tags: Top!Capitano x Bottom! Varka, OOC, one night stand, Older! Capitano, Younger! Varka, taking virginity, anal sex, first time bottoming, modern universe, frontal words, semi-formal language, slight eng.
Varka bohong jika ia bilang dirinya masih perjaka. Lagi, siapa yang tidak tertarik dengan pria seperti Varka? Badan menjulang dan tegap, besar dan berotot, parasnya rupawan, da–hatinya yang besar. Baik pria maupun wanita pasti tertarik.
Varka sendiri sudah pernah mencicipi beberapa wanita, ya one night stand lah.
Walau banyak pria yang tertarik dengannya, Varka tidak pernah berpikir atau kepikiran sedikitpun untuk tertarik pada pria.
Tapi kalau memang tertarik, dirinya pasti yang akan jadi pihak atas kan?
Iya, kan?
Suara desahan Varka bergema kencang di dalam kamar hotel mewah yang telah disewa. Berkali-kali lubang belakangnya dirodok dalam-dalam, mengenai prostatnya sampai ia keenakan.
Entah sudah berapa kali Varka orgasme. Yang Varka tahu, saat ini, rasa nikmat yang dia rasakan jauh lebih dahsyat dibandingkan saat kontolnya dijepit oleh seorang wanita perawan sekalipun.
Tapi Varka sudah kewalahan, perutnya rasanya sudah penuh dengan peju. Kalau saja Varka seorang perempuan, ia yakin ia pasti akan hamil saat ini semua selesai.
“C-Cukup..–ahh! Tuanhh tolong…aku–hnghh!” Ucapannya terputus ketika lagi lagi, kontol di dalam lubangnya melesak masuk dengan kuat. Pria dibelakangnya terkekeh.
“Kau yang menggodaku, tapi kau juga yang menyerah? Benarkah kau pria yang diagung-agungkan oleh para wanita diluar sana? Yang katanya membuat mereka kewalahan,” Pria di belakang Varka menarik rambutnya dengan kencang, membuat punggung Varka melengkung tajam, “Bagaimana rasanya berada diposisi mereka, Varka?”
Mata Varka menjuling ke belakang, otot-otot lubangnya menjepit kuat-kuat kontol yang masih betah di dalam tubuhnya, membuat pria dibelakangnya mendesah dalam.
Peju Varka menyemprot keluar sedikit, kontolnya–yang tidak bisa dibilang kecil itu sudah memerah dan tegang, sama sekali belum disentuh.
“Mmau..hhahh, keluarhh…” Desah Varka dengan lemah, pria di belakangnya melepaskan pegangannya pada rambut Varka, membiarkannya jatuh ke kasur.
“Tahan sedikit lagi, Varka,” Ucap pria itu.
Tiba-tiba posisinya diubah. Varka berbaring menghadap ke depan, kakinya diangkat dan ditaruh di atas pundak sang pria. Membuat kontol di dalamnya masuk lebih dalam lagi.
Sungguh, saking dalamnya, bentukan kontol pria itu sampai tercetak jelas di perut berotot Varka.
Varka mendesah dengan keras ketika pria di atasnya mulai bergerak dengan tempo cepat dan dalam. Menumbuk titik nikmatnya berkali-kali sampai kepalanya hanya terisi oleh rasa nikmat.
Lama-kelamaan temponya berubah menjadi acak, tanda puncak pria itu semakin dekat. Tapi Varka sudah tidak tahan lagi.
Tubuhnya membusung tinggi, lidahnya keluar, matanya juling ke belakang, Varka mencapai puncaknya. Pejunya mengenai dada sintal dan sekal miliknya, mengotori juga dagunya. Pemandangan yang sangat erotis.
Pria di atasnya menggeram, menghentak pinggulnya beberapa kali sampai dirinya pun mencapai puncaknya. Pejunya kembali memenuhi lubang anus Varka.
Pria di atasnya itu akhirnya melihat ke arah Varka dengan seksama, sebelum terkekeh.
“I fucked you stupid didnt I?” Pria itu bertanya, namun tidak terdapat jawaban. Lagi-lagi pria itu menatap Varka dalam-dalam.
“Namaku Thrain, sweetheart. Remember it well,” Pria itu menunduk, “Because this wont be the last time I fucked you stupid.”
Setelah itu, Varka tidak mengingat apa-apa lagi.