BAB 1

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Panas tinggi atau demam dapat terjadi pada semua tingkat kehidupan manusia, dari bayi hingga orang lanjut usia sekalipun. Hal ini tidak lepas dari berbagai kemungkinan masuknya bibit penyakit kedalam tubuh manusia. Sebab demam pada dasaranya merupakan proses alamiah yang timbul akaibat perlawanan tubuh terhadap masuknya bibit penyakit. Namun demam pada bayi dan anak balita meripakan kasusu yang tidak dapat diabaikan begitu saja. Dibutuhkan perlawanan dan penanganan tersendiri yang sangat jauh berbeda bila dibandingkan dengan orang dewasa. Perlakuan dan penanganan yang salah, lambat dan tidak tepat akan mengakibatkan terganggunya pertumbuhan dan perkembangan tubuh balita, bahkan dapat membahyakan keselamtan jiwanya. Karena itu pengetahuan yang lengkap berkaitan dengan demem pada balita wajib dikuasai dengan baik oleh para orang tua.

  1. Tujuan
  1. Tujuan Umum

Diharapakna mahasiswa mampu melakukan asuhan kebidanan yang tepat.

  1. Tujuan Khusus

Diharapkan mahasiswa mampu melakukan

  1. Pengkajian
  2. Identifikasi diagnosa dan masalah
  3. Menentukan intervensi dan rasional
  4. Melakukan implementasi
  5. Mengevaluasi asuhan yang diberikan
  1. Metode penelirian

Teknik memperoleh data ( studi pustaka dan praktik langsung), bimbingan dan konsultasi.

BAB 2

LANDASAN TEORI

FIBRIS / DEMAM

  1. PENGERTIAN

        Demam berarti suhu tubuh datas batas – batas normal biasa, dapat disebabkan oleh kelainan dalam otak sendiri atau oleh zat taksik yang mempengaruhi pusat pnegaturan suhu, penyakit – penyakit bakteri tumor otak atau dehidrasi ( Euyton, 2007 )

        Demam adalah keadaan dimana terjadi, kenaikan suhu sehingga 38oC atau lebih. ada juga yang mengambil batasan lebih dari 37,8OC, sedangkan bil asuhu tubuh lebih adri 40oC disebut demam tinggi ( hiperpireksia) (Julia,2009 )

  1. ETIOLOGI

        Demam terjadi bila pembentukan panas melebihi pengeluaran demam dapat berhubungan dengan infeksi, penyakut kalogen, kegan asam, penyakit metabolic maupun penyakit lain. ( Julia, 2009)

  1. MANIFESTASI KLINIS

tanda dan gejala demam antara lain :

  1. Anak rewel ( suhu lebih tinggi dari 37,8oC – 40oC ).
  2. kulit kemerahan
  3. hangat pada sentuhan
  4. peningkatan pada frekuensi pernapasan
  5. menggigil
  6. dehidrasi
  7. kehilangan nafsu makan
  1. PATOFISIOLOGI DEMAM

Demam terjad sebagai respon tubuh terhadap peningkatan set point, tetapi ada peningkatan suhu tubuh karena pembentukan panas berlebihan tetapi tidak disertai peningkatan set point ( Julla, 2009 )

Demam adalah sebagai mekasnisme pertahanan tubuh ( respon imun ) anak terhadap infeksi atau zat asing yang masuk kedalam tubuhnya. bila ada infeksi atau zat asing masuk ke tubuh akan merangsang sistem pertahanan tubuh dengan dilepaskannya pirogen.

Pirogen adalah zat penyebab demam, ada yang berasal dar dalam tubuh ( pirogen andogen ) dan luar tubuh ( pirogen eksogen ) yang bisa berasal dari infeksi oleh mikroorganisme atau merupakan reaksi ( munologik terhadap benda asing ( non infeksi ). pirogen selanjutnya membawa pesan melalui alat penerima ( reseptor ) yang etrdapat pada tubuh untuk disampaiakn ke pusat pengatur panas dihipotalamus. dalam hipotalamus pirogen ini akan dirangsang pelepasan asam arakidonat serta mengakibatkan peningkatan produksi prostagaglandin ( PGES ). ini akan menimbulkan reaksi menaikkan suhu tubuh dengan cara penyempitan pembuluh darah tepid an menghambat sekresi kelenjar keringat. pengeluaran panas. inilah yang menimbulkan demam pada anak, sushu yang tinggi ini akan merangsang aktivitas “tentara” tubuh ( sel makrofag dan sol limfosit T ) untuk menerangi zat asing tersebut dengan meningkatkan preteolisis yang menghasilkan asam amino yang berperan dalam pembentukan antibody atau sistem kekebalan tubuh. ( Sinarty, 2006).

Sedangkan sifat – sifat demam dapat berupa mengigil atau kristes/flush. bila pengaturan thermostat dengan mendadak diubah dari tingkat normal kenvai yang lebih tinggi dari normal sebagai akibat dari kerusakan jaringan zat pirogen atau debidrasi . suhu tubuh biasanya memerlukan beberapa jam untuk mencapai suhu baru . bila faktor yang menyebabkan suhu tinggi dengan mendadak disingkirkan/termost hipotalamus dengan mendadak berada pada nilai rendah , mungkin inelahan kembali ke tingkat normal . ( guyron , 2007 )

  1. PENATALAKSANAAN DEMAM.
  1. Secara Fisik
  1. mengawasi kondisi klien dengan pengukuran suhu secara berkala setiap 4 – 6 jam . perhatikan apakah anak tidur gelisah , sering terkejut , atau mengigau . perhatikan pula apakah mata anak cenderung melirik ke atas apakah anak mengalami kejang – kejang . demam yang disertai kejang yang terlalu lama akan berbahaya bagi perkembangan otak , karena oksigen tidak mampu mencapai otak . terputusnya suplai oksigen ke otak akan berakibat rusaknya sel – sel otak . dalam keadaan demikian , cacat seumur hidup dapat terjadi berupa rusaknya fungsi intelektual tertentu .
  2. bukalah pakaian dan selimut yang berlebihan .
  3. memperhatikan aliran udara di dalam ruangan .
  4. jalan nafas harus terbuka untuk mencegah tertutupnya suplai oksigen ke otak yang akan berakibat rusaknya sel – sel otak .
  5. berikan cairan melalui mulut , minum sebanyak – banyaknya . minuman yang diberikan dapat berupa air putih , susu ( anak diare menyesuaikan ) , air buah atau air teh . tujuannya adalah agar cairan tubuh yang menguap akibat naiknya suhu tubuh memperoleh gantinya.
  6. tidur yang cukup agar metabolism berkurang .
  7. kompres air biasa pada dahi , ketiak , lipat paha . tujuanya untuk menurunkan suhu tubuh di permukaan tubuh anak . tujuanya suhu tubuh dipermukaan tubuh ini dapat terjadi karena panas tubuh digunakan untuk menguapkan air pada kain kompres . jangan menggunakan air es  karena justru akan membuat pembulu darah menyempit dan panas tidak dapat keluar , menggunakan alcohol dapat menyebabkan iritasi dan intoksikosi ( keracunan ) .
  8. saat ini yang lazim digunakan adalah dengan kompres hangat suam – suam kuku . kompres air hangat atau suam – suam kuku maka suhu di luar terasa hangat dan tubuh akan menginterpretasikan bahwa suhu di luar cukup panas . dengan demikian tubuh akan menurunkan control pengatur suhu di otak supaya tidak meningkatkan pengatur suhu lagi . disamping itu lingkungan luar yang hangat akan membuat pembulu darah tepi kulit melebar atau mengalami vase dilatasi , juga akan membuat pembulu darah tepi kulit melebar atau mengalami vasodilatasi , juga akan membuat pori – pori kulit terbuka sehingga akan mempermudah pengeluaran panas dari tubuh .

  1. Obat – obatan antiseptic

antiseptic bekerja secara sentral menurunkan suhu dipusat pengatur suhu di hipotalamus . antiseptic berguna untuk mencegah pembentukan prostogladin dengan jumlah penghambat enzim cyclootygenase sehingga set point hipotalamus direndahkan kembali menjadi normal yang mana diperintah memproduksi panas di atas normal dan mengurangi pengeluaran panas tidak ada lagi .
petunjuk pemberian antipirentik :

  1.  bayi 6 – 12 bulan : ½ - 1 semdok the sirup parasetamol .
  2.  anak 1 – 6 tahun  : ¼ - ½ parasetamol 500 mg atau 1 – ½ sendok teh sirup parasetamol.
  3.  anak 6 – 12 tahun : ½ - 1 tablet parasetamol 500 mg atau 2 sendok teh sirup parasetamol .

Tablet parasetamol dapat diberikan dengan digerus lalu dilarutkan dengan air atau teh manis . obat penurun panas ini diberikan 3 kali sehari . gunakan sendok takaran obat dengan ukuran 5 ml setiap sendoknya .

  1. TEORI ASUHAN KEBIDANAN.

Penyakit demam sangat beresiko maka pasien yang perlu diperhatikan ialah resiko peningkatan suhu tubuh , banggunan keseimbangan cairan dan elektrolit kurangnya pengetahuan orang tua mengenai penyakit .

  1. resiko peningkatan suhu tubuh .

sering terjadi bila metabolism dalam tubuh meningkat maka perlu diberikan obat antiseptic dengan dilakukan kompres hangat bila suhu tubuh kurang dari 37o C akan tetapi bila panasnya lebih dari 38oC diberikan akstra panas dengan diberikan kompres dingin.

  1. gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit.

sering terjadi pada anak disamping demam juga mengalami anareksia, lemas, pusing sehingga keadaan ini menyebabkan kurangnya masukan nutrisi yang kemudian mumudahkan timbulnya komplikasi sehingga perlu dilakukan pemasangan infuse dengan cairan glukosa dan NaCl dan pemberian makanan tambahan dan makanan lunak yang mudah dicerna seperti bubur halus.

  1. Kurangnya pengetahuan orang taa mengenai penyakit.

dapat diberikan penyuluhan terhadap keluaraga tentang bagaimana cara mengatasi bila anak sedang kejang dan demam sehingg anak terhindar dari cidera dan mengurangi kepanikan orang  tua. disamping itu juga menjelaskan tentang penyekit dan bahayanya.

BAB 3

KONSEP KEBIDANAN KK BINAAN

  1. PENGKAJIAN

Tanggal                :

Jam                        :

Tempat pengkajian        :

Nama pengkaji        :

  1. Identitas keluarga

Nama                :

Umur                :

Agama                :

Pendidikan        :

Pekerjaan        :

  1. Komposisi keluarga

Penting diketahui untuk menentukan susunan didalam keluarga

  1. Genogram

Digunakan untuk mengetahui komposisi didalm keluarga dan bagaimana urutan atau tatnan didalm keluarga

  1. Tipe dan bentuk keluarga

Untuk mengetahui siapa saja yang berda didalam keluarga

  1. Latar belakang kebudayaan keluarga

Ditanyakn mengenai latar belakng budaya (Ras atau etnik) di dalam  keluarga

  1. Status sosial ekonomi keluarga

Hal ini pening untuk mengetahui tingkat pendapatan keluarag yang dapat menunjang kesehatan keluarga

  1. Tahap – tahap perkembangan dan riwayat keluarga
  1. Tahap perkembangan keluarga saat ini

Ditanyakan mengenai tingkat perkembangan anak apakah sesuai dengan usia anak saat ini atau tidak.

  1. Riwayat kesehatan keluarga inti

Hal ini penting ditanyakan untuk mengetahui apakah didlam anggota keluarga ada yang menderita suatu penyakit yang dapat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan keluarga.

  1. Riwayat asal kedua orang tua, kepal keluarga dan anggota keluarga

Penting dikethaui karena berkaitan dengan pola asuh anak dalam keluarga.

  1. Data lingkungan
  1. Karakteristik rumah
  1. Karakteristik lingkunagn sekitar rumah
  1. Struktur keluarga
  1. Pola komunikasi

Ditanyakan mengenai penggunaan bahsa apa yang digunakan untuk berkomunikasi didalam keluarga

  1. Struktur kekuasaan

Ditanyakan mengenai siapa yang mengambil keputusan didalm keluarga, faktor apa yang mempengaruhi kekuasaan dan siap pemegang kekuasaan didalm keluarga

  1. Struktur peran

Ditanyakan mengenai struktur peran normal, struktur peran informal, dan faktor yang mempengaruhi struktur peran.

  1. Fungsi-fungsi keluarga
  1. Fungsi efektif

Ditanyakan mengenai bagaimana hubungan diantara keluarga

  1. Fungsi sosialisasi

Ditanyakan mengenai praktik pengasuhan anak, perilaku sosial anak, nilai anak didalam keluarga, perilaku yang mempengaruhi pola pengasuh anak, estimasi resiko masalah pengasuhan dean adekuasi lingkunagn rumah untuk bermain bagi anak.

  1. Fungsi perawatan keluarga

Ditanyakan mengenai keyakinan dan penegertian tentang kesehatan, perilaku kesehatan, status kesehatan dan kerentanan terhadap sakit yang diketahui oleh keluargam praktek pemenuhan keutuhan nutrisis, kebiasaan tidur dan istirahat, kebiasaan latihan dan rekreasi, kebiasaan penggunaan obat bebas, praktek dalam perawtan diri, pelayanan kesehatan yang bisa diterima keluarga, persepsi keluarga terhadap layanan kesehatan dan sumber pembiayaan kebutuhan kesehatan.

  1. Pemenuhan gizi

Ditanyakan mengenai upaya keluarga untuk memenuhi kebutuhan gizi anggota keluarga

  1. Upaya-upaya lainnya

Ditanyakan mengenai makanan selingan yang biasanya disajikan dudalam keluarga selain makanan inti.

  1. Pemeriksaan fisik

KU                :

Kesadaran        :

BB                :

TB                :

LIKA        :

LILA        :

TTV        : sh        : 36,5-37,5®C

                   Nd        : 60-90 x/mnit

                   RR        : 16-20 x/mnit

  1. Kepala

Warna rambut hitam,distribusi merata, tidak terdapatbenjolan abnormal

  1. Muka

Tidak pucat, tidak lesu

  1. Mata

Simetris, konjungtiva berwarna merah muda,sklera berwarna putih, palpebra tidak bengkak

  1. Hidung

Lubang hidung simetris, tidak terdapat lendir maupun polip

  1. Mulut dan gigi

Bibir tidak kering, tidak terdapat stomatitis, tidak terdapat karies gigi,lidah bersih

  1. Telinga

Simetris, kedaan bersih, tidak terdapat serumen

  1. Leher

Idak terdapat pembesaran pada kelenjar limfe, pergerakan kelenjar tyroid baik, tidak terdapat bendugan pada vena jugularis

  1. Dada

Bentyuk dada normal, tidak terdapat suara tambahan whizing maupun ronchi

  1. Abdomen

Perut tidak kembung., tidak terdapat pembesaran pada hepar

  1. Ekstremitas atas

Jumlah jari lengkap, mampu bergerak tanpa bantuan, tidak oedem

  1. Ekstremitas bawah

Jumlah jari lengakp, mempu bergerak tanpa bantuan, tidak oedem, reflek patella +/+

  1. IDENTIFIKASI MASALAH DAN DIAGNOSA
  1. DS        : data yang menunjang diagnosa yang berasal dari keluhan pasien maupun keluarga

DO        : data yang menunjang diagnosa yang berasal dari hasil pemerilksaan

Dx        : An “    ” umur       thn dengan...............

  1. DS        : data yang menunjang masalah yang berasal dari keluhan ibu dan keluarga

DO        : data yang menunjang masalah yang berasal dari hasil pemeriksaan

Mx        : masalah yang timbul

  1. IDENTIFIKASI MASALAH POTENSIAL

Identifikasi masalah dan diagnoasa potensial lainnya berdasrakan nrangkaian dan diagnosa yang ada

  1. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA

Merupakan langkah yang membutuhkan sifat beresinambunagna dari pelkasanaan asuhan primer prioritas

  1. INTERVENSI

Tanggal        :                                                jam        :

Tujuan        : berisi tentng tujuan dari diadakannya rencana tindakan

Kriteria hasil : apa yang diharapkan dari adanya intervensi

Intervensi dan rasional :

  1. Perencanaan untuk mengatasi masalah atau diagnosa yang mucul
  1. IMPLEMENTASI

Tanggal        :                                                 jam         :

Pelaksanaan dari rencana tindakan

1.

2.

  1. EVALUASI

Tanggal        :                                                jam        :

Berisi tentang penilaian dari implementasi

S          :

O        :

A        :

P        :


BAB 4

TINJAUAN KASUS

ASUAHAN KEBIDANAN KOMUNITAS PADA KELUARGA TN “S” DENGAN SALAH SATU ANGGOTA KELUARGA AN”A” DENGAN FEBRIS DIDUSUN KRAJAN DESA TLOGOSARI KECAMATAN TLOGOSARI

KABUPATEN BONDOWOSO

  1. PENGKAJIAN

Tanggal                         : 3 November 2011

Jam                         : 11.00 WIB

Tempat Pengkajian         : Dusun Krajan

Nama Pengkaji                 : Apriatin Eka Marta / 09.3.0050

IDENTITAS KELUARGA

  1. Identitas Kepala Keluarga Identitas Istri

Nama                 : P. SAPPA                 Nama                 : Manias

Umur                 : 52 tahun                 Umur                 : 50 tahun

Agama         : islam                         Agama         : islam

Suku                 : Madura                 Suku                 : Madura

Pendidikan         : SD                         Pendidikan         : SD

Pekerjaan         : petani                 Pekerjaan         : IRT

Alamat         : dusun krajan         Rt11 Rw.03 Desa tlogosari                         

Nama Anak         : Aniftahul ulum

Umur                 : 20 bulan

Tanggal Lahir         : 25 januari 2010

  1. Komposisi Keluarga

No

Nama

JK

Hubungan keluarga

Umur

Pendidikan

Pekerjaan

Keadaan kesehatan

1.

2.

3.

4.

Tn. Sappa

Ny. manias

An Hartatik

An Aniftahul Ulum

L

P

P

P

KK

Istri

Anak

Anak

52 Th

50 Th

13 Th

20 Bl

SD

SD

SD

-

Petani

IRT

Pelajar

-

Baik

Baik

Baik

Deman

  1. Genogram

Ket        :

        : Laki – laki

        : Perempuan

        : Klien

  1. Tipe dan bentuk keluarga

Keluarga ini termasuk keluarga sejahtera karena sudah tinggal dirumah sendiri yang merupakan keluarga inti yang terdiri dari suami – istri dan 2 orang anak.

  1. Latar belakang kebudayaan keluarga ( Rasa atau etnik )

Ibu mengatakan berasal dari keluarga yang berlatar belakang kebudayaan Madura, sehingga dalam berkomunikasi ibu dan keluarga menggunakan bahasa Madura.

  1. Agama

Ibu mengatakan seluruh anggota keluarga beragama islam

  1. Status sosial ekonomi keluarga

Keluarga termasuk dalam golongan menengah kebawah, karena pekerjaan kepala keluarga yang merupakan petani dengan penghasilan yang tidak menentu perhari.

  1. Aktifitas rekreasi keluarga

Ibu mengatakan jika hari minggu atau hari libur besar tidak pernah berlibur kemana – mana, hanya menghabiskan waktu dirumah.

  1. Tahap – tahap perkembangan dan riwayat keluarga
  1. Tahap perkembangan keluarga saat ini

Ibu mengatakan saat ini sedang dalam proses menghadapi tumbuh kembang anak keduanya, pertumbuhan dan perkembangan anaknya sesuai dengan umur anak. Ibu mengatakan bahwa dirinya dan keluarga selalu memberikan kasih sayang serta kebutuhan lain yang dibutuhkan sang anak untuk kesehatannya.

  1. Jangkauan pencapaian tahap perkembangan saat ini

Keluarga sudah tinggal terpisah dengan kedua orang tua masing – masing.

  1. Riwayat kesehatan keluarga inti

Ibu mengatakan bahwa dulu dan saat ini tidak pernah menderita penyakit menular ( TBC, Hepatitis), menurun ( Asma, DM ), menahun ( jantung dan stroke).

Ibu mengatakan bahwa dulu dan saat ini tidak pernah menderita penyakit menular ( TBC, Hepatitis ), menurun ( Asma, DM), menahun ( Jantung, stroke ).

Ibu mengatakan anaknya tidak pernah menderita penyakit menular ( TBC, Hepatitis ), menurun ( Asma, DM ), menahun ( Stroke, jentung ). Hanya saja anak keduanya sudah 3 hari ini mengalami demam sampai anaknya lemas dan tidak kuat untuk membuka mata.

  1. Riwayat asai kedua orang tua, kepala keluarga dan anggota keluarganya.
  1. DATA LINGKUNGAN
  1. Karakteristik Rumah
  1. Karakteristik lingkungan sekitar rumah

masyarakat sekitar rata – rata sudah memiliki jamban pribadi dan ada sebagian BAB disungai

  1. Mobilitas geografi keluarga

Kepala keluarga bekerja sebagai petani dan istri hanya sebagai ibu rumah tangga biasa, keluarga ini merupakan asli penduduk setempat.

  1. Jaringan dukungan sosial keluarga

Dalam keluarga sudah tidak menginginkan anak lagi, karena didalam keluarga sudah memiliki 2 orang anak dan usia kedua orang tua yang sudah tidak muda lagi.

  1. STRUKTUR KELUARGA
  1. Pola komunikasi
  1. Jangkauan komunikasi fungsional / disfungsional
  1. Tipe komunikasi disfungsional
  1. Struktur kekuasaan
  1. Proses pengambilan keputusan

Dalam keluarga selalu membiasakan untuk membicarakan bersama setiap permasalahan yang ada atau sedang terjadi.

  1. Faktor yang mempengaruhi kekuasaan

Ibu mengatakan bahwa dirinya berpengaruh terhadap keputusan yang diambil oleh suaminya.

  1. Pemegang kekuasaan ( yang dominan )

Ibu mengatakan pengambilan keputusan yang paling dominan berada pada suami karena suami sebagai kepala rumah tangga.

  1. Struktur peran
  1. struktur peran normal
  1. Struktur peran informal

Suami dan istri jarang ikut berperan aktif dalam kegiatan desa yang ada, tetapi suami biasanya mengikuti pengajian.

  1. Faktor yang mempengaruhi struktur peran

Ibu mengatakan bahwa semua anggota keluarga selalu mendukung dan menghormati setiap peran dari masing – masing anggota keluarga agar tercipta kerukunan antar anggota keluarga.

  1. Nilai dan norma

        Ibu mengatakan bahwa sang suami selalu menerapkan nilai – nilai agama dalam keluarganya, seperti mengajarkan dan mengajak anak untuk sholat, mengaji, dan menghormati orang yang lebih tua

  1. FUNGSI – FUNGSI KELUARGA
  1. Fungsi efektif

Ibu mengatakan hubungan antar keluarga baik dan jalinan kekerabatan baik.

  1. Fungsi ekonomi
  1. Ibu mengatakan bahwa kepala keluarga atau suaminya bekerja sebagai petani dengan penghasilan yang tidak menentu perhari
  2. Ibu mengatakan bahwa suaminya mampu memenuhi kebutuhan keluarga baik kebutuhan makan maupun kebutuhan sekolah anak.
  3. Keuangan diatur oleh ibu, kepala keluarga menyerahkan penghasilan sesuai dengan apa yang didapatkan dan ibu membelanjakan sesuai kebutuhan.
  1. Fungsi sosialisasi
  1. Praktek pengasuhan anak
  2.         Anak sehari – hari diasuh oleh ibunya karena selain ibu tidak bekerja, serta usia anak yang masih kecil dan butuh kasih sayang langsung dari orang tua, terlebih dengan kondisi anak yang sedang sakit seperti saat ini.
  3. Perilaku sosial anak

Ibu mengatakan anak lebih sering bermain dedalam rumah dengan bermain boneka ataupun digendong oleh ibu

Bisanya anak bermain ditetangga dengan ditemani oleh ibu.

  1. Nilai anak dalam keluarga

Ibu mengatakan bahwa dirinya dan suami sangat menyayangi anaknya. Ibu berharap anaknya bisa sembuh seperti biasanya.

  1. Perilaku yang mempengaruhi pola pengasuh anak

Ibu mengatakan masih mempercayai adanya mitos yang terdahulu bahwa jika anak panas bisa disembuhkan dengan diberikan kompresan bawang merah yang dicampur minyak kelapa.

  1. Kesesuaian lingkungan rumah dengan kebutuhan bermain anak

Ibu mengatakan biasanya anak bermain di ruang tamu atau didepan TV

  1. Estimasi resiko masalah pengasuhan

Ibu mengatakan bahwa didalam keluarganya tidak pernah menerapkan kekerasan dalam mengasuh anak.

  1. Adekuasi lingkungan rumah untuk bermain anak

Ibu mengatakan tidak ada sarana bermain bagi anak dilingkungan rumah

  1. FUNGSI PERAWATAN KELUARGA
  1. Keyakinan dan pengertian tentang kesehatan

Ibu mengatakan jika salah satu anggota keluarga sakit maka diberi obat dengan membeli obat diwarung, dan bila sakit masih berlanjut maka dibawa ketenaga kesehatan.

  1. Perilaku kesehatan
  1. Status kesehatan dan kerentanan terhadap sakit yang diketahui oleh keluarga.

Ibu mengatakan didalam keluarga tidak ada yang sering sakit. Jika ada salah satu anggota lain yang sakit, langsung meminm obat yang dibeli diwarung

  1. Praktek pemenuhan kebutuhan nutrisi

Bapak        : :makan 3x / hari dengan menu nasi, lauk – pauk, sayuran dan buah bila ada, minum kira – kira 6-7 gelas / hari

Ibu        : makan 3x / hari dengan menu nasi, lauk – pauk, sayuran dan buah bila ada, minum kira – kira 6-7 gelas / hari

Anak        : makan 3x / hari dengan menu nasi, lauk – pauk, sayuran dan buah bila ada, minum kira – kira 6-7 gelas / hari

  1. Kebiasaan tidur dan istirahat

Bapak                : ± 7 - 8  jam / hari

Ibu                : ± 7 – 8 jam / hari

Anak                : ± 10 – 11 jam / hari

  1. Kebiasaan latihan dan rekreasi

Didalam keluarga tidak ada kebiasaan olahraga, Jika hari libur dah hari besar hanya didalam rumah dan menonton TV

  1. Kebiasaan menggunakan obat bebas

Keluarga mengatakan selalu membeli obat dari toko apabila sedang sakit.

  1. Praktek dalam perawatan diri

Mandi                : 2x / hari

Gosok gigi        : 2x / hari

Ganti baju        : 1x / hari

  1. Cara preventif yang digunakan keluarga

Jika ada salah satu anggota keluarga yang sakit, maka selalu membeli obat ditoko dan apabila belum sembuh maka dibawa ketenaga kesehatan.

  1. Riwayat kesehatan keluarga

Bapak        : Ibu mengatakan bahwa suaminya dulu tidak mempunyai riwayat penyakit menular ( TBC, Hepatitis ), menurun ( darah tinggi dan asma ), menahun ( Jantung dan stroke ).

Ibu        : Ibu mengatakan bahwa dulu tidak mempunyai riwayat penyakit menular ( TBC, Hepatitis ),menurun ( Darah tinggi dan asma ), menahun ( jantung dan stroke ).

Anak        : Ibu mengatakan bahwa anaknya tidak pernah mempunyai riwayat penyakit menular ( TBC, Hepatitis), menurun ( darah tinggi dan asma ) , menahun ( jantung, stroke ).

Bapak                : Ibu mengatakan bahwa suaminya tidak sedang menderita penyakit menular ( TBC, hepatitis ), menurun ( Darah tinggi , asma ) menahun ( Jantung, stroke ).

Ibu                : Ibu mengatakan bahwa dia tidak sedang menderita penyakit menular ( TBC, hepatitis ), menurun ( Darah tinggi , asma ) menahun ( Jantung, stroke ).

Anak                : Ibu mengatakan bahwa anaknya tidak sedang menderita penyakit menular ( TBC, Hepatitis), menurun ( darah tinggi dan asma ) , menahun ( jantung, stroke ). hanya saja anak keduanya sudah 3 hari ini mengalami demam sampai anaknya lemas dan tidak kuat untuk membuka mata.

  1. Pelayanan kesehatan yang biasa diterima keluarga

Ibu mengatakan biasanya menerima pelayanan kesehatan dari bidan terdekat atau ditenaga kesehatan lain di puskesmas.

  1. Persepsi keluarga terhadap layanan kesehatan

Ibu mengatakan bahwa dirinya dan keluarganya lebih senang berobat ke puskesmas jika terdapat salah satu anggota keluarga yang sakit karena pelayanan yang diberikan juga bagus.

  1. Sumber pembiayaan kebutuhan kesehatan

Ibu mengatakan bahwa sumber pembiayaan kebutuhan kesehatan dari suami atau kepala keluarga.

  1. Fungsi reproduksi

Ibu mengatakan bahwa dirinya dan suaminya sudah tidak menginginkan anak lagi, karena telah mempunyai 2 orang anak. Saat ini ibu menggunakan KB suntik 3 bulan.

  1. KOPING KELUARGA
  1. Stresor – stressor keluarga jangka pendek dan jangke panjang

Ibu mengatakan bahwa dirinya dan suaminya sangat khawatir dengan kondisi anaknya.

Ibu mengatakan takut jika kondisi anaknya tidak kunjung membaik, sehingga dapat berakibat fatal pada pertumbuhan dan kondisi kesehatan anaknya.

  1. Strategi koping dalam menghadapi stress intern dan ekstern

Ibu mengatakan sedah membawa anaknya de puskesmas dan sudah meminumkan obat yang di dapat dari puskesmas, apabila ada masalah didalam keluarga maka diselesaikan dengan cara musyawarah mufakat yang dilakukan antar anggota.

  1. GIZI KELUARGA        
  1. Pemenuhan gizi

Ibu mengatakan setiap hari memasak sendiri untuk keluarga, bahan – bahan untuk memasak ibu didapat dari berbelanja di warung. Ibu setiap harinya memasak seadanya sesuai dengan penghasilan yang didapat suami, ibu mengatakan bahwa anaknya sudah diberi mp –asi sejak usia 4 bulan dan sekarang sudah tidak asi lagi

  1. Upaya – upaya lainnya

Ibu mengatakan kadang membuat makanan selingan sendiri untuk keluarga, dan ibu juga selalu memasak makanan yang bervariasi dirumah.

  1. PEMERIKSAAN FISIK

Keadaan umum : anak tampak lemas

ttu         : sh : 38 0C

              nd : 86 x/ menit

              rr   : 29 x/ menit

BB         : 10 Kg

TB         : 83 cm

UKA         : 48 cm

ULA         : 16 cm

anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik , anak mampu memegang benda , mengambil benda , berbicara serta mampu bersosialisasi dengan orang lain .

  1. IDENTIFIKASI MASALAH DAN DIAGNOSA

DX : An “ A “ umur 20 bulan dengan febris

DS : ibu mengatakan bahwa anak keduanya sudah 3 hari ini mengalami demam sampai anaknya lemas dan tidak kuat untuk membuka mata

DO : - anak tampak lemas

         - anak tampak pucat

    - ttv : sh : 38 0C

 - pemeriksaan fisik .

anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik , anak mampu memegang benda , mengambil benda , berbicara serta mampu bersosialisasi dengan orang lain

  1. INTERVENSI

 Tanggal : 3 November 2011                                 Jam : 11.30 WIB

Tujuan : setelah dilakukan tindakan kebidanan + selama 1 minggu febris bisa teratasi

Kriteria Hasil :

1.wajah pasien tampak rileks

 2. suhu tubuh pasien normal ( 36,5 0C – 37,5 0C )

  3. pasien dapat melakukan rebilisasi secara mandiri

Intervensi :

  1. Bina hubungan baik dengan pasien dan keluarga

R/ meningkatkan rasa saling percaya antara pasien dan tenaga kesehatan

  1. Anjurkan ibu untuk memakaikan pakaian yang tipis pada anak

R/ pakaian tipis dapat mempermudah metabolisme tubuh untuk melepaskan panas lewat kulit

  1. periksa TTV terutama suhu tubuh

R/ sebagai parameter untuk mendeteksi adanya komplikasi

  1. kompres anak dengan menggunakan air hangat
    R/ mengurangi rasa panas yang diderita anak dan menyeimbangkan suhu dihipotalamus
  2. anjurkan ibu untuk memberikan anak banyak cairan ekstra terutama air putih ,.

R/  pemenahan kebutuhan nutrisi pada anak

  1. anjurkan ibu untuk menutupi anak dengan selimut tipis apabila anak kedinginan atau mengigil
    R/ memberikan rasa nyaman pada anak
  2. berikan suasana yang nyaman
    R/ mempercepat proses penyembuhan
  3. lanjutkan terapi obat yang sudah didapat dari puskesmas
    R/ mempercepat proses penyembuhan
  1. IMPLEMENTASI

Tanggal : 3 November 2011                                 Jam : 11.45 WIB

  1. membina hubungan baik dengan pasien dan keluarga pasien dengan mendengarkan apa yang dikeluhkan oleh ibu pasien
  2. menganjurkan ibu untuk memakaikan pakaian tipis atau pakaian dalam sehingga anak akan mudah untuk melepaskan panas lewat kulitnya
  3. memeriksa ttu terutama suhu tubuh
  4. mengompres anak dengan menggunakan air hangat pada dahi , leher , ketiak , dan dada
  5. menganjurkan kepada ibu untuk memberikan anak banyak cairan ekstra terutama air putih
  6. menganjurkan kepada ibu untuk menutupi anak dengan selimut tipis apabila anak kedinginan atau mengigil
  7. memberikan suasana yang nyaman pada kamar anak dan menghindari terjadinya kebisingan
  8. melanjutkan terapi obat yang sudah didapat dari puskesmas sesuai aturan.
  1. EVALUASI

Tanggal : 3 November 2011                                 Jam : 14.00 WIB

S : ibu pasien mengatakan mengerti dengan penjelasan yang diberikan dan akan melaksanakan nasihat yang diberikan

O : keadaan umum : anak tampak lemas

ttv         : sh : 38 0C

                              nd : 86 x/ menit

                             rr   : 20 x/ menit

pemeriksaan fisik

  1. pada kepala temata panas
  2. muka tampak pucat dan lesu
  3. pada muka terasa panas
  4. paipebra oedem
  5. bibir kering
  6. terdapat stomatitis

A : An “ A “ usia 20 bulan dengan febris

P  : Lanjutkan intervensi no 2,3,4,5,6,8

2. anjurkan ibu untuk memakai pakaian yang tipis pada anak

3. periksa ttu terutama suhu tubuh

4. kompres anak dengan menggunakan air hangat

5. anjurkan ibu untuk memberikan anak banyak cairan ekstra terutama air putih

6. anjurkan ibu untuk menutupi anak dengan selimut tipis apabila anak kedinginan atau mengigil

8. lanjutkan terapi obat yang sudah didapat dari puskesmas

CATATAN PERKEMBANGAN

  1. Tanggal : 4 November 2011

Jam           : 09.00 WIB

S : ibu mengatakan sudah mengompres anaknya menggunakan air hangat dan sudah memberikan air putih , kondisi anaknya sedikit membaik

O : keadaan umum : anak tampak lemas

ttu         : sh : 38 0C

                        nd : 83 x/ menit

                        rr   : 21 x/ menit

pemeriksaan fisik

  1. pada kepala temata panas
  2. muka tampak pucat dan lesu
  3. pada muka terasa panas
  4. paipebra oedem
  5. bibir kering
  6. terdapat stomatitis

A : An “ A “ usia 20 bulan dengan febris

P  : Lanjutkan intervensi no 2,3,4,5,6,8

2. anjurkan ibu untuk memakai pakaian yang tipis pada anak

3. periksa ttu terutama suhu tubuh

4. kompres anak dengan menggunakan air hangat

5. anjurkan ibu untuk memberikan anak banyak cairan ekstra terutama air putih

6. anjurkan ibu untuk menutupi anak dengan selimut tipis apabila anak kedinginan atau mengigil

8. lanjutkan terapi obat yang sudah didapat dari puskesmas

  1. Tanggal : 6 November 2011

Jam           : 09.00 WIB

S : ibu mengatakan bahwa kondisi anaknya sudah mulai membaik , hanya saja anaknya masih lemas.

O : keadaan umum : anak tampak lemas

ttu         : sh : 37 0C

                        nd : 82 x/ menit

                        rr   : 17 x/ menit

pemeriksaan fisik

  1. pada kepala temata panas
  2. muka tampak pucat dan lesu
  3. pada muka terasa panas
  4. paipebra oedem
  5. bibir kering
  6. terdapat stomatitis

A : An “ A “ usia 20 bulan dengan febris masalah teratasi sebagian

P  : Lanjutkan intervensi no 3,5,8

3. periksa ttu terutama suhu tubuh

5. anjurkan ibu untuk memberikan anak banyak cairan ekstra terutama air putih

8. lanjutkan terapi obat yang sudah didapat dari puskesmas

  1. Tanggal : 8 November 2011

Jam           : 09.30 WIB

S : ibu mengatakan bahwa kondisi anaknya sudah mulai kembali seperti biasa , sekarang anaknya sudah mulai bermain lagi

O : keadaan umum : anak tampak rileks

ttu         : sh : 36 0C

                        nd : 76 x/ menit

                        rr   : 17 x/ menit

pemeriksaan fisik

  1. muka tampak rileks dan tidak pucat
  2. bibir tidak kering
  3. tidak ada sitomatis
  4. pada kepala dan muka tidak terasa panas

A : An “ A “ usia 20 bulan dengan febris masalah teratasi

P  : Hentikan intervensi , masalah selesai

BAB 5

PEMBAHASAN

Dari landasan teori dapat diketahui bahwa yang dimaksud dengan febris / demam adalah keadaan dimana terjadi kenaikan suhu sehingga suhu naik menjadi 38o C atau lebih. ada juga yang mengambil balasan lebih dan 37,8ºC. sedangkan bila suhu tubuh lebih dari 40o C disebut demam tinggi. demam terjadi bila pembentukan panas melebihi pengeluaran. Demam dapat berhubungan dengan infeksi, penyakit kalogen, keganasan, penyekit metabolic, maupun penyekit lain. tanda gejala demam antara lain anka rewel, kulit kemerahan, hangat pada senntuhan, peningkatan pada frekuensi pernapasan, menggigil, dehidrasi dan kehilangan nafsu makan.

Terdapat kesesuaian antara landasan teori dengan tinjauan kasus yang dilakukan pada keluarga Rn “S” dengan salah satu anggota keluarga An “A” dengan febris. ibu pasien mengatakan bahwa anak keduanya sudah 3 hari ini mengalami demam sampai anakanya ( lemas dan tidak kuat untuk membkuka mata. ibu mengatakan masih mempercayai adanya mitos yang terdahulu bahwa jika anak panas bisa disembuhkan dengan diberikan kompresan bawang merah yang dicampur minyak kelapa, berdasarkan hasil pemeriksaan ditemukan hasil yakni : Sh : 38oC, Ncl 86/Mn, RR 20 / Mnt, BB 10 kg, Luka 48 C, luka 16 C. Maka tampak pucat dan lesu, teraba panas dan parpebra bengkak.  


BAB 6

PENUTUP

6.1         Kesimpulan

Dari pembahasa diatas dapat disimpulkan bahwa asuhan komunitas pada keluarga m “S” dengan salah satu anggota keluarga An “A” dengan febris yang dilakukan pada tanggal 3 November 2011 jam 11.00 WIB didusun krajan RT11 Rw 03 Desa Tlogosari. An “A” adalah anak kedua dikeluarganya. Ibu An “A” mengatakan bahwa anak keduanya sudah 3 hari ini mengalami : demam sampai anknya lemas dan tidak kuat untuk membuka mata, berdasarkan hasil pemeriksaan ditemukan hasil yakni Sh : 38oC, Ncl 86/Mn, RR 20 / Mnt, BB 10 kg, Luka 48 C, luka 16 C, maka tampak pucat dan lesu, teraba panas dan paipebra bengkak. dari landasan teori dapat diketahui bahwa yang dimaksud dengan febris / demam adalah keadaan dimana terjadi kenaikan suhu sehingga 38o C atau lebih.

6.2         Saran

                Saya berharap semoga dengan adanya asuhan kebidanan ini dapat menambah wawasan para pembaca tentang bagaimana memberikan asuhan yang tepat pada pasien dengan febris.