ,SAYANG ANAK” SAYANG ANAK” dipilih bUU? Hahaha  :v , Nah” sentak Emil seraya mengajakku, ayo Yan cepat ada tempat bagus di samping tukang getuk itu” teriak Emil, sesampainya di lokasi langsung dengan sigap Emil membuka gulungan jurus berwarna biru di tempat itu etts’ “ itu bukan gulungan jurus beneran, itu terpal yang sejak dari rumah kami bawa sengaja untuk alas kami berjualan di pasar ini, setelah siap aku langsung menaruh 2 kardus yang berisi nasi uduk buatan ibuku dan juga macam-macam gorengan buatan ibunya Emil setelah itu menatanya  bertumpuk dan merata agar terlihat menarik , tidak berlama-lama Emil langsung mengeluarkan jurus pertama nya ,yaitu dengan suara tingginya ia bernyanyi ibuu nasi uduuk buuu.. pakkk nasi nyaa paakk.. “ dek nasi uduknya dek? “ sarapan sehat bu??” nasi uuduuk”? terdengar suara Emil menyaingi tukang dagang yg lain, sesaat tampak yang berjualan disekitar kita memperhatikan tingkah Emil itu dengan tersenyum ada juga yg nyeletuk ngawur tapi semuanya menambah seni dari pasar tempatku berjualan bersama Emil . Tidak mau kalah dari Emil aku keluarkan jurusku juga yaitu dengan gaya yang cool di tambah sedikit senyum kiut baby face ahaha :v ,aku mulai menawarkan pada setiap orang yg lewat salah satunya ibu2 yang lewat, “Bu hmm☺ gorengannya bu buat di rumah? ‘,pak silah kan pak gorenganya  pak di bekal buat di kantornya pak.. ‘” (mana ada kantor di pasar kayak gini :v ), yah begitulah kami melewati pagi di hari libur ini , menjelang siangnya aku dan Emil pun pulang ke rumah masing-masing ,setibanya di rumah aku di tagih ongkos pajak , Yan? ,tanya ibuku. “iya bu?,  mana uangnya ?? tanya ibuku, jyaa inget lagi. “ini bu dapet 120 ribu”. Dengan pasrah aku kasi tuh uang nya, wuih banyak juga yg beli ??” , iya bu lumayan ini karena jurus ane h si Emil yang bikin pasar makin rame  “,jawabku. “jurus apaan yan?”, aku pun berlalu setelah ngasiin uangnya sambil jawab pertanyaan ibu ku dengan wajah seram bagian kiri ku seperti film-film anime ditambah nada suara rendah dan tegass, “Jurus Nyayian tenor Rp.2 ribu :v”.

ibuku: “????”

Begitulah liburanku berlalu hingga soreharinya aku pun tidur pulas, mungkinkecapean setelah jualan di pasar yang begitu menguras energi ku. “kukkuruyuk yuk” yuk” yuk”(suara ayam :v) Esok harinya .. Wahh Telattt mahhh” aku terbangun dari tidurku yg berlebihan ituu buru buru aku mandi asal asalan “cepat cepat cepat “ucapku sambil memakai baju seragam, ini adalah hari jadi petugas upacara ,setelah selasai aku cium tangan ibuku dan wusshhh” aku ngebut bawa sepedaku melewati padang alang-alang seperti biasanya , “ahirnya sampai juga di warun“ ,”bu! bu! aku titip sepedaaa yaa” aku langsung lari menuju gerbang yang kian menutup sedikit demi sedikit daaannnn…. .. .. .. Golll!! “ ahirnya aku lolos rintangan pertama di sekolah ,selanjutnya aku pun bergegas masuk kelas dan menyimpan kantong ku  namun saat akan ke lapangan upacara aku merasa ada yang kulupakan saat berangkat tadii tanpa di hiraukan aku pun lanjut ke lapangan ,disana aku seperti biasa yang ku temui pertama pasti Emil, “hey Mil sehat kau?? ,” aku sehat sehat saja” kau sendiri bagaimana kau nampak semrawut bgitu ?? ‘” tanya Emil. Namun saat hendak menjawab pertanyaan Emil tiba tiba saja ada guru yang memanggil saya ke depan untuk berdiri di depan semua murid .”haah kenapa ini ?? ,dengan masih bingung dan berpikir “kan upacara belum di mulai masa ngobrol begitu saja di panggil? Lagi pula yg lainya juga banyak yang lebih keras ngobrolnya??? “.  aku kedepan dan berdiri di samping pembina yang hendak memulai upacara. “Nah semuanya mohon perhatian ini lihat’ ini contoh buat yang lainya ya?” jangan jadi seperti ini baju tidak rapih dan tidak di masukan, di tambah “adduh kamuu inii “geram pembina , Mana Topi kamu nak??” tanya pembina “. Dan saat itupun seketika dunia tampak terasa panas keringat dingin kutub utara meluncur ke pipi ku dalam hati aku berkata “ inii diia yang aku cari tau apa yang salah selama aku dari rumah hingga d sekolah aku pun baru sadar dari tadi pembina sedang menyampaikan tentang kelengkapan sebelum upacara namun tidak menggunakan microfone untuk berbicara. Dengan takut aku menjawab pelan “ maaf pak ketinggalan di rumah “ . aduh kamu ini “ jawab pembina itu “. Untuk yang lain minggu depan awas jika ada yg seperti ini hukumannya akan lebih berat paham??”. PAHAM PAK” jawab peserta lainya termasuk Alisya aku malu sekali padanya , tapi saat aku lihat dia, dia malah ketawa kecil gituuu,  ah aku jadi maluu kapok deh telat kayak gini . semua berawal dari dagang di pasar :y.

  Menjadi sukses bukan hanya menikmati harta di balik kemewahanaya tapi seberapa banyak engkau bisa berbagi pada orang lain dan menikmatinya.

Wal_

Drawing Your DreamPage