Format 13

FORMAT B – TATA CARA PENYUSUN METADATA

  1. Untuk menggambarkan Data, menjelaskan Data, serta memudahkan pencarian, penggunaan, dan pengelolaan informasi Data, Data harus memiliki metadata.
  2. Berdasarkan penyusunan atributnya, Metadata dibagi atas 3 (tiga) jenis, meliputi:
  1. Metadata kegiatan
  2. Metadata variable; dan
  3. Metadata indicator
  1. Metadata kegiatan

Metadata kegiatan memiliki prinsip karakteristik sebagai berikut :

  1. Judul atau Nama Kegiatan, yaitu nama yang digunakan dalam penyelenggaraan kegiatan statistic yang minimal memuat cara pengumpulan Data, komponen utama kegiatan, cakupan wilayah, dan periode pelaksanaan.
  2. Kode Kegiatan, yaitu informasi yang menunjukan bahwa kegiatan sudah mendapat rekomendasi dari Wali Data dan Metadata kegiatan statistic sudah terdaftar.
  3. Cara pengumpulan Data,terdiri atas survei lengkap, survei sebagian, kompilasi produk administrasi, dan cara lain sesuai dengan perkembangan teknologi dan informasi.
  4. Sektor Kegiatan, merujuk pada Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), yaitu:
  1. Pertanian dan perikanan;
  2. Demografi dan kependudukan;
  3. Pembangunan;
  4. Proyeksi ekonomi;
  5. Pendidikan dan pelatihan;
  6. Lingkungan;
  7. Keuangan;
  8. Globalisasi;
  9. Kesehatan;
  10. Industri dan jasa;
  11. Teknologi informasi dan komunikasi;
  12. Perdagangan internasional dan neraca perdagangan;
  13. Ketenagakerjaan;
  14. Neraca nasional;
  15. Indikator ekonomi bulanan;
  16. Produktivitas;
  17. Harga dan paritas daya beli;
  18. Sektor publik, perpajakan, dan regulasi pasar;
  19. Kewilayahan dan perkotaan;
  20. Ilmu pengetahuan dan hak paten;
  21. Perlindungan sosial dan kesejahteraan; dan
  22. Transportasi.
  1. Instansi Penyelenggara, yaitu pihak yang bertanggung jawab dalam penyelenggaraan kegiatan statistic dan/atau pihak yang menjadi pemilik kegiatan.
  2. Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara, meliputi:
  1. Alamat;
  2. Nomor telepon;
  3. Facsimile; dan
  4. Surat elektronik (e-mail).
  1. Penanggung Jawab, yaitu pihak yang menjadi coordinator utama penyelenggaraan kegiatan statistik.
  2. Penanggung Jawab Teknis, yaitu pihak yang memiliki koordinator teknis penyelenggara kegiatan dan memahami penyelenggaraan kegiatan secara keseluruhan. Penanggung jawab teknis dapat berasal dari instansi penyelenggara atau pihak ketiga (konsultan atau instansi lain).
  3. Latar Belakang Kegiatan, yaitu ide dasar atau titik tolak untuk memberikan pemahaman mengenai kegiatan statistik apa yang ingin kita sampaikan. Latar belakang yang baik harus disusun sejelas mungkin dan bila perlu disertai dengan Data atau fakta yang mendukung.
  4. Tujuan Kegiatan, yaitu narasi yang memberikan penjelasan dari maksud diselenggarakannya suatu kegiatan statistik. Mencakup informasi mengenai hasil yang ingin diperoleh dari kegiatan statistic yang akan diselenggarakan.
  5. Rencana Jadwal Kegiatan, yaitu referensi waktu terlaksananya kegiatan statistik, dimulai dari tahap perencanaan hingga penyebarluasan hasil kegiatan.
  6. Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan, yaitu segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh penyelenggara kegiatan untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya. Contoh: jenis pekerjaan, jenis kelamin, umur, dan lain sebagainya.
  7. Intensitas Kegiatan Statistik meliputi:
  1. Hanya sekali; dan
  2. Berulang.
  1. Frekuensi penyelenggaran merupakan periode waktu penyelenggaraan kegiatan statistik (diisi apabila perulangan kegiatan statistic berulang atau berkode 2).
  2. Tipe Pengumpulan Data, mencakup cara pengumpulan dan analisis Data yang akan dilakukan, apakah dalam satu waktu atau lebih dari satu waktu. Tipe pengumpulan data terdiri atas:
  1. Longitudinal Panel merupakan pengumpulan data beberapa variable pada periode waktu tertentu pada kelompok sampel yang sama untuk mengetahui perubahan kondisi atau hubungan dari populasi yang diamatinya dalam periode waktu yang berbeda. Contoh: perbandingan pelatihan selama 5 (lima) tahun.
  2. Longitudinal Cross Sectional merupakan gabungan antara pengumpulan data longitudinal panel dan cross sectional. Contoh: jumlah tenaga kerja asing selama 5 (lima) tahun.
  3. Cross Sectional merupakan pengumpulan data beberapa variable pada satu waktu untuk mengetahui hubungan satu variable dengan variable lain pada satu waktu tertentu. Conoth: jumlah tenaga kerja asing berdasarkan daerah penempatan.
  1. Cakupan Wilayah Pengumpulan Data, yaitu cakupan wilayang yang menjadi area pelaksanaan kegiatan pengumpulan data, meliputi seluruh wilayah Indonesia atau Sebagian wilayah Indonesia.
  2. Metode Pengumpulan Data, terdiri atas:
  1. Wawancara;
  2. Mengisi kuesioner sendiri (swacacah);
  3. Pengamatan observasi;
  4. Pengumpulan data sekunder; dan
  5. Metode lainnya (metode pengumpulan data selain metode sebagaimana dimaksud pada huruf a sampai dengan huruf d).
  1. Sarana Pengumpulan Data merupakan alat bantu atau media yang dipilih dan digunakan oleh penyelenggara kegiatan statistik dalam mengumpulkan Data agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan lebih mudah. Sarana pengumpulan Data terdiri atas:
  1. Paper Assisted Personal Interviewing (PAPI);
  2. Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI);
  3. Computer Assisted Telephone Interviewing (CATI);
  4. Surat (mail); dan/atau
  5. Sarana lainnya.
  1. Unit Pengumpulan Data, yaitu unit pengamatan yang digunakan dalam Pengumpulan Data.
  2. Tahapan pengolahan Data, terdiri atas:
  1. Penyuntingan (eiditing);
  2. Penyandian (coding);
  3. Data entry; dan
  4. Penyahihan (validating).
  1. Metode Analisis, yaitu proses penyederhanaan Data kedalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan diinterpretasikan. Metode analisis, terdiri atas:
  1. Deskriptif, analisi yang bertujuan untuk menggambarkan karakteristik data menggunakan metode statistik sederhana seperti mean, median, modus, dan lain sebagainya.
  2. Inferensia, analisis yang bertujuan untuk menarik Kesimpulan pada sampel yang digunakan untuk digeneralisasi ke populasi, seperti anova, manova, chi-square, dan lain sebagainya.
  1. Unit Analisi, yaitu unit Data yang akan di analisi, terdiri atas:
  1. Individu;
  2. Rumah tangga;
  3. Usaha/ Perusahaan; dan
  4. Unit lainnya.
  1. Tingkat Penyajian Hasil Analisi, yaitu kemampuan Data hasil kegiatan statistic untuk menyajikan Data atau informasi karakteristik unit sampel atau observasi dalam mewakili Tingkat daerah tertentu.
  2. Produk Kegiatan yang tersedia untuk Umum merupakan produk Data kegiatan statistic yang didideminasikan atau disebarluaskan kepada Masyarakat umum. Bentuk produk Data terdiri atas tercetak, digital dan Data mikro.
  3. Rencana Rilis Produk Kegiatan, berisi tanggal, bulan, dan tahun rencana rilis produk kegiatan dari hasil kegiatan statistik yang dilakukan.

Judul Kegiatan

1

Tuliskan judul kegiatan statistik yang dilakukan

Kode Kegiatan

2

Tuliskan kode kegiatan statistik yang dilakukan (kolom ini diisi oleh petugas)

Cara Pengumpulan Data

3

Lingkari salah satu kode sesuai dengan salah satu cara pengumpulan data yang digunakan

Sektor Kegiatan

4

Lingkari salah satu kode sesuai dengan sektor kegiatan yang dilakukan

Instansi Penyelenggara

5

Tuliskan nama instansi penyelenggara kegiatan, yaitu nama Kementerian/ Lembaga/ Organisasi Perangkat Daerah

Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara

6

Tuliskan Alamat lengkap instansi penyelenggara kegiatan statistik

Penanggung Jawab

7

Tuliskan unit kerja penanggung jawab kegiatan statistik setingkat eselon 1 dan eselon 2

Penanggung Jawab teknis

8

Tuliskan penanggung jawab teknis kegiatan statistik meliputi jabatan, alamt, nomor telepon, nomor facsimile, dan surat elektornik (e-mail)

Latar Belakang Kegiatan

9

Tuliskan latar belakang penyelenggaraan kegiatan statistik

Tujuan Kegiatan

10

Tuliskan tujuan kegiatan statistik secara ringkas dan jelas

Rencana Jadwal Kegiatan

11

Tuliskan tanggal/ bulan/ tahun dimulainya dan berakhirnya jadwal setiap tahapan dari kegiatan statistik yang dilakukan

Variable (karakteristik) yang dikumpulkan

12

Tuliskan nama variabel (karakteristik) yang dikumpulkan beserta konsep, defines, dan referensi waktunya

Intensitas Kegiatan Statistik

13

Lingkari slaah satu kode sesuai intensitas kegiatan statistik

Frekuensi Kegiatan Statistik

14

Lingkari salah satu kode sesuai dengan frekuensi penyelenggaraan kegiatan statistik

Tipe Pengumpulan Data

15

Lingkari salah satu kode sesuai dengan tipe pengumpulan data yang digunakan

Cakupan Wilayah Pengumpulan Data

16

Lingkari salah satu kode sesuai dengan cakupan wilayah pengumpulan data. Jika memilih: Sebagian wilayah Indonesia atau berkode 2, maka isi nama kabupaten/ kota dan provinsi yang dicakup

Metode Pengumpulan Data

17

Lingkari salah satu kode sesuai dengan metode pengumpulan data yang digunakan

Sarana Pengumpulan Data

18

Lingkari salah satu kode sesuai dengan sarana pengumpulan data yang digunakan. Boleh memilih lebih dari satu. Jika lainnya, tuliskan sarana pengumpulan data yang dimaksud

Unit Pengumpulan Data

19

Lingkari salah satu kode sesuai dengan unit pengumpulan data yang digunakan. Boleh memilih lebih dari satu. Jika lainnya, tuliskan unit pengumpulan data yang dimaksud

Tahapan Pengolahan Data

20

Lingkari kode 1 jika melakukan tahapan pengolahan data atau kode 2 jika tidak melakukan tahapan pengolahan data

Metode Analisis

21

Lingkari salah satu kode sesuai metode analisis yang digunakan

Unit Analisis

22

Lingkari slaah satu kode sesuai unit analisis yang digunakan

Tingkat Penyajian Hasil Analisis

23

Lingkari kode sesuai dengan Tingkat penyajian hasil analisis. Boleh memilih lebih dari satu. Jika lainnya, tuliskan Tingkat penyajian hasil analisis yang dimasud

Produk Kegiatan yang Tersedia untuk Umum

24

Lingkari kode 1 jika produk kegiatan tersedia untuk umum dan kode 2 jika produk kegiatan tidak tersedia untuk umum

Rencana Rilis Produk Kegiatan

25

Tuliskan tanggal/ bulan/ tahun rencana rilis produk kegiatan dari hasil kegiatan statistik yang dilakukan

  1. Contoh Formulir  Metadata Kegiatan

METADATA STATISTIK

KEGIATAN

 

Judul Kegiatan :

 

Tahun:

2025

Pengembangan standar kompetensi dan program pelatihan vokasi Binalavotas

 

Kode Kegiatan (diisi oleh petugas) :

 

 

 

Cara Pengumpulan Data :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3

 

Pencancahan Lengkap

-1

Kompilasi Produk Administrasi

-3

 

 

Survei

-2

Cara lain sesuai dengan perkembangan TI

-4

 

 

Sektor Kegiatan :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

13

 

Pertanian dan Perikanan

-1

Perdagangan Internasional dan Neraca Perdagangan

-12

 

 

Demografi dan Kependudukan

-2

Ketenagakerjaan

-13

 

 

Pembangunan

-3

Neraca Nasional

-14

 

 

Proyeksi Ekonomi

-4

Indikator Ekonomi Bulanan

-15

 

 

Pendidikan dan Pelatihan

-5

Produktivitas

-16

 

 

Lingkungan

-6

Harga dan Paritas Daya Beli

-17

 

 

Keuangan

-7

Sektor Publik, Perpajakan, dan Regulasi Pasar

-18

 

 

Globalisasi

-8

Perwilayahan dan Perkotaan

-19

 

 

Kesehatan

-9

Ilmu Pengetahuan dan Hak Paten

-20

 

 

Industri dan Jasa

-10

Perlindungan Sosial dan Kesejahteraan

-21

 

 

Teknologi Informasi dan Komunikasi

-11

Transportasi

-22

 

 

Jika survei statistik sektoral, apakah mendapatkan rekomendasi kegiatan statistik dari BPS?

 

 

 

2

 

Ya

-1

 

 

Tidak

-2

 

 

Jika "Ya", Identitas Rekomendasi : ………………

-

I. PENYELENGGARA

1.1.

Instansi Penyelenggara :

 

Kementerian Ketenagakerjaan RI

 

1.2.

 Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara :  

 

 

 

 

Telepon :

021-5255733

Faksimile :

-

 

 E-Mail     :

...@kemnaker.go.id

 

II. PENANGGUNG JAWAB

2.1.

Unit Eselon Penanggung Jawab

 

 

         Eselon 1 :

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN VOKASI DAN PRODUKTIVITAS

 

         Eselon 2 :

Direktorat Bina Standardisasi Kompetensi dan Program Pelatihan

2.2.

 Penanggung Jawab Teknis (setingkat Eselon 3)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

         Jabatan  :

Koordinator Bidang Pengembangan Standardisasi Kompetensi dan Kualifikasi Nasional

 

         Alamat   :

Gedung Vokasi Jl. Jendral Gatot Subroto Kav. 44, Jakarta Selatan

 

         Telepon :

-

Faksimile :

-

 

         E-Mail    :

-

 

III. PERENCANAAN DAN PERSIAPAN

3.1.

Latar Belakang Kegiatan :

 

 

Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas akan mengumpulkan dan melaporkan data bidang pelatihan vokasi dan produktivitas secara berkala sebagaimana yang telah disepakati dan ditetapkan. Seluruh data bidang pelatihan vokasi dan produktivitas yang dikumpulkan tersebut dibutuhkan untuk menjawab sasaran program yang telah ditetapkan pada dokumen Rencana Strategis Kementerian Ketenagakerjaan Tahun 2025 - 2029.

 

 

 

 

3.2.

 Tujuan Kegiatan:

 

 

Tersedianya standar kompetensi kerja dan program pelatihan vokasi

 

 

 

3.3.

 Rencana Jadwal Kegiatan:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Awal

 

Akhir

 

 

(tgl/bln/thn)

(tgl/bln/thn)

 

 

 A. Perencanaan

 

 

 

 

 

      1. Perencanaan Kegiatan

1

1

2025

s.d.

31

12

2025

 

 

      2. Desain

1

1

2025

s.d.

31

12

2025

 

 

 B. Pengumpulan

 

 

 

 

 

 

 

 

      3. Pengumpulan Data

1

1

2025

s.d.

31

12

2025

 

 

 C. Pemeriksaan

 

 

 

 

 

 

 

 

      4. Pengolahan Data

1

1

2025

s.d.

31

12

2025

 

 

 D. Penyebarluasan

 

 

 

 

 

 

 

 

      5. Analisis

1

1

2025

s.d.

31

12

2025

 

 

      6. Diseminasi Hasil

1

1

2025

s.d.

31

12

2025

 

 

      7.  Evaluasi

1

1

2025

s.d.

31

12

2025

 

3.4.

 Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan:

 

 

 

 

NO

Nama Variabel (Karakteristik)

Konsep

Definisi

Referensi Waktu (Periode Enumerasi)

 

 

 

 

1

Judul SKK

Judul SKK

Judul SKK adalah judul SKK yang terdaftar pada layanan SIAPkerja (skkni.kemnaker.go.id) yang memuat informasi bidang standar kompetensi kerja

1 tahun

 

 

2

Tahun SKK

SKK

Tahun SKK adalah tahun dimana SKK ditetapkan sesuai dokumen Keputusan Menteri

1 tahun

 

 

3

Tanggal KEPMEN

Tanggal KEPMEN

Tanggal Kepmen adalah tanggal dokumen Keputusan Menteri terkait SKK yang ditetapkan

1 tahun

 

 

4

Jumlah Unit SKK

SKK

Jumlah Unit SKK adalah jumlah unit kompetensi yang tercantum pada dokumen SKK dimaksud

1 tahun

 

 

5

Bidang/Jabatan SKK

Bidang/Jabatan SKK

Bidang/Jabatan SKK adalah bidang/jabatan yang tercantum pada dokumen keputusan Menteri SKK dimaksud

1 tahun

 

 

6

Keterangan

Keterangan

Keterangan adalah penjelasan tambahan terkait suatu dokumen SKK misalnya ada keputusan Menteri baru yang mencabut keputusan Menteri yang sudah berlaku sebelumnya dan sesuai yang tercantum pada layanan SIAPkerja (skkni.kemnaker.go.id)

1 tahun

 

 

7

Urutan SKK

Urutan SKK

Urutan SKK adalah nomor urut dokumen SKK saat ditetapkan

1 tahun

 

 

8

Nomor SKK

Nomor SKK

Nomor SKK adalah nomor SKK sesuai dengan dokumen Keputusan Menteri yang ditetapkan

1 tahun

 

 

9

Instansi Teknis

Instansi Teknis

Instansi Teknis adalah nama kementerian atau lembaga pemerintah non kementerian pembina sektor/kategori atau lapangan usaha yang memiliki otoritas teknis dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan di sektor atau lapangan usaha tertentu yang mengusulkan SKK

1 tahun

 

 

10

Status SKK

Status SKK

Status SKK adalah informasi status SKK terkait apakah berlaku atau dicabut

1 tahun

 

 

11

Kategori SKK

Kategori SKK

Kategori SKK adalah informasi kategori SKK yang tercantum pada dokumen keputusan Menteri SKK dimaksud

1 tahun

 

 

12

Golongan Pokok SKK

Golongan Pokok SKK

Golongan Pokok SKK adalah informasi golongan pokok yang tercantum pada dokumen keputusan Menteri dari SKK dimaksud

1 tahun

 

 

13

Sektor BPS

Sektor BPS

Sektor BPS adalah jenis sektor BPS untuk SKK yang telah ditetapkan dan sesuai dengan yang tercantum pada layanan SIAPkerja (skkni.kemnaker.go.id)

1 tahun

 

 

14

Jenis SKK

Jenis SKK

Jenis SKK adalah informasi jenis dari SKK dimaksud apakah  SKKNI, SKKK, atau SKKI

1 tahun

 

 

 

IV. DESAIN KEGIATAN

4.1.

 Kegiatan ini dilakukan:

2

 

Hanya sekali

-1

-> langsung ke R.3.3

Berulang

 

-2

 

 

 

 

 

4.2. Jika "berulang" (R.4.1. berkode 2), Frekuensi Penyelenggaraan:

4

 

Harian

-1

Empat Bulanan

-5

 

Mingguan

-2

Semesteran

-6

 

 

Bulanan

-3

Tahunan

-7

 

 

Triwulan

-4

 

 

> Dua Tahunan

-8

 

 

 

4.3. Tipe Pengumpulan Data:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Longitudinal Panel

-1

3

 

Longitudinal Cross Section

-2

 

Cross Sectional

 

-3

 

 

 

 

 

 

 

4.4. Cakupan Wilayah Pengumpulan Data:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1

 

Seluruh Wilayah Indonesia

-1

 

Sebagian Wilayah Indonesia

 

-2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4.5. Jika "sebagian wilayah Indonesia" (R.4.4. berkode 2), Wilayah Kegiatan:

 

 

 

 

 

 

No

Provinsi

Kabupten/Kota

 

 

1

 

 

 

 

2

 

 

 

 

3

 

 

 

4.6. Metode Pengumpulan Data

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

8

 

Wawancara

-1

 

Mengisi kuesioner sendiri (swacacah)

-2

 

 

Pengamatan (observasi)

-4

 

 

Pengumpulan Data sekunder

-8

 

 

Lainnya (sebutkan) .........................

 

 

-16

 

 

 

 

 

 

 

4.7. Sarana Pengumpulan Data

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

 

Paper-assisted Personal Interviewing (PAPI)

-1

 

Computer-assisted Personal Interviewing (CAPI)

-2

 

 

Computer-assisted Telephones Interviewing (CATI)

-4

 

 

Computer Aided Web Interviewing (CAWI)

-8

 

 

Mail

-16

 

 

Lainnya (sebutkan) ……………………

 

 

 

-32

 

 

 

 

 

 

 

4.8. Unit Pengumpulan Data:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

8

 

Individu

-1

 

Rumah Tangga

-2

 

 

Usaha/perusahaan

-4

 

 

Lainnya (sebutkan) …

-8

 

 

 

V. DESAIN SAMPEL

Diisi jika cara pengumpulan Data adalah survei sebagian

5.1.

Jenis Rancangan Sampel:

-

 

Single Stage/Phase

-1

 

Multi Stage/Phase

 

 

 

-2

 

 

 

 

 

 

 

 

5.2.

Metode Pemilihan Sampel Tahap Terakhir:

 

 

 

 

 

 

 

 

-

 

Sampel Probabilitas

-1

 --> ke R.5.3.a

 

Sampel Nonprobabilitas

 

 

 

-2

 --> ke R.5.3.b

 

 

 

 

 

 

5.3.

Jika "sampel probabilitas" (R.5.2. berkode 1), Metode yang Digunakan:

 

 

 

 

 

-

 

Simple Random Sampling

-1

 

Systematic Random Sampling

-2

 

 

Stratified Random Sampling

-3

→ ke R.5.4

 

 

Cluster Sampling

-4

 

 

Multi Stage Sampling

-5

 

 

Jika "sampel nonprobabilitas" (R.5.2. berkode 2), Metode yang Digunakan:

 

 

Quota Sampling

-6

 

 

Accidental Sampling

-7

 

 

Purposive Sampling

-8

→ ke R.5.7

 

 

Snowball Sampling

-9

 

 

Saturation Sampling

-10

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5.4.

Kerangka Sampel Tahap Terakhir:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

-

 

List Frame

-1

 

Area Frame

-2

 

5.5.

Fraksi Sampel Keseluruhan:

 

 

 

5.6.

Nilai Perkiraan Sampling Error Variabel Utama:

 

-

 

5.7.

Unit Sampel:

 

 

-

 

5.8.

Unit Observasi:

 

 

-

 

 

VI. PENGUMPULAN DATA

6.1.

Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)?

2

 

Ya

-1

 

Tidak

-2

 

6.2.

Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data:

 

 

 

 

 

 

 

8

 

Kunjungan kembali (reivisit)

-1

Task Force

-4

 

Supervisi

-2

Lainnya (sebutkan)….

-8

 

6.3.

Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon?

 

 

 

 

 

 

 

2

 

Ya

-1

 

Tidak

-2

 

        Pertanyaan 6.4 – 6.7 ditanyakan jika sarana pengumpulan data adalah PAPI, CAPI, atau   CATI
       (Pilihan R.4.7. kode 1, 2, dan/atau 4 dilingkari)

6

Petugas Pengumpulan Data:

1

 

Staf instansi penyelenggara

-1

 

Mitra/tenaga kontrak

-2

 

 

Staf instansi penyelenggara dan mitra/tenaga kontrak

-3

 

 

 

 

 

 

 

6.5.

Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data:

 

 

 

 

 

2

 

≤ SMP

-1

 

SMA/SMK

-2

 

 

Diploma I/II/III

-3

 

 

Diploma IV/S1/S2/S3

 

 

 

-4

 

 

 

 

 

 

 

 

6.6.

Jumlah Petugas:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Supervisor/penyelia/pengawas

1

orang

 

 

Pengumpul Data/enumerator

 

 

1

orang

 

 

 

 

 

 

6.7.

Apakah Melakukan Pelatihan Petugas?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1

 

Ya

-1

 

Tidak

-2

 

VII. PENGOLAHAN DAN ANALISIS

7.1.

 Tahapan Pengolahan Data:

 

 

Penyuntingan (Editing)

Ya  -1

Tidak  -2

1

 

Penyandian (Coding)

Ya  -1

Tidak  -2

1

 

Data Entry

Ya  -1

Tidak  -2

1

 

Penyahihan (Validasi)

 

 

Ya  -1

Tidak  -2

 

 

 

 

1

7.2.

Metode Analisis:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1

 

Deskriptif

-1

 

Inferensia

-2

 

 

Deskriptif dan Inferensia

 

 

-3

 

 

 

 

 

 

 

 

 

7

Unit Analisis :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

8

 

Individu

-1

Usaha/perusahaan

-4

 

Rumah tangga

 

 

-2

 

Lainnya (sebutkan)

 

-8

 

 

 

7.4.

Tingkat Penyajian Hasil Analisis

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1

 

Nasional

-1

Kecamatan

-8

 

Provinsi

-2

Lainnya (sebutkan)

-16

 

 

Kabupaten/Kota

-4

 

VIII. DISEMINASI HASIL

8.1.

 Produk Kegiatan yang Tersedia untuk Umum :

 

 

Tercetak (hardcopy)

Ya  -1

Tidak  -2

1

 

Digital (softcopy)

Ya  -1

Tidak  -2

1

 

Data Mikro

Ya  -1

Tidak  -2

2

 

 

8.2.

Jika pilihan R.8.1 kode 1, Rencana Rilis Produk Kegiatan:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tanggal

Bulan

Tahun

 

 

Tercetak

1

Maret

2025

 

 

1

Agustus

2025

 

 

Digital

1

Maret

2025

 

 

1

Agustus

2025

 

 

Data Mikro

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Metadata Variabel

Metadata variabel memiliki prinsip karakteristik sebagai berikut:

  1. Nama kegiatan merupakan nama yang digunakan dalam penyelenggaraan kegiatan statistik disertai dengan tahun kegiatan.
  2. Kode Kegiatan merupakan informasi yang menunjukkan bahwa kegiatan sudah mendapat rekomendasi dari Wali data dan metadata kegiatan statistik sudah terdaftar.
  3. Identifikasi Penyelenggara merupakan pihak yang bertanggung jawab dalam penyelenggaraan kegiatan kegiatan statistik dan/ atau pihak yang menjadi pemilik kegiatan.
  4. Nama Variabel merupakan informasi yang ingin dikumpulkan dalam suatu penyelenggaraan kegiatan statistik.
  5. Alias merupakan penamaan lain yang biasanya dapat digunakan untuk mengidentifikasi suatu variabel.
  6. Konsep merupakan rancangan ide, atau pengertian tentang suatu variabel.
  7. Definisi merupakan rumusan tentang ruang lingkup dan ciri-ciri suatu konsep yang menjadi pokok pembicaraan atau  studi.
  8. Klasifikasi merupakan penggolongan data secara sistematis ke dalann kelompok atau kategori berdasarkan kriteria yang ditetapkan oleh Pembina data statistik atau dilakukan secara luas.
  9. Referensi Pemilihan merupakan dasar hukum/ aturan yang menjadi rujukan pemilihan variabel.
  10. Referensi Waktu merupakan dasar referensi waktu yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi keakuratan suatu nilai variabel.
  11. Tipe data merupakan pengklasifikasian Data berdasarkan bentuk data yang dihasilkan.
  12. Domain Value merupakan skala dan penjelasan dari nilai isian variabel.
  13. Aturan Validasi merupakan aturan yang diberikan dan berlaku terhadap pemberian nilai isian dari suatu variabel.
  14. Kalimat Pertanyaan dalam Kuesioner merupakan kalimat yang dianggap tepat untuk digunakan dalam menangkap niali suatu variabel.
  15. Aksesibilitas merupakan penjelasan aksesibilitas data untuk khalayak umum.

Nama Kegiatan

1

Tuliskan Nama Kegiatan

Kode Kegiatan

2

Tuliskan kode kegiatan yang telah direkomendasikan  

Identifikasi Penyelenggara

3

Tuliskan nama instansi/ institusi penyelenggara kegiatan dan nama unit eselon I hingga III

Nama Variabel

4

Tuliskan nama variabel yang dihasilkan dari kegiatan statistik yang dilaksanakan

Alias

5

Tuliskan alias dari nama variabel yang dihasilkan

Konsep

6

Tuliskan rancangan, ide atau pengertian dari variabel yang dirujuk

Definisi

7

Tuliskan unit kerja penanggung jawab definisi dari variabel yang dirujuk

Klasifikasi

8

Tuliskan pengklasifikasian nilai dari variabel yang dirujuk

Referensi Pemilihan

9

Tuliskan dasar hukum/ aturan pemilihan variabel

Referensi Waktu

10

Tuliskan referensi waktu pengumpulan nilai dari variabel

Tipe Data

11

Tuliskan tipe data dari variabel

Domain Value

12

Tuliskan domain isian yang tersedia pada pengisian variavel

Aturan Validasi

13

Tuliskan aturan pengisian pemberian nilai dari suatu variabel

Kalimat Pertanyaan dalam Kuesioner

14

Tuliskan pertanyaan yang digunakan untuk menangkap mnilai suatu variabel

Aksesibilitas

15

Tuliskan keterangan apakah variabel dapat diakses oleh public atau tidak

  1. Contoh

METADATA STATISTIK

VARIABEL

Keterangan Kegiatan Statistik

Nama Kegiatan

Pengembangan Standardisasi Kompetensi dan Program Latihan

 

Instansi :

Kementerian Ketenagakerjaan RI

 

Penyelenggara

Unit Kerja Eselon I :

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN VOKASI DAN PRODUKTIVITAS

Kode Kegiatan

0

 

Unit Kerja Eselon II :

Direktorat Bina Standardisasi Kompetensi dan Program Pelatihan

(diisi oleh petugas)

 

Unit Kerja Eselon III :  

Koordinator Bidang Pengembangan Standardisasi Kompetensi dan Kualifikasi Nasional

 

No.

Nama Variabel

Alias

Konsep

Definisi

Referensi Pemilihan

Referensi Waktu

Tipe Data

Klasifikasi Isian

Aturan Validasi

Kalimat Pertanyaan

Apakah Kolom (2) Dapat Diakses Umum?

Ya

-1

Tidak

-2

-1

-2

-3

-4

-5

-6

-7

-8

-9

-10

-11

-12

 

1

Judul SKK

 

Judul SKK

Judul SKK adalah judul SKK yang terdaftar pada layanan SIAPkerja (skkni.kemnaker.go.id) yang memuat informasi bidang standar kompetensi kerja

 

 

 

 

 

 

 

2

Tahun SKK

 

Tahun SKK

Tahun SKK adalah tahun dimana SKK ditetapkan sesuai dokumen Keputusan Menteri

 

 

 

 

 

 

3

Tanggal KEPMEN

 

Tanggal KEPMEN

Tanggal Kepmen adalah tanggal dokumen Keputusan Menteri terkait SKK yang ditetapkan

 

 

 

 

 

 

 

4

Jumlah Unit SKK

 

Jumlah Unit SKK

Jumlah Unit SKK adalah jumlah unit kompetensi yang tercantum pada dokumen SKK dimaksud

 

 

 

 

 

 

 

5

Bidang/Jabatan SKK

 

Bidang/Jabatan SKK

Bidang/Jabatan SKK adalah bidang/jabatan yang tercantum pada dokumen keputusan Menteri SKK dimaksud

 

 

 

 

 

 

 

6

Keterangan

 

Keterangan

Keterangan adalah penjelasan tambahan terkait suatu dokumen SKK misalnya ada keputusan Menteri baru yang mencabut keputusan Menteri yang sudah berlaku sebelumnya dan sesuai yang tercantum pada layanan SIAPkerja (skkni.kemnaker.go.id)

 

 

 

 

 

 

 

7

Urutan SKK

 

Urutan SKK

Urutan SKK adalah nomor urut dokumen SKK saat ditetapkan

 

 

 

 

 

 

 

8

Nomor SKK

 

Nomor SKK

Nomor SKK adalah nomor SKK sesuai dengan dokumen Keputusan Menteri yang ditetapkan

 

 

 

 

 

 

 

9

Instansi Teknis

 

Instansi Teknis

Instansi Teknis adalah nama kementerian atau lembaga pemerintah non kementerian pembina sektor/kategori atau lapangan usaha yang memiliki otoritas teknis dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan di sektor atau lapangan usaha tertentu yang mengusulkan SKK

 

 

 

1. Kementerian Perindustrian
2. Otoritas Jasa Keuangan
3. Bank Indonesia
4. Kementerian Ketenagakerjaan
5. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
6. Kementerian Perhubungan
7. Kementerian Komunikasi dan Informatika
8. Kepolisian Negara Republik Indonesia
9. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

 

 

 

10

Status SKK

 

Status SKK

Status SKK adalah informasi status SKK terkait apakah berlaku atau dicabut

 

 

 

1. Berlaku
2. Dicabut

 

 

 

11

Kategori SKK

 

Kategori SKK

Kategori SKK adalah informasi kategori SKK yang tercantum pada dokumen keputusan Menteri SKK dimaksud

 

 

 

A. Pertanian, Kehutanan dan Perikanan
B. Pertambangan dan Penggalian
C. Industri Pengolahan
D. Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas dan Udara Dingin
E. Pengelolaan Air, Pengelolaan Air Limbah, Pengelolaan dan Daur Ulang Sampah, dan Aktivitas Remediasi
F. Konstruksi

 

 

 

12

Golongan Pokok SKK

 

Golongan Pokok SKK

Golongan Pokok SKK adalah informasi golongan pokok yang tercantum pada dokumen keputusan Menteri dari SKK dimaksud

 

 

 

1. Pertanian Tanaman, Peternakan, Perburuan, dan Kegiatan YBDI
2. Kehutanan dan Pemanenan Kayu dan Hasil Hutan Selain Kayu
3. Perikanan
4. Pertambangan Batu Bara dan Lignit
5. Pertambangan Minyak Bumi dan Gas Alam dan Panas Bumi
6. Pertambangan Bijih Logam
7. Pertambangan dan Penggalian Lainnnya
8. Aktivas Jasa Penunjang Pertambangan
9. Industri Makanan
10. Industri Minuman

 

 

 

13

Sektor BPS

 

Sektor BPS

Sektor BPS adalah jenis sektor BPS untuk SKK yang telah ditetapkan dan sesuai dengan yang tercantum pada layanan SIAPkerja (skkni.kemnaker.go.id)

 

 

 

1. Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
2. Pertambangan dan Penggalian
3. Industri Pengolahan
4. Pengadaan Listrik, Gas
5. Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang
6. Konstruksi
7. Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor
8. Transportasi dan Pergudangan
9. Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum
10. Informasi dan Komunikasi

 

 

 

14

Jenis SKK

 

Jenis SKK

Jenis SKK adalah informasi jenis dari SKK dimaksud apakah  SKKNI, SKKK, atau SKKI

 

 

 

1. SKKNI
2. KKNI
3. SKKI

 

 

 

  1. Metadata Indikator

Metadata indicator memiliki prinsip karakteristik sebagai berikut:

  1. Nama kegiatan merupakan nama yang digunakan dalam penyelenggaraan kegiatan statistik disertai dengan tahun kegiatan.
  2. Kode Kegiatan merupakan informasi yang menunjukan bahwa kegiatan sudah mendapat rekomendasi dari Wali data dan metadata kegiatan statistik sudah terdaftar.
  3. Identifikasi Penyelenggara merupakan pihak yang bertanggung jawab dalam penyelenggaraan kegiatan kegiatan statistik dan/ atau pihak yang menjadi pemilik kegiatan.
  4. Nama Indikator merupakan merupakan nama atau istilah yang digunakan untuk menyebut suatu nilai hasil dari penghitungan variabel.
  5. Konsep merupakan rancangan ide, atau pengertian tentang suatu variabel.
  6. Definisi merupakan rumusan tentang ruang lingkup dan ciri-ciri suatu konsep yang menjadi pokok pembicaraan atau  studi.
  7. Interpretasi merupakan penterjemahan yang tepat terhadap suatu angka yang disajikan.
  8. Metode/ Rumus Perhitungan merupakan rumus yang digunakan untuk menghitung nilai indicator.
  9. Ukuran merupakan unit yang digunakan dalam pengukuran jumlah, kadar, atau cakupan. Ukuran juga erat kaitannya dengan bentuk saat data disajikan, apakah dalam bentuk lainnya
  10. Satuan merupakan besaran tertentu dalam data yang digunakan sebagai standar untuk mengukur atau menakar sebagai sebuah keseluruhan.
  11. Klasifikasi merupakan penggolongan data secara sistematis ke dalann kelompok atau kategori berdasarkan kriteria yang ditetapkan oleh Pembina data statistic atau dilakukan secara luas.
  12. Jenis Indikator merupakan penjelasan penggolongan indicator yang dihasilkan, komposit ataukah Tunggal.
  13. Indicator Pembangun merupakan indicator lain yang digunkaan  untuk membangun indicator yang dirujuk.
  14. Variabel Pembangun merupakan variabel yang digunakan untuk membangun idnikator yang dirujuk.
  15. Level estimasi merupakan informasi mengenai Tingkat penyajian hasil yang akan dilakukan apakah nasional, provinsi, kabupaten/ kota, atau level administrasi lainnya.
  16. Aksesibilitas merupakan penjelasan aksesibilitas data untuk khalayak umum.

Nama Kegiatan

1

Tuliskan Nama Kegiatan

Kode Kegiatan

2

Tuliskan kode kegiatan yang telah direkomendasikan  

Identifikasi Penyelenggara

3

Tuliskan nama instansi/ institusi penyelenggara kegiatan dan nama unit eselon I hingga III

Nama Indikator

4

Tuliskan indicator pencapaian kinerja atau yang mendukung/ menunjang pencapaian kinerja dari kegiatan yang menghasilkan data

Konsep

5

Tuliskan rancangan, ide atau pengertian dari variabel yang dirujuk

Definisi

6

Tuliskan unit kerja penanggung jawab definisi dari variabel yang dirujuk

Interpretasi

7

Tuliskan penjelasan nilai indicator yang dihasilkan

Metode/ Rumus Penghitungan

8

Tuliskan rumus yang digunakan untuk memperoleh indicator

Ukuran

9

Tuliskan unit yang digunakan dalam pengukuran jumlah, kadar, atau cakupan

Satuan

10

Tuliskan besaran yang digunakan sebagai standar untuk mengukur indikator

Klasifikasi

11

Tuliskan pengklasifikasian indicator berdasarkan variabel/ indicator pembangunnya

Nama Media

0

Tuliskan media publisitas utama yang digunakan

Apakah Indikator merupakahn Indikator Komposit (Jenis Indikator)

12

Tuliskan penjelasan apakah indicator yang dirujuk merupakan indicator komposit atau tunggal

Indikator Pembangun

13

Tuliskan indikator pembangun yang digunakan

Variabel Pembangun

14

Tuliskan variabel pembangun yang digunakan

Level Estimasi

15

Tuliskan informasi mengenai Tingkat penyajian hasil yang akan dilakukan (Nasional, Provinsi, Kabupaten/ Kota, atau level administrasi lainnya)

Aksesibilitas

16

Tuliskan keterangan apakah variabel dapat diakses oleh public atau tidak

  1. Contoh

METADATA STATISTIK

INDIKATOR

Keterangan Kegiatan Statistik

Nama Kegiatan

Pengembangan Standardisasi Kompetensi dan Program Latihan

 

Instansi :

Kementerian Ketenagakerjaan RI

 

Penyelenggara

Unit Kerja Eselon I :

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN VOKASI DAN PRODUKTIVITAS

Kode Kegiatan

0

 

Unit Kerja Eselon II :

Direktorat Bina Standardisasi Kompetensi dan Program Pelatihan

(diisi oleh petugas)

 

Unit Kerja Eselon III :  

Koordinator Bidang Pengembangan Standardisasi Kompetensi dan Kualifikasi Nasional

 

No.

Nama Indikator

Konsep

Definisi

Interpretasi 

Metode/Rumus Penghitungan    

Ukuran

Satuan 

Klasifikasi Penyajian

Apakah Kolom (2) Indikator Komposit?

Jika Kolom (10) berkode 1

Jika Kolom (10) berkode 2

Level Estimasi

Apakah Kolom (2) Dapat Diakses Umum?

Ya -1

Tidak -2

Indikator Pembangun

Variabel Pembangun

Ya -1

 

Publikasi Ketersediaan

Nama

Kegiatan Penghasil 

Kode Keg. (diisi petugas)

Nama 

Tidak -2

-1

-2

-3

-4

-5

-6

-7

 

-9

-10

-11

-12

-13

-14

-15

-16

-17

1

Data Standar Kompetensi Kerja yang ditetapkan*

Standar Kompetensi Kerja

Jumlah Standar Kompetensi Kerja yang Ditetapkan menunjukkan jumlah Standar Kompetensi Kerja yang telah ditetapkan untuk mendukung pengembangan tenaga kerja.

Standar Kompetensi Kerja merupakan rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan/atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan dan meliputi standar Kompetensi Kerja nasional Indonesia, standar Kompetensi Kerja internasional, dan/atau standar Kompetensi Kerja khusus yang ditetapkan

-

Jumlah SKKNI yang telah ditetapkan

Jumlah

Dokumen

Instansi Teknis,
Status SKKNI,
Kategori SKKNI,
Golongan Pokok SKKNI,
Sektor BPS

2

-

-

Pengembangan Standardisasi Kompetensi dan Program Latihan

00

Judul SKKNI

Nasional

1