Modul Ajar PJOK Fase C Kelas V

MODUL AJAR PJOK SD FASE C KELAS V

 

Penyusun : Slamet Sugiyanto

Jenjang    : SD

Kelas       : V

Alokasi Waktu : 3 x 35 Menit (2 Kali pertemuan).

Kompetensi Awal:

Peserta didik baru mulai memahami dan mampu mempraktikkan berbagai bentuk latihan kebugaran jasmani untuk menjaga menjaga komposisi tubuh ideal dengan benar sesuai potensi dan kreativitas yang dimiliki. 

Profil Pelajar Pancasila:

Profil Pelajar Pancasila yang dikembangkan pada Fase C adalah mandiri dan gotong royong yang ditunjukkan melalui proses pembelajaran aktivitas latihan kebugaran jasmani untuk menjaga komposisi tubuh ideal dengan benar melalui latihan kekuatan, daya tahan, dan kelenturan.

Sarana Prasarana

  • Lapangan olahraga atau halaman sekolah (ruangan kelas).
  • Matras senam atau sejenisnya.
  • Palang tunggal.
  • Peluit dan stopwatch.

Target Peserta Didik

  • Peserta didik regular/tipikal.
  • Peserta didik dengan hambatan belajar.
  • Peserta didik cerdas istimewa berbakat (CIBI).
  • Peserta didik meregulasi diri belajar.
  • Peserta didik dengan ketunaan (tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, tunalaras, tunaganda).

Jumlah Peserta Didik

  • Maksimal 28 peserta didik.

Ketersediaan Materi

  • Pengayaan untuk peserta didik CIBI atau yang berpencapaian tinggi : YA /TIDAK.
  • Alternatif penjelasan, metode, atau aktivitas, untuk peserta didik yang sulit memahami konsep: YA /TIDAK.

Jika memilih YA, maka di dalam pembelajarannya menyediakan alternatif aktivitas sesuai kebutuhan.

Materi, Media, dan Bahan Pembelajaran

  1. Materi Pokok Pembelajaran
  1. Materi Pembelajaran Reguler Latihan Kebugaran Jasmani
  1. Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan kebugaran jasmani (daya tahan).
  2. Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan kebugaran jasmani (kekuatan).
  3. Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan kebugaran jasmani (kelenturan).

  1. Materi Pembelajaran Remedial

Materi dapat dimodifikasi dengan mengubah jarak, pengulangan, intensitas, dan kesempatan/frekuensi melakukan bagi peserta didik atau kelompok peserta didik yang memperlihatkan kemampuan yang belum baik dalam penguasaan aktivitas berbagai bentuk latihan kebugaran jasmani untuk menjaga komposisi tubuh ideal.

Strategi pembelajaran gerak yang lain dapat diberikan setelah dilakukan identifikasi kesulitan sebelumnya. Peserta didik yang mengalami kesulitan dapat dipasangkan dengan peserta didik yang lebih terampil sehingga dapat dibantu dalam penguasaan keterampilan tersebut.

  1. Materi Pembelajaran Pengayaan

Materi dapat dikembangkan dengan meningkatkan kompleksitas, mengubah lingkungan permainan, dan mengubah jumlah pemain didalam permainan yang dimodifikasi.

Pada saat pembelajaran peserta didik atau kelompok peserta didik yang telah melebihi batas ketercapaian pembelajaran diberikan kesempatan melakukan aktivitas berbagai bentuk latihan kebugaran jasmani untuk menjaga komposisi tubuh ideal yang lebih kompleks. Guru juga dapat meminta peserta didik atau kelompok peserta didik berbagi dengan teman-temannya tentang pembelajaran yang dilakukan agar penguasaan kompetensi lebih baik (capaian pembelajaran terpenuhi).

  1. Media Pembelajaran
  1. Peserta didik sebagai model atau guru yang memperagakan aktivitas berbagai bentuk latihan kebugaran jasmani untuk menjaga komposisi tubuh ideal.
  1. Gambar aktivitas berbagai bentuk latihan kebugaran jasmani untuk menjaga komposisi tubuh ideal.
  2. Video pembelajaran aktivitas berbagai bentuk latihan kebugaran jasmani untuk menjaga komposisi tubuh ideal (kekuatan, daya tahan, dan kelenturan) dan pengukuran hasilnya.

  1. Bahan Pembelajaran
  1. Buku Ajar
  2. Link Youtube (jika diperlukan)
  3. Lembar Kerja (student work sheet) yang berisi perintah dan indikator tugas gerak.

Moda Pembelajaran

  • Daring.
  • Luring.
  • Paduan antara tatap muka dan PJJ (blended learning).

Guru memilih moda pembelajaran yang diinginkan sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar yang ada, pada modul ini menggunakan moda luring.

Pengaturan Pembelajaran

Pengaturan Peserta didik:

  • Individu.
  • Berpasangan.
  • Berkelompok
  • Klasikal

(Guru dapat mengatur sesuai dengan jumlah siswa di setiap kelasnya serta formasi yang diinginkan).

Metode:

  • Diskusi
  • Presentasi
  • Demonstrasi
  • Project
  • Eksperimen
  • Eksplorasi
  • Permainan
  • Ceramah
  • Simulasi
  • Resiprokal

(Guru dapat memilih salah satu atau menggabungkan beberapa metode yang diinginkan).

Asesmen Pembelajaran

Menilai Ketercapaian Tujuan Pembelajaran:

  • Asesmen individu
  • Asesmen berpasangan
  • Asesmen kelompok

Jenis Asesmen:

  • Pengetahuan (lisan, tertulis)
  • Keterampilan (praktik, kinerja)
  • Sikap (mandiri dan gotong royong)
  • Portofolio

(Guru dapat memilih salah satu atau menggabungkan beberapa asesmen yang sesuai).

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik melalui pembelajaran penugasan dapat menunjukkan kemampuan dalam memahami dan mampu mempraktikkan aktivitas berbagai bentuk latihan kebugaran jasmani untuk menjaga komposisi tubuh ideal dengan benar melalui latihan kekuatan, daya tahan, dan kelenturan sesuai potensi dan kreativitas yang dimiliki serta mengembangkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila pada eleman Gotong Royong dan Mandiri dengan meregulasi dan menginternalisasi nilai-nilai gerak seperti: berkolaborasi, kepedulian, berbagi, pemahaman diri dan situasi yang dihadapi, dan meregulasi diri, serta dapat menerapkan pola perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Pemahaman Bermakna

Peserta didik dapat memanfaatkan aktivitas berbagai bentuk latihan kebugaran jasmani untuk menjaga komposisi tubuh ideal dengan benar dalam kehidupan nyata sehari-hari. Contohnya bahwa dengan aktivitas kebugaran jasmani tubuh menjadi sehat dan bugar, gerakan menjadi lincah sehingga dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik.

Pertanyaan Pemantik

Mengapa peserta didik perlu memahami dan menguasai berbagai bentuk latihan kebugaran jasmani untuk menjaga komposisi tubuh ideal? 

Prosedur Kegiatan Pembelajaran

  1. Persiapan mengajar

Hal-hal yang harus dipersiapkan guru sebelum melakukan kegiatan pembelajaran antara lain sebagai berikut:

  1. Membaca kembali Modul Ajar yang telah dipersiapkan guru sebelumnya.
  2. Membaca kembali buku-buku sumber yang berkaitan dengan berbagai bentuk latihan kebugaran jasmani untuk menjaga komposisi tubuh ideal.
  3. Menyiapkan alat pembelajaran, diantaranya:
  1. Lapangan olahraga atau halaman sekolah (ruangan kelas).
  2. Matras senam lantai atau sejenisnya.
  3. Palang tunggal atau sejenisnya.
  4. Peluit dan stopwatch.
  5. Lembar Kerja (student work sheet) yang berisi perintah dan indikator tugas gerak.

  1. Kegiatan pengajaran

Langkah-langkah kegiatan pengajaran antara lain sebagai berikut:

  1. Kegiatan pendahuluan (15 Menit)
  1. Guru meminta salah seorang peserta didik untuk menyiapkan barisan di lapangan sekolah dan mengucapkan salam atau selamat pagi kepada peserta didik.
  2. Guru meminta salah seorang peserta didik untuk memimpin doa, dan peserta didik berdoa sesuai dengan agamanya masing-masing.
  3. Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada peserta didik yang kurang sehat (sakit), maka guru meminta peserta didik tersebut untuk berisitirahat di kelas.
  4. Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang manfaat olahraga bagi kesehatan dan kebugaran.
  5. Guru memeriksa penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya, dengan cara tanya jawab.
  6. Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian kompetensi) disertai dengan penjelasan manfaat dari kegiatan aktivitas kebugaran jasmani: misalnya: bahwa aktivitas kebugaran jasmani adalah salah satu aktivitas yang dapat meningkatkan kebugaran jasmani dan prestasi cabang olahraga.
  7. Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi pengetahuan dan keterampilan berbagai bentuk latihan kebugaran jasmani untuk menjaga komposisi tubuh ideal.
  8. Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi pengetahuan dan keterampilan aktivitas berbagai bentuk latihan kebugaran jasmani untuk menjaga komposisi tubuh ideal.
  1. kompetensi pengetahuan berupa tes tertulis mengenai fakta, konsep, dan prosedur dalam menganalisis berbagai bentuk latihan kebugaran jasmani untuk menjaga komposisi tubuh ideal
  2. kompetensi keterampilan yaitu berupa praktik aktivitas keterampilan berbagai bentuk latihan kebugaran jasmani untuk menjaga komposisi tubuh ideal.
  3. kompetensi sikap (Profil Pelajar Pancasila) berupa observasi dan catatan jurnal berupa pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong dan mandiri.
  1. Pemanasan dalam bentuk permainan (game), agar peserta didik terkondisikan mempelajari materi ajar dengan perasaan yang menyenangkan. Contoh permainannya adalah bermain ”Gerobak Dorong”.
  1. Peserta didik dibagi menjadi dua kelompok, setiap peserta didik berpasangan dengan memilih teman yang berat badan dan ukuran badannya relatif seimbang.
  2. Tim A mengambil  melakukan gerakan gerobak dorong, dan tim B memegang kaki. Nanti bergantian sebagai pelaku dan pendorong.
  3. Setiap peserta didik melakukan gerakan gerobak dorong sejauh 5 meter.
  4. Kelompok yang anggotanya paling awal mencapai garis finish dinyatakan sebagai pemenang.
  5. Berdasarkan pengamatan guru pada game, dipilih sejumlah peserta didik yang dianggap cukup mampu untuk menjadi tutor bagi temannya dalam aktivitas berikutnya. Mereka akan mendapat anggota kelompok dari peserta didik yang tersisa dengan cara berhitung sampai angka sejumlah peserta didik yang terpilih (misalnya 7 orang). Maka jika terdapat 28 peserta didik, setiap kelompok akan memiliki anggota 7 orang.
  1. Dalam pembelajaran ini disamping dapat mengembangkan elemen keterampilan gerak dan pengetahuan gerak, peserta didik juga diharapkan dapat mengembangkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila pada eleman Gotong Royong dan Mandiri dengan meregulasi dan menginternalisasi nilai-nilai gerak seperti: berkolaborasi, kepedulian, berbagai, pemahaman diri dan situasi yang dihadapi, dan meregulasi diri, serta dapat menerapkan pola perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Kegiatan Inti (75 Menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan menggunakan model Inquiry/ Discovery Learning, dengan prosedur sebagai berikut:

  1. Peserta didik melihat tayangan video pembelajaran berbagai bentuk latihan kebugaran jasmani untuk menjaga komposisi tubuh ideal.
  2. Peserta didik menerima dan mempelajari kartu tugas (task sheet) yang berisi perintah dan indikator tugas aktivitas pembelajaran latihan kebugaran jasmani (kekuatan, daya tahan, dan kelenturan) bagi kesehatan dan kebugaran jasmani.
  3. Peserta didik melaksanakan tugas ajar sesuai dengan target waktu yang ditentukan guru untuk mencapai ketuntasan belajar pada setiap materi pembelajaran, yaitu:  latihan kebugaran jasmani (kekuatan, daya tahan, dan kelenturan).
  4. Peserta didik secara individu dan atau kelompok melakukan latihan kebugaran jasmani (kekuatan, daya tahan, dan kelenturan), sesuai dengan koreksi yang diberikan oleh guru.

Secara rinci bentuk-bentuk latihan kebugaran jasmani adalah sebagai berikut:

Aktivitas pembelajaran berbagai bentuk latihan kebugaran jasmani untuk menjaga komposisi tubuh ideal melalui:

  1. Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan saling mendorong bahu berpasangan.

Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur gerak  saling mendorong bahu berpasangan dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru.

Cara melakukan praktik/latihan gerak saling mendorong bahu berpasangan adalah:

  1. Berdiri saling behadapan, lalu kedua tangan dijulurkan ke depan saling memegang bahu temannya.
  2. Salah satu kaki berada di depan dengan posisi ditekuk, dan kaki lainnya lurus di belakang.
  3. Setelah ada aba-aba mulai dari guru, maka saling mendorong bahu sewajarnya, usahakan jangan sampai teman yang didorong terjatuh ke belakang.
  4. Lakukan aktivitas mendorong bahu selama 30 detik dalam pantauan guru.

D:\SLAMET SUGIYANTO\PUSMENJAR\gambar dhewe\Tak berjudul1_20210722204329.png

  1. Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan gerak  saling mendorong bahu sambil merangkak

Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur gerak  saling mendorong bahu sambil merangkak dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru.

Cara melakukan praktik/latihan gerak saling mendorong bahu sambil merangkak adalah:

  1. Siapkan matras, posisi badan seperti merangkak saling berhadapan di atas matras.
  2. Kedua tangan dijulurkan ke depan, posisi saling mendorong bahu sewajarnya.
  3. Posisi kaki saling menahan, sehingga tidak ada yang mundur terlalu jauh.
  4. Lakukan gerakan saling mendorong bahu sambil merangkak selama 30 detik dalam pantauan guru.

D:\SLAMET SUGIYANTO\PUSMENJAR\gambar dhewe\Tak berjudul3_20210723135338.png

  1. Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan gerak saling tarik-menarik berpasangan

Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur gerak  saling tarik-menarik berpasangan sambil merangkak dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru.

Cara melakukan praktik/latihan gerak saling saling tarik-menarik berpasangan

adalah:

  1. Duduk terlunjur berpasangan dan saling berhadapan.
  2. Kaki sedikit dibuka, telapak kaki saling dirapatkan dan kedua tangan saling berpegangan.
  3. Salah seorang teman menarik ke belakang sambil berbaring, sedangkan teman lain membungkukkan badan sambil mendorong ke depan.
  4. Lutut kedua kaki dalam posisi ditekuk.
  5. Lakukan latihan ini secara bergantian dan saling menarik.
  6. Latihan dilakukan berulang-ulang selama 30 detik.

8 (7)

  1. Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan gerak  sit-up

Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur gerak sit-up dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru.

Cara melakukan praktik/latihan gerak sit-up adalah:

  1. Tidur terlentang, kedua lutut ditekuk dan kedua tangan diletakkan di belakang kepala.
  2. Angkat badan ke atas hingga duduk, kedua tangan tetap berada di belakang kepala.
  3. Latihan dilakukan berulang-ulang selama 30 detik.

C:\Users\Acer\Downloads\13-b.jpg

  1. Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan gerak  mengangkat kedua kaki dari sikap duduk.

Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur gerak mengangkat kedua kaki dari sikap duduk dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru.

Cara melakukan praktik/latihan gerak mengangkat kedua kaki dari sikap duduk adalah:

  1. Sikap awal duduk selunjur, kedua kaki rapat.
  2. Kedua tangan berada di samping badan dengan telapak tangan terbuka.
  3. Angkat badan dan kaki bersamaan dengan tumpuan kedua tangan.
  4. Gerakan mengangkat kaki ditahan selama 3 hitungan.

D:\SLAMET SUGIYANTO\PUSMENJAR\gambar dhewe\Tak berjudul4_20210725182212.png

  1. Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan gerak sit-up sambil menangkap bola.

Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur gerak sit-up sambil menangkap bola dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru.

Cara melakukan praktik/latihan gerak sit-up sambil menangkap bola adalah:

  1. Tidur terlentang, kedua lutut ditekuk dan kedua tangan diletakkan di depan dada.
  2. Angkat badan ke atas, kedua tangan tetap berada di depan dada dengan posisi siap menangkap bola yang dilempar oleh teman yang berdiri.
  3. Pada saat badan turun, lemparkan bola ke teman yang berdiri.
  4. Latihan dilakukan berulang-ulang selama 30 detik.

D:\SLAMET SUGIYANTO\PUSMENJAR\gambar dhewe\Tak berjudul13_20210725232919.png

  1. Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan push-up 

Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur gerak push-up dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru.

Cara melakukan praktik/latihan gerak push-up adalah:

  1. Sikap awal posisi terlungkup, kedua kaki rapat lurus ke belakang, ujung kaki bertumpu pada lantai.
  2. Kedua telapak tangan di samping dada, jari-jari tangan menunjuk ke depan dan kedua siku ditekuk.
  3. Angkat badan ke atas hingga kedua tangan lurus, badan dan kaki sejajar.
  4. Kemudian badan diturunkan kembali dengan jalan membengkokkan kedua siku, badan dan kedua kaki tetap lurus dan tidak menyentuh lantai.
  1. Latihan dilakukan berulang-ulang selama 30 detik.

2 (6)

  1. Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan lompat tali perorangan

Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur gerak lompat tali perorangan dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru.

Cara melakukan praktik/latihan gerak lompat tali perorangan adalah:

  1. Siapkan tali skipping (dapat diganti dengan karet gelang yang dirangkai) sesuai kebutuhan.
  2. Pegang kedua ujung tali dengan tangan kanan dan kiri.
  3. Mulailah melakukan gerakan lompat tali dengan posisi kedua kaki rapat agak jinjit. Gerakkan tali, lalu angkat kedua kaki bersamaan.
  4. Gerakan dilakukan berulang-ulang, dan bisa divariasikan gerakan kakinya, misal satu kaki bergantian, atau seperti orang berjalan.

D:\SLAMET SUGIYANTO\PUSMENJAR\gambar dhewe\Tak berjudul6_20210725110120.png

  1. Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan tarik-menarik seutas tali berpasangan.

Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur gerak tarik-menarik seutas tali berpasangan dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru.

Cara melakukan praktik/latihan gerak tarik-menarik seutas tali berpasangan adalah:

  1. Siapkan tali yang besar (dapat diganti kain panjang).
  2. Posisi saling berhadapan, kemudian saling tarik menarik tali (kain) dengan kuat.
  3. Lakukan gerakan tarik-menarik tali selama 30 detik, dibawah pantauan guru.

D:\SLAMET SUGIYANTO\PUSMENJAR\gambar dhewe\Tak berjudul2_20210722212403.png

  1. Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan berjalan dengan kedua tangan.

Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur gerak berjalan dengan kedua tangan dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru.

Cara melakukan praktik/latihan gerak berjalan dengan kedua tangan adalah:

  1. Latihan dilakukan dengan cara berjalan dengan menggunakan kedua lengan dan kedua kaki dipegang oleh salah seorang teman.
  2. Lakukan latihan ini berulang-ulang secara bergantian dengan teman.
  3. Jarak yang ditempuh 5-7 meter.
  4. Latihan dilakukan berulang-ulang sebanyak 3 – 5 kali.

5 (5)

  1. Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan berjalan dengan satu kaki berkelompok

Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur gerak berjalan dengan satu kaki berkelompok dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru.

Cara melakukan praktik/latihan gerak berjalan dengan satu kaki berkelompok adalah:

  1. Berdiri tegak, satu kelompok terdiri dari 4 anak
  2. Posisi tangan saling beepegangan, angkat salah satu kaki, lalu berjalan dengan kaki tumpu bersama-sama.
  3. Lakukan jalan ke depan dengan jarak 5 meter, kemudian berbalik arah dan berjalan bersama lagi.

D:\SLAMET SUGIYANTO\PUSMENJAR\gambar dhewe\Tak berjudul5_20210725104158.png

 

Setelah peserta didik melakukan aktivitas 1 latihan kebugaran jasmani yang terkait kesehatan (kekuatan dan daya tahan otot), dilanjutkan dengan mempelajari aktivitas pembelajaran 2 berupa bentuk-bentuk latihan kelenturan.

Bentuk-bentuk aktivitas 2 bentuk latihan kelenturan antara lain sebagai berikut:

  1. Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan kelenturan melalui latihan peregangan dinamis 

Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur gerak kelenturan melalui latihan peregangan dinamis dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru.

Cara melakukan praktik/latihan gerak kelenturan melalui latihan peregangan dinamis adalah:

  1. Latihan kelenturan otot lengan dan bahu.
  2. Latihan kelenturan otot leher.
  3. Latihan kelenturan otot pinggang.
  4. Latihan kelenturan otot tungkai.
  5. Latihan dilakukan berulang-ulang selama 2 x 8 hitungan masing-masing gerakan.

10 (4)

  1. Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan kelenturan melalui latihan peregangan statis 

Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur gerak kelenturan melalui latihan peregangan statis dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru.

Cara melakukan praktik/latihan gerak kelenturan melalui latihan peregangan statis adalah:

  1. Latihan kelenturan otot fleksi siku.
  2. Latihan kelenturan otot bahu.
  3. Latihan kelenturan otot leher.
  4. Latihan kelenturan otot pinggang.
  5. Latihan kelenturan tungkai dan punggung.
  6. Latihan dilakukan berulang-ulang selama 2 x 8 hitungan masing-masing gerakan.

11 (4)

  1. Guru mengamati seluruh gerakan peserta didik secara individu maupun kelompok.
  2. Guru mengamati seluruh aktivitas latihan kebugaran jasmani untuk menjaga komposisi tubuh ideal (kekuatan, daya tahan, dan kelenturan) secara seksama. Hasil belajar peserta didik dinilai selama proses dan di akhir pembelajaran.

  1. Kegiatan Penutup (15 menit)
  1. Salah seorang peserta didik di bawah bimbingan guru melakukan gerakan pendinginan, guru mempertanyakan apa manfaatnya.
  2. Guru dan peserta didik melakukan refleksi apa yang telah dicapai dan belum dicapai sesuai dengan tujuan yang ditetapkan secara umum dan kesalahan-kesalahan yang masih sering timbul saat melakukan aktivitas pembelajaran.
  3. Guru menginformasikan kepada peserta didik, kelompok dan peserta didik yang paling baik penampilannya selama pembelajaran aktivitas kebugaran jasmani.
  4. Guru menugaskan peserta didik yang terkait dengan pembelajaran yang telah dilakukan untuk membaca dan membuat kesimpulan tentang aktivitas latihan kebugaran jasmani untuk menjaga komposisi tubuh ideal (kekuatan, daya tahan, dan kelenturan), hasilnya dijadikan sebagai tugas asesmen penugasan.
  5. Berdoa dipimpin oleh salah satu peserta didik dan menyampaikan salam.
  6. Peserta didik kembali ke kelas yang dilakukan dengan tertib, dan bagi peserta didik yang bertugas mengembalikan peralatan ke tempat semula.

Asesmen

  1. Asesmen Sikap

Asesmen Pengembangan Karakter (Dimensi Mandiri dan Gotong Royong)

  1. Petunjuk Asesmen (Lembar Asesmen Sikap Diri)
  1. Isikan identitas kalian.
  2. Berikan tanda cek (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan sesuai dengan sikap Kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai.
  3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur.
  4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”.
  5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Baik sesuai jumlah “Ya” yang terisi.
  1. Rubrik Asesmen Sikap

No

Pernyataan

Ya

Tidak

1.

Saya membuat target asesmen yang realistis sesuai kemampuan dan minat belajar yang dilakukan.

2.

Saya memonitor kemajuan belajar yang dicapai serta memprediksi tantangan yang dihadapi.

3.

Saya menyusun langkah-langkah dan strategi untuk mengelola emosi dalam pelaksanaan belajar.

4.

Saya merancang strategi dalam mencapai tujuan belajar.

5.

Saya mengkritisi efektivitas diri dalam bekerja secara mandiri dalam mencapai tujuan.

6.

Saya berkomitmen dan menjaga konsistensi dalam mencapai tujuan yang telah direncanakannya.

7.

Saya membuat tugas baru dan keyakinan baru dalam melaksanakannya.

8.

Saya menyamakan tindakan sendiri dengan tindakan orang lain untuk melaksanakan tujuan kelompok.

9.

Saya memahami hal-hal yang diungkapkan oleh orang lain secara efektif.

10.

Saya melakukan kegiatan kelompok dengan kelebihan dan kekurangannya dapat saling membantu.

11.

Saya membagi peran dan menyelaraskan tindakan dalam kelompok untuk mencapai tujuan bersama.

12.

Saya tanggap terhadap lingkungan sosial sesuai dengan tuntutan peran sosialnya di masyarakat.

13.

Saya menggunakan pengetahuan tentang sebab dan alasan orang lain menampilkan reaksi tertentu.

14.

Saya mengupayakan memberi hal yang dianggap penting dan berharga kepada masyarakat.

Sangat Baik

Baik

Perlu Perbaikan

Jika lebih dari 10 pernyataan terisi “Ya”

Jika lebih dari 8 pernyataan terisi “Ya”

Jika lebih dari 6 pernyataan terisi “Ya”

  1. Asesmen Pengetahuan

Teknik

Bentuk

Contoh Instrumen

Kriteria Asesmen

Tes Tulis

Pilihan ganda dengan 4 opsi

1. Beberapa bentuk latihan kekuatan dan daya tahan otot adalah ….

  1. saling mendorong bahu, berlari-lari pelan, dan mengguling.
  2. berjalan-jalan, menarik tali berpasangan, dan memukul.
  3. berjalan dengan kedua tangan, push-up, dan lompat tali.
  4. tarik-menarik berpasangan, menendang bola, dan berlari.

Kunci: C. berjalan dengan kedua tangan, push-up, dan lompat tali.

Jawaban benar mendapatkan skor 1 dan salah 0.

Uraian tertutup

1.         Jelaskan cara melakukan gerakan push-up yang benar!

Kunci:

  1. Sikap awal posisi terlungkup, kedua kaki rapat lurus ke belakang, ujung kaki bertumpu pada lantai.
  2. Kedua telapak tangan di samping dada, jari-jari tangan menunjuk ke depan dan kedua siku ditekuk.
  3. Angkat badan ke atas hingga kedua tangan lurus, badan dan kaki sejajar.
  4. Kemudian badan diturunkan kembali dengan jalan membengkokkan kedua siku, badan dan kedua kaki tetap lurus dan tidak menyentuh lantai.

Mendapatkan skor;

4, jika seluruh urutan dituliskan dengan benar dan isi benar.

3, jika urutan dituliskan salah tetapi isi benar.

2, jika sebagian urutan dituliskan dengan benar dan sebagian isi benar.

1, jika urutan dituliskan salah dan sebagian besar isi salah.

  1. Asesmen Keterampilan
  1. Tes kinerja aktivitas kebugaran jasmani yang terkait dengan kesehatan.
  1. Butir Tes

Lakukan aktivitas kebugaran jasmani yang terkait dengan kesehatan (kekuatan, daya tahan, dan kelenturan). Unsur-unsur yang dinilai adalah kesempurnaan melakukan gerakan (asesmen proses) dan ketepatan melakukan gerakan (asesmen produk).

  1. Petunjuk Asesmen

Berikan (angka)  pada kolom yang sudah disediakan, setiap peserta didik menunjukkan atau menampilkan gerak yang diharapkan.

  1. Rubrik Asesmen Keterampilan Gerak

Contoh lembar asesmen proses gerak untuk perorangan (setiap peserta didik satu lembar asesmen).

         Nama :____________________________ Kelas: __________

No

Indikator Esensial

Uraian Gerak

Ya

(1)

Tidak

(0)

1.

Posisi dan Sikap Awal

  1. Kaki

  1. Badan

  1. Lengan dan tangan

2.

Pelaksanaan Gerak

  1. Kaki

  1. Badan

  1. Lengan dan tangan

  1. Pandangan mata

3.

Posisi dan Sikap Akhir

  1. Kaki

  1. Badan

  1. Lengan dan tangan

Perolehan/Skor maksimum X 100% = Skor Akhir

  1. Pedoman penskoran
  1. Pedoman penskoran
  1. Skor 1 jika: Peserta didik dapat melakukan 80% dari komponen gerakan sikap awal, sikap pelaksanaan, dan sikap akhir dengan benar.
  2. Skor 0 jika: Peserta didik kurang dari 80% melakukan komponen gerakan sikap awal, sikap pelaksanaan, dan sikap akhir dengan benar.
  1. Sikap awal
  1. Sikap pelaksanaan.
  1. Sikap akhir

  1. Pengolahan skor

Skor maksimum: 10

Skor perolehan peserta didik: SP

Nilai keterampilan yang diperoleh peserta didik: SP/10

  1. Lembar pengamatan asesmen hasil keterampilan gerak latihan daya tahan, kekuatan, dan kelenturan, untuk meningkatkan kebugaran jasmani.
  1. Asesmen hasil keterampilan gerak latihan kekuatan
  1. Tahap pelaksanaan pengukuran

Asesmen hasil/produk aktivitas latihan daya tahan, kekuatan, komposisi tubuh, dan kelenturan yang dilakukan peserta didik selama 30 detik setiap butir tes dengan cara:

  1. Mula-mula peserta didik tidur terlentang dengan kedua tangan menempel pada leher.
  2. Setelah petugas pengukuran memberi aba-aba “mulai” peserta didik mulai melakukan latihan daya tahan, kekuatan, komposisi tubuh, dan kelenturan yang dilakukan selama 30 detik per butir tes.
  3. Petugas menghitung ulangan yang dapat dilakukan oleh peserta didik.
  4. Jumlah ulangan yang dilakukan dengan benar memenuhi persyaratan dihitung untuk diberikan skor.
  1. Konversi jumlah ulangan dengan skor

Pengayaan dan Remedial

  1. Pengayaan

Pengayaan diberikan oleh guru terhadap proses pembelajaran yang dilakukan pada setiap aktivitas pembelajaran. Pengayaan dilakukan apabila setelah diadakan asesmen pada kompetensi yang telah diajarkan pada peserta didik pada setiap aktivitas pembelajaran, nilai yang dicapai melampaui kompetensi yang telah ditetapkan oleh guru. Pengayaan dilakukan dengan cara menaikkan tingkat kesulitan aktivitas kebugaran jasmani yang terkait dengan kesehatan dengan cara menambah tingkat kesulitan tugas keterampilan yang diberikan.

  1. Remedial

Remedial dilakukan oleh guru terintegrasi dalam pembelajaran yaitu dengan memberikan intervensi yang sesuai dengan level kompetensi peserta didik dari mana guru mengetahui level kompetensi peserta didik. Level kompetensi diketahui dari refleksi yang dilakukan setiap kali pembelajaran. Remedial  dilakukan dengan cara menetapkan atau menurunkan tingkat kesulitan dalam materi pembelajaran.

Refleksi Peserta Didik dan Guru

  1. Refleksi Peserta Didik

Pada setiap 2 topik dan di akhir pembelajaran peserta didik ditanya tentang:

  1. Apa yang sudah dipelajari.
  2. Dari apa yang sudah dipelajari, hal-hal apa saja yang sudah dikuasai.
  3. Kesulitan-kesulitan apa saja yang peserta didik alami/temukan dalam melakukan aktivitas kebugaran jasmani yang terkait dengan kesehatan (kekuatan, daya tahan, dan kelenturan).
  4. Kesalahan-kesalahan apa saja yang peserta didik alami/temukan dalam melakukan aktivitas kebugaran jasmani yang terkait dengan kesehatan (kekuatan, daya tahan, dan kelenturan).
  5. Bagaimana cara memperbaiki kesalahan-kesalahan yang peserta didik alami/ temukan dalam melakukan aktivitas kebugaran jasmani yang terkait dengan kesehatan (kekuatan, daya tahan, dan kelenturan).

Contoh Format Refleksi

Setelah peserta didik melakukan aktivitas 2 latihan kelenturan, peserta didik diminta untuk menuliskan kesulitan-kesulitan, kesalahan-kesalahan, dan bagaimana cara memperbaikinya dalam melakukan aktivitas latihan kelenturan. Kemudian laporkan hasil capaian belajar yang diperoleh dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru.

No

Aktivitas Pembelajaran

Hasil Refleksi

Tercapai

Belum Tercapai

1.

Aktivitas kebugaran jasmani yang terkait dengan kesehatan (kekuatan, daya tahan, dan kelenturan) yang dilakukan secara berpasangan atau berkelompok.*)

2.

Menunjukkan nilai-nilai karakter Profil Pelajar Pancasila pada elemen mandiri dan gotong royong dalam proses pembelajaran aktivitas kebugaran jasmani yang terkait dengan kesehatan (kekuatan, daya tahan, dan kelenturan).

*) Materi disesuaikan dengan pokok bahasan.

  1. Refleksi Guru

Refleksi yang dilakukan oleh guru terhadap proses pembelajaran yang dilakukan pada setiap aktivitas pembelajaran. Hasil refleksi bisa digunakan untuk menentukan perlakuan kepada peserta didik, apakah remedial atau pengayaan. Remedial dan pengayaanya di dalam pembelajaran, tidak terpisah setelah pembelajaran. Hal-hal yang perlu mendapat perhatian dalam refleksi guru antara lain:

  1. Apakah kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan baik?
  2. Kesulitan-kesulitan apa saja yang dialami/temukan dalam proses aktivitas kebugaran jasmani yang terkait dengan kesehatan (kekuatan, daya tahan, dan kelenturan).
  3. Apa yang harus diperbaiki dan bagaimana cara memperbaiki proses aktivitas kebugaran jasmani yang terkait dengan kesehatan (kekuatan, daya tahan, dan kelenturan) tersebut.
  4. Bagaimana keterlibatan peserta didik dalam proses aktivitas kebugaran jasmani yang terkait dengan kesehatan (kekuatan, daya tahan, dan kelenturan) tersebut.

Lembar Kerja Peserta Didik

Tanggal                        : .................................................................

Lingkup/materi pembelajaran        : .................................................................

Nama Siswa                        : .................................................................

Fase/Kelas                        : C / V        

  1. Panduan umum
  1. Pastikan Kalian dalam keadaan sehat dan siap untuk mengikuti aktivitas pembelajaran.
  2. Ikuti gerakan pemanasan dengan baik, sesuai dengan instruksi yang diberikan guru untuk menghindari cidera. 
  3. Mulailah kegiatan dengan berdo’a. 
  4. Selama kegiatan perhatikan selalu keselamatan diri dan keselamatan bersama.

  1. Panduan aktivitas pembelajaran
  1. Bersama dengan teman, buatlah kelompok sejumlah maksimal 8 orang. 
  2. Lakukan aktivitas kebugaran jasmani yang terkait dengan kesehatan (daya tahan, kekuatan, dan kelenturan) secara berpasangan dengan temanmu satu kelompok. 
  3. Lakukan tes kebugaran jasmani push up dalam waktu 30 detik
  4. Lakukan aktivitas kebugaran jasmani sebagai berikut:

Lembar Kerja (Work Sheet)

Nama Pelaku I        : ……………………..

Nama Pelaku II : ……………………..

Materi        : Tes kebugaran jasmani

Pelaku          : Melakukan push-up dalam waktu 30 detik.

Pengamat          : Gunakan kriteria, berikan tanggapan kepada pemain, dan catat apakah sudah melakukan pemanasan yang benar, bagaimana sikap awalnya, bagaimana saat melakukan gerakan, dan bagaimana kondisi setelah melakukan gerakan. Tuliskan skornya dalam tabel pengamatan.

Setelah 5 menit, bergantilah peran (resiprokal)

No.

Aspek harus diamati

Kriteria Penskoran

Pelaku 1

Pelaku 2

1.

pemanasan yang benar

3

2.

Sikap awal

3

3.

Saat melakukan gerakan

3

4

kondisi setelah melakukan gerakan

3

JUMLAH SKOR MAKSIMAL

12

Pengolahan penskoran setiap aspek :

Skor 3 jika         : Gerakan dilakukan sempurna 

2 jika            : Gerakan dilakukan kurang sempurna

1 jika                : Gerakan dilakukan tidak sempurna

Skor maksimum: 12

Skor perolehan peserta didik: SP

Nilai keterampilan gerak yang diperoleh peserta didik: SP/12

  1. Bahan Bacaan Peserta Didik

  1. Peraturan pertandingan senam lantai yang standar. Untuk membantu dalam mencari sumber bacaan tersebut, dapat diperoleh melalui: buku, majalah, koran, internet, atau sumber lainnya.
  2. Materi aktivitas kebugaran jasmani yang terkait dengan kesehatan (kekuatan, daya tahan, dan kelenturan). Untuk membantu dalam mencari sumber bacaan tersebut, dapat diperoleh melalui: buku, majalah, koran, internet, atau sumber lainnya.

  1. Bahan Bacaan Guru

  1. Teknik aktivitas kebugaran jasmani yang terkait dengan kesehatan (kekuatan, daya tahan, dan kelenturan).
  2. Bentuk-bentuk aktivitas kebugaran jasmani yang terkait dengan kesehatan (kekuatan, daya tahan, dan kelenturan).

Glosarium

  • Kebugaran jasmani adalah kesanggupan dan kemampuan tubuh melakukan penyesuaian (adaptasi) terhadap pembebanan fisik yang diberikan kepadanya (dari kerja yang dilakukan sehari-hari) tanpa menimbulkan kelelahan yang berlebihan yang berarti. Setiap orang membutuhkan kesegaran jasmani yang baik, agar ia dapat melaksanakan pekerjaannya dengan efektif dan efisien tanpa mengalami kelelahan yang berarti.
  • Latihan kebugaran jasmani merupakan salah satu syarat yang sangat diperlukan dalam usaha peningkatan kesegaran jasmani seseorang, dapat dikatakan sebagai keperluan dasar yang tidak dapat diabaikan.
  • Unsur-unsur kebugaran jasmani antara lain : (1) Strength (kekuatan), (2) Power (daya), (3) Speed (kecepatan), (4) Flexibility (kelentukan), (5) Agility (kelincahan), (6) Endurance (daya tahan) dan (7) Stamina (daya tahan kecepatan).
  • Kelenturan (Fleksibiliy) adalah luas gerak persendian atau kemampuan seseorang untuk menggerakkan anggota badan pada luas gerak tertentu pada suatu persendian.
  • Kelenturan adalah keleluasaan atau kemudahan gerakan, terutama pada otot-otot persendian.  Latihan kelentukan atau fleksibilitas bertujuan agar otot-otot pada sendi tidak kaku dan dapat bergerak dengan leluasa, tanpa ada gangguan yang berarti.
  • Kekuatan adalah ketegangan yang terjadi atau kemampuan otot untuk suatu ketahanan akibat suatu beban. Beban tersebut dapat dari bobot badan sendiri atau dari luar (external resistance).
  • Daya tahan otot adalah kemampuan otot-otot untuk melakukan tugas gerak yang membebani otot dalam waktu yang cukup lama.
  • Daya tahan adalah kemampuan seseorang untuk melakukan kerja dalam waktu yang relatif lama.
  • Interval training adalah suatu sistem latihan yang diselingi oleh interval-interval yang berupa masa-masa intirahat.
  • Latihan sirkuit adalah kombinasi dari semua unsur fisik. Latihan-latihannya bisa berupa lari naik-turun tangga, lari ke samping, ke belakang, melempar bola, memukul bola dengan raket, lompat-lompat, berbagai bentuk latihan beban, dan sebagainya.

Referensi

Muhajir. 2017. Buku Siswa Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, untuk SMP/M.Ts Kelas VII. Bogor : Penerbit Yudhistira.

Muhajir. 2017. Buku Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, untuk SMP/M.Ts Kelas VII. Bogor : Penerbit Yudhistira.

Muhajir. 2020. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, untuk SMP/M.Ts Kelas VII. Jakarta: Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Kemendikbud.

Muhajir. 2020. Belajar dan Berlatih Aktivitas Kebugaran Jasmani. Bandung: Sahara Multi Trading.

Tim Direktorat SMP. 2017. Panduan Asesmen oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Tim Direktorat SMP. 2016. Panduan Pembelajaran Untuk Sekolah Menengah Pertama. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Memeriksa dan Menyetujui,

Kepala SD/MI .........................................

.............................., ..................  2021

Guru Mata Pelajaran

………………………………….................

     NIP.

                         

………………….............................

      NIP.

 @2021 Pusat Asesmen dan Pembelajaran Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Kemendikbud, Riset dan Teknologi