Cara Membuat DHCP Server, DHCP Client, DNS Server, dan Routing NAT

  1. Konfigurasi DHCP Server Mikrotik Network A

Pertama masuk ke menu IP > DHCP Server

Kemudian, pada menu DHCP server arahkan ke Tab DHCP kemudian pilih DHCP Setup. Akan muncul pilihan DHCP Server Interface yg akan digunakan sebagai interface utama distributor DHCP. Dalam praktek kita di LAB pilih Ether 2. Seperti yg tampak pada gambar di bawah ini

Kemudian, pilih Next dan akan muncul mengenai DHCP Address Space / Scope IP yg akan kita pasang ke Computer client. Kemaren pada praktek di LAB kita memasang scope IP di 192.168.5.0/26

Klik Next untuk pengaturan berikutnya. Selanjutnya, kita akan menentukan Gateway dari Scope IP yg kita buat sebelumnya. Dalam praktek kita memakai IP yg paling awal dari subnet yaitu 192.168.5.1

Klik next lagi akan muncul lagi menu Address to Give Out , yang artinya IP berapa saja yg akan kita Distribute ke Client. Dari praktek kita client kita beri Range IP dari 192.168.5.2 – 192.168.5.62

Kemudian , selanjutnya kita isi DNS Servers. Yang mana kita isikan interface gateway local kita (Ether 2) 192.168.5.1 yg akan difungsikan sebagai DNS Server dengan cara mencentang “Allow Remote Requests”.

Terakhir adalah konfigurasi Lease Time, yang akan menentukan berapa lama IP tersebut akan berada pada Client. Kita pilih default  konfig saja. Dan konfigurasi DHCP Server sudah selesai.

  1. Konfigurasi DHCP Server Mikrotik Network B

Pertama masuk ke menu IP > DHCP Server

Kemudian, pada menu DHCP server arahkan ke Tab DHCP kemudian pilih DHCP Setup. Akan muncul pilihan DHCP Server Interface yg akan digunakan sebagai interface utama distributor DHCP dalam network ini. Dalam praktek kita di LAB pilih Ether 3. Seperti yg tampak pada gambar di bawah ini

Kemudian, pilih Next dan akan muncul mengenai DHCP Address Space / Scope IP yg akan kita pasang ke Computer client. Kemaren pada praktek di LAB kita memasang scope IP di 192.168.6.0/25

Klik Next untuk pengaturan berikutnya. Selanjutnya, kita akan menentukan Gateway dari Scope IP yg kita buat sebelumnya. Dalam praktek kita memakai IP yg paling awal dari subnet yaitu 192.168.6.1

Klik next lagi akan muncul lagi menu Address to Give Out , yang artinya IP berapa saja yg akan kita Distribute ke Client. Dari praktek kita client kita beri Range IP dari 192.168.6.2 – 192.168.6.126

Kemudian , selanjutnya kita isi DNS Servers. Yang mana kita isikan interface gateway local kita (Ether 3) 192.168.6.1 yg akan difungsikan sebagai DNS Server dengan cara mencentang “Allow Remote Requests”.

Terakhir adalah konfigurasi Lease Time, yang akan menentukan berapa lama IP tersebut akan berada pada Client. Kita pilih default  konfig saja. Dan konfigurasi DHCP Server sudah selesai.

  1. Konfigurasi DHCP Server Mikrotik Network C

Pertama masuk ke menu IP > DHCP Server

Kemudian, pada menu DHCP server arahkan ke Tab DHCP kemudian pilih DHCP Setup. Akan muncul pilihan DHCP Server Interface yg akan digunakan sebagai interface utama distributor DHCP. Dalam praktek kita di LAB pilih Ether 4. Seperti yg tampak pada gambar di bawah ini

Kemudian, pilih Next dan akan muncul mengenai DHCP Address Space / Scope IP yg akan kita pasang ke Computer client. Kemaren pada praktek di LAB kita memasang scope IP di 192.168.7.0/26

Klik Next untuk pengaturan berikutnya. Selanjutnya, kita akan menentukan Gateway dari Scope IP yg kita buat sebelumnya. Dalam praktek kita memakai IP yg paling awal dari subnet yaitu 192.168.7.1

Klik next lagi akan muncul lagi menu Address to Give Out , yang artinya IP berapa saja yg akan kita Distribute ke Client. Dari praktek kita client kita beri Range IP dari 192.168.7.2 – 192.168.7.62

Kemudian , selanjutnya kita isi DNS Servers. Yang mana kita isikan interface gateway local kita (Ether 4) 192.168.7.1 yg akan difungsikan sebagai DNS Server dengan cara mencentang “Allow Remote Requests”.

Terakhir adalah konfigurasi Lease Time, yang akan menentukan berapa lama IP tersebut akan berada pada Client. Kita pilih default  konfig saja. Dan konfigurasi DHCP Server sudah selesai.

  1. Konfigurasi DHCP Server Mikrotik Network D

Pertama masuk ke menu IP > DHCP Server

Kemudian, pada menu DHCP server arahkan ke Tab DHCP kemudian pilih DHCP Setup. Akan muncul pilihan DHCP Server Interface yg akan digunakan sebagai interface utama distributor DHCP. Dalam praktek kita di LAB pilih Ether 5. Seperti yg tampak pada gambar di bawah ini

Kemudian, pilih Next dan akan muncul mengenai DHCP Address Space / Scope IP yg akan kita pasang ke Computer client. Kemaren pada praktek di LAB kita memasang scope IP di 192.168.8.0/25

Klik Next untuk pengaturan berikutnya. Selanjutnya, kita akan menentukan Gateway dari Scope IP yg kita buat sebelumnya. Dalam praktek kita memakai IP yg paling awal dari subnet yaitu 192.168.8.1

Klik next lagi akan muncul lagi menu Address to Give Out , yang artinya IP berapa saja yg akan kita Distribute ke Client. Dari praktek kita client kita beri Range IP dari 192.168.8.2 – 192.168.8.126

Kemudian , selanjutnya kita isi DNS Servers. Yang mana kita isikan interface gateway local kita (Ether 5) 192.168.8.1 yg akan difungsikan sebagai DNS Server dengan cara mencentang “Allow Remote Requests”.

Terakhir adalah konfigurasi Lease Time, yang akan menentukan berapa lama IP tersebut akan berada pada Client. Kita pilih default  konfig saja. Dan konfigurasi DHCP Server sudah selesai.

  1. Pengaturan NAT Masing-masing Network

Seperti yang nampak pada gambar di bawah ini, pengaturan NAT untuk masing2 network adalah pada Chain dipilih srcnat kemudian isikan Src. Address adalah 192.168.5.0/26 , 192.168.6.0/25, 192.168.7.0/26, 192.168.8.0/25 untuk masing2 networknya. Kemudian pada Out. Interface kita pilih ether1 dimana adalah interface gateway internet, kemudian di Tab Action kita pilih action Masquerade.

  1. Bukti computer client terkoneksi dengan Internet