Modul Ajar PJOK SD Fase C Kelas V

MODUL AJAR PJOK SD FASE C KELAS V

Penyusun : Slamet Sugiyanto

Jenjang    : SD

Kelas       : V

Alokasi Waktu : 3 x 35 Menit (2 kali pertemuan).

Kompetensi Awal:

Peserta didik mulai mengenal variasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif dalam berbagai olahraga atletik sesuai potensi dan kreativitas yang dimiliki.

Profil Pelajar Pancasila:

Profil Pelajar Pancasila yang dikembangkan pada Fase C adalah mandiri dan gotong royong yang ditunjukkan melalui proses aktivitas pembelajaran variasi pola pengembangan gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif lari jarak pendek.

Sarana Prasarana

  • Lapangan/track atletik atau lapangan sejenisnya (halaman sekolah).
  • Start block atau sejenisnya.
  • Tali pembatas.
  • Bendera start.
  • Peluit dan stopwatch.

Target Peserta Didik

  • Peserta didik regular/tipikal.
  • Peserta didik dengan hambatan belajar.
  • Peserta didik cerdas istimewa berbakat (CIBI).
  • Peserta didik meregulasi diri belajar.
  • Peserta didik dengan ketunaan (tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, tunalaras, tunaganda).

Jumlah Peserta Didik

  • Maksimal 28 peserta didik.

Ketersediaan Materi

  • Pengayaan untuk peserta didik CIBI atau yang berpencapaian tinggi : YA /TIDAK.
  • Alternatif penjelasan, metode, atau aktivitas, untuk peserta didik yang sulit memahami konsep: YA /TIDAK.

Jika memilih YA, maka di dalam pembelajarannya menyediakan alternatif aktivitas sesuai kebutuhan.

Materi, Media, dan Bahan Pembelajaran

  1. Materi Pokok Pembelajaran
  1. Materi Pembelajaran Reguler Lari Jarak Pendek

Aktivitas pembelajaran variasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif start, gerakan lari jarak pendek, dan memasuki garis finish melalui:

  1. Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan gerak start lari jarak pendek.
  2. Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan gerak langkah kaki lari jarak pendek.
  3. Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan gerak ayunan lengan lari jarak pendek.
  4. Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan gerak posisi tubuh/kemiringan tubuh lari jarak pendek.
  5. Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan gerak memasuki garis finish lari jarak pendek.
  6. Konsep peraturan perlombaan dan modifikasinya, serta praktik lari jarak pendek yang dimodifikasi.

  1. Materi Pembelajaran Remidial

Materi dapat dimodifikasi dengan menambah jarak, pengulangan, intensitas, dan kesempatan/frekuensi melakukan bagi peserta didik atau kelompok peserta didik yang memperlihatkan kemampuan yang belum baik dalam penguasaan aktivitas variasi pola gerak dasar lokomotor, non- lokomotor, dan manipulatif start, gerakan lari jarak pendek, dan memasuki garis finish lari jarak pendek.

Strategi pembelajaran gerak yang lain dapat diberikan setelah dilakukan identifikasi kesulitannya sebelumnya. Peserta didik yang mengalami kesulitan dipasangkan dengan peserta didik yang lebih terampil sehingga dapat dibantu dalam penguasaan keterampilan tersebut.

  1. Materi Pembelajaran Pengayaan

Materi dapat dikembangkan dengan meningkatkan kompleksitas materi, mengubah lingkungan permainan, dan mengubah jumlah pemain di dalam permainan yang dimodifikasi. 

Pada saat pembelajaran peserta didik atau kelompok peserta didik yang telah melebihi batas ketercapaian pembelajaran diberikan kesempatan melakukan aktivitas variasi pola gerak dasar lokomotor, non- lokomotor, dan manipulatif start, gerakan lari jarak pendek, dan memasuki garis finish lari jarak pendek yang lebih kompleks. Guru juga dapat meminta peserta didik atau kelompok peserta didik berbagi dengan teman-temannya tentang pembelajaran yang dilakukan agar penguasaan kompetensi lebih baik (capaian pembelajaran terpenuhi)

  1. Media Pembelajaran
  1. Peserta didik sebagai model atau guru yang memperagakan aktivitas gerak dasar start, posisi kaki, posisi lengan, kemiringan tubuh, finish lari jarak pendek.
  2. Gambar aktivitas gerak dasar start, posisi kaki, posisi lengan, kemiringan tubuh, finish lari jarak pendek.
  3. Video pembelajaran aktivitas gerak dasar start, posisi kaki, posisi lengan, kemiringan tubuh, finish lari jarak pendek.

  1. Bahan Pembelajaran
  1. Buku Ajar
  2. Link youtube (jika diperlukan)
  3. Lembar Kerja (student work sheet) yang berisi perintah dan indikator tugas gerak.

Moda Pembelajaran

  • Daring.
  • Luring.
  • Paduan antara tatap muka dan PJJ (blended learning).

Guru memilih moda  pembelajaran yang diinginkan sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar yang ada, pada modul ini menggunakan moda luring.

Pengaturan Pembelajaran

Pengaturan Peserta didik:

  • Individu.
  • Berpasangan.
  • Berkelompok
  • Klasikal

(Guru dapat mengatur sesuai dengan jumlah siswa di setiap kelasnya serta formasi yang diinginkan).

Metode:

  • Diskusi
  • Presentasi
  • Demonstrasi
  • Project
  • Eksperimen
  • Eksplorasi
  • Permainan
  • Ceramah
  • Simulasi
  • Resiprokal

(Guru dapat memilih salah satu atau menggabungkan beberapa metode yang diinginkan).

Asesmen Pembelajaran

Menilai Ketercapaian Tujuan Pembelajaran:

  • Asesmen individu
  • Asesmen berpasangan
  • Asesmen kelompok

Jenis Asesmen:

  • Pengetahuan (lisan, tertulis)
  • Keterampilan (praktik, kinerja)
  • Sikap (mandiri dan gotong royong)
  • Portofolio

(Guru dapat memilih salah satu atau menggabungkan beberapa asesmen yang sesuai).

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik melalui pembelajaran penugasan dapat menunjukkan kemampuan dalam mempraktikkan dan memahami variasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif start, gerakan lari jarak pendek, dan memasuki garis finish lari jarak pendek sesuai potensi dan kreativitas yang dimiliki serta mengembangkan nilai-nilai karakter Profil Pelajar Pancasila pada elemen Gotong Royong dan Mandiri dengan meregulasi dan menginternalisasi nilai-nilai gerak seperti: berkolaborasi, kepedulian, berbagai, pemahaman diri dan situasi yang dihadapi, dan meregulasi diri, serta dapat menerapkan pola perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Pemahaman Bermakna

Peserta didik dapat memanfaatkan aktivitas variasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif start, gerakan lari jarak pendek, dan memasuki garis finish lari jarak pendek dalam kehidupan nyata sehari-hari. Contohnya bahwa dengan lari jarak pendek tubuh menjadi sehat dan bugar, gerakan menjadi lincah sehingga dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik.

Pertanyaan Pemantik

Mengapa peserta didik perlu memahami dan menguasai pola gerak dasar lokomotor, non- lokomotor, dan manipulatif lari jarak pendek?

Prosedur Kegiatan Pembelajaran

  1. Persiapan mengajar

Hal-hal yang harus dipersiapkan guru sebelum melakukan kegiatan pembelajaran antara lain sebagai berikut:

  1. Membaca kembali Modul Ajar yang telah dipersiapkan guru sebelumnya.
  2. Membaca kembali buku-buku sumber yang berkaitan dengan lari jarak pendek.
  3. Menyiapkan alat pembelajaran, diantaranya:
  1. Lapangan atletik atau lapangan sejenisnya (halaman sekolah).
  2. Start block atau sejenisnya.
  3. Tali pembatas
  4. Bendera start
  5. Peluit dan stopwatch.
  6. Lembar Kerja (student work sheet) yang berisi perintah dan indikator tugas gerak.

  1. Kegiatan pengajaran

Langkah-langkah kegiatan pengajaran antara lain sebagai berikut:

  1. Kegiatan pendahuluan (15 Menit)
  1. Guru meminta salah seorang peserta didik untuk menyiapkan barisan di lapangan sekolah dan mengucapkan salam atau selamat pagi kepada peserta didik.
  2. Guru meminta salah seorang peserta didik untuk memimpin doa, dan peserta didik berdoa sesuai dengan agamanya masing-masing.
  3. Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada peserta didik yang kurang sehat (sakit), maka guru meminta peserta didik tersebut untuk berisitirahat di kelas.
  4. Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang manfaat olahraga bagi kesehatan dan kebugaran.
  5. Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya, dengan cara tanya jawab.
  6. Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian kompetensi) disertai dengan penjelasan manfaat dari kegiatan aktivitas gerak dasar start, posisi kaki, posisi lengan, kemiringan tubuh, finish lari jarak pendek adalah salah satu aktivitas yang dapat meningkatkan kebugaran jasmani dan prestasi cabang olahraga lari jarak pendek.
  7. Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari yaitu: aktivitas gerak dasar start, posisi kaki, posisi lengan, kemiringan tubuh, finish lari jarak pendek.
  8. Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi pengetahuan dan keterampilan aktivitas variasi dan kombinasi pola gerak dasar lokomotor, non- lokomotor, dan manipulatif start, gerakan lari jarak pendek, dan memasuki garis finish lari jarak pendek.

a)        kompetensi pengetahuan berupa tes tertulis mengenai fakta, konsep, dan prosedur dalam menjelaskan variasi pola gerak dasar lokomotor, non- lokomotor, dan manipulatif start, gerakan lari jarak pendek, dan memasuki garis finish lari jarak pendek. 

b)        kompetensi keterampilan yaitu berupa praktik aktivitas variasi pola gerak dasar lokomotor, non- lokomotor, dan manipulatif start, gerakan lari jarak pendek, dan memasuki garis finish lari jarak pendek dalam bentuk yang sederhana dengan peraturan yang dimodifikasi.

c)        kompetensi sikap (Profil Pelajar Pancasila) berupa observasi dan catatan jurnal berupa pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong dan mandiri.

  1. Dilanjutkan dengan pemanasan agar peserta didik terkondisikan dalam materi yang akan diajarkan dengan perasaan yang menyenangkan. Pemanasan dalam bentuk game. Nama permainannya “Kucing dan Tikus”.
  2. Pembelajaran ini selain dapat mengembangkan elemen keterampilan gerak dan pengetahuan gerak, juga mengembangkan eleman gotong royong dan mandiri nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila dengan indikator meregulasi dan menginternalisasi nilai-nilai gerak seperti: berkolaborasi, kepedulian, berbagai, pemahaman diri dan situasi yang dihadapi, dan meregulasi diri, serta dapat menerapkan pola perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Kegiatan Inti (75 Menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan menggunakan model penugasan, dengan prosedur sebagai berikut:

  1. Setelah peserta didik melihat tayangan video pembelajaran, peserta didik kemudian menerima dan mempelajari kartu tugas (task sheet) yang berisi perintah dan indikator tugas aktivitas pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif start, gerakan lari jarak pendek, dan memasuki garis finish lari jarak pendek dengan berbagai posisi.
  2. Peserta didik melaksanakan tugas ajar sesuai dengan target waktu yang ditentukan guru untuk mencapai ketuntasan belajar pada setiap materi pembelajaran aktivitas pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif start, gerakan lari jarak pendek, dan memasuki garis finish lari jarak pendek.
  3. Peserta didik menerima umpan balik dari guru tentang aktivitas pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif start, gerakan lari jarak pendek, dan memasuki garis finish lari jarak pendek.
  4. Peserta didik melakukan pengulangan pada materi pembelajaran yang belum tercapai ketuntasannya sesuai umpan balik yang diberikan.
  5. Peserta didik mencoba melakukan tugas aktivitas pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif start, gerakan lari jarak pendek, dan memasuki garis finish lari jarak pendek dalam bentuk perlombaan lari jarak pendek secara sederhana dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi.

Secara rinci bentuk-bentuk pembelajaran aktivitas gerak dasar lari jarak pendek adalah sebagai berikut.

  1. Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan gerak start lari jarak pendek

Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur gerak  start lari jarak pendek dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru.

 

Lari cepat atau sprint, yaitu semua perlombaan lari dengan kecepatan penuh yang menempuh jarak 100 m, 200 m dan 400 m. Kunci pertama yang harus dikuasai oleh pelari cepat/sprint adalah start atau pertolakan. Keterlambatan atau ketidaktelitian pada waktu melakukan start sangat merugikan seorang pelari cepat. Oleh sebab itu, cara melakukan start yang baik harus benar-benar diperhatikan dan dipelajari serta dilatih secermat mungkin.

Cara melakukan praktik/latihan gerak gerak start lari jarak pendek adalah sebagai berikut.

Macam-macam pembelajaran gerak dasar start lari jarak pendek antara lain sebagai berikut:

  1. Start panjang (Long start)
  2. Start menengah (Medium start)
  3. Start pendek (Short start)

C:\Users\Acer\Downloads\1 (8).png

Tahap-tahap aktivitas pembelajaran gerak dasar start lari jarak pendek antara lain sebagai berikut:

  1. Aba-aba “Bersedia”

Apabila mendengar aba-aba “Bersedia”, sikap badan seorang pelari adalah sebagai berikut:

  1. Salah satu lutut diletakkan di tanah dengan jarak ± satu jengkal dari garis start. Kaki satunya diletakkan tepat disamping lutut yang menempel tanah ± satu kepal.
  2. Badan membungkuk ke depan, kedua tangan terletak di tanah dibelakang garis start, keempat jari rapat, ibu jari terbuka (membentuk huruf V).
  3. Kepala ditundukkan, leher rileks, pandangan ke bawah dan konsentrasi pada aba-aba berikutnya.

C:\Users\Acer\Downloads\2 (8).png

  1. Aba-aba “Siap”

Apabila ada aba-aba “Siap” maka sikap badan seorang pelari adalah sebagai berikut:

  1. Lutut yang menempel di tanah diangkat, panggul diangkat setinggi bahu dan berat badan dibawa ke muka.
  2. Kepala tetap tunduk, leher rileks, pandangan ke bawah dan konsentrasi pada aba-aba berikutnya.

C:\Users\Acer\Downloads\3 (8).png

  1. Aba-aba “Ya”

Apabila mendengar aba-aba “Ya” atau bunyi pistol, maka yang perlu dilakukan oleh pelari adalah sebagai berikut:

  1. Menolak ke depan dengan kekuatan penuh atau gerakan meluncur, tetapi jangan melompat.
  2. Badan tetap condong ke depan disertai dengan gerakan lengan yang diayunkan.
  3. Dilanjutkan dengan gerakan langkah kaki pendek-pendek, tetapi cepat agar badan tidak jatuh ke depan (tersungkur).

C:\Users\Acer\Downloads\4 (9).png

  1. Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan gerak lari jarak pendek

Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur gerak  lari jarak pendek dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru.

Cara melakukan praktik/latihan gerakan lari jarak pendek adalah:

  1. Prinsip lari cepat yaitu: lari pada ujung kaki, tumpuan kuat agar mendapat dorongan yang kuat.
  2. Sikap badan condong ke depan ± 60º, sehingga titik berat badan selalu di depan.
  3. Ayunan lengan kuat dan cepat, siku dilipat, kedua tangan menggenggam lemas, agar gerakan langkah kaki juga cepat dan kuat.
  4. Setelah ± 20 m dari garis start, langkah diperlebar dan sikap badan dicondongkan ke depan tetap dipertahan-kan serta ayunan lengan dan gerakan langkah juga dipertahankan kecepatan serta kekuatan bahkan harus ditingkatkan.

C:\Users\Acer\Downloads\5 (8).png

  1. Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan memasuki garis finish lari jarak pendek

Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur gerak memasuki garis finish jarak pendek dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru.

Cara melakukan praktik/latihan gerakan memasuki garis finish jarak pendek adalah:

  1. Berlari secepat mungkin, jika perlu ditingkatkan kecepatannya seakan-akan garis finish masih 10 m dibelakang garis sesungguhnya.
  2. Setelah sampai ± satu meter di depan garis finish merebahkan badan ke depan tanpa mengurangi kecepatannya.
  3. Sampai garis finish membusungkan dada, tangan ditarik ke belakang atau putar salah satu bahu ke depan.

C:\Users\Acer\Downloads\9 (8).png

  1. Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan berlari jogging dengan mengangkat paha tinggi dan pendaratan kaki menggunakan ujung telapak kaki

Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur gerak berlari jogging dengan mengangkat paha tinggi dan pendaratan kaki menggunakan ujung telapak kaki dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru.

Cara melakukan praktik/latihan gerakan memasuki berlari jogging dengan mengangkat paha tinggi dan pendaratan kaki menggunakan ujung telapak kaki adalah:

  1. Dilakukan secara perorangan atau kelompok.
  2. Pembelajaean ini dilakukan berlari jogging/pelan saat ada aba-aba “Hop” angkat salah satu paha ke depan atas (bergantian kanan dan kiri), badan tegak dan pandangan ke depan, hingga kaki yang di belakang terkedang lurus.
  3. Lakukan pada jarak ± 8-10 m.

C:\Users\Acer\Downloads\10 (7).png

  1. Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan lari cepat dengan langkah kaki lebar

Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur gerak lari cepat dengan langkah kaki lebar dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru.

Cara melakukan praktik/latihan gerakan lari cepat dengan langkah kaki lebar adalah:

  1. Dilakukan secara perorangan atau kelompok, berdiri pada garis start posisi kaki melangkah.
  2. Lakukan lari dari garis start dengan langkah lebar, menempuh jarak  ± 15-20 m, setelah ada aba-aba “Go”.
  3. Saat lari badan rileks atau tidak kaku, pendaratan kaki menggunakan ujung telapak kaki.

C:\Users\Acer\Downloads\11 (7).png

  1. Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan merebahkan badan dari sikap berdiri

Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur gerak merebahkan badan dari sikap berdiri dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru.

Cara melakukan praktik/latihan gerakan merebahkan badan dari sikap berdiri adalah:

  1. Berdiri menghadap arah gerakan, dan kedua kaki dibuka selebar bahu.
  2. Pembelajaran dilakukan perorangan atau kelompok.
  3. Saat aba-aba "hop" rebahkan badan ke depan bersamaan kedua lengan diayun ke depan dan salah satu kaki dilangkahkan ke depan.

C:\Users\Acer\Downloads\16 (4).png

  1. Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan merebahkan badan diawali gerak berjalan dilanjutkan dengan lari jogging

Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur gerak merebahkan badan diawali gerak berjalan dilanjutkan dengan lari jogging dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru.

Cara melakukan praktik/latihan gerakan merebahkan badan diawali gerak berjalan dilanjutkan dengan lari jogging adalah:

  1. Dilakukan perorangan atau kelompok.
  2. Lakukan gerak berjalan/jogging.
  3. Saat aba-aba "Hop" rebahkan badan ke depan bersamaan kedua lengan diayun ke depan dan salah satu kaki dilangkahkan ke depan.

C:\Users\Acer\Downloads\17 (6).png

Setelah peserta didik melakukan aktivitas 1 pembelajaran gerak dasar start, gerakan lari jarak pendek, dan memasuki garis finish lari jarak pendek, dilanjutkan dengan mempelajari aktivitas pembelajaran 2 perlombaan perlombaan lari jarak pendek dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi.

Bentuk-bentuk aktivitas 2 pembelajaran perlombaan lari jarak pendek dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi, antara lain sebagai berikut:

  1. Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan lomba lari cepat mengambil bola dilakukan berpasangan dan berhadapan

Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur lomba lari cepat mengambil bola dilakukan berpasangan dan berhadapan dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru.

Cara melakukan praktik/latihan lomba lari cepat mengambil bola dilakukan berpasangan dan berhadapan adalah:

  1. Bola diletakkan pada garis tengah lapangan basket/voli.
  2. Pelari berdiri/melakukan teknik start jongkok pada garis start, menghadap arah bola.
  3. Setelah ada aba-aba ”Ya”, lakukan lari cepat ke arah bola dan mengambilnya.
  4. Pelari yang lebih awal menyentuh bola dinyatakan menang.

C:\Users\Acer\Downloads\18 (4).png

  1. Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan lomba lari cepat beregu dengan ”Shutle Run”

Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur lomba lari cepat beregu dengan ”Shutle Run”dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru.

Cara melakukan praktik/latihan lomba lari cepat beregu dengan ”Shutle Run” adalah:

  1. Pelari pertama berusaha meletakkan benda pada 2 buah lingkaran yang dipasang di garis lurus.
  2. Setelah selesai kembali pada garis start.
  3. Pelari kedua berusaha mengambil benda pada 2 buah lingkaran dan kembali pada garis start dengan membawa benda tersebut dan diberikan pada temannya.
  4. Lakukan gerakan berikutnya seperti pelari pertama dan kedua.

C:\Users\Acer\Downloads\19 (4).png

  1. Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan lomba lari cepat beregu mengambil bola dan meletakkan bola pada lingkaran

Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur lomba lari cepat beregu mengambil bola dan meletakkan bola pada lingkaran dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru.

Cara melakukan praktik/latihan lomba lomba lari cepat beregu mengambil bola dan meletakkan bola pada lingkaran adalah:

  1. Pelari pertama berusaha meletakkan bola pada lingkaran yang dipasang di garis lurus.
  2. Setelah selesai kembali pada garis start.
  3. Pelari kedua berusaha mengambil bola di lingkaran dan kembali pada garis start dengan membawa bola  tersebut dan diberikan pada temannya.
  4. Lakukan gerakan berikutnya seperti pelari pertama dan kedua.
  5. Regu dinyatakan menang, apabila dapat menyelesaikan tugas dengan cepat (meletakan dan mengambil bola).

C:\Users\Acer\Downloads\20 (4).png

  1. Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan perlombaan lari jarak pendek menempuh jarak 50 meter

Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur perlombaan lari jarak pendek menempuh jarak 50 meter dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru.

Cara melakukan praktik/latihan perlombaan lari jarak pendek menempuh jarak 50 meter adalah:

  1. Dilakukan perorangan atau kelompok.
  2. Lakukan gerakan lari  dengan dengan langkah mengikuti garis pada lintasan.
  3. Badan condong ke depan dan pandangan lurus ke depan.
  4. Pembelajaran ini menekankan pada nilai-nilai: profil Pelajar Pancasila eleman gotong royong dan mandiri.

C:\Users\Acer\Downloads\22 (3).png

  1. Guru mengamati seluruh gerakan peserta didik secara individu maupun kelompok.
  2. Seluruh aktivitas gerak variasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif dalam lari jarak pendek peserta didik diawasi dan diberikan koreksi oleh guru apabila ada kesalahan gerakan.
  3. Peserta didik secara individu dan dan kelompok melakukan aktivitas variasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif dalam lari jarak pendek sesuai dengan koreksi oleh guru.
  4. Seluruh aktivitas gerak variasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif dalam lari jarak pendek peserta didik setelah diberikan umpan balik diamati oleh guru secara individu maupun kelompok.
  5. Peserta didik secara individu, berpasangan, dan atau kelompok melakukan aktivitas gerak variasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif dalam lari jarak pendek sesuai dengan koreksi yang diberikan oleh guru.
  6. Guru mengamati seluruh aktivitas peserta didik dalam melakukan aktivitas variasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif dalam lari jarak pendek secara seksama. Hasil belajar peserta didik dinilai selama proses dan di akhir pembelajaran.
  7. mengamati seluruh aktifitas peserta didik dalam melakukan aktivitas gerak dasar start, gerakan lari jarak pendek, dan memasuki garis finish lari jarak pendek secara seksama. Hasil belajar peserta didik dinilai selama proses dan di akhir pembelajaran.

  1. Kegiatan Penutup (15 menit)
  1. Salah seorang peserta didik di bawah bimbingan guru melakukan gerakan pendinginan, guru mempertanyakan apa manfaatnya.
  2. Guru dan peserta didik melakukan refleksi apa yang telah dicapai dan belum dicapai sesuai dengan tujuan yang ditetapkan secara umum dan kesalahan-kesalahan yang masih sering timbul saat melakukan aktivitas pembelajaran.
  3. Guru menginformasikan kepada peserta didik, kelompok dan peserta didik yang paling baik penampilannya selama pembelajaran aktivitas lari jarak pendek.
  4. Guru menugaskan peserta didik yang terkait dengan pembelajaran yang telah dilakukan untuk membaca dan membuat kesimpulan tentang aktivitas gerak dasar start, gerakan lari jarak pendek, dan memasuki garis finish lari jarak pendek, hasilnya dijadikan sebagai tugas asesmen penugasan.
  5. Berdoa dipimpin oleh salah satu peserta didik dan menyampaikan salam.
  6. Peserta didik kembali ke kelas yang dilakukan dengan tertib, dan bagi peserta didik yang bertugas mengembalikan peralatan ke tempat semula.

Asesmen

  1. Asesmen Sikap

Asesmen Pengembangan Karakter (Dimensi Mandiri dan Gotong Royong)

  1. Petunjuk Asesmen (Lembar Asesmen Sikap Diri)
  1. Isikan identitas kalian.
  2. Berikan tanda cek (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan sesuai dengan sikap Kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai.
  3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur.
  4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”.
  5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Baik sesuai jumlah “Ya” yang terisi.

  1. Rubrik Asesmen Sikap

No

Pernyataan

Ya

Tidak

1.

Saya membuat target asesmen yang realistis sesuai kemampuan dan minat belajar yang dilakukan.

2.

Saya memonitor kemajuan belajar yang dicapai serta memprediksi tantangan yang dihadapi.

3.

Saya menyusun langkah-langkah dan strategi untuk mengelola emosi dalam pelaksanaan belajar.

4.

Saya merancang strategi dalam mencapai tujuan belajar.

5.

Saya mengkritisi efektivitas diri dalam bekerja secara mandiri dalam mencapai tujuan.

6.

Saya berkomitmen dan menjaga konsistensi dalam mencapai tujuan yang telah direncanakannya.

7.

Saya membuat tugas baru dan keyakinan baru dalam melaksanakannya.

8.

Saya menyamakan tindakan sendiri dengan tindakan orang lain untuk melaksanakan tujuan kelompok.

9.

Saya memahami hal-hal yang diungkapkan oleh orang lain secara efektif.

10.

Saya melakukan kegiatan kelompok dengan kelebihan dan kekurangannya dapat saling membantu.

11.

Saya membagi peran dan menyelaraskan tindakan dalam kelompok untuk mencapai tujuan bersama.

12.

Saya tanggap terhadap lingkungan sosial sesuai dengan tuntutan peran sosialnya di masyarakat.

13.

Saya menggunakan pengetahuan tentang sebab dan alasan orang lain menampilkan reaksi tertentu.

14.

Saya mengupayakan memberi hal yang dianggap penting dan berharga kepada masyarakat.

Sangat Baik

Baik

Perlu Perbaikan

Jika lebih dari 10 pernyataan terisi “Ya”

Jika lebih dari 8 pernyataan terisi “Ya”

Jika lebih dari 6 pernyataan terisi “Ya”

  1. Asesmen Pengetahuan

Teknik

Bentuk

Contoh Instrumen

Kriteria Asesmen

Tes Tulis

Pilihan ganda dengan 4 opsi

1.         Pada saat akan mendekati garis finish, tindakan yang tepat dilakukan oleh seorang pelari adalah ….

  1. mengurangi kecepatan berlari
  2. menambah kecepatan berlari
  3. menengok ke belakang
  4. berlari biasa saja

Kunci: B. menambah kecepatan berlari.

Jawaban benar mendapatkan skor 1 dan salah 0.

Uraian tertutup

1.         Jelaskan bentuk variasi latihan lari jarak pendek yang kamu ketahui!

Alternatif jawaban:

  1. Berlari jogging dengan mengangkat paha tinggi dan pendaratan kaki menggunakan ujung telapak kaki
  1. Dilakukan secara perorangan atau kelompok.
  2. Pembelajaean ini dilakukan berlari jogging/pelan saat ada aba-aba “Hop” angkat salah satu paha ke depan atas (bergantian kanan dan kiri), badan tegak dan pandangan ke depan, hingga kaki yang di belakang terkedang lurus.
  3. Lakukan pada jarak ± 8-10 m.
  1. Berlari cepat dengan langkah kaki lebar
  1. Dilakukan secara perorangan atau kelompok, berdiri pada garis start posisi kaki melangkah.
  2. Lakukan lari dari garis start dengan langkah lebar, menempuh jarak  ± 15-20 m, setelah ada aba-aba “Go”.
  3. Saat lari badan rileks atau tidak kaku, pendaratan kaki menggunakan ujung telapak kaki.

Mendapatkan skor;

4, jika seluruh urutan dituliskan dengan benar dan isi benar.

3, jika urutan dituliskan salah tetapi isi benar.

2, jika sebagian urutan dituliskan dengan benar dan sebagian isi benar.

1, jika urutan dituliskan salah dan sebagian besar isi salah.

  1. Asesmen Keterampilan
  1. Tes kinerja aktivitas gerak dasar lari jarak pendek.
  1. Butir Tes

Lakukan aktivitas gerak dasar lari jarak pendek menempuh jarak 30 meter. Unsur-unsur yang dinilai adalah kesempurnaan melakukan gerakan (asesmen proses) dan kecepatan melakukan gerakan (asesmen produk).

  1. Petunjuk Asesmen

Berikan (angka)  pada kolom yang sudah disediakan, setiap peserta didik menunjukkan atau menampilkan gerak dasar yang diharapkan.

  1. Rubrik Asesmen Keterampilan Gerak

Contoh lembar asesmen proses gerak untuk perorangan (setiap peserta didik satu lembar asesmen).

         Nama :____________________________ Kelas: __________

No

Indikator Esensial

Uraian Gerak

Ya

(1)

Tidak

(0)

1.

Posisi dan Sikap Awal

  1. Kaki

  1. Badan

  1. Lengan dan tangan

  1. Pandangan mata

2.

Pelaksanaan Gerak

  1. Kaki

  1. Badan

  1. Lengan dan tangan

  1. Pandangan mata

3.

Posisi dan Sikap Akhir

  1. Kaki

  1. Badan

  1. Lengan dan tangan

  1. Pandangan mata

Perolehan/Skor maksimum X 100% = Skor Akhir

  1. Pedoman penskoran
  1. Pedoman penskoran
  1.  Sikap gerakan kaki

Skor 3 jika:

  1. kaki melangkah selebar dan secepat mungkin.
  2. kaki belakang saat menolak dari tanah harus tertendang lurus dengan cepat.
  3. lutut ditekuk secara wajar agar paha mudah terayun ke depan.
  4. lutut agak bengkok.

Skor 2 jika : hanya tiga kriteria yang dilakukan secara benar.

Skor 1 jika : hanya satu sampai dua kriteria yang dilakukan secara benar.

  1.  Sikap gerakan lengan

Skor 4 jika:

  1. lengan diayun ke depan atas sebatas hidung.
  2. sikut ditekuk kurang lebih membentuk sudut 90 derajat.
  3. lengan diayunkan secara bergantian secara konsisten.
  4. lengan diayunkan ke depan dan ke belakang.

Skor 3 jika : hanya tiga kriteria yang dilakukan secara benar.

Skor 2 jika : hanya dua sampai dua kriteria yang dilakukan secara benar.

Skor 1 jika : hanya satu sampai dua kriteria yang dilakukan secara benar.

  1.  Sikap posisi badan

Skor 3 jika:

  1. saat berlari badan rileks.
  2. kepala segaris punggung.
  3. pandangan ke depan.
  4. badan condong ke depan.

Skor 2 jika : hanya tiga kriteria yang dilakukan secara benar.

Skor 1 jika : hanya satu sampai dua kriteria yang dilakukan secara benar.

  1. Pengolahan skor

Skor maksimum: 10

Skor perolehan peserta didik: SP

Nilai keterampilan yang diperoleh peserta didik: SP/10

  1. Lembar pengamatan asesmen hasil lari jarak pendek 30 meter.
  1. Tahap pelaksanaan pengukuran

Asesmen hasil/produk lari jarak pendek dengan cara:

(a)        Peserta didik dengan cara berpasangan melakukan pengamatan terhadap teman yang sedang melakukan lari jarak pendek.

(b)        Peserta didik mencatat dalam lembar pengamatan berapa detik melakukan lari jarak pendek 30 meter.

(c)        Pengataman dlakukan secara bergantian dengan pasanganya.

(d)        Catatan waktu yang dicatat adalah hasil dari asesmen yang dilakukan.

  1. Konversi jumlah ulangan dengan skor

Perolehan Nilai

Klasifikasi Nilai

Putera

Puteri

Sd – 6.3”

Sd – 6.7”

Sangat Baik

6.4” – 6.9”

6.8” – 7.5”

Baik

7.0” – 7.7”

7.5” – 8.3”

Cukup

7.8” – 8.8”

8.4” – 9.6”

Kurang

8.9” – dst

9.7” – dst

Sangat kurang

Pengayaan dan Remedial

  1. Pengayaan

Pengayaan diberikan oleh guru terhadap proses pembelajaran yang dilakukan pada setiap aktivitas pembelajaran. Pengayaan dilakukan apabila setelah diadakan asesmen pada kompetensi yang telah diajarkan pada peserta didik pada setiap aktivitas pembelajaran, nilai yang dicapai melampaui kompetensi yang telah ditetapkan oleh guru. Pengayaan dilakukan dengan cara menaikkan tingkat kesulitan permainan dengan cara mengubah jumlah pemain, memperketat peraturan, menambah alat yang digunakan, serta menambah tingkat kesulitan tugas keterampilan yang diberikan.

  1. Remidial

Remidial dilakukan oleh guru terintegrasi dalam pembelajaran yaitu dengan memberikan intervensi yang sesuai dengan level kompetensi peserta didik dari mana guru mengetahui level kompetensi peserta didik. Level kompetensi diketahui dari refleksi yang dilakukan setiap kali pembelajaran. Remedial  dilakukan dengan cara menetapkan atau menurunkan tingkat kesulitan dalam materi pembelajaran.

Refleksi Peserta Didik dan Guru

  1. Refleksi Peserta Didik

Pada setiap 2 topik dan di akhir pembelajaran peserta didik ditanya tentang:

  1. Apa yang sudah dipelajari.
  2. Dari apa yang sudah dipelajari, hal-hal apa saja yang sudah dikuasai.
  3. Kesulitan-kesulitan apa saja yang peserta didik alami/temukan dalam melakukan aktivitas pembelajaran variasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif  lari jarak pendek.
  4. Kesalahan-kesalahan apa saja yang peserta didik alami/temukan dalam melakukan aktivitas pembelajaran variasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif  lari jarak pendek.
  5. Bagaimana cara memperbaiki kesalahan-kesalahan yang peserta didik alami/ temukan dalam melakukan aktivitas pembelajaran variasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif  lari jarak pendek.

Contoh Format Refleksi

Setelah peserta didik melakukan aktivitas 2 pembelajaran perlombaan lari jarak pendek dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi, peserta didik diminta untuk menuliskan kesulitan-kesulitan, kesalahan-kesalahan, dan bagaimana cara memperbaikinya dalam melakukan aktivitas pembelajaran 2 perlombaan lari jarak pendek dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi. Kemudian laporkan hasil capaian belajar yang diperoleh dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru.

No

Aktivitas Pembelajaran

Hasil Refleksi

Tercapai

Belum Tercapai

1.

Aktivitas pembelajaran perlombaan lari jarak pendek dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi dengan berbagai formasi yang dilakukan secara berpasangan atau berkelompok.*)

2.

Menunjukkan nilai-nilai karakter Profil Pelajar Pancasila pada elemen Mandiri dan Gotong Royong dalam proses aktivitas pembelajaran perlombaan lari jarak pendek dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi.

*) Materi disesuaikan dengan pokok bahasan.

  1. Refleksi Guru

Refleksi yang dilakukan oleh guru terhadap proses pembelajaran yang dilakukan pada setiap aktivitas pembelajaran. Hasil refleksi bisa digunakan untuk menentukan perlakuan kepada peserta didik, apakah remedial atau pengayaan. Remedial dan pengayaanya di dalam pembelajaran, tidak terpisah setelah pembelajaran. Hal-hal yang perlu mendapat perhatian dalam refleksi guru antara lain:

  1. Apakah kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan baik?
  2. Kesulitan-kesulitan apa saja yang dialami/temukan dalam proses aktivitas pembelajaran gerak dasar lari jarak pendek.
  3. Apa yang harus diperbaiki dan bagaimana cara memperbaiki proses aktivitas pembelajaran gerak dasar lari jarak pendek tersebut.
  4. Bagaimana keterlibatan peserta didik dalam proses aktivitas pembelajaran gerak dasar lari jarak pendek tersebut.

Lembar Kerja Peserta Didik

Tanggal                        : .................................................................

Lingkup/materi pembelajaran        : .................................................................

Nama Siswa                        : .................................................................

Fase/Kelas                        : C / V        

  1. Panduan umum
  1. Pastikan Kalian dalam keadaan sehat dan siap untuk mengikuti aktivitas pembelajaran.
  2. Ikuti gerakan pemanasan dengan baik, sesuai dengan instruksi yang diberikan guru untuk menghindari cidera.
  3. Mulailah kegiatan dengan berdo’a.
  4. Selama kegiatan perhatikan selalu keselamatan diri dan keselamatan bersama.

  1. Panduan aktivitas pembelajaran
  1. Bersama dengan teman, carilah pasangan masing-masing.
  2. Lakukan aktivitas pembelajaran variasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif lari jarak pendek
  3. Perhatikan penjelasan berikut ini:

Lakukan variasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif  lari jarak pendek yang dimodifikasi!

Isilah lembar kerja resiprokal berikut ini:

Lembar Kerja (Work Sheet)

Nama Pelaku I                : ……………………..

Nama Pelaku II        : ……………………..

Materi                        : Variasi pola gerak dasar lokomotor lari jarak pendek 50 meter.

Pelaku           :         Lakukanlah lari jarak pendek 50 meter sesuai lintasan yang telah ditentukan oleh guru.

Pengamat  :        Gunakan kriteria, berikan tanggapan kepada teman yang melakukan lari jarak pendek 50 meter, dan catatlah waktu yang ditempuh kemudian ditulis pada lembar seperti contoh di bawah ini!

Setelah pelaku melakukan lari, bergantilah peran.

Aspek harus diamati

PELAKU 1

PELAKU 2

  1. Lari jarak pendek 50 meter

  1. Bahan Bacaan Peserta Didik

  1. Peraturan pertandingan lari jarak pendek yang standar. Untuk membantu dalam mencari sumber bacaan tersebut, dapat diperoleh melalui: buku, majalah, koran, internet, atau sumber lainnya.
  2. Materi gerak dasar lari jarak pendek. Untuk membantu dalam mencari sumber bacaan tersebut, dapat diperoleh melalui: buku, majalah, koran, internet, atau sumber lainnya.

  1. Bahan Bacaan Guru

  1. Teknik dasar lari jarak pendek.
  2. Bentuk-bentuk gerak dasar lari jarak pendek.
  3. Bentuk-bentuk lari jarak pendek dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi.

Glosarium

  • Atletik berasal dari bahasa Yunani, yaitu “Athlon atau Athlum” artinya pertandingan, perlombaan, pergulatan, atau perjuangan. Orang yang melakukannya dinamakan “Athleta (atlet).
  • Gerak dasar lari jarak pendek adalah mengombinasikan teknik gerakan-gerakan teknik dasar lari jarak pendek yang telah dipelajari.
  • Lari jarak pendek: gerak maju langkah kaki yang dilakukan sedemikian rupa sehingga kontak dengan tanah tetap terpelihara dan tidak terputus.
  • Lari cepat adalah lari yang diperlombakan dengan cara berlari secepat-cepatnya (sprint) yang dilaksanakan di dalam lintasan lari menempuh jarak 100 m, 200 m dan 400 m.
  • Start lari jarak pendek: gerakan permulaan sebelum pelari jarak pendek melakukan  perlombaan lari jarak pendek yang dilakukan dengan start berdiri.

Referensi

Muhajir. 2017. Buku Siswa Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, untuk SMP/M.Ts Kelas VII. Bogor : Penerbit Yudhistira.

Muhajir. 2017. Buku Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, untuk SMP/M.Ts Kelas VII. Bogor : Penerbit Yudhistira.

Muhajir. 2020. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, untuk SMP/M.Ts Kelas VII. Jakarta: Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Kemendikbud.

Muhajir. 2020. Belajar dan Berlatih Atletik Lari Jarak Pendek. Bandung: Sahara Multi Trading.

Tim Direktorat SMP. 2017. Panduan Asesmen oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Tim Direktorat SMP. 2016. Panduan Pembelajaran Untuk Sekolah Menengah Pertama. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Memeriksa dan Menyetujui,

Kepala SD/MI .........................................

.............................., ..................  2021

Guru Mata Pelajaran

………………………………….................

     NIP.

                         

………………….............................

      NIP.

 @2021 Pusat Asesmen dan Pembelajaran Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Kemendikbud, Riset dan Teknologi