Modul Ajar PJOK SD Fase C Kelas V

MODUL AJAR PJOK SD FASE C KELAS V

Penyusun : Slamet Sugiyanto

Jenjang    : SD

Kelas       : V

Alokasi Waktu : 3 x 35 Menit (2 kali pertemuan).

Kompetensi Awal:

Peserta didik mulai mengenal variasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif dalam berbagai olahraga atletik melalui tolak peluru sesuai potensi dan kreativitas yang dimiliki.

Profil Pelajar Pancasila:

Profil Pelajar Pancasila yang dikembangkan pada Fase C adalah Mandiri dan Gotong Royong yang ditunjukkan melalui proses aktivitas pembelajaran variasi pola pengembangan gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif melalui tolak peluru.

Sarana Prasarana

  • Lapangan atletik atau lapangan sejenisnya (halaman sekolah).
  • Sektor tolak peluru atau lapangan sejenisnya.
  • Peluru atau sejenisnya.
  • Bola basket/voli/sepak.
  • Tali pembatas.
  • Peluit dan stopwatch.

Target Peserta Didik

  • Peserta didik regular/tipikal.
  • Peserta didik dengan hambatan belajar.
  • Peserta didik cerdas istimewa berbakat (CIBI).
  • Peserta didik meregulasi diri belajar.
  • Peserta didik dengan ketunaan (tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, tunalaras, tunaganda).

Jumlah Peserta Didik

  • Maksimal 28 peserta didik.

Ketersediaan Materi

  • Pengayaan untuk peserta didik CIBI atau yang berpencapaian tinggi : YA/TIDAK.
  • Alternatif penjelasan, metode, atau aktivitas, untuk peserta didik yang sulit memahami konsep: YA/TIDAK.

Jika memilih YA, maka di dalam pembelajaran disediakan alternatif aktivitas sesuai kebutuhan peserta didik.

Materi, Media, dan Bahan Pembelajaran.

  1. Materi Pokok Pembelajaran
  1. Materi Pembelajaran Reguler Tolak Peluru

Aktivitas pembelajaran variasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif tolak peluru melalui:

  1. Aktivitas Pembelajaran 1:
  1. Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan gerak cara pegang peluru.
  2. Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan gerak awalan menolak peluru.
  3. Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan gerak menolak peluru.
  4. Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan gerak ikutan menolak peluru
  1. Aktivitas Pembelajaran 2:

Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan gerak menolak peluru secara perorangan atau berkelompok:

  1. Aktivitas pembelajaran gerakan menolak bola basket/voli/sepak setinggi dan sejauh-jauhnya berpasangan.
  2. Aktivitas pembelajaran gerakan menolak bola basket/voli/sepak dari sikap berdiri menghadap arah tolakan.
  3. Aktivitas pembelajaran gerakan menolak bola basket/voli/sepak dari sikap membelakangi arah tolakan.
  4. Aktivitas pembelajaran gerakan menolak bola basket/voli/sepak dari gerak meluncur ke belakang.
  5. Aktivitas pembelajaran gerakan menolak peluru dengan dua tangan.
  6. Aktivitas pembelajaran gerakan menolak peluru dengan satu tangan.
  7. Aktivitas pembelajaran gerakan menolak peluru awalan membelakangi sasaran.
  8. Aktivitas pembelajaran gerakan menolak peluru tanpa awalan.
  9. Aktivitas pembelajaran gerakan menolak peluru tanpa awalan lanjutan.
  10. Aktivitas pembelajaran gerakan menolak peluru dengan awalan.

  1. Materi Pembelajaran Remidial

Materi dapat dimodifikasi dengan mengubah jarak, pengulangan, intensitas, dan kesempatan/frekuensi melakukan bagi peserta didik atau kelompok peserta didik yang memperlihatkan kemampuan yang belum baik dalam penguasaan aktivitas variasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif tolak peluru.

Strategi pembelajaran gerak yang lain dapat diberikan setelah dilakukan identifikasi kesulitan sebelumnya. Peserta didik yang mengalami kesulitan dapat dipasangkan dengan peserta didik yang lebih terampil sehingga dapat dibantu dalam penguasaan keterampilan tersebut.

  1. Materi Pembelajaran Pengayaan

Materi dapat dikembangkan dengan meningkatkan kompleksitas, mengubah lingkungan permainan, dan mengubah jumlah pemain di dalam permainan yang dimodifikasi.

Pada saat pembelajaran peserta didik atau kelompok peserta didik yang telah melebihi batas ketercapaian pembelajaran diberikan kesempatan melakukan aktivitas variasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif  tolak peluru yang lebih kompleks. Guru juga dapat meminta peserta didik atau kelompok peserta didik berbagi dengan teman-temannya tentang pembelajaran yang dilakukan agar penguasaan kompetensi lebih baik (capaian pebelajaran terpenuhi).

  1. Media Pembelajaran
  1. Peserta didik sebagai model atau guru memperagakan aktivitas variasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif tolak peluru.
  2. Gambar aktivitas variasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif tolak peluru.
  3. Video pembelajaran aktivitas variasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif tolak peluru (jika diperlukan).

  1. Bahan Pembelajaran
  1. Buku ajar
  2. Link youtube (jika diperlukan)
  3. Lembar Kerja (student work sheet) yang berisi perintah dan indikator tugas gerak.

Moda Pembelajaran

  • Daring.
  • Luring.
  • Paduan antara tatap muka dan PJJ (blended learning).

Guru memilih moda pembelajaran yang diinginkaan sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar yang ada, pada modul ini menggunakan moda luring.

Pengaturan Pembelajaran

Pengaturan Peserta didik:

  • Individu.
  • Berpasangan.
  • Berkelompok
  • Klasikal

(Guru dapat mengatur sesuai dengan jumlah siswa di setiap kelasnya serta formasi yang diinginkan).

Metode:

  • Diskusi
  • Presentasi
  • Demonstrasi
  • Project
  • Eksperimen
  • Eksplorasi
  • Permainan
  • Ceramah
  • Simulasi
  • Penugasan

(Guru dapat memilih salah satu atau menggabungkan beberapa metode yang diinginkan).

Asesmen Pembelajaran

Menilai Ketercapaian Tujuan Pembelajaran:

  • Asesmen individu
  • Asesmen berpasangan
  • Asesmen kelompok

Jenis Asesmen:

  • Pengetahuan (lisan, tertulis)
  • Keterampilan (praktik, kinerja)
  • Sikap (mandiri dan gotong royong).
  • Portopolio.

(Guru dapat memilih salah satu atau menggabungkan beberapa asesmen yang sesuai).

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik dapat menunjukkan kemampuan dalam mempraktikkan dan memahami variasi dan kombinasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif tolak peluru sesuai potensi dan kreativitas yang dimiliki serta mengembangkan nilai-nilai karakter Profil Pelajar Pancasila pada elemen gotong royong dan mandiri dengan meregulasi dan menginternalisasi nilai-nilai gerak seperti: berkolaborasi, kepedulian, berbagai, pemahaman diri dan situasi yang dihadapi, dan meregulasi diri, serta dapat menerapkan pola perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Pemahaman Bermakna

Peserta didik dapat memanfaatkan aktivitas variasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif tolak peluru dalam kehidupan nyata sehari-hari. Contohnya bahwa dengan berolahraga tubuh menjadi sehat dan bugar, otot menjadi kuat sehingga bermanfaat dalam melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik.

Pertanyaan Pemantik

Mengapa peserta didik perlu memahami dan menguasai variasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif  tolak peluru?

Prosedur Kegiatan Pembelajaran

  1. Persiapan mengajar

Hal-hal yang harus dipersiapkan guru sebelum melakukan kegiatan pembelajaran antara lain sebagai berikut:

  1. Membaca kembali Modul Ajar yang telah dipersiapkan guru sebelumnya.
  2. Membaca kembali buku-buku sumber yang berkaitan dengan tolak peluru.
  3. Menyiapkan alat pembelajaran, diantaranya:
  1. Lapangan atletik atau lapangan sejenisnya (halaman sekolah).
  2. Sektor tolak peluru atau lapangan sejenisnya.
  3. Peluru atau sejenisnya.
  4. Bola basket/voli/sepak.
  5. Tali pembatas
  6. Bendera
  7. Peluit dan stopwatch.
  8. Lembar Kerja (student work sheet) yang berisi perintah dan indikator tugas gerak.

  1. Kegiatan pengajaran

Langkah-langkah kegiatan pengajaran antara lain sebagai berikut:

  1. Kegiatan pendahuluan (15 Menit)
  1. Guru meminta salah seorang peserta didik untuk menyiapkan barisan di lapangan sekolah dan mengucapkan salam atau selamat pagi kepada peserta didik.
  2. Guru meminta salah seorang peserta didik untuk memimpin doa, dan peserta didik berdoa sesuai dengan agamanya masing-masing.
  3. Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada peserta didik yang kurang sehat (sakit), maka guru meminta peserta didik tersebut untuk berisitirahat di kelas.
  4. Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang manfaat olahraga bagi kesehatan dan kebugaran.
  5. Guru memeriksa penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya, dengan cara tanya jawab.
  6. Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian kompetensi) disertai dengan penjelasan manfaat dari kegiatan tolak peluru: misalnya bahwa tolak peluru adalah salah satu aktivitas yang dapat meningkatkan kebugaran jasmani dan prestasi.
  7. Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi pengetahuan dan keterampilan variasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif  dalam berbagai gerakan memegang peluru, awalan, menolak peluru, dan gerak lanjutan tolak peluru.
  8. Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi pengetahuan dan keterampilan aktivitas variasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif tolak peluru.
  1. kompetensi pengetahuan berupa tes tertulis mengenai fakta, konsep, dan prosedur dalam menganalisis variasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif  dalam berbagai gerakan memegang peluru, awalan, menolak peluru, dan gerak lanjutan tolak peluru.
  2. kompetensi keterampilan yaitu berupa praktik aktivitas keterampilan variasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif  dalam berbagai gerakan memegang peluru, awalan, menolak peluru, dan gerak lanjutan tolak peluru serta tolak peluru dalam bentuk yang sederhana dengan peraturan yang dimodifikasi.
  3. kompetensi sikap (Profil Pelajar Pancasila) berupa observasi dan catatan jurnal berupa pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong dan mandiri.
  1. Pemanasan dalam bentuk permainan (game), agar peserta didik terkondisikan mempelajari materi ajar dengan perasaan yang menyenangkan. Pemanasan dalam bentuk game. Nama permainannya “Lempar Bola”.

Cara bermain:

  1. Peserta didik dibagi menjadi empat kelompok besar.
  2. Dua kelompok saling berhadapan dengan jarak 3 meter, kemudian berbaris satu bersap.
  3. Di tengah-tengah antara dua kelompok tersebut diletakkan beberapa bola plasrik seukuran kepalan tangan yang diberi angka dengan spidol.
  4. Kemudian setiap kelompok diberi jatah bola empat buah, masing masing kelompok melempar bola tersebut ke bola yang berada di tengah.
  5. kelompok yang paling banyak mengumpulkan bola dengan jumlah angka terbanyak dinyatakan sebagai pemenangnya.
  1. Pembelajaran ini selain dapat mengembangkan elemen keterampilan gerak dan pengetahuan gerak, juga mengembangkan eleman gotong royong dan mandiri nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila dengan indikator meregulasi dan menginternalisasi nilai-nilai gerak seperti: berkolaborasi, kepedulian, berbagai, pemahaman diri dan situasi yang dihadapi, dan meregulasi diri, serta dapat menerapkan pola perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Kegiatan Inti (75 Menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan menggunakan model Komando, dengan prosedur sebagai berikut:

  1. Peserta didik melihat tayangan video pembelajaran aktivitas variasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif  dalam berbagai gerakan memegang peluru, awalan, menolak peluru, dan gerak lanjutan tolak peluru.
  2. Peserta didik menerima dan mempelajari kartu tugas (task sheet) yang berisi perintah dan indikator tugas aktivitas variasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif  dalam berbagai gerakan memegang peluru, awalan, menolak peluru, dan gerak lanjutan tolak peluru.
  3. Peserta didik melaksanakan tugas ajar sesuai dengan target waktu yang ditentukan guru untuk mencapai ketuntasan belajar pada setiap materi pembelajaran, yaitu: variasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif  dalam berbagai gerakan memegang peluru, awalan, menolak peluru, dan gerak lanjutan tolak peluru. Secara rinci tugas ajar aktivitas variasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif  dalam berbagai gerakan memegang peluru, awalan, menolak peluru, dan gerak lanjutan tolak peluru adalah sebagai berikut:

Aktivitas pembelajaran variasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif  dalam berbagai gerakan memegang peluru, awalan, menolak peluru, dan gerak lanjutan tolak peluru melalui:

  1. Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan memegang peluru

Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur gerak memegang peluru dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru.

Cara melakukan praktik/latihan gerak memegang peluru adalah:

  1. Peluru diletakkan pada telapak tangan bagian atas atau pada ujung telapak tangan yang dekat dengan jari-jari tangan.
  2. Jari-jari tangan direnggangkan atau dibuka (jari manis, jari tengah, dan jari telunjuk) dipergunakan untuk menahan dan memegang peluru bagian belakang.  
  3. Jari kelingking dan ibu jari digunakan untuk memegang/ menahan peluru bagian samping, yaitu agar peluru tidak tergelincir ke dalam atau ke luar.

C:\Users\Acer\Downloads\1 (1).png

  1. Setelah peluru tersebut dapat dipegang dengan baik, kemudian letakkan pada bahu dan menempel (melekat) dileher. Siku diangkat ke samping sedikit agak serong ke depan.
  2. Pada waktu memegang dan meletakkan peluru pada bahu, usahakan agar keadaan seluruh badan dan tangan jangan sampai kaku. Akan tetapi harus dalam keadaan lemas (rileks). Tangan dan lengan yang lain membantu menjaga keseimbangan.

2

  1. Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan sikap badan saat akan menolak

Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur gerak sikap badan saat akan menolak dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru.

Cara melakukan praktik/latihan gerak sikap badan saat akan menolak adalah:

  1. Berdiri tegak menyamping kearah tolakan, kedua kaki dibuka lebar (kangkang).
  2. Kaki kiri lurus ke depan, kaki kanan dengan lutut dibengkokkan ke depan sedikit agak serong ke samping kanan.
  3. Berat badan berada pada kaki kanan, badan agak condong ke samping kanan.  Tangan kanan memegang peluru pada bahu (pundak), tangan kiri dengan sikut dibengkokkan berada di depan sedikit agak serong ke atas lemas.
  4. Tangan kiri berfungsi untuk membantu dan menjaga keseimbangan.  Pandangan tertuju ke arah tolakan.

C:\Users\Acer\Downloads\3 (1).png

  1. Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan menolakkan peluru

Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur gerak menolakkan peluru dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru.

Cara melakukan praktik/latihan gerak menolakkan peluru adalah:

C:\Users\Acer\Downloads\4 (1).png

Bersamaan dengan memutar badan kearah tolakan, siku ditarik serong ke atas kebelakang (kearah samping kiri), pinggul dan pinggang serta perut didorong ke depan agak ke atas hingga dada terbuka menghadap ke depan serong ke atas ke arah tolakan. Dagu diangkat atau agak ditengadahkan, pandangan tertuju ke arah tolakan.

C:\Users\Acer\Downloads\5 (1).png

Saat seluruh badan (dada) menghadap kearah tolakan, secepatnya peluru tersebut ditolakkan sekuat-kuatnya ke atas ke depan ke arah tolakan (parabola) bersamaan dengan bantuan menolakkan kaki kanan dan melonjakkan seluruh badan ke atas serong ke depan.

  1. Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan sikap badan setelah menolakkan peluru

Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur sikap badan setelah menolakkan peluru dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru.

Cara melakukan praktik/latihan gerak sikap badan setelah menolakkan peluru

adalah:

  1. Setelah peluru yang ditolakkan atau didorong tersebut lepas dari tangan, secepatnya kaki yang dipergunakan untuk menolak itu diturunkan atau mendarat (kaki kanan) kira-kira menempati tempat bekas kaki kiri (kaki depan), dengan lutut agak dibengkokkan.
  2. Kaki kiri (kaki depan) diangkat kebelakang lurus dan lemas untuk membantu menjaga keseimbangan.
  3. Badan condong ke depan, dagu diangkat, badan agak miring kesamping kiri, pandangan kearah jatuhnya peluru.
  4. Tangan kanan dengan sikut agak dibengkokkan berada di depan sedikit agak di bawah badan, tangan/lengan kiri lemas lurus ke belakang untuk membantu menjaga keseimbangan.

C:\Users\Acer\Downloads\6 (1).png

Setelah peserta didik melakukan aktivitas 1 pembelajaran gerak dasar memegang peluru, awalan, menolak peluru, dan gerak lanjutan tolak peluru, dilanjutkan dengan mempelajari aktivitas pembelajaran 2 variasi gerakan menolak peluru.

Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan variasi gerakan menolak peluru secara perorangan atau berkelompok.

Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur variasi gerakan menolak peluru secara perorangan atau berkelompok dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru.

Bentuk aktivitas pembelajaran variasi gerakan menolak peluru secara perorangan atau berkelompok melalui:

  1. Aktivitas pembelajaran gerakan menolak bola basket/voli/sepak setinggi dan sejauh-jauhnya berpasangan

Cara melakukannya:

  1. Berdiri berhadapan pada lapangan basket/voli/sepak (melebar).
  2. Lakukan tolakan bola basket/voli/sepak ke depan ke atas melewati tali yang dipasang melintang secara bergantian.
  3. Ketinggian tali bisa disesuaikan dengan kemampuan pelempar.

9 (12)

  1. Aktivitas pembelajaran gerakan menolak basket/voli/sepak dari sikap berdiri menghadap arah tolakan

Cara melakukannya:

  1. Lakukan gerak melangkah satu kali ke depan menggunakan kaki kiri hingga bahu kiri mengarah tolakan.
  2. Putar badan ke arah kiri ± 90◦ dan tolakan bola basket/voli/sepak ke depan atas.

C:\Users\Acer\Downloads\11 (1).png

  1. Aktivitas pembelajaran gerakan menolak basket/voli/sepak dari sikap membelakangi arah tolakan

Cara melakukannya:

  1. Lakukan sikap berdiri membelakangi arah tolakan.
  2. Rendahkan lutut kanan dan kaki kiri dijulurkan kebelakang.
  3. Putar badan kearah kiri ± 180◦ dan tolakan basket/voli/sepak ke depan atas.

C:\Users\Acer\Downloads\12 (1).png

  1. Aktivitas pembelajaran gerakan menolak bola basket/voli/sepak dari gerak meluncur ke belakang

Cara melakukannya:

  1. Lakukan sikap berdiri membelakangi arah tolakan.
  2. Rendahkan lutut kaki kanan dan badan membungkuk ke depan, sedangkan kaki kiri di belakang badan.
  3. Luncurkan kaki kiri ke belakang lurus bersamaan dengan kaki kanan bergerak mundur.
  4. Pada saat kaki kiri mendarat pada tanah, putar badan kearah ± 180◦ dan tolakan bola basket/voli/sepak ke depan atas.

13 (8)

  1. Aktivitas pembelajaran gerakan menolak peluru dengan dua tangan

Cara melakukannya:

  1. Berdiri dengan kaki segaris, badan condong sedikit ke belakang dan peluru dipegang oleh kedua tangan di depan dada.
  2. Melangkah ke depan dengan kaki kiri dan tolakkan peluru dengan gerak meluruskan lengan dan kaki secara serentak dengan tujuan melatih gerak kaki dan lengan dalam gerakan melempar.

C:\Users\Acer\Downloads\14 (1).png

  1. Aktivitas pembelajaran gerakan menolak peluru dengan satu tangan

Cara melakukannya:

  1. Berdiri dengan kaki terbuka, berat badan di atas kaki kanan yang mengarah ke belakang dan dibengkokkan.
  2. Badan berputar kebelakang dan merendah sedikit dan lengan kiri dilipat bebas di depan dada.
  3. Putar kaki kanan ke depan, putar dan luruskan badan.
  4. Luruskan kedua kaki dan tolakkan peluru tersebut.

C:\Users\Acer\Downloads\15 (1).png

  1. Aktivitas pembelajaran gerakan menolak peluru awalan membelakangi sasaran

Cara melakukannya:

  1. Berdiri dengan kaki kiri menghadap ke depan, badan tegak dan berputar sedikit ke samping.
  2. Berjingkat ke depan dengan badan condong kebelakang, kaki kanan mendarat terlebih dahulu, kemudian disusul oleh kaki kiri.
  3. Tolakan segera setelah kaki kiri mendarat dengan tujuan mempelajari gerak meluncur dan disambung dengan gerakan akhir (tolakan).

C:\Users\Acer\Downloads\16a.png

  1. Aktivitas pembelajaran gerakan menolak peluru tanpa awalan

Cara melakukannya:

  1. Berdiri membelakangi arah tolakan dengan kaki kiri diluruskan kearah tolakan. Tariklah kaki kiri ke dalam terhadap kaki belakang dan segera kembalikan ke posisi semula, dengan tetap memelihara badan menghadap kebelakang.
  2. Tolakan dapat dibuat dari posisi ini dengan tujuan mempelajari luncuran secara lengkap tanpa mengikut-kan fase melayang.

C:\Users\Acer\Downloads\17 (1).png

  1. Aktivitas pembelajaran gerakan menolak peluru tanpa awalan lanjutan

Cara melakukannya:

  1. Ulangi gerakan luncuran dengan tarikan dan tolakan kaki kiri, dorongkan kaki kanan, mendarat dengan kaki yang sama.
  2. Ulangi siklus ini (tubuh diusahakan tetap rendah dan lengan kiri rileks) sebanyak 5 – 6 kali. Tujuannya adalah mempelajari teknik gerak meluncur.

C:\Users\Acer\Downloads\18 (1).png

  1. Aktivitas pembelajaran gerakan menolak peluru dengan awalan

Cara melakukannya:

  1. Melakukan tolakan peluru selengkapnya, gerakan terkontrol dengan gerak luncur pendek dan rendah.
  2. Gerakan akhir dalam posisi tegak dengan mengombinasikan berbagai fase tolakan.

18

  1. Seluruh aktivitas gerak variasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif dalam tolak peluru peserta didik diawasi dan diberikan koreksi oleh guru apabila ada kesalahan gerakan.

6)        Seluruh aktivitas gerak variasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif tolak peluru peserta didik setelah diberikan umpan balik diamati oleh guru secara individu maupun kelompok.

7)        Peserta didik secara individu, berpasangan, dan atau kelompok melakukan aktivitas gerak variasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif tolak peluru sesuai dengan koreksi yang diberikan oleh guru.

8)        Guru mengamati seluruh aktivitas peserta didik dalam melakukan aktivitas variasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif tolak peluru secara seksama. Hasil belajar peserta didik dinilai selama proses dan di akhir pembelajaran.

  1. Kegiatan Penutup (15 menit)
  1. Salah seorang peserta didik di bawah bimbingan guru melakukan gerakan pendinginan, guru mempertanyakan apa manfaatnya.
  2. Guru dan peserta didik melakukan refleksi apa yang telah dicapai dan belum dicapai sesuai dengan tujuan yang ditetapkan secara umum dan kesalahan-kesalahan yang masih sering timbul saat melakukan aktivitas pembelajaran.
  3. Guru menginformasikan kepada peserta didik, kelompok dan peserta didik yang paling baik penampilannya selama pembelajaran aktivitas tolak peluru.
  4. Guru menugaskan peserta didik yang terkait dengan pembelajaran yang telah dilakukan untuk membaca dan membuat kesimpulan tentang aktivitas gerak dasar memegang peluru, awalan, menolak peluru, dan gerak lanjutan tolak peluru, hasilnya dijadikan sebagai tugas asesmen penugasan.
  5. Berdoa dipimpin oleh salah satu peserta didik dan menyampaikan salam.
  6. Peserta didik kembali ke kelas yang dilakukan dengan tertib, dan bagi peserta didik yang bertugas mengembalikan peralatan ke tempat semula.

Asesmen

  1. Asesmen Sikap

Asesmen Pengembangan Karakter (Dimensi Mandiri dan Gotong Royong)

  1. Petunjuk Asesmen (Lembar Asesmen Sikap Diri)
  1. Isikan identitas kalian.
  2. Berikan tanda cek (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan sesuai dengan sikap Kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai.
  3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur.
  4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”.
  5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Baik sesuai jumlah “Ya” yang terisi.
  1. Rubrik Asesmen Sikap

No

Pernyataan

Ya

Tidak

1.

Saya membuat target asesmen yang realistis sesuai kemampuan dan minat belajar yang dilakukan.

2.

Saya memonitor kemajuan belajar yang dicapai serta memprediksi tantangan yang dihadapi.

3.

Saya menyusun langkah-langkah dan strategi untuk mengelola emosi dalam pelaksanaan belajar.

4.

Saya merancang strategi dalam mencapai tujuan belajar.

5.

Saya mengkritisi efektivitas diri dalam bekerja secara mandiri dalam mencapai tujuan.

6.

Saya berkomitmen dan menjaga konsistensi dalam mencapai tujuan yang telah direncanakannya.

7.

Saya membuat tugas baru dan keyakinan baru dalam melaksanakannya.

8.

Saya menyamakan tindakan sendiri dengan tindakan orang lain untuk melaksanakan tujuan kelompok.

9.

Saya memahami hal-hal yang diungkapkan oleh orang lain secara efektif.

10.

Saya melakukan kegiatan kelompok dengan kelebihan dan kekurangannya dapat saling membantu.

11.

Saya membagi peran dan menyelaraskan tindakan dalam kelompok untuk mencapai tujuan bersama.

12.

Saya tanggap terhadap lingkungan sosial sesuai dengan tuntutan peran sosialnya di masyarakat.

13.

Saya menggunakan pengetahuan tentang sebab dan alasan orang lain menampilkan reaksi tertentu.

14.

Saya mengupayakan memberi hal yang dianggap penting dan berharga kepada masyarakat.

Sangat Baik

Baik

Perlu Perbaikan

Jika lebih dari 10 pernyataan terisi “Ya”

Jika lebih dari 8 pernyataan terisi “Ya”

Jika lebih dari 6 pernyataan terisi “Ya”

  1. Asesmen Pengetahuan

Teknik

Bentuk

Contoh Instrumen

Kriteria Asesmen

Tes Tulis

Pilihan ganda dengan 4 opsi

1.         Di bawah ini gerakan yang tidak dilakukan oleh penolak peluru adalah ....

  1. menjaga keseimbangan
  2. awalan menolak peluru
  3. gerakan menolak peluru
  4. gerakan berlari di tempat

Kunci: D. gerakan melompat-lompat

Jawaban benar mendapatkan skor 1 dan salah 0.

Uraian tertutup

1.         Jelaskan salah satu variasi melakukan tahapan-tahapan sikap menolak peluru.

Kunci:

  1. Bersamaan dengan memutar badan ke arah tolakan.
  2. Siku ditarik serong ke atas kebelakang (kearah samping kiri).
  3. Pinggul dan pinggang serta perut didorong ke depan agak ke atas hingga dada terbuka menghadap ke depan serong ke atas ke arah tolakan.
  4. Dagu diangkat atau agak ditengadahkan, pandangan tertuju ke arah tolakan.

Mendapatkan skor;

4, jika seluruh urutan dituliskan dengan benar dan isi benar.

3, jika urutan dituliskan salah tetapi isi benar.

2, jika sebagian urutan dituliskan dengan benar dan sebagian isi benar.

1, jika urutan dituliskan salah dan sebagian besar isi salah.

  1. Asesmen Keterampilan
  1. Tes kinerja aktivitas gerak dasar tolak peluru.
  1. Butir Tes

Lakukan aktivitas gerak dasar menolak peluru. Unsur-unsur yang dinilai adalah kesempurnaan melakukan gerakan (asesmen proses) dan ketepatan melakukan gerakan (asesmen produk).

  1. Petunjuk Asesmen

Berikan (angka)  pada kolom yang sudah disediakan, setiap peserta didik menunjukkan atau menampilkan gerak dasar yang diharapkan.

  1. Rubrik Asesmen Keterampilan Gerak

Contoh lembar asesmen proses gerak untuk perorangan (setiap peserta didik satu lembar asesmen).

         Nama :____________________________ Kelas: __________

No

Indikator Esensial

Uraian Gerak

Ya

(1)

Tidak

(0)

1.

Posisi dan Sikap Awal

  1. Kaki

  1. Badan

  1. Lengan dan tangan

  1. Pandangan mata

2.

Pelaksanaan Gerak

  1. Kaki

  1. Badan

  1. Lengan dan tangan

  1. Pandangan mata

3.

Posisi dan Sikap Akhir

  1. Kaki

  1. Badan

  1. Lengan dan tangan

  1. Pandangan mata

Perolehan/Skor maksimum X 100% = Skor Akhir

  1. Pedoman penskoran
  1. Pedoman penskoran
  1. Sikap awal

Nilai 3 jika:

  1. berdiri tegak kaki kiri di depan dan kaki kanan di belakang.
  2. badan condongkan ke depan.
  3. pandangan ke depan.

Nilai 2: jika hanya dua kriteria yang dilakukan secara benar.

Nilai 1: jika hanya satu kriteria yang dilakukan secara benar.

  1. Sikap gerakan menolak peluru

Nilai 4 jika:

  1. peluru dilemparkan dengan mengayunkan lengan dari belakang ke depan.
  2. kaki yang berada di depan (kaki kiri) sebagai tumpuan.
  3. badan dicondongkan ke depan.
  4. pandangan ke depan, ke arah lepasnya peluru.

Nilai 3: jika hanya tiga kriteria yang dilakukan secara benar.

Nilai 2: jika hanya dua kriteria yang dilakukan secara benar.

Nilai 1: jika hanya satu kriteria yang dilakukan secara benar.

  1. Sikap posisi badan

Nilai 3 jika:

  1. setelah melempar jaga keseimbangan badan.
  2. badan dicondongkan ke depan.
  3. tangan yang digunakan untuk menolak peluru ikut menjaga keseimbangan.

Nilai 2: jika hanya dua kriteria yang dilakukan secara benar

Nilai 1: jika hanya satu kriteria yang dilakukan secara benar

  1. Pengolahan skor

Skor maksimum: 10

Skor perolehan peserta didik: SP

Nilai keterampilan yang diperoleh peserta didik: SP/10

  1. Lembar pengamatan asesmen hasil gerak dasar memegang peluru, menolak peluru, melepaskan peluru, dan menjaga keseimbangan tolak peluru.
  1. Asesmen hasil keterampilan gerak tolak peluru
  1. Tahap pelaksanaan pengukuran

Asesmen hasil/produk gerak dasar tolak peluru dengan cara:

  1. Mula-mula peserta didik berdiri mengambil awalan/ancang-ancang (di dalam sektor tolak peluru).
  2. Setelah petugas pengukuran memberi aba-aba “mulai” peserta didik mulai melakukan menolak peluru.
  3. Petugas menghitung jauhnya hasil tolakan yang dapat dilakukan oleh peserta didik.
  4. Jumlah hasil tolakan yang dilakukan dengan benar memenuhi persyaratan dihitung untuk diberikan skor.

  1. Konversi jumlah hasil tolakan

Perolehan Nilai

Klasifikasi Nilai

Putera

Puteri

….. > 5 meter

….. > 4 meter

Sangat Baik

4.00 – 4.99 meter

03.00 – 03.99 meter

Baik

3.00 – 3.99 meter

02.00 – 02.99 meter

Cukup

…… < 3.00 meter

…… < 02.00 meter

Kurang

Pengayaan dan Remedial

  1. Pengayaan

Pengayaan diberikan oleh guru terhadap proses pembelajaran yang dilakukan pada setiap aktivitas pembelajaran. Pengayaan dilakukan apabila setelah diadakan asesmen pada kompetensi yang telah diajarkan pada peserta didik pada setiap aktivitas pembelajaran, nilai yang dicapai melampaui kompetensi yang telah ditetapkan oleh guru. Pengayaan dilakukan dengan cara menaikkan tingkat kesulitan permainan dengan cara mengubah jumlah pemain, memperketat peraturan, menambah alat yang digunakan, serta menambah tingkat kesulitan tugas keterampilan yang diberikan.

  1. Remidial

Remidial dilakukan oleh guru terintegrasi dalam pembelajaran yaitu dengan memberikan intervensi yang sesuai dengan level kompetensi peserta didik dari mana guru mengetahui level kompetensi peserta didik. Level kompetensi diketahui dari refleksi yang dilakukan setiap kali pembelajaran. Remedial  dilakukan dengan cara menetapkan atau menurunkan tingkat kesulitan dalam materi pembelajaran.

Refleksi Peserta Didik dan Guru

  1. Refleksi Peserta Didik

Pada setiap 2 topik dan di akhir pembelajara peserta didik ditanya tentang:

  1. Apa yang sudah dipelajari.
  2. Dari apa yang sudah dipelajari apa yang sudah dikuasai.
  3. Kesulitan-kesulitan apa saja yang peserta didik alami/temukan dalam melakukan aktivitas pembelajaran variasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif  tolak peluru.
  4. Kesalahan-kesalahan apa saja yang peserta didik alami/temukan dalam melakukan aktivitas pembelajaran variasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif  tolak peluru.
  5. Bagaimana cara memperbaiki kesalahan-kesalahan yang peserta didik alami/ temukan dalam melakukan aktivitas pembelajaran variasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif  tolak peluru.

Contoh Format Refleksi.

Setelah peserta didik melakukan aktivitas 2 pembelajaran variasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif  menolak peluru, peserta didik diminta untuk menuliskan kesulitan-kesulitan, kesalahan-kesalahan, dan bagaimana cara memperbaikinya dalam melakukan aktivitas pembelajaran variasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif  menolak peluru. Kemudian laporkan hasil capaian belajar yang diperoleh dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru.

No

Aktivitas Pembelajaran

Hasil Refleksi

Tercapai

Belum Tercapai

1.

Aktivitas pembelajaran variasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif  menolak peluru.*)

2.

Menunjukkan nilai-nilai karakter Profil Pelajar Pancasila pada elemen mandiri dan gotong royong dalam proses pembelajaran variasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif  menolak peluru.

*) Materi disesuaikan dengan pokok bahasan.

  1. Refleksi Guru

Refleksi yang dilakukan oleh guru terhadap proses pembelajaran yang dilakukan pada setiap aktivitas pembelajaran. Hasil refleksi bisa digunakan untuk menentukan perlakuan kepada peserta didik, apakah remedial atau pengayaan. Remedial dan pengayaanya di dalam pembelajaran, tidak terpisah setelah pembelajaran. Hal-hal yang perlu mendapat perhatian dalam refleksi guru antara lain:

  1. Apakah kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan baik?
  2. Kesulitan-kesulitan apa saja yang dialami/temukan dalam proses aktivitas pembelajaran gerak dasar tolak peluru.
  3. Apa yang harus diperbaiki dan bagaimana cara memperbaiki proses aktivitas pembelajaran gerak dasar tolak peluru tersebut.
  4. Bagaimana keterlibatan peserta didik dalam proses aktivitas pembelajaran gerak dasar tolak peluru tersebut.

Lembar Kerja Peserta Didik

Tanggal                        : .................................................................

Lingkup/materi pembelajaran        : .................................................................

Nama Siswa                        : .................................................................

Fase/Kelas                        : C / V        

  1. Panduan umum
  1. Pastikan Kalian dalam keadaan sehat dan siap untuk mengikuti aktivitas pembelajaran.
  2. Ikuti gerakan pemanasan dengan baik, sesuai dengan instruksi yang diberikan guru untuk menghindari cidera.
  3. Mulailah kegiatan dengan berdoa.
  4. Selama kegiatan perhatikan selalu keselamatan diri dan keselamatan bersama.

  1. Panduan aktivitas pembelajaran
  1. Bersama dengan teman, buatlah kelompok sejumlah maksimal 8 orang.
  2. Lakukan aktivitas pembelajaran gerak dasar tolak peluru secara berpasangan dengan temanmu satu kelompok.
  3. Perhatikan penjelasan berikut ini:

Cara melakukan aktivitas pembelajaran gerak dasar tolak peluru antara lain:

  1. Aktivitas gerak dasar cara pegang peluru.
  2. Aktivitas gerak dasar awalan menolak peluru.
  3. Aktivitas gerak dasar menolak peluru.
  4. Aktivitas gerak dasar gerak ikutan menolak peluru.
  5. Aktivitas gerak dasar tolak peluru dalam bentuk perlombaan menggunakan peraturan yang dimodifikasikan.

  1. Bahan Bacaan Peserta Didik

  1. Peraturan pertandingan tolak peluru yang standar. Untuk membantu dalam mencari sumber bacaan tersebut, dapat diperoleh melalui: buku, majalah, koran, internet, atau sumber lainnya.
  2. Materi gerak dasar tolak peluru. Untuk membantu dalam mencari sumber bacaan tersebut, dapat diperoleh melalui: buku, majalah, koran, internet, atau sumber lainnya.
  1. Bahan Bacaan Guru

  1. Teknik dasar tolak peluru.
  2. Bentuk-bentuk gerak dasar tolak peluru.
  3. Bentuk-bentuk tolak peluru dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi.

Glosarium

  • Atletik berasal dari bahasa Yunani, yaitu “Athlon atau Athlum” artinya pertandingan, perlombaan, pergulatan, atau perjuangan. Orang yang melakukannya dinamakan “Athleta (atlet) ”.
  • Tolak pelurru:  melemparkan bola besi yang berat (peluru) sejauh mungkin,Tolak peluru : melempar peluru sambil  memutar badan sebanyak 3 kali baru dilempar sejauh mungkin.
  • Pembelajaran adalah proses interaksi antarpeserta didik, antara peserta didik dengan tenaga pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.

Referensi

Muhajir. 2017. Buku Siswa Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, untuk SMP/M.Ts Kelas VII. Bogor : Penerbit Yudhistira.

Muhajir. 2017. Buku Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, untuk SMP/M.Ts Kelas VII. Bogor : Penerbit Yudhistira.

Muhajir. 2020. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, untuk SMP/M.Ts Kelas VII. Jakarta: Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Kemendikbud.

Muhajir. 2020. Belajar dan Berlatih Atletik Tolak Peluru. Bandung: Sahara Multi Trading.

Tim Direktorat SMP. 2017. Panduan Asesmen oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Tim Direktorat SMP. 2016. Panduan Pembelajaran Untuk Sekolah Menengah Pertama. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Memeriksa dan Menyetujui,

Kepala SD/MI.........................................

.............................., ..................  2021

Guru Mata Pelajaran

………………………………….................

     NIP.

                         

………………….............................

      NIP.

 @2021 Pusat Asesmen dan Pembelajaran Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Kemendikbud, Riset dan Teknologi