Tema #1: Mengenal Peran Roh Kudus

MODUL PENDAMPINGAN IMAN KMK

KOKERMA Kev. Semarang

TUJUH KARUNIA ROH KUDUS

Pengantar Tema

Teman-teman yang terkasih, sering muncul pertanyaan dalam diri kita: Bagaimana cara Allah menyertai kita? Nah, pada kesempatan ini, kita akan mengenal salah satu cara Allah menyertai kita, anak-anak-Nya, yakni melalui kehadiran Roh Kudus di tengah pergulatan hidup harian kita.

Siapakah Roh Kudus? Kita mengenal Roh Kudus dari pewartaan Yesus. "Roh Kudus" adalah nama Dia, yang kita sembah dan kita muliakan bersama Bapa dan Putera. Gereja menerima nama ini dari Tuhan dan mengucapkan-Nya waktu Pembaptisan anak-anaknya yang baru (KGK 691). Roh Kudus adalah “Pribadi ketiga Tritunggal, yang berasal dari Bapa dan Putra, dan disembah dan dimuliakan bersama dengan Bapa dan Putra” (KGK 687). Roh di tutus “ke dalam hati kita” (Gal 4:6), sehingga kita menerima hidup baru sebagai anak-anak Allah.

Roh Kudus tidak sekadar daya, tetapi Roh Kudus adalah pribadi. Roh Kudus adalah pribadi ketiga Allah. Dialah yang membimbing kita agar sampai kepada pengenalan akan Allah.

Roh Kudus sendiri tidak kelihatan secara inderawi dan juga jarang dibicarakan.Maka kita perlu merenungkan: Apa peran Roh Kudus bagi kita?

Doa Pembuka

Ya Allah Bapa yang bertahta dalam kerajaan surga, terima kasih atas berkat karunia-Mu sepanjang hidup kami. Kami berterima kasih karena Engkau telah mengumpulkan kami di sini sehingga kami dapat berkumpul untuk memuliakan nama-Mu. Pada kesempatan siang ini, kami ingin memahami besarnya kasih-Mu melalui kehadiran Roh Kudus dalam hidup kami. Perkenankanlah kami mengenal tujuh karunia Roh Kudus yang Engkau berikan kepada kami sehingga kami menjadi anak-anak-Mu. Sucikanlah dan kuduskanlah kami agas layak memuji dan menyembah-Mu serta merenungkan firman-Mu, dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. Amin

Ilustrasi

DUA KOTAK

Ada di tanganku dua buah kotak yang telah Tuhan berikan padaku untuk dijaga. Kata-Nya, "Masukkan semua penderitaanmu ke dalam kotak yang berwarna hitam. Dan masukkan semua kebahagiaanmu ke dalam kotak yang berwarna emas."

Aku melakukan apa yang Tuhan katakan. Setiap kali mengalami kesedihan maka aku letakkan ia ke dalam kotak hitam. Sebaliknya ketika bergembira maka aku letakkan kegembiraanku dalam kotak berwarna emas.

Tapi anehnya, semakin hari kotak berwarna emas semakin bertambah berat. Sedangkan kotak berwarna hitam tetap saja ringan seperti semula. Dengan penuh rasa penasaran, aku membuka kotak berwarna hitam. Kini aku tahu jawabannya. Aku melihat ada lubang besar di dasar kotak berwarna hitam itu, sehingga semua penderitaan yang aku masukkan ke sana selalu jatuh keluar.

Aku tunjukkan lubang itu pada Tuhan dan bertanya, "Kemanakah perginya semua penderitaanku?"

Tuhan tersenyum hangat padaku. "AnakKu, semua penderitaanmu berada padaKu." Aku bertanya kembali, "Tuhan, mengapa Engkau memberikan dua buah kotak, kotak emas dan kotak hitam yang berlubang?"

"AnakKu, kotak emas Kuberikan agar kau senantiasa menghitung rahmat yang Aku berikan padamu, sedangkan kotak hitam Kuberikan agar kau melupakan penderitaanmu." Ingat-ingatlah semua kebahagiaanmu agar kau senantiasa merasakan kebahagiaan. Campakkan penderitaanmu agar kau melupakannya.

Refleksi

  1. Apa artinya hidup dipimpin oleh Roh Kudus?
  2. Sudahkan kita memohon agar hidup kita dipimpin oleh Roh Kudus?

Inside

Teman-teman, dalam tradisi Gereja Katolik, Roh Kudus diyakini memberikan rahmat-Nyamelalui karunia-karunia-Nya. Nabi Yesaya telah menulis tentang ketujuh karunia Roh Kudus tersebut (Yes 11:2-3). Katekismus Gereja Katolik mengajarkan: “Ketujuh karunia Roh Kudus yang diberi kepada orang Kristen adalah: kebijaksanaan, pengertian, nasihat, keperkasaan, pengenalan, kesalehan, dan rasa takut kepada Allah.” (KGK 1845).

Mengapa umat Allah memerlukan tujuh karunia Roh Kudus? Jawabannya sederhana, yaitu karena karunia Roh Kudus ini diperlukan supaya kita dapat mencapai tujuan akhir kita, yaitu sorga. Karena sorga yang ilahi itu berada di luar kodrat manusia, maka kita memerlukan bantuan ilahi, yaitu Roh Kudus, untuk mencapai tujuan akhir ini. Sama seperti bayi tidak bisa pergi ke suatu tempat tanpa bantuan orang tuanya, maka kita tidak dapat mencapai sorga tanpa bantuan dari Allah sendiri, yaitu Roh Kudus. Inilah peran Roh Kudus bagi kita. “Roh Kudus membangun, menjiwai, dan menyucikan Gereja. Sebagai Roh Cinta Kasih, Roh Kudus memulihkan keserupaan ilahi yang hilang karena dosa bagi orang-orang yang dibaptis dan membuat mereka hidup di dalam Kristus. Roh Kudus mengutus mereka untuk memberikan kesaksian akan Kebenaran Kristus dan membimbing mereka dalam tugas masing-masing sehingga semuanya mendapatkan buah Roh” (KGK 733-741).

St. Thomas Aquinas menjelaskan lebih lanjut bahwa akal budi dan tentu saja kebajikan ilahi (iman, pengarapan dan kasih) diperlukan untuk mencapai tujuan akhir. Namun, karunia Roh Kudus inilah yang membuat jiwa kita siap mengikuti gerakan rahmat Allah. Dapat diibaratkan bahwa karunia Roh Kudus merupakan layar dari sebuah kapal, yang memungkinkan kapal bergerak di laut lepas menuju tujuan akhir tanpa adanya usaha yang begitu besar dari awak kapal. Dengan layar yang berkembang secara bebas, maka kapal tersebut dapat mencapai tujuan akhir dengan selamat.

Dalam Katekismus Gereja Katolik (KGK 1831) Ketujuh karunia Roh Kudus itu adalah: kebijaksanaan, pengertian, nasihat, keperkasaan, pengetahuan, kesalehan, dan rasa takut akan Allah.

1. Karunia Roh Hikmat/Kebijaksanaan (the Gift of Wisdom)

Karunia Kebijaksanaan yaitu “untuk menilai dan mengatur segala sesuatu sesuai dengan norma-norma ilahi dan dengan kewajaran yang memancar dari persatuan kasihnya dengan Tuhan.” Karunia Kebijaksanaan membantu kita untuk lebih banyak berpikir tentang Allah dan hidup rohani. Dengan karunia kebijaksanaan, bahkan suatu “jiwa yang tak berpendidikan” dapat memiliki pengetahuan ilahi yang sangat mendalam. Sebagai contoh, St. Theresia dari Liseux tidak memiliki pendidikan formal dalam teologi, namun demikian ia memiliki kebijaksanaan dalam mengenal jalan-jalan Tuhan; oleh karena alasan ini, ia digelari Pujangga Gereja.

Karunia Kebijaksanaan memungkinkan seseorang melihat segala sesuatunya dari kacamata Tuhan, maka orang ini dapat menimbang segala sesuatunya dengan tepat, mempunyai perspektif yang jelas akan kehidupan, melihat segala yang terjadi dalam kehidupannya dengan baik tanpa adanya kepahitan, dan dapat bersukacita di dalam penderitaan. Semua yang terjadi dilihat secara jelas dalam kaitannya dengan Tuhan. Karunia ini memungkinkan seseorang menjalani kehidupan sehari-hari dengan pandangan terfokus kepada Tuhan.

2.Karunia Roh Pengertian (the Gift of Understanding)

Karunia Roh Pengertian adalah karunia “untuk memberikan pengertian dan pemahaman mendalam akan kebenaran ilahi dalam iman, bukan sebagai pencerahan sementara, melainkan sebagai intuisi tetap.” Dengan pencerahan akal budi terhadap kebenaran, Roh Kudus membantu orang untuk mengerti kebenaran iman dengan mudah dan mendalam, serta memahami kedalaman kebenaran-kebenaran tersebut. Karunia pengertian tidak hanya membantu dalam memahami kebenaran-kebenaran yang telah dinyatakan, tetapi juga kebenaran-kebenaran alamiah sejauh mereka berhubungan dengan akhir hidup rohani. Kualitas terpenting dari karunia ini adalah “memahami intuisi” - dalam beberapa hal menjangkau yang tak nampak.

3.Karunia Roh Nasihat (the Gift of Counsel)

Karunia Nasihat adalah karunia “untuk membangkitkan ketaatan dan pasrah diri orang pada nasihat Tuhan dalam segala tindakannya demi mencapai kekudusan dan keselamatan.” Terutama, karunia nasihat memampukan orang untuk menilai tindakan pribadi sebagai baik dan harus dilakukan, atau sebagai jahat dan harus dihindari. Nasihat dibuat sesuai pandangan pribadi akan kekudusan dan tujuan akhir rohaninya.

Karunia nasihat berhubungan dengan kebajikan akan kebijaksanaan; namun demikian, jika kebajikan akan kebijaksanaan bekerja sesuai dengan akal budi dalam terang iman, karunia nasihat bekerja di bawah bimbingan Roh Kudus. Sebagai konsekuensinya, nasihat yang diberikan mungkin tidak akan dapat dijelaskan dengan akal sehat. Karunia ini juga mendatangkan banyak manfaat: memelihara suara hati yang baik, menyediakan solusi dalam menghadapi situasi-situasi sulit dan tak terduga, serta membantu memberikan nasihat kepada orang-orang lain, terutama dalam hal kekudusan dan keselamatan pribadi.

4. Karunia Roh Keperkasaan (the Gift of Fortitude)

Dengan Karunia Keperkasaan, orang dapat “mengatasi persoalan-persoalan atau menanggung derita dan sengsara dengan kekuatan dan keperkasaan yang dianugerahkan Tuhan.” Sama seperti karunia-karunia yang lain, karunia keperkasaan bekerja atas dorongan Roh Kudus, dan memberikan kekuatan kepada orang untuk melawan yang jahat serta bertekun demi kehidupan kekal. Karunia keperkasaan ini menghantar seseorang pada keutamaan akan nilai-nilai kesempurnaan, mengisinya dengan kekuatan, ketekunan, dan ketangkasan. Karunia keperkasaan memampukan jiwa untuk menderita dengan sabar dan sukacita. Jiwa-jiwa yang suci menanggung penderitaan dan rasa sakit dengan wajah gembira. Karunia keperkasaan membantu kita untuk tidak menyerah pada kesulitan dan penderitaan. Contohnya: ketika suatu masalah/konflik perlu dipecahkan, karunia keperkasaan membantu kita untuk menghadapinya, dan bukan melarikan diri.

5. Karunia Roh Pengenalan (the Gift of Knowledge)

Karunia Pengenalan adalah karunia yang memampukan orang “untuk menilai dengan benar dalam hal kebenaran iman sesuai dengan dasar dan prinsip-prinsip dari kebenaran yang telah dinyatakan.” Di bawah bimbingan Roh Kudus, akal budi manusia membuat penilaian yang benar atas barang-barang duniawi dan hubungan antara benda-benda tersebut dengan kehidupan kekal dan kesempurnaan Kristiani. Dengan demikian, karunia ini merupakan suatu pencerahan khusus, yang memampukan orang untuk menyadari kesia-siaan barang duniawi bagi diri mereka sendiri sehingga barang-barang tersebut tidak menjadi penghalang bagi persatuannya dengan Tuhan. Pada saat yang sama, karunia pengenalan memampukan orang untuk melihat melalui karya ciptaan, Tuhan yang menjadikan semuanya

Karunia ini menimbulkan beberapa efek yang sungguh bermanfaat bagi pengudusan jiwa: introspeksi diri, memampukan orang melihat keadaan jiwanya; lepas dari kelekatan terhadap hal-hal materi; dan rasa sesal atas penyalahgunaan barang-barang materi atau apabila barang-barang tersebut telah menjadi penghalang hubungannya dengan Tuhan. St. Thomas mengajarkan bahwa karunia pengenalan menghantar orang pada kesempurnaan kebajikan akan iman, juga menghantar pada kebijaksanaan, keadilan, penguasaan diri, dan menjauhkan dari ketamakan.

6. Karunia Roh Kesalehan (the Gift of Piety)

Orang dihantar pada Karunia Kesalehan “guna menghaturkan sembah sujud kepada Tuhan terutama sebagai Bapa kita dan berhubungan dengan semua orang sebagai anak-anak dari Bapa yang sama.” Di sini, orang menyatakan rasa hormat pada Tuhan sebagai Bapa yang penuh belas kasihan, serta menghormati sesama sebagai anak-anak Tuhan terutama karena memang begitu mereka adanya. Dengan demikian, karunia kesalehan menyempurnakan kebajikan akan keadilan, memampukan orang untuk memenuhi segala kewajibannya kepada Tuhan dan sesama; ia tidak hanya dimotivasi oleh keadilan yang harus ditegakkan, tetapi juga oleh hubungan cinta kasih yang dialaminya bersama sesama.

Sebagai contoh, kita mentaati sepuluh perintah Allah bukan hanya karena perintah-perintah itu sendiri, melainkan karena kasih kita kepada Bapa dan kasih kita kepada saudara serta saudari dalam Tuhan. Karunia Kesalehan memampukan kita melihat bahwa sesama kita adalah anak-anak Allah dan saudara-saudari dalam Kristus. Jiwa memberikan dirinya untuk karya-karya sosial bagi mereka yang malang, dan melayani orang lain untuk menyenangkan Allah.

 7. Karunia Takut akan Tuhan (the Gift of Fear of the Lord)

Karunia Takut akan Tuhan memampukan orang “untuk menghindari dosa dan menghindari cinta / kelekatan pada barang-barang duniawi lebih dari rasa cinta dan hormat kepada Tuhan.” Teristimewa, karunia ini membangkitkan rasa hormat mendalam kepada Allah segala kuasa yang Mahatinggi. Di sini, orang menyadari “keterbatasannya sebagai ciptaan” dan ketergantungannya kepada Tuhan, serta tidak akan pernah mau dipisahkan dari Tuhan yang penuh belas kasihan. Karunia takut akan Allah ini membangkitkan dalam jiwa semangat sembah sujud dan takwa kepada Allah yang Mahakuasa serta rasa ngeri serta sesal atas dosa.

Karunia ini kadangkala disalahtafsirkan karena kata 'takut'. Takut yang dimaksudkan di sini bukanlah rasa takut seorang budak, di mana orang melayani Tuhan hanya karena ia takut akan penghukuman, baik hukuman yang sifatnya sementara di dunia ini ataupun hukuman abadi di neraka. Hubungan sejati dengan Tuhan didasarkan atas kasih, bukan takut. Sebab itu, “takut akan Allah” ini lebih merupakan takut anak kepada bapa atau takut karena hormat yang menggerakkan orang untuk melakukan kehendak Tuhan dan menghindari dosa karena kasih kepada Tuhan, yang sepenuhnya baik dan patut mendapatkan kasih kita seutuhnya

Karunia takut akan Allah menghantar orang pada kesempurnaan terutama kebajikan akan pengharapan: manusia menghormati Tuhan sebagai Tuhan, percaya pada kehendak-Nya dan mempercayakan hidupnya dalam tangan-Nya. Di samping itu, ia rindu untuk bersatu dengan Tuhan selamanya di surga. Karunia ini juga merupakan landasan bagi karunia-karunia yang lain. Seperti ditegaskan dalam Kitab Suci, “Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya.” (Mzm 112:1) dan “Awal kebijaksanaan ialah ketakutan akan Tuhan.” (Sir 1:14).

Tujuan "takut akan Tuhan" adalah membantu melahirkan kasih kepada Allah dalam hidup kita.

Doa Umat

Teman-teman yang terkasih, marilah kita berdoa kepada Allah yang telah mengaruniakan Roh-Nya yang kudus kepada kita. Marilah kita mohon Tujuh Karunia Roh Kudus (PS 93).

Datanglah ya Roh Kudus, penuhilah hati umat-Mu, dan nyalakanlah di dalamnya api cinta-Mu. Utuslah Roh-Mu, maka semuanya akan dijadikan lagi, dan Engkau akan membarui muka bumi.

Datanglah ya Roh Hikmat, turunlah atas diri kami, ajarlah kami menjadi orang bijak terutama agar kami dapat menghargai, mencintai, dan mengutamakan cita-cita surgawi; dan semoga kami Kaulepaskan dari belenggu dosa dunia ini.

(....marilah kita hening sejenak....)

Datanglah ya Roh Pengertian, turunlah atas diri kami. Terangilah budi kami, agar dapat memahami ajaran Yesus, Sang Putra, dan melaksanakannya dalam hidup sehari-hari.

(....marilah kita hening sejenak....)

Datanglah ya Roh Nasihat, dampingilah kami dalam perjalanan hidup yang penuh gejolak ini; semoga kami selalu melakukan yang baik dan menjauhi yang jahat.

(....marilah kita hening sejenak....)

Datanglah ya Roh Keperkasaan, kuatkanlah hamba-Mu yang lemah ini, agar tabah menghadapi segala kesulitan dan derita. Semoga kami Kaukuatkan dengan memegang tangan-Mu yang senantiasa menuntun kami.

(....marilah kita hening sejenak....)

Datanglah ya Roh Pengenalan akan Allah. Ajarlah kami mengetahui bahwa semua yang ada di dunia ini sifatnya sementara saja. Bimbinglah kami, agar tidak terbuai oleh kemegahan dunia. Bimbinglah kami, agar dapat menggunakan hal-hal duniawi untuk kemuliaan-Mu.

(....marilah kita hening sejenak....)

Datanglah ya Roh Kesalehan, bimbinglah kami untuk terus berbakti kepada-Mu. Ajarlah kami menjadi orang yang tahu berterimakasih atas segala kebaikan-Mu, dan berani menjadi teladan kesalehan bagi orang-orang di sekitar kami.

(....marilah kita hening sejenak....)

Datanglah ya Roh Takut akan Allah, ajarlah kami untuk takut dan tunduk kepada-Mu di manapun kami berada; tegakkanlah kami agar selalu berusaha melakukan hal-hal yang berkenan kepada-Mu.

(....marilah kita hening sejenak....)

Bapa Kami

Marilah kita satukan doa syukur dan permohonan kita, dengan doa yang diajarkan Kristus kepada kita.

Bapa kami yang ada di surga.....

Doa Penutup

Allah Bapa yang Maharahim, terimakasih atas segala berkat yang masih Engkau berikan kepada kami melalui kehadiran Roh Kudus. Bantulah kami agar selalu mensyukuri berkat dan anugerah-Mu, dan dapat merasakan berkah dari tujuh Karunia Roh Kudus yang Engkau berikan kepada kami. Berikanlah kami kerendahan hati agar kami mampu menjalani hidup ini sesuai dengan tuntunan Roh Kudus-Mu. Doa ini kami haturkan kepada-Mu dengan pengantaraanYesus Kristus Tuhan kami. Terpujilah Engkau kini dan sepanjang segala masa.  Amin.


Tema #2: Mengenal Peran Roh Kudus

MODUL PENDAMPINGAN IMAN KMK

KOKERMA Kev. Semarang

BUAH-BUAH ROH KUDUS

Pengantar

Teman-teman yang terkasih, dalam pertemuan sebelumnya, kita telah merenungkan tentang peran kehadiran Roh Kudus. Kita telah menyadari bahwa Roh kudus adalah pribadi yang memiliki peran penting dalam kehidupan umat beriman. Gereja mengimani Roh Kudus dicurahkan kepada Gereja secara keseluruhan dan umat secara khusus (Dister, 2004).

Allah menginginkan agar kita menampakkan buah Roh dalam sikap hidup kita. Sebab hidup menurut Roh menunjukkan ciri hidup sebagai anak-anak Allah. Dalam suratnya  kepada jemaat di Roma, St. Paulus mengatakan,“Semua orang yang dipimpin oleh Roh Allah adalah Anak Allah”(Rm 8: 14).Dengan demikian, buah Roh merupakan bukti nyata dari kehidupan sebagai anak-anak Allah. Apakah buah-buah Roh Kudus yang hadir dalam diri kita?

Teman-teman, pada kesempatan pertemuan ini, kita akan membahas lebih mendalam satu-persatu dari buah Roh Kudus dalam hidup kita.

Doa Pembuka

Allah Tritunggal Mahakudus, puji syukur kami haturkan kepadaMu atas bimbingan dan tuntunanMu, kami dapat berkumpul lagi disini dalam keadaan sehat dengan penuh rasa persaudaraan. Semoga Engkau berkenan mencurahkan Roh-Mu yang kudus agar menerangi dan membuka hati serta  pikiran kami. Bantulah kami, anak-anak-Mu, untuk memahami buah-buah Roh dalam hidup kami dan meneladani Yesus Kristus, Putra-Mu. Dialah Tuhan dan  pengantara kami, kini dan sepanjang masa. AMIN

Ilustrasi

Ada seorang pemuda duduk bersama ayahnya yang sudah lansia di taman. Sang ayah melihat seekor burung gereja yang hinggap di kursi taman. Sang ayah bertanya, “apakah itu?” Sang pemuda menjawab, “itu seekor burung gereja ayah.”

Beberapa menit kemudian sang ayah kembali bertanya, “apakah itu?” Sang pemuda itu kembali menjawab , “Seekor burung gereja”.

Selang beberapa saat, ayahnya kembali bertanya, “apakah itu?” Sang pemuda mulai jengah dengan pertanyaan yang sama dari ayahnya. Ia menjawab kesal, “seekor burung gereja.”

Beberapa saat kemudian sang ayah kembali bertanya, “apakah itu?”Kali ini, sang pemuda sangat kesal pertanyaan ayahnya. Seakan ayahnya tidak mendengarkan dia, tidak mendengarkan jawabannya. Ia pun dengan nada tinggi menjawab, “Sudah berapa kali saya menjawab, seekor burung gereja ayah, tapi ayah tidak mendengarkan saya dan terus bertanya apakah itu. Itu seekor burung gereja, ayah!”

Sang ayah pun terdiam, dan perlahan membuka sebuah buku. Dalam buku itu tertulis kisah yang sama ketika sang anak berusia 3 tahun dan sang anak berkali-kali bertanya kepada ayahnya, “apakah itu?”. Tapi dengan lembut ayahnya memeluk sang anak dan menjawab, “itu seekor burung gereja anakku.”

Refleksi

  1. Sudahkah sang anak menunjukkan kasih ketika sang ayah yang sudah renta terus bertanya kepadanya?
  2. Dari ilustrasi diatas, sosok siapakah yang memiliki kedamaian dan kesabaran tiada batas?
  3. Dari mana datangnya kesabaran seperti itu?
  4. Sudahkah kita memiliki kasih yang melahirkan kesabaran dan penguasaan diri atas peristiwa hidup yang tidak sesuai dengan keinginan dan harapan kita?

Inside

Teman-teman yang terkasih, buah-buah karya Roh dalam hidup kita adalah sikap hidup yang nampak sebagai hasil dari kedekatan hubungan kita dengan Allah; hasil dari penyerahan diri yang utuh kepadaNya. Buah-buah Roh adalah kesempurnaan, yang Roh Kudus hasilkan di dalam kita sebagai buah-buah sulung kemuliaan abadi. Tradisi Gereja menyebutkan dua belas macam: "kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah lembutan, penguasaan diri, kerendahan hati, kesederhanaan, dan kemumian" (Gal 5:22-23).

  1. Kasih

Terdapat  empat kata yang apabila diterjemahkan berarti Kasih. Keempat kata itu ialah agape, philia, storge dan eros.

Agape. Kata “agape” menunjuk pada kasih yang sifatnya tulus. Tidak mengharapkan balas jasa. Kasih yang tidak bersyarat. Kasih agape adalah kasih yang  rela mengorbankan dirinya bagi orang yang dikasihi. St. Paulus  menjabarkan  arti  kasih  agape  ini  dalam  I Korintus 13: 4-7 sebagai berikut: “Kasih itu sabar, kasih itu murah hati, ia tidak cemburu, ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong....” Karya Kristus Yesus merupakan perwujudan dari kasih agape ini.

Philia adalah kasih persahabatan atau kasih persaudaraan. Kasih ini terbatas pada hubungan sahabat dan sifatnya bersyarat, yaitu akan mengasihi apabila dikasihi, menghormati apabiladihormati.

Storge adalah kasih yang timbul karena adanya ikatan keluarga. Misalnya seorang anak kepada orangtua; kakak kepada adik dan sebagainya. Kasih ini terbatas pada lingkungan keluarga. Sehingga bersifat eksklusif (tertutup untuk kalangan sendiri) dan menutup kemungkinan untuk mengasihi anggota kelompok yang lain.

Eros adalah kasih yang bersumber pada daya tarik seksual kepada jenis kelamin lain. Jadi, kasih eros lebih cenderung kepada keinginan untuk memiliki demi kepuasan pribadi. Puncak dari kasih eros ini adalah hubungan seksual antara pria dan wanita dalam ikatan pernikahan. Pada prinsipnya kasih eros ini baik. Sebab Allah sendiri yang memberikannya. Eros bukan sesuatu yang buruk, tetapi kasih eros dapat menjadi sumber dosa apabila dilepaskan dari prinsip-prinsip iman kepada Allah.

  1. Sukacita

Buah Roh “Sukacita” diterjemahkan dari bahasa Yunani ‘Khara’. Menurut I Samuel 2: 1, kehidupan sukacita terjadi karena manusia berlindung kepada Allah. Jadi, sumber sukacita yang abadi hanya pada Tuhan Allah saja. Oleh sebab itulah, St. Paulus dalam suratnya kepada jemaat Roma mengatakan: “Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita” (Rm 15:13). Dengan demikian, sukacita merupakan pengungkapan dari sikap hidup yang bersandar kepada Tuhan. Perasaan sukacita yang lahir daripengakuan iman tersebut di atas tidak akan pudar di tengah situasi apapun.

  1. Damai Sejahtera

Buah Roh “Damai Sejahtera” diterjemahkan dari kata ‘Eirene’ (Yunani). Dalam bahasa Ibrani, damai sejahtera diungkapkan dengan kata “Syaloom.” Sebenarnya eirene atau syaloom lebih tepat kalau diterjemahkan dengan: damai sejahtera yang penuh selamat; atau keselamatan yang penuh dengan damai sejahtera. Allah sendiri hadir di tangah-tengah umat-Nya untuk membawa damai-sejahtera dan keselamatan. Damai sejahtera adalah pemberian istimewa yang diberikan Tuhan Yesus kepada para pengikutNya (Yoh14: 27).

  1. Kesabaran

Buah Roh kesabaran diterjemahkan dari kata Yunani ‘makrothumia.’Pengertian makrothumia menunjuk kepada sikap kesabaran yang begitu besar dan hati yang panjang sabar. Sikap sepertiini hanya dapat kita wujudkan apabila kehidupan kita berakar pada kehidupan pribadi Tuhan sendiri. Sebab Allah adalah Allah yang panjang sabar dan penuh kasih setia (Kel. 36:6; Mzm 86:15).

Pengertian sabar dalam menanggung penderitaan dipergunakan kata ‘hupomone’ (Yun).Dalam makna kata ini terkandung sifat ketabahan, ketekunan dan sabar menanggung penderitaan. Orang yang mempunyai hupomone dalam hidupnya tidak akan mudah menyerah, tidak cepat putus asa. Justru sebaliknya akan mencari jalan keluar dan melihat apa  makna di balik peristiwa yang tengah dihadapinya, sepahit apapun peristiwa tersebut.

  1. Kemurahan

Buah Roh kemurahan diterjemahkan dari kata ‘khrestotes’ (Yun). Pada prinsipnya khrestotes berkaitan dengan sikap kemurahan Allah. Roma 2:4 menyatakan bahwa maksud kemurahan Allahadalah menuntun kita kepada sikap pertobatan. Dengan demikian, kemurahan Allah yang kita terima bukan karena hasil perbuatan baik, jasa, amal yang kita lakukan tetapi hanya berdasarkananugerah Allah semata. Hal ini sejajar dengan apa yang dikatakan Paulus dalam Efesus 2: 8-9: “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan, itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah…”Tetapi kita perlu ingat! Kemurahan Allah yang kita terima juga merupakan suatu panggilan bagi kita untuk melaksanakan kemurahan Allah dalamhidup kita kepada sesama. Sebagaimana Allah bermurah hati kepada kita, maka kita pun dipanggil untuk bermurah hati kepada sesama, yaitu dengan menyerahkan hidup kita sepenuhnya kepada Allah sebagai persembahan yang hidup.

  1. Kebaikan

Buah Roh kebaikan diterjemahkan dari kata  Yunani “agathosune” yang mempunyai arti elok, patut, terhormat dan tanpa cela, serta  yang patut dikagumi. Pada dasarnya kebaikan adalah sifat Allah. Dia adalah Sang Kebaikan itu sendiri. Sehingga hanya Allah saja yang dapat menjadi sumber kebaikan.“Janganlah ragu berbuat kebaikan, karena pada akhirnya apa yang kita tabur itu yang kita tuai.”

  1. Kesetiaan

Buah Roh “kesetiaan” diterjemahkan dari kata Yunani “pistis”. Kata pistis selain diterjemahkan dengan  kata kesetiaan; juga dapat diterjemahkan dengan arti “iman”. Kedua arti ini saling melengkapi.  Dengan  demikian,apabila kita berbicara tentang kesetiaan maka kita harus mengaitkan dengan iman. Sebab tindakan iman baru dapat terwujud apabila dilandasi oleh sifat kesetiaan. Dan kesetiaan baru dapat terwujud apabila dilandasi oleh kepercayaan penuh.

  1. Kelemahlembutan

Buah Roh “kelemahlembutan” diterjemahkan darikata  Yunani ‘prautes’. Sering kali sifat kelemahlembutan dipahami sebagai sifat yang lemah dan tidak tegas. Tetapi dalam Matius 5:5 Tuhan Yesus mengatakan,“Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.”Mengapa  Yesus mengatakan bahwa orang yang lemah lembut akan memiliki bumi? Untuk  menjawab pertanyaan ini maka  kita perlu melihat arti kata lemah lembut  (prautes) itu sendiri. Di dalam   kataprautesini  terkandung  makna  rendah  hati, patuh pada kehendak Allah, tidak sombong untuk menerima teguran dan pengajaran serta dapat mengendalikan amarah; dan apabila ia marah maka kemarahannya itu tidak untuk kepentingannya sendiri/kepuasan hatinya tetapi untuk kepentingan orang lain. Sehingga orang tersebut tetap terpelihara iman percayanya kepada Tuhan.

  1. Penguasaan Diri

Buah Roh penguasaan diri diterjemahkan dari kata Yunani “egkrateia”. Makna pengertian egkrateia menunjuk pada kemampuan diri untuk menguasai dan mengendalikan diri sedemikian rupa sehingga tidak membiarkan diri terbawa oleh perasaan dan tindakan yang tidak terkendali. Dengan demikian, unsur yang dikendalikan adalah segenap aktivitas kepribadian yang menyangkut akal budi, emosi atau perasaan dan kehendak/kemauan. Apabila kita tidak dapat menguasai diri, maka kitaakan jatuh ke dalam berbagai perbuatan dosa. Kita akan menjadi manusia yang kasar dan liar tindakannya.

  1. Kerendahan hati

Kerendahan hati atau ‘humility‘ berasal dari kata ‘humus‘ (Latin), artinya tanah/ bumi. Jadi, kerendahan hati maksudnya adalah menempatkan diri ‘membumi’ ke tanah. Secara khusus pada Rabu Abu, Gereja mengingatkan kita akan hal ini: “Ingatlah bahwa kamu adalah debu, dan kamu akan kembali menjadi debu” (Kej 3:19). Ada beberapa pengertian kerendahan hati, antara lain:

  1. Kerendahan hati= nilai yang diperoleh dari penghormatan kepada Tuhan.

Dalam kehidupan rohani, kerendahan hati diartikan sebagai ‘nilai yang diperoleh daripenghormatan yang dalam kepada Tuhan.’Kerendahan hati juga mengantar kita untuk mengakui bahwa kita dan segala ciptaan di dunia ini bukan apa-apa di hadapan Tuhan. Kerendahan hati mengarahkan kita untuk hidup sesuai dengan pemahaman ini.Jadi, kerendahan hati membantu kita untuk melihat segalanya dengan kaca mata Tuhan: kita melihat diri kita yang sesungguhnya, tidak melebih-lebihkan hal positif yang ada pada kita, namun juga tidak mengingkari bahwa segalanya itu adalah pemberian Tuhan.

  1. Kerendahan hati= hasil dari pengenalan akan diri sendiri dan akan Tuhan.

Dasar dari kerendahan hati adalah pengenalan akan diri sendiri dan Tuhan. St. Thomas Aquinas mengatakan bahwa pengenalan akan diri sendiri bermula pada kesadaran bahwa segala yang baik pada kita datang dari Allah dan milik Allah, sedangkan segala yang jahat pada kita timbul dari kita sendiri.

  1. Kerendahan hati= ketergantungan terhadap Tuhan.

Kerendahan hati membuat kita selalu menyadari kelemahan kita dan bergantung kepada rahmat Tuhan. Hal ini juga dapat diterapkan dalam hal iman, sehingga iman berarti kerendahan hati secara rohani yang melibatkan akal budi, sehingga seseorang dapat menerima kesaksian Tuhan tentang Diri-Nya, tentang manusia, dan semua realitas kehidupan, daripada memegang pendapat sendiri. Jadi, kerendahan hati adalahsikap hati untuk tunduk kepada Tuhan.

  1. Kesederhanaan

Kesederhanaan menunjukkan suatu kebajikan yang luhur. Seseorang dikatakan sederhana, jika mau menerima apa adanya dengan kerelaan yang tulus. Sederhana batiniah adalah hati dan pikiran yang jernih. Hatinya selalu terbuka dan rela dibimbing oleh Roh Kudus. Sederhana di hadapan Tuhan berarti: mengakui keterbatasan, kekurangan, kedosaan dan mohon belas kasihan Tuhan. Merendahkan diri, bergantung sepenuhnya kepada Tuhan dan percaya bahwa Tuhan tidak akan melupakan dirinya. Tanpa Tuhan, hidup saya tak akan berarti apa-apa.

  1. Kemurnian

Ada tiga definisi kemurnian menurut Gereja Katolik, yakni:

  1. Kemurnian = keutuhan seksualitas secara jasmani dan rohani (KGK 2337). Kemurnian berarti keutuhan seksualitas yang membahagiakan di dalam pribadi dan selanjutnya kesatuan batin manusia dalam keberadaannya secara jasmani dan rohani.
  2. Kemurnian = pengendalian diri yang mengacu kepada kelemahlembutan dan kesetiaan Allah. Kemurnian menjadi penting, karena kasih yang sempurna (seperti kasih Allah kepada manusia) mensyaratkan kemurnian dalam cara menyampaikannya. Kemurnian menjadikan orang yang hidup sesuai dengannya, seorang saksi bagi sesamanya tentang kesetiaan dan kasih Allah yang lemah lembut.
  3. Kemurnian = peneguhan dan pemberian diri yang tidak diwarnai cinta diri / mementingkan diri sendiri. Kemurnian membuat seseorang rela memberikan dirinya untuk kepentingan orang lain. Hal pemberian diri yang murni ini memang tidak mudah dilakukan, terutama karena manusia cenderung memiliki rasa cinta diri.

Doa Umat

Teman-teman yang terkasih, marilah kita berdoa kepada Allah yang telah mengaruniakan Roh-Nya yang kudus kepada kita. Marilah kita mohon Tujuh Karunia Roh Kudus (PS 93).

Datanglah ya Roh Kudus, penuhilah hati umat-Mu, dan nyalakanlah di dalamnya api cinta-Mu. Utuslah Roh-Mu, maka semuanya akan dijadikan lagi, dan Engkau akan membarui muka bumi.

Datanglah ya Roh Hikmat, turunlah atas diri kami, ajarlah kami menjadi orang bijak terutama agar kami dapat menghargai, mencintai, dan mengutamakan cita-cita surgawi; dan semoga kami Kaulepaskan dari belenggu dosa dunia ini.

(....marilah kita hening sejenak....)

Datanglah ya Roh Pengertian, turunlah atas diri kami. Terangilah budi kami, agar dapat memahami ajaran Yesus, Sang Putra, dan melaksanakannya dalam hidup sehari-hari.

(....marilah kita hening sejenak....)

Datanglah ya Roh Nasihat, dampingilah kami dalam perjalanan hidup yang penuh gejolak ini; semoga kami selalu melakukan yang baik dan menjauhi yang jahat.

(....marilah kita hening sejenak....)

Datanglah ya Roh Keperkasaan, kuatkanlah hamba-Mu yang lemah ini, agar tabah menghadapi segala kesulitan dan derita. Semoga kami Kaukuatkan dengan memegang tangan-Mu yang senantiasa menuntun kami.

(....marilah kita hening sejenak....)

Datanglah ya Roh Pengenalan akan Allah. Ajarlah kami mengetahui bahwa semua yang ada di dunia ini sifatnya sementara saja. Bimbinglah kami, agar tidak terbuai oleh kemegahan dunia. Bimbinglah kami, agar dapat menggunakan hal-hal duniawi untuk kemuliaan-Mu.

(....marilah kita hening sejenak....)

Datanglah ya Roh Kesalehan, bimbinglah kami untuk terus berbakti kepada-Mu. Ajarlah kami menjadi orang yang tahu berterimakasih atas segala kebaikan-Mu, dan berani menjadi teladan kesalehan bagi orang-orang di sekitar kami.

(....marilah kita hening sejenak....)

Datanglah ya Roh Takut akan Allah, ajarlah kami untuk takut dan tunduk kepada-Mu di manapun kami berada; tegakkanlah kami agar selalu berusaha melakukan hal-hal yang berkenan kepada-Mu.

(....marilah kita hening sejenak....)

Bapa Kami

Marilah kita satukan doa syukur dan permohonan kita, dengan doa yang diajarkan Kristus kepada kita.

Bapa kami yang ada di surga.....

Doa Penutup

Tuhan, jika Engkau menciptakan aku sebagai matahari, jangan biarkan aku menyakiti ciptaan-Mu yg lain dengan sinarku. Mampukan aku bersinar sewajarnya,sesuai maksud rencana-Mu, ketika Engkau menciptakan aku.Tetapkanlah hatiku untuk tetap bersinar, meski aku tahu terkadang manusia mengharapkan hujan.

Bapa, jika Engkau menciptakan aku sebagai bunga mawar, jangan biarkan aku menusuk ciptaan-Mu yg lain dengan duri-duriku. Tetapkanlah hatiku untuk mekar dan menebarkan aroma harum,karena untuk itulah Engkau menciptakan aku. Tuhan, sebagai apapun Engkau menciptakan aku,jangan biarkan aku menyakiti siapapun,melainkan mampukan aku menjadi seperti yang Engkau ingini.

Berbuahlah di dalam Tuhan,  jadilah berkat bagi sesama


Tema #3: Dipanggil untuk Melayani

MODUL PENDAMPINGAN IMAN KMK

KOKERMA Kev. Semarang

Bagaimana Aku Membagi Waktu untuk Tuhan Sebagai Ungkapan Syukur?

Pengantar Tema

Teman-teman yang terkasih, setiap orang tentu memiliki kesibukan yang beragam. Di mana dari setiap kesibukan yang dimiliki pasti akan dilakukan dengan prioritas yang berbeda-beda. Sebagian besar dari kita akan memprioritaskan hal-hal yang paling mengguntungkan bagi kebutuhan kita saja dan cenderung mengabaikan kesibukan yang dianggap sepele atau mengganggu diri kita dengan alasan kurangnya waktu. Sering kali kita merasa bahwa waktu sehari tidak cukup untuk melakukan segala sesuatu, sehingga kita mengatasinya dengan meninggalkan kesibukan yang dianggap sepele namun sebenarnya masih menjadi tanggung jawab kita. Oleh karenanya kita harus pandai dalam menempatkan diri pada setiap kesibukan yang dimiliki dengan ketersediaan waktu yang ada, sehingga setiap kesibukan yang kita miliki dapat terlaksana dengan baik.

Sebagai pelajar, seringkali kita dibebani dengan begitu banyak pekerjaan sehingga kita cenderung melewatkan hal-hal yang penting bagi diri kita: waktu untuk Tuhan. Berapa kali sudah kita mengesampingkan Tuhan karena jadwal kita yang sibuk? Berapa kali sudah kita melewatkan perayaan Ekaristi karena kita harus menulis makalah? Berapa kali sudah kita bergegas ke sekolah tanpa mengucap syukur terlebih dulu kepada Tuhan atas satu hari lagi hidup kita dan hanya menggumamkan beberapa patah ucapan syukur beberapa detik sebelum melompat ke tempat tidur? Kalau kita mengikuti gaya hidup yang sibuk semacam ini, tidak aneh jika Tuhan sering ditinggalkan. Kita memiliki kegiatan kuliah yang harus dihadiri, tugas yang harus dikerjakan, dan ujian yang harus ditempuh. Semua kesibukan tersebut tidak menjadi alasan kita meninggalkan Tuhan, kita perlu untuk berkomunikasi dengan Tuhan setiap harinya atau bahkan untuk melayani Tuhan.

Lalu, bagaimana kita bisa melakukan semuanya dan menemukan waktu untuk Tuhan dalam kehidupan kita yang sibuk? Pada kesempatan kali ini kita akan membahas cara kita agar dapat menempatkan kehadiran Tuhan di tengah kesibukan kita.

Doa Pembuka

Ya Allah  Bapa yang bertahta dalam kerajaan surga, terima kasih atas berkat karunia-Mu sepanjang hidup kami. Kami berterima kasih karena Engkau telah mengumpulkan kami di sini sehingga kami dapat berkumpul untuk memuliakan nama-Mu. Pada kesempatan siang ini, kami ingin memahami bagaimana kami mampu mengenal kehadiranMu di tengah kesibukan kami. Hadirlah di ditengah-tengah kami dan memimpin ibadah ini. Sucikanlah dan kuduskanlah kami agar layak memuji dan menyembah-Mu serta mendengarkan firman-Mu yang kudus, dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. Amin


Ilustrasi

Puisi Wagu

Diriku bangun akan suara dering jam di kamar

Secepat langkahku aku berlari menyambut hari baru,

Pikiran menyadarkanku, begitu banyak pekerjaan menjuntai Bahkan pekerjaanku pun tak termasuk menyambut Tuhan

Masalah barusan saja menamparku

Dan aku juga tersandung kerikil masalah

Mengapa Tuhan tak membantuku?

Rutukku semena-mena

Karena kau tak bertanya, anakku

Aku berharap, sungguh ku berharap

Oh hari,jadilah yang terbaik

Ku ingin puji dan syukur

Ku berbalik dan melihat tagar di langit

Tuhan, hari ini sungguh tidak baik

Cari dan temukanlah, aku melihat semuanya baik bagimu

Tuhan dimana?

Aku berteriak di kolong langit

Segala kunci yang ada bahkan tak mampu membukanya

Suara lemah lembut terdengar

“Ketuklah maka akan dibukakan”

Hari yang baru dimulai lagi

Aku berhenti dan merenung

Nanti kuis dan belum belajar

Ada laprak juga malah tidak dikerjain

Males kuliah tapi sudah seringkali ku tinggal

Tapi aku tahu, Tuhan ingin waktu kusedikit untuk berdoa

(Yutta, 2016)

Refleksi

  1. Pernahkah kamu merasa tidak punya waktu untuk Tuhan karena terlalu tenggelam dalam kesibukan?
  2. Apa yang kamu rasakan ketika jauh dari Tuhan?
  3. Menurutmu, apakah pentingnya meluangkan waktu untuk Tuhan?
  4. Bagaimana kamu menjaga kehidupan rohanimu di tengah kesibukanmu?

Inside

"Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya."

(Pkh. 3:1)

Menurut kata-kata Raja Salomo yang bijaksana, ada waktu untuk segala sesuatu: waktu untuk belajar dan waktu untuk bermain, waktu untuk mempelajari pengetahuan duniawi dan waktu untuk memperoleh hikmat rohani.  Kita diberi kebebasan untuk mengatur waktu kita. Kita bebas untuk  menggunakan waktu kita.

Bayangkan bahwa, minggu demi minggu datang dan pergi, hari-hari kita dimulai dari pukul 8 pagi dan berakhir pada pukul 12 malam, tanpa waktu untuk berbicara kepada Tuhan, kecuali selama beberapa detik sebelum tidur. Akan seperti apa iman dan hubungan kita dengan Tuhan? Kemungkinan besar akan lemah, atau tidak ada. Sama seperti hubungan lainnya, kita harus menghabiskan waktu bersama Tuhan untuk mengembangkan hubungan yang lebih dekat dan pribadi dengan-Nya.

Selain itu, menyisihkan waktu untuk Tuhan membuat kita tetap melihat apa yang penting - tujuan akhir kita, kerajaan surga. Iman kita berdampak langsung terhadap keselamatan jiwa kita - dan ini jelas adalah sesuatu yang layak kita perjuangkan. Menghabiskan waktu bersama Tuhan bukan hanya berdampak pada tujuan akhir kita, tetapi juga membuat perbedaan besar dalam kehidupan kita sehari-hari. Pentingnya bagi kita untuk datang ke hadirat Tuhan setiap hari adalah untuk memperoleh kekuatan dan kedamaian dari Dia. Semakin sibuk dan semakin banyak tugas kita, semakin penting berdoa kepada Tuhan. 

Solusi: Membuat Janji dengan Tuhan

Cara yang baik untuk menempatkan Tuhan dalam kehidupan kita adalah dengan membuat janji dengan-Nya setiap hari. Kita harus menelaah kehidupan kita dan menentukan kapan waktu terbaik bagi kita untuk berkomunikasi dengan-Nya dan merenungkan firman-Nya. Bagi Raja Daud, yang terbaik adalah pagi hari dan malam hari: 

Ya Allah, Engkaulah Allahku, 

[pagi-pagi] aku mencari Engkau... (Mzm. 63:2) 

Apabila aku ingat kepada-Mu di tempat tidurku, 

merenungkan Engkau sepanjang kawal malam. (Mzm. 63:7)

Di pagi hari, sebelum memulai hari yang sibuk, kita dapat bersyukur kepada Tuhan karena telah memberi kita hidup satu hari lagi, memohon pimpinan dan perlindungan-Nya, dan memohon pertolongan-Nya agar menjadikan hari itu hari yang penuh makna dan dikenan Tuhan. Di malam hari, sebelum tidur, kita dapat meninjau hari kita bersama Tuhan, bersyukur atas pimpinan dan perlindungan yang Ia berikan, dan merenungkan perkara-perkara yang kita hadapi sepanjang hari.

Persembahkan Waktu yang Terbaik di Setiap Hari

Bagi beberapa orang, pertemuan dengan Tuhan di pagi dan malam hari mungkin tidak berhasil. Pagi hari mungkin terlalu awal - kita lelah dan kesal, dan sungguh sulit berlutut berdoa. Pada malam hari, kita mungkin terlalu lelah setelah bekerja sehari penuh, dan yang kita inginkan cuma merangkak ke tempat tidur. 

Kita harus memilih waktu ketika kita tidak terlalu lelah dan ketika pikiran kita jernih untuk mempersembahkan yang terbaik bagi-Nya. Sama seperti Habel mempersembahkan ternaknya yang terbaik kepada Tuhan, kita harus mempersembahkan waktu yang terbaik dari hari kita kepada Tuhan. 

Hasil dari Menyediakan Waktu untuk Tuhan 

"Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." (Mat. 6:33)

Begitu kita mendahulukan Tuhan, kita akan mengalami perbedaan yang sangat besar dalam kehidupan kita. Kita dapat memperhatikan bahwa ketika kita menyediakan waktu untuk Tuhan dengan meluangkan kesempatan bersama-Nya setiap malam, kita selalu menyelesaikan pekerjaan dalam jangka waktu yang lebih singkat. Kita akan sering mendapat  ilham dari-Nyaketika sedang mengalami kebuntuan.

Terlebih lagi, waktu yang kita sediakan untuk Tuhan juga menjadi pereda stres bagi kita. Karena pada jam itu, kita akan melupakan pelajaran-pelajaran kita dan berkonsentrasi pada Tuhan. Herannya, semasa hari-hari paling menekan, lirik-lirik suatu pujian atau ayat Alkitab akan selalu menjamah kita dan mengangkat beban kita. Kita benar-benar merasakan damai dan sukacita yang luar biasa di dalam hati selama masa-masa itu. Selama tahun terakhir di universitas, setiap kali kita kewalahan dengan pekerjaan, Tuhan memberi kita akal sehat yang kita perlukan. 

Yesus menasihati kita dalam Matius 11:28-30: "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan."

Teman-teman dapat mencobanya, bahkan jika Anda hanya bisa memberikan dua puluh menit. Gunakan waktu itu untuk merenungkan firman-Nya. Katakan kepada Tuhan apa yang menjadi kerisauan dan tekanan yang sedang kita hadapi. Teman-teman pasti akan merasakan perbedaan dalam kehidupan. Selama kita mendahulukan Tuhan dalam kehidupan kita, kita benar-benar tak perlu kawatir tentang apa pun – segalanya akan berjalan lancar. 

Dunia di sekitar kita selalu berusaha memperkenalkan cara-cara baru untuk melakukan segala sesuatu dengan lebih cepat – dari makanan cepat saji sampai instant messaging. Dalam masyarakat yang serba cepat seperti ini, mencari Tuhan tampaknya merupakan hal terakhir dalam benak kita. Tetapi, menyediakan waktu untuk Tuhan bisa berarti perbedaan antara menjadi seorang pelajar yang tertekan dan tergopoh-gopoh dengan menjadi seorang pelajar Kristen yang berhasil dan penuh kedamaian. Pilihan dan waktu ada di tangan teman-teman. 

Doa Umat

Teman-teman yang terkasih, marilah kita ungkapkan doa syukur dan permohonan kita:

Bagi Gereja :

Allah Bapa di surga, kami bersyukur kepada-Mu, karena Yesus telah menghimpun umat-Mu yaitu Gereja. Ya Bapa, tumbuhkanlah dalam hati kami kasih persaudaraan dan rasa solidaritasdan bantulah kami dengan uluran tangan Bapa, agar kami dapat membangun  persaudaraan di tengah Gereja dan mengasihi orang lain sebagai saudara.

Kami mohon .........

Bagi kesatuan umat Gereja :

Allah yang mahakuasa dan kekal, Engkau telah menghimpun kami domba-domba-Mu dan menjaga kami semua. Pandanglah kami, anak-anak-Mu dengan murah hati dan satukanlah kami dengan ikatan kasih-Mu. Kami mohon .....

Bagi orangtua kami :

Bapa yang penuh kasih sayang, kami bersyukur kepada-Mu atas kedua orangtua kami. Melalui mereka Engkau telah menciptakan kami dan melalui kasih sayang mereka, Engkau menyayangi kami. Berkatilah mereka senantiasa, berikanlah kepada mereka kesehatan, kesabaran dan terangilah setiap langkah mereka. Berilah rezeki secukupnya untuk mereka dan hindarkanlah mereka dan marabahaya. Kami mohon ....

Bagi kaum muda:

Allah yang Mahabaik, bimbing dan terangilah setiap langkah dan pikiran kami, supaya kami dapat selalu bertindak sesuai kehendak-Mu. Bantulah kami agar senantiasa berani meluangkan waktu bersama-Mu, agar kami semakin dekat dengan-Mu. Bantulah kami Tuhan untuk menjalani segala kegiatan kami dengan penerangan Roh Kudus. Kami mohon....

Bagi kita semua yang hadir disini:

Bapa yang Mahapengasih, sertailah kami agar semakin berani menjadi saksi cinta kasihMu dengan memperhatikan dan mencintai sesama kami di tengah keluarga, Gereja dan masyarakat. Kami mohon ....

Bapa Kami

Marilah kita satukan doa syukur dan permohonan kita, dengan doa yang diajarkan Kristus kepada kita.

Bapa kami yang ada di surga.....

Doa Penutup

Allah Bapa yang Maharahim, terimakasih atas segala berkat yang masih kau berikan kepada kami. Bantulah kami agar selalu mensyukuri berkat dan anugerah-Mu.  Dampingilah kami, agar kami dapat menggunakan waktu dan kesempatan yang Engkau berikan kepada kami dengan bijaksana. Curahkanlah Roh Kudus-Mu, agar kami mampu menjalani tugas-tugas yang telah Engkau percayakankepada kami dengan bijaksana. Doa ini kami sampaikan dengan perantaraan Yesus Kristus Tuhan kami, kini dan sepanjang segala masa. Amin.

❧✝❧

Modul Pendampingan Iman Ngupi Mania |