BAB 1

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

        Leukore adalah cairan putih yang keluar dari liang sanggama secara berlebihan. Hal ini normal dialami oleh setiap wanita saat menjelang haid dan setelah haid. Terkadang bisa menimbulkan gangguan rasa nyaman bila keluanya berlebihan, terasa gatal dan berbau. Sebagian wanita yang mengalami leukore merasa terganggu apalagi di saat akan dan selesai melakukan hubungan seks dengan suaminya karena bisa memperbanyak keluarnya keputihan.

        Diagnosa dini dan intervensi yang operatif serta berkesinambungan untuk drainase atau ekstripasi adalah penting untuk menghindari akibat yang serius bahkan fatal.

        Dengan harapan wanita dengan leukore tidak mengalami komplikasi lebih lanjut, maka penulis tertarik mengambil kasus ini.

  1. Tujuan

1.2.1 Tujuan Umum

        Setelah melakukan saham asuhan kebidanan pada klien dengan leukore mahasiswa dapat melaksanakan asuhan kebidanan secara komprehensif

1.2.2 Tujuan Khusus

Diharapakan mahasiswa mampu melakukan :

  1. Pengakajian
  2. Identifikasi
  3. Menetukan antisipasi masalah potensial
  4. Identifikasi kebutuhan segera
  5. Menetukan intervensi dan rasional
  6. Melakukan implementasi
  7. Mengevaluasi asuhan yang diberikan
  1. Rumusan Masalah
  1. Apa definisi dari fluor albus?
  2. Bagaimana etiologi fluor albus?
  3. Apa saja tanda dan gejala fluor albus?
  4. Bagaimana pemeriksaan pada fluor albus?
  5. Bagaimana penatalaksanaan pada fluor albus?
  1. Metode Penulisan

Teknik memperoleh data ( studi pustaka, praktek langsung) bimbingan dan konsultasi.

BAB 2

LANDASAN TEORI

  1. Definisi

Fluor albus adalah semua pengeluaran cairan alat gentalia yang bukan darah (Woknojosastro, 2000)

Fluor albus adalah cairan yang keluar dari vagina selain darah atau cairan normal vagina yang berlebihan (Kapita Selekta, 2001)

  1. Etiologi Fluor Albus
  1. Ketidakseimbangan pada menstruasi, penyakit kencing manis, pemakaian obat-obata hormonal.
  2. Kelelahan dan stress sehingga keasaman terganggu dan kuman-kuman yang dapat menyebabkan infeksi.
  3. Kurang bersihnya menjaga kebersihan dari terutama vagina
  4. Infeksi yang biasanya menimbulkan fluor yang berwarna kuning / hijau.
  5. Bertambahnya secret normal yang sifatnya jernih.
  6. Konstitusional : pada keadaan asthenia, anemia, nephritis kronis dan bandungan umum (decompensation cordis, Cirrhosis hepatic).
  7. Kelainan endokrin seperti pada functional bleeding (kadar estrogen tinggi) pada kehamilan karena hydraemia dan pengaruh endokrin.
  8. Infeksi
  1. Vulvitis–vulvo vaginitis

        Disebabkan oleh :

  1. Vaginitis (colpitis)

Vagina pada wanita dewasa agak resisten terhadap infeksi yang  ditimbulkan oleh : becil doserlein, micrococcus catarrhalis, basil coli. Kemungkinan infeksi lebih besar pada anak dan wanita dalam menopause (vaginitis senilis)

  1. Cervicitis

                Oleh gonococcus, staphylococ dan streptococ  

  1. Endometritis

                Terutama terjadi kalau ada sisa palsenta atau neoplasema  

  1. Salpingitis

                Gonococ, streptococ, stanpylococ, bae tbe.

  1. Tanda dan Gejala Fluor Albus
  1. Pemeriksaan
  1. Pemeriksaan Fisik
  1. Pemeriksaan penunjang
  1. Penatalaksanaan

Pengobatan keputihan tergantung kepada pencegahan . keputihan ringan cukup dengan membersihkan dengan antiseptik vagina sesuai dengan anjuran dokter. Keputihan akibat infeksi diperlukan anti infeksi yang disesuaikan dengan jenis mikroorganisme.

  1. Pengobatan flour albus yang disebabkan oleh jamur (candida albicans)
  1. Medikamentosa, nistatin, klotrimazol, gentin violet 5 %, krem hidrkortison 0,5%
  2. Sumber infeksi di usus
  3. Obati partener
  4. anjuran
  1. Pengobatan flour albus yang disebabkan oleh protozoa (trichomonas vaginalis)
  1. Metronidazol 3X250 mg (peroral)
  2. Pemakaian kondom
  3. Obati partner
  4. Perhatikan rekurensi
  1. Pengobatan flour albus yang disebabkan oleh neisseria gonorrohea
  1. Penisilin prokain (IM) 4,8 juta unit didahului probeneseid 1 gr (oral) ½ jam sebelumnya
  2. Ampisilin 3,5 gr (oral)
  3. Tetrasiklin/eritromisin 4x500 mg (10 hari)

KONSEP ASUHAN KEBIDANAN KESPRO

Tempat                                        : ..........................

Tanggal                                        : ...........................

Jam                                                : .......................... WIB

Tempat Praktik                : ..........................

No. Register                : .........................

Pengkaji                        : .........................

I. PENGKAJIAN (ANAMNESE)

A. Data Subjektif

1.        Identitas  

                Nama                : Untuk mengetahui identitas pasien agar dapat terjalin hubungan yang baik antara pasien dan tenaga kesehatan.

                Umur                                : .........................

                Suku                                : Mepermudah dalam berkomunikasi

Agama                 : Meberikan pelayanan sesuai keyakinan pasien

Pendidikan        :

Pekerjaan        :

Alamat                :

2.        Keluhan Utama / alasan kunjungan

                        Keluhan cairan pada vagina, berwarna/ tidak berwarna, gatal/tidak gatal, berbau atau tidak berbau, banyak atu sedikit

3. Riwayat Kesehatan

3.1 Riwayat Kesehatan Dahulu        

                                Hal ini penting diketahui untuk melihat kemungkinan adanya penyakit-penyakit yang menyertai dan yang dapat mempengaruhi  kesehatan reproduksinya

3.2 Riwayat Kesehatan Sekarang        

                Hal ini penting diketahui untuk melihat kemungkinan adanya penyakit-penyakit yang menyertai dan yang dapat mempengaruhi kesehatan reproduksinya

3.3 Riwayat Kesehatan Keluarga        

        Ditanyakan mengenai latar belakang kesehatan keluarga.

4. Riwayat Pernikahan

        Usia awal menikah        : mengetahui usia awal ibu saat menikah

        Pernikahan ke        : ...............

        Lama menikah        : untuk mengetahui berapa lama ibu menikah

        Status perkawinan        : untuk mengetahui bagaimana hubungan ibu dengan suami

5. Riwayat Menstruasi berisi tentang

Menarche        : usia awal menstruasi

Siklus                 : 28-30 hari/teratur

Lama                 : 7-15 hari

Banyak      : ...............

Warna                 :merah  kehitaman serta

                     Menggumpal

Dismenorhea         :        ya / tidak

Flour albus                :berwarna putih    

                         susu,tidak berbau

                         dan tidak gatal

Mestruasi terakhir: Terakhir

                                Menstruasi

                Informasi mengenai menstruasi sangat penting untuk memperhitungkan usia

        kehamilan dan memperkirakan persalinannya.

7. Riwayat Kehamilan, Persalinan dan Nifas yang lalu

Kehamilan

Persalinan

Anak

Nifas

ket

no

UK

Penyulit

Jenis persalinan

penolong

penyulit

H/M

Umur

L/P

BBL

penyulit

meneteki

        Untuk mengetahui bagaimana riwayat persalinan ibu yang lalu,riwayat nifas

        dan riwayat anak.

  1. Riwayat KB        

                Apakah pasien pernah mengikuti KB sebelumnya, apakah ibu mempunyai rencana KB yang akan datang atau yang akan digunakan setelah kelahiran bayinya.

  1. Riwayat Psikososial Spiritual

                Hubungan ibu hamil dengan keluarga/masyarakat yang memiliki masalah dapat mempengaruhi kondisi ibu.

  1. Pola kebiasaan sehari-hari

Pola nutrisi, eliminasi, aktivitas, istirahat tidur, perawatan diri, aktivitas dll. Pada sebelum hamil dan saat hamil ini. Hal ini penting untuk mengetahui apakah ada gangguan pada dasar ibu

B. Data Objektif        

1. Pemeriksaan Umum

                        Keadaan Umum        = baik atau lemah                

                        Kesadaran        = composmentis/ apatis/ somnolen/ soppar/ koma

                         TTV        : TD        : 100/60 – 130/90 mmHg

                                  N                : 69-100 x/mnit

                                  S                        : 36,5 - 37.5 º C

                                  RR        : 16-24 x/mnit

                        BB        = .......... kg

HPHT                : mengidentifikasi kapan ibu terakhir menstruasi

2. Pemeriksaan Fisik

  1. Muka

Pucat/ tidak, oedem/ tidak, kuning/ tidak, terdapat cloasma gravidarum

  1. Mata

konjungtiva berwarna merah muda/ tidak, sklera putih/merah

  1. Hidung

tidak/ada cuping hidung, tidak/ada massa maupun polip.

  1. Gigi dan mulut

Bibir kering/lembab, tidak/ada caries gigi, tidak/ada stomatitis

  1. Telinga

Simetris, tidak terdapat serumen, pendengaran baik/ tidak.

  1. Leher

Tidak/terjadi pembengkakan pada vena jugularis, pergerakan kelenjar tyroid baik, tidak/terjadi pembesaran pada kelenjar  limfe.

  1. Dada

Bentuk dada normal, tidak/ada suara tambahan (Whizing maupun ronchi).

  1. Payudara

ada hiperpigmentasi areola dan papila, payudara simetris kanan kiri, terjadi pembesaran payudara, puting susu menonjol, tidak terdapat benjolan abnormal

  1. Abdomen

Apakah ada garis-garis diperut, apakah ada bekas luka jahitan operasi, teraba massa/ tidak, ada nyeri tekan/ tidak

  1. Genetalia

Ada oedem/tidak, ada haemoroid/ tidak, ada luka/ tidak, ada pus/tidak, warna, berbau/ tidak, gatal/tidak

  1. Anus

terdapat hemoroid,benjolan maupun oedem/tidak

  1. Ekstremitas

Pada kuku pucat/ merah muda, oedem/tidak, turgor kulit kembali < 2 detik/tidak

3. Pemeriksaan Penunjang

Apa yang ditemukan dari hasil laboratorium

II. IDENTIFIKASI DIAGNOSA /  MASALAH

  DS        : data yang diperoleh dari klien

DO        : data yang berasal dari hasil pemeriksaan oleh tenaga kesehatan.

Dx        : Kesimpulan yang didapatkan antara DS dan DO sehingga menegakkan Diagnosa        

III. IDENTIFIKASI DIAGNOSA / MASALAH POTENSIAL

                Mengidentifikasi masalah dan diagnosa potensial lainnya berdasarkan rangkaian masalah dan diagnosa yang ada.

IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA

Merupakan langkah yang mebutuhkan sifat berkesinambungan dan penatalaksanaan asuhan primer periodic

  1. INTERVENSI

        Tanggal        :

        Jam        :

        Tujuan        : berisi tentang tujuan dari diadakannya rencana tindakan

        Kriteria hasil : apa yang diharapkandengan adanya intervensi

        Intervensi dan rasional :

  1. Perencanaan atau rencana tindakan untuk mengatasi masalah atau diagnosa yang muncul.
  1. IMPLEMENTASI

Tanggal        :

Jam                :

Implementasi        :

  1. Pelaksanaan dari rencan tindakan.
  1. EVALUASI

Tanggal        :

Jam        :

        Berisi tentang hasil akhir setelah dilakukan asuhan kebidanan

S        :

O        :

A        ;
P        :

BAB 3

TINJAUAN KASUS

Tanggal                                        : 1 februari 2011

Waktu                                        : 07.00 WIB

Tempat                                        : ruang seruni. Rs dr Abdoer Rahem Situbondo

Pengkaji                : mulya hartantina

I. PENGKAJIAN (ANAMNESE)

A. Data Subjektif

1.        Identitas  

Nama                 : Ny. T                                Nama Suami        : Tn. S (Alm)

Umur                 : 75  thn                        Umur                : 60 thn

Suku                : Madura                        Suku                : Madura

Agama                 : Islam                                Agama                : Islam

Pendidikan         : SMPA                        Pendidikan        : SMA

Pekerjaan         : IRT                                Pekerjaan        : Wiraswasta

Alamat                 : Jeru Rt 2 Rw 3, Situbondo

2.        Keluhan Utama

Ibu mengatakan kemaluannya keluar lendir putihh, panas, bau gatal pada tanggal 30/1/2011

3.  Riwayat Kesehatan

3.1 . Riwayat Kesehatan Dahulu        

        Ibu mengatakan tidak sedang menderita penyakit apapun baik menular ( TBC, PMS) , menurun ( DM, Hipertensi), maupun sistemik.

3.2 Riwayat Kesehatan Sekarang        

                Ibu mengatkan saat ini tidak sedang menderita penyakit jantung, ginjal, asma, TBC,Hepatitis, Tekanan darah Tinggi, PMS dan HIV/AIDS.

3.3 Riwayat Kesehatan Keluarga        

                 Ibu mengatakan didalam keluarga ibu dan suami tidak ada yang memiliki penyakit menular, menurun, maupun sistemik.

4. Riwayat Pernikahan

        Usia awal menikah        : 20 Tahun

        Pernikahan ke        : 1

        Lama menikah        : 55 tahun

        Status perkawinan        : sah

5. Riwayat Menstruasi berisi tentang

Menarche        : 15 tahun

Siklus                 : 30 hari/teratur

Lama                 : 7 hari

Banyak      : 2x ganti pembalut/hari

Warna                 :merah  kehitaman serta

                     Menggumpal

Dismenorhea: tidak ada

Flour albus                : ada

6. Riwayat Kehamilan, Persalinan dan Nifas yang lalu

Kehamilan

Persalinan

Anak

Nifas

ket

no

UK

Penyulit

Jenis persalinan

penolong

penyulit

H/M

Umur

L/P

BBL

penyulit

meneteki

1

9 bln

-

Spontan

Bidan

-

H

30 thn

P

3000 gr

-

4 bln

2

9 bln

-

Spontan

Bidan

-

H

26 thn

P

3100 gr

-

4 bln

3

9 bln

-

Spontan

Bidan

-

H

21 thn

L

3000 gr

-

4 bln

7. Riwayat KB        

        Ibu mengatakan tidak perna mengikuti KB

8. Riwayat Psikososial Spiritual

                Ibu mengatakan bahwa selalu berdoa untuk kembuhannya, merasa cemas atas penyakitnya. Hubungan klien dengan keluarga baik

9. Riwayat latar belakang budaya

Ibu mengatakan tidak ada pantanga dalam hal makanan dan minum jamu-jamua tradisional

10. Pola kebiasaan sehari-hari

Kegiatan

Sebelum MRS

Saat MRS

Nutrisi

- Makan 3x/hari porsi sedang (nasi,lauk,sayur)

- Minum 7-8 gelas/hari (air putih)

- Makan 3x/hari porsi sedang (bubur,lauk,sayur)

- Minum 7-8 gelas/hari (air putih)

Eliminasi

- BAK : 4-5x/hari

(warna kuning, bau khas, konsistensi lunak)

- BAB 1x/hari

(warna kuning, bau khas, konsistensi cair)

- BAK : 4-5x/hari

(warna kuning, bau khas, konsistensi lunak)

- BAB 1x/hari

(warna kuning, bau khas, konsistensi cair)

Aktivitas

IRT

Duduk, tidur dan berjalan-jalan disekitar tempat tidur

Istirahat dan tidur

- Siang 1-2 jam

- Malam 6-7 jam

- Siang 1-2 jam

- Malam 6-7 jam

Perawatan diri

- Mandi 2x/hari

- Gosok gigi 2-3x/hari

- Keramas 2x/hari

- Ganti CD 2x/hari

- Mandi 2x/hari

- Gosok gigi 2-3x/hari

- belum Keramas

- Ganti CD 2x/hari

B. Data Objektif         

        1. Pemeriksaan Umum

                        Keadaan Umum         :baik                        

                        Kesadaran        : composmentis

                         TTV        : TD        : 120/90 mmHg

                                  N                : 88  x/mnit

                                  S                        : 36, 4 º C

                                  RR        : 24 x/mnit

                        BB        : 55 Kg

2. Pemeriksaan Fisik

  1. a. Muka

tidak pucat, tidak oedem, terdapat cloasma gravidarum

  1. Mata

konjungtiva berwarna merah muda, sklera putih

  1. Gigi dan mulut

Bibir lembab, ada caries gigi, tidak ada stomatitis

  1. Leher

Tidak terjadi pembengkakan pada vena jugularis, pergerakan kelenjar tyroid baik, tidak terjadi pembesaran pada kelenjar  limfe.

  1. Dada

Bentuk dada normal, tidak/ada suara tambahan (Whizing maupun ronchi).

  1. Payudara

ada hiperpigmentasi areola dan papila, payudara simetris kanan kiri, terjadi pembesaran payudara, puting susu menonjol, tidak terdapat benjolan abnormal

  1. Abdomen

ada garis-garis diperut, tidak ada bekas luka jahitan operasi, tidak ada massa, tidak ada nyeri tekan

  1. Genetalia

Inspeksi : idak ada oedem, ada pengeluaran cairan, berwarna putih, gatal

Spekulum : adanya erosi serviks, adanya flour albus

  1. Anus

Tidak terdapat hemoroid,benjolan maupun oedem

  1. Ekstremitas

Pada kuku merah muda, tidak oedem, turgor kulit kembali < 2 detik, pada tangan sebelah kanan terpasang infus

3. Pemeriksaan Penunjang

        Swab (-)

II. IDENTIFIKASI DIAGNOSA /  MASALAH

DS        : Ibu mengatakan kemaluannya keluar lendir putihh, panas, bau gatal pada tanggal 30/1/2011

DO        : - Ku                : baik

                                 - TTV        : TD        : 120/90 mmHg

                                                           N        : 88  x/mnit

                                                            S        : 36, 4 º C

                                                            RR        : 24 x/mnit

Inspeksi : idak ada oedem, ada pengeluaran cairan, berwarna putih, gatal

Spekulum : adanya erosi serviks, adanya flour albus

        Dx        :        Ny “ T ” umur 75 tahun dengan flour albus

III. IDENTIFIKASI DIAGNOSA / MASALAH POTENSIAL

IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA

  1. INTERVENSI

                Tanggal        : 01/02/2011

                Jam        : 08.00 WIB

                Tujuan        : setelah dilakukan Asuhan Kebidanan, maka diharapkan flour albus teratasi

Kriteria hasil :

  1. Ibu kooperatif
  2. Flour albus tidak keluar lagi        
  3. Flour albus tidak berbau, tidak panas, dan tidak gatal

Intervensi dan rasional :

  1. Lakukan pemeriksaan pada ibu

R/ mendeteksi secara dini penyakit yang mungkin terjadi

  1. Jelaskan pada ibu hasil pemeriksaan

R/ menambah pengetahuan ibu

                3. beritahu ibu untuk menghindari celana dalam yang bernilon dan ketat

                        R/ memberi udara pada vagina

                4. Ajarkan ibu untuk membilas vagina dari depan ke belakang

                        R/ Kuman di bagian anus tidak masuk ke dalam vagina

                5. motivasi ibu untuk melakukan paasmear

                        R/ mendeteksi dini adanya keganasan atau kelaina pada vagina

                6. Berikan terapi

                        R/ mendapatkan terapi yang tepat

  1. IMPLEMENTASI

Tanggal        : 1/02/2011

Jam                : 08.30 WIB

  1. Melakukan pemeriksaan pada ibu
  2. Menjelaskan pada ibu hasil pemeriksaan
  3. Memberitahu ibu untuk menghindari celana dalam yang bernilon dan ketat
  4. Mengajarkan ibu untuk membilas vagina dari depan ke belakang setiap kali BAK dan BAB
  5. Memotivasi ibu untuk melakukan paasmear
  6. Memberikan terapi yang tepat yaitu cefizox 2x100 mg, kaltrofen 2x500 mg, infus RL 500 ml dengan 10 tpm
  1. EVALUASI

Tanggal        : 01/02/2011                Jam : 09.10 WIB

        S        : ibu mengatakan mengerti dengan penjelasan yang diberikan

        O        : - ibu tampak kooperatif, mengangguk dan mengulang penjelasan yang diberikan

        A        : Ny “ T ” umur 75 tahun dengan flour albus

        P        : - Sarankan pada ibu menjaga kebersihan vagina

                  - Lanjutkan advis dokter

1. Catatan perkembangn

Tanggal        : 02/02/2011                Jam : 09.00 WIB

        S        : ibu mengatakan kemaluannya sudah tidak panas, tidak gatal, tidak berbau, tetapi masih keluar lendir putih

        O        : TTV :

                                        TD : 120/80 mmHg

                                        N : 86x/menit

                                        S  : 36,5oC

                                        RR : 20x/menit

        A        : Ny “ T ” umur 75 tahun dengan flour albus

        P        : - Sarankan pada ibu menjaga kebersihan vagina

                  - Lanjutkan advis dokter

2. Catatan perkembangn

Tanggal        : 03/02/2011                Jam : 10.00 WIB

        S        : ibu mengatakan kemaluannya sudah tidak panas, tidak gatal, tidak berbau, tetapi masih keluar lendir putih

        O        : TTV :

                                        TD : 120/80 mmHg

                                        N : 87x/menit

                                        S  : 36,5oC

                                        RR : 22x/menit

        A        : Ny “ T ” umur 75 tahun dengan flour albus

        P        : - Sarankan pada ibu menjaga kebersihan vagina

                  - Lanjutkan advis dokter

BAB 4

PEMBAHASAN

Dari landasan teori dapat diketahui bahwa yang dimaksud fluor albus adalah cairan yang keluar dari vagina selain darah atau cairan normal vagina yang berlebihan. Tanda dan gejala fluor albus yaitu menyebabkan keluhan-keluahan seperti perasaan gatal dan panas pada  vulva, menimbulkan bau yang kurang sedap, menimbulkan bercak-bercak pada celana (berwarna kuning atau hijau) dan keluar cairan yang lengket. Pemeriksaan yang dilakukan yaitu pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Serta penatalaksanaan pada flour albus yaitu pengobatan keputihan tergantung kepada penyebabnya. Keputihan ringan cukup dengan membersihkan dengan antiseptik vagina sesuai dengan anjuran dokter. Keputihan akibat infeksi diperlukan anti infeksi yang disesuaikan dengan jenis mikroorganisme.

Berdasarkan tinjauan kasus yang dilakukan pada Ny “ T” usia 75 tahun dengan flour albus di Ruang Seruni, rs Abdoer RAhem Kabupaten Situbondo mengatakan kemaluannya mengeluarkan lendir putih, panas, bau dan gatal. Pada pemeriksaan abdomen tidaka da bekas luka dan lesi, tidak ada benjolan atau nyeri tekan. Pada pemeriksaan genetalia terlihat pada flour albus berwarna putih susu, tidak ada lesi dan porsio tidak erosi.dilakukan pemeriksaan penunjang swab (-). Maka tidak terdapat kesenjangan teori dan kasus bahwa ny T terkena flour albus.

BAB 5

PENUTUP

  1. Kesimpulan

Dari pembahsan diatas dapat disimpulkan bahwa asuhan kebidanan yang dilakukan pada pada Ny “ T” usia 75 tahun dengan flour albus diruang seruni, Rs Abdoer Rahem kabupaten Situbondo mengatakan kemaluannya mengeluarkan lendir putih, panas, bau dan gatal. pada pemeriksaan abdomen tidaka da bekas luka dan lesi, tidak ada benjolan atau nyeri tekan. Pada pemeriksaan genetalia terlihat pada flour albus berwarna putih susu, tidak ada lesi dan porsio tidak erosi.dilakukan pemeriksaan penunjang swab (-). Maka tidak terdapat kesenjangan teori dan kasus bahwa Ny T terkena flour albus

5.2 Saran

Saya berharap semoga dengan adanya laporan ini dapat menambah wawasan para pembaca untuk membeerikan asuhan kebidanan yang tepat pada pasien dengan flour albus.

DAFTAR PUSTAKA

Becker, Susan Martin, Standar Perawatan Pasien, Proses Keperawatan, Diagnosis dan Evaluasi, EGC: Jakarta 1998.

Ramali, Ahmad. Kamus Kedokteran, Djambatan: Jakarta. 2000.

Saifudin, Abdul Bari, Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. YBP-SP : Jakarta 2000

Woknojosastro, Hanifah. Ilmu Kebidanan. YBP-SP : Jakarta 2000