Tema #1: Katolisitas

MODUL PENDAMPINGAN IMAN KMK

KOKERMA Kev. Semarang

Mengenal Arti Tanda Salib

Pengantar

Teman-teman yang terkasih, sebagai orang Katolik, membuat tanda salib sebelum dan setelah berdoa merupakan hal yang biasa. Namun, apakah kita tahu makna tanda salib tersebut? Pada kesempatan ini, kita akan merenungkan dan berdiskusi tentang salah satu ciri khas iman Katolik yang tampak melalui tanda salib.

Doa Pembuka

Allah Tritunggal Maha Kudus, Bapa Putera dan Roh Kudus, syukur atas berkat dan anugerah yang telah kami lalui selama sepekan ini. Dalam nada syukur kami ini, kami mohonkan rahmat pengampunan atas segala dosa dan kelalaian yang telah kami lakukan, baik pikiran, perkataan, maupun perbuatan kami. Dalam rasa persaudaraan ini kami mohon Roh Kudus-Mu untuk menaungi kami sehingga kami dapat menemukan Engkau dalam Ibadah Jumat ini. Seluruh doa ini kami haturkan dengan perantaraan Kristus Tuhan Kami. Amin.

Ilustrasi : Lagu Tuhanlah Gembalaku

Inside

Teman-teman yang terkasih, apakah kita bangga menjadi orang Katolik? Kalau iya, mengapa kita bangga menjadi orang Katolik? Apa sih istimewanya orang Katolik itu?

Terlepas dari apa pun jawabannya, ada satu keistimewaan yang kita punyai sebagai orang Katolik. Yaitu TANDA SALIB.

Mengapa istimewa? Tanda salib merupakan suatu rangkaian doa yang walaupun singkat tetapi sangat padat dan kaya maknanya.  

Mari kita bahas makna masing-masing bagian tanda salib.

  1. "Dalam Nama Bapa" (di dahi)

Hal ini menandakan bahwa Allah Bapa merencanakan, menciptakan, dan menyelenggarakan segala sesuatunya. Otak adalah pusat segalanya. Otak tempat kita berpikir, tempat kita merencanakan. Bapa merencanakan Putra-Nya untuk datang ke dunia sebagai penyelamat yang menyelamatkan umat manusia. Dan Bapalah yang menyelenggarakan segala karya dan hidup Yesus. Oleh karena itu kita melanjutkan dengan:

  1. "Dan Putra"

Di sini sering terjadi kesalahan karena banyak yang melakukan di dada (horizontal dengan Roh Kudus). Yang benar adalah di perut atau pusar. Perut melambangkan bumi, tempat inkarnasi Yesus. Sedangkan  tali pusar menandakan tali kehidupan, tali yang menyambung antara ibu dan anak, di sinilah janin mendapat makan dan mendapat curahan kehidupan. Dan Yesus lahir sebagai manusia untuk menyelamatkan manusia dan karya-Nya itu dimulai dari sejak kita masih berupa janin.  

  1. "Dan Roh Kudus" (horizontal di dada)

Bapa sangat mencintai kita dan terus berusaha menyelenggarakan  hidup kita sebaik-baiknya, maka Bapa mengirim Roh Kudus-Nya agar tetap mendampingi, melindungi, dan menjaga kita, sehingga kita akan senantiasa mengundang dan menghadirkan Allah Tritunggal kita dalam setiap kehidupan, untuk senantiasa menjagai kita sampai kedatangan Allah Putra kembali. Dengan tanda salib tubuh kita telah dimeterai dan disucikan oleh Allah. Dalam segala kegiatan kita: sewaktu kita tidur, kita belajar, kita bekerja, kita melakukan pelayanan, kita makan, kita susah, kita senang, kita tertawa, kita menangis.

Jika kita membuat tanda salib itu berarti kita mengundang Allah Tri Tunggal untuk menjaga, melindungi kita sehingga kita tidak melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan kehendak Bapa. Kita membuat tanda salib untuk mengawali dan mengakhiri doa-doa kita.

Warga Kristen memulai harinya, doanya, dan perbuatannya dengan tanda salib: "Demi nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin". Sebagai orang yang dibaptis ia mempersembahkan hari itu untuk kemuliaan Allah dan memohon rahmat Penebus, yang memungkinkan dia bertindak dalam Roh Kudus sebagai putera Bapa. Tanda salib menguatkan kita di dalam percobaan dan kesulitan. (KGK 2157)

Tanda salib menandakan kesatuan dengan Allah Tritunggal: Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Tanda salib juga merupakan tanda persatuan kita dengan sesama umat Katolik, misalnya jika kita makan di rumah makan, kemudian melihat ada orang membuat tanda salib, kita pasti bilang : Oh, orang itu orang Katolik, dia saudara seiman saya.

Ada sejumlah orang mempertanyakan mengapa salib di Gereja Katolik ada Corpus-nya (patung tubuh Yesus-nya) sedangkan salib pada Gereja-gereja non Katolik tidak ada Corpus-nya. Kebanyakan pertanyaan ini berhubungan dengan anggapan bahwa:

  1. Kalau begitu Gereja Katolik percaya kepada Yesus yang wafat, bukan kepada         Yesus yang bangkit. Tentu saja kedua anggapan ini keliru. Pertama, pengakuan iman Gereja Katolik  telah         dinyatakan secara jelas dan eksplisit dalam Syahadat para Rasul, yaitu: Aku percaya … akan Yesus Kristus, Putera Allah yang tunggal, yang dikandung dari Roh Kudus, dilahirkan oleh Perawan Maria, yang menderita sengsara…., disalibkan, wafat dan dimakamkan…., pada hari ketiga Ia bangkit …yang naik ke Surga… Maka tidak benar, jika Gereja Katolik hanya percaya kepada Kristus yang wafat.
  2. Karena ada Corpus-nya, maka Gereja Katolik menyembah berhala.

Kita tahu, walaupun Gereja Katolik menghormati  salib Kristus itu, namun yang dihormati bukan patung Yesus di salib tersebut, tetapi Pribadi Yesus yang digambarkan oleh patung salib itu. Oleh karena itu, penghormatan kepada salib Kristus bukanlah berhala, sebab yang dihormati tetaplah Kristus Tuhan yang digambarkan oleh Crucifix (Corpus) itu, dan bukan patung-nya itu sendiri. Memang penggambaran salib yang ‘polos’ (tanpa corpus) atau salib dengan corpus, seolah memberikan penekanan makna yang berbeda. Salib yang polos sepertinya lebih menekankan kepada Yesus yang bangkit. Namun jika Gereja Katolik memilih penggambaran corpus Kristus di salib, itu karena penggambaran tersebut lebih jelas menyampaikan inti ajaran Kristiani sebagaimana dikatakan oleh Rasul Paulus: “Aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa- apa di antara kamu, selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan.” (1Kor 2:2). Rasul Paulus mengajarkan bahwa pewartaan iman Kristiani adalah iman akan Kristus yang disalibkan, sebab dengan salib suci-Nya inilah Yesus telah menebus dosa umat manusia.

Maka, setidak-tidaknya, ada 4 alasan mengapa penggambaran corpus Kristus di salib lebih mengarahkan kita agar semakin menghayati ajaran iman kita:

  1. Corpus Kristus itu mengingatkan kita kepada penggenapan nubuat para nabi akan Sang Mesias yang menderita, dalam diri Kristus. “Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, …Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh…”(Yes 53:2-5).
  2. Corpus Kristus itu mengajarkan kita akan keadilan Allah. Sebab Kristus yang tersalib mengingatkan kita akan akibat dosa kita, hingga Allah sendiri harus mengutus Kristus Putera-Nya untuk menanggung sengsara dan wafat sebagai tebusan dosa-dosa kita (Gal 3: 13). Kesadaran akan hal ini mendorong kita menjauhi dosa, sebab kita mengetahui bahwa dosa-dosa kitalah yang menyebabkan sengsara-Nya.
  3. Corpus Kristus itu mengajarkan kita akan kasih Allah yang tak terbatas. Sebab Kristus sendiri mengatakan, “Tiada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang menyerahkan nyawanya bagi sahabat-sahabatnya” ( Yoh 15:13 ). “Kristus, terima kasih, Engkau mau menderita dan wafat di salib untuk menebus dosa-dosaku”, biarlah doa singkat ini menjadi seruan hati kita setiap kali memandang corpus Kristus yang terentang di kayu salib itu.
  4. Corpus Kristus itu mengingatkan dan mendorong kita agar kita-pun mau mengasihi, memberikan diri kita kepada orang lain tanpa pamrih, rela berkorban dan tak mudah putus asa dalam memikul salib kita sehari-hari ( Luk 9:23 ). Sabda Tuhan dalam Injil Yohanes mengajarkan agar kita saling mengasihi seperti Kristus telah mengasihi kita, “Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita.” (1Yoh 3:16). Tak mengherankan bahwa dengan merenungkan makna Kristus yang tersalib inilah, para martir dan Santa- Santo, dengan rela menyerahkan segala-galanya demi iman mereka akan Kristus.

Maka penggambaran Kristus yang tersalib, tidak berarti bahwa kita umat Katolik hanya percaya kepada Kristus yang wafat. Tentu saja kita percaya kepada Kristus yang wafat dan bangkit, namun penggambaran corpus Kristus di salib, lebih jelas mengingatkan kita akan penebusan Kristus yang dicapai melalui sengsara dan wafat-Nya. Sebab tidak mungkin ada kebangkitan Kristus tanpa sengsara dan wafat-Nya di salib. Selanjutnya penggambaran corpus Kristus ini adalah untuk mendorong kita agar kitapun rela berkorban untuk mengasihi Tuhan dan sesama. Maka corpus Kristus di salib itu, jika direnungkan maknanya, sesungguhnya mengingatkan kita akan dalamnya makna hukum cinta kasih, yang menjadi inti ajaran Kristiani. Yaitu, karena begitu besarnya kasih Allah, kita diselamatkan oleh Kristus Putera-Nya, dan kitapun dipanggil untuk mengasihi Allah dan sesama seperti Dia mengasihi kita.

Doa Umat

Teman-teman yang terkasih, menyadari akan kasih karunia Allah melalui peristiwa salib dan kebangkitan Kristus, marilah kita dengan rendah hati memanjatkan doa syukur dan permohonan kita kepada Bapa:

Bagi Gereja:

Semoga Gereja semakin mampu membawa kami kepada kehidupan rohani yang lebih baik, untuk menghadapi godaan duniawi yang semakin menghimpit kami. Kami mohon...

Bagi para pemimpin bangsa, negara, dan masyarakat:

Berkatilah para pemimpin bangsa, negara, dan masyarakat kami untuk mengedepankan kebaikan bersama. Curahkanlah Roh Kebijaksanaan kepada mereka untuk bersikap adil dalam memperjuangkan yang lemah, miskin, tersingkir, dan berkebutuhan khusus. Kami mohon...

Bagi kita, kaum muda:

Ya Bapa, berilah kami semangat untuk mewartakan Sabda-Mu di tengah dunia yang semakin beragam ini. Kuatkanlah iman kami, kaum muda-Mu, agar berani meneladan pengorbanan PutraMu melalui salib dan kebangkitan-Nya. Sertailah kami selalu hingga kami dapat menjadi saksi kebangkitan-Mu melalui doa, amal, kasih, dan tindakan kami. Kami mohon...

Bapa Kami

Marilah kita satukan doa-doa kita dengan doa yang diajarkan Yesus kepada kita: Bapa kami....

Doa penutup

Bapa, Putera, dan Roh Kudus terimakasih kami haturkan kepada-Mu, atas berkat dan kasih-Mu yang Engkautunjukkan melalui peristiwa salib Kristus. Kami juga bersyukur telah elaksanakan Ibadah Jumat ini dengan penuh perhatian dan sukacita. Melalui permenungan kami di hari ini, semoga kami dapat semakin mampu untuk menjadi kaum muda Katolik yang sejati dan percaya akan kasih-Mu. Semoga kami dapat menghayati dan mengamalkan kasih-Mu dalam hidup harian kami. Doa ini kami haturkan kepada-Mu dengan perantaraan Kristus Tuhan kami. Amin.


Tema #2: Katolisitas

MODUL PENDAMPINGAN IMAN KMK

KOKERMA Kev. Semarang

Allah Tritunggal

Pengantar Tema

Apakah Tuhan kita tiga atau satu?

Dewasa ini keyakinan akan Tuhan tampak seperti suatu hal yang harus dimiliki. Iman Katolik tidak dapat dilepaskan dari pemahaman Allah Tritunggal: Allah Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Tanpa disadari kita sendiri masih belum memahami akan kebenaran Allah Tritunggal. Kebanyakan kaum muda masih belum dapat mengartikan Trinitas yang merupakan Allah yang Esa. Kita merasa belum paham akan keberadaan tiga pribadi dalam satu, sehingga menjadi suatu hal yang perlu untuk dipahami oleh seluruh kaum muda. Dengan adanya tema ini, diharapkan kepada kaum muda Katolik mau belajar memahami pentingnya pengetahuan atau ajaran Trinitas iman Katolik.

Doa Pembuka

Ya Allah Tritunggal Maha Kudus, terima kasih atas segala berkat yang telah Engkau limpahkan kepada kami sehingga kami bisa berada di sini untuk memuliaka nama-Mu. Ya Allah ampunilah kami yang terkadang lalai dan jatuh di dalam dosa. Ya Allah sebentar kami akan memulai ibadah Jumat ini, berilah kami rahmat pengertian akan misteri kasih-Mu dalam misteri Tritunggal sebagai kesatuan kasih Ilahi-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa dan mengucap syukur. Amin.

Ilustrasi

Inside

Ajukan pertanyaan ini kepada teman-teman sehingga dapat mengambarkan tema diatas:

 

  1. Siapa itu Allah Tritunggal ?
  2. Bagaimana memahami Allah Tritunggal ?
  3. Bagaimana paham Allah Tritunggal dalam Kitab Suci ?

        Allah Tritunggal merupakan doktrin yang tidak mudah untuk dijelaskan walaupun kita mengimaninya. Orang sering memahami bahwa ada tiga Allah sehingga sering menjadi bahan perbantahan dengan orang lain. Tentu pandangan bahwa ada tiga Allah adalah salah, sebab dengan adanya tiga Allah berarti bertentangan dengan monotoisme. Gereja Katolik mempercayai Allah Tritunggal, dalam kerangka monoteisme. Allah Tritunggal tidak menunjukkan keberadaan tiga Allah sebab secara esensi/ substansi/ hakikatnya Allah Tritunggal adalah Allah yang Esa, Allah Bapa, Allah Putra dan Allah Roh Kudus lebih menunjuk pada pribadi dan bukan esensi atau kodratnya. Oleh karena itu, secara singkat dapat dikatakan bahwa Allah Tritunggal mengungkapkan misteri Allah sendiri yang memiliki kodrat satu, dalam tiga pribadi. Mengenai hal ini, konsili Nicea, Konsili Efesus, Konsili Konstatinopel, dan Konsili Kalsedon telah menjelaskannya untuk mempertahankan iman katolik dari serangan-serangan ajaran sesat.

        Konsili-konsili yang merumuskan Allah Tritunggal menjelaskan bahwa Allah Tritunggal menegaskan keberadaan Allah yang diimani oleh umat kristiani. Allah Tritunggal memiliki satu kodrat/hakikat/substansi dan tiga pribadi. Kodrat menunjuk pada substansi atau hakekat, sedangkan pribadi menunjuk pada hypostasis atau wujud, eksistensi atau cara beradanya. Dengan demikian kodrat Allah Tritunggal menunjuk pada kodrat keallahan yang menegaskan hubungan satu sama lain yang tak terpisahkan, sedangkan pribadi Allah Tritunggal menunjuk pribadi Bapa, Putera, dan Roh Kudus dalam perbedaan-Nya yang real satu dengan yang lainnya. Namun dalam perbedaan itu, terbangun suatu relasi yang sempurna, tak terpisahkan dan ada hubungan timbal balik antar ketiganya. Karl Rahner menegaskan bahwa bicara soal tiga pribadi bukan pertama-tama bicara soal perbedaan, tetapi soal tindakan Allah yang memberikan diri-Nya kepada manusia. Dengan lain kata, pribadi menunjuk soal cara berada/bertindak  Allah bagi keselamatan manusia.

Dalam Kitab Suci, dapat kita temukan gambaran tentang Allah Tritunggal. Gambaran Allah Tritunggal ditempatkan dalam sejarah keselamatan umat manusia. Masing-masing memiliki fungsi dan peran yang berbeda-beda dalam sejarah keselamatan.

Sesudah Yesus dibaptis di Sungai Yordan, Roh Allah turun atas Yesus dan terdengar suara dari surga, “Engkau Anak yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan” (Mrk 1:10-11)

Sesudah Perjamuan Terakhir, Yesus bersabda, “Aku akan meminta kepada Bapa dan ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain” (Yoh 14:16). Penolong itu adalah Roh Kudus (Yoh 14:26).

Sesudah kebangkitan-Nya, Yesus berpesan kepada para muridnya, “Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa, dan Anak dan Roh Kudus” (Mat 28:19)

Paulus memberi salam kepada jemaatnya dalam Allah Tritunggal, “Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus dan Kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian” (2Kor 13:13).

Doa Umat

Teman-teman yang terkasih, marilah kita mengkapkan doa syukur dan permohonan kita kepada Allah Tritunggal:

Bagi Gereja Allah :

Ya Allah Tritunggal Mahakudus, limpahkanlah berkat kepada umat-Mu agar dapat membantu membahagiakan serta mendamaikan segala bangsa di dunia. Bantulah kami untuk menghadirkan kasih-Mu sebagaimana Engkau mengasihi kami. Kami mohon...

Bagi kita orang-orang berdosa :

Ya Allah Tritunggal Mahakudus, bimbinglah kami agar selalu dapat menempuh jalan-Mu yang benar. Kami mohon...

Bagi Bapa Suci, para Uskup dan Imam :

Ya Allah Tritunggal Mahakudus, dampingilah Bapa Suci, para Uskup, dan para Imam dalam usaha memajukan persatuan Gereja dan menggembalakan seluruh umat yang sedang berziarah menuju kerajaan keselamatan-Mu. Kami mohon...

Bagi kami, kaum muda :

Ya Allah Tritunggal Mahakudus, kami bersyukur atas Tritungal Maha Kudus yang selalu mengaruniakan rahmat dan kasih-Nya kepada kami, anak-anak-Mu. Semoga karya Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus selalu tumbuh dalam hati kami sehingga kami dapat selalu meraskan kasih dan karya Allah dalam hidup kami. Kami mohon...

Bapa Kami

Marilah kita satukan doa-doa kita dengan doa yang diajarkan Yesus kepada kita.

Bapa Kami yang ada di surga...

Doa Penutup

Allah Bapa yang penuh kasih, puji dan syukur kami haturkan kepada-Mu, karena kami boleh untuk memahami Allah Tritunggal. Bapa, biarlah apa yang sudah kami pahami, apa yang sudah kami imani menjadikan kami semakin dekat dengan Engkau dan senantiasa memuji dan meluhurkan nama-Mu. Kami sebagai anak-anak Mu mohon berkat dan perlindungan-Mu. Utuslah kami dan biarlah kami menjadi garam dan terang dunia, demi kemuliaan nama-Mu kini dan sepanjang masa. Amin.


Tema #3: Katolisitas

MODUL PENDAMPINGAN IMAN KMK

KOKERMA Kev. Semarang

Siapakah Yesus Bagimu?

Pengantar

Teman-teman yang terkasih, kita Allah melalui pewartaan Yesus. Oleh karenanya, kita juga disebut murid-murid Yesus. Kehadiran Yesus menghantar kita pada pengenalan akan Allah sebagai Bapa. Namun, siapakah Yesus bagi kita? Pertemuan kali ini mengajak kita semua untuk merefleksikan siapakah Yesus bagiku.

Doa Pembuka :

Bapa yang Mahabaik Puji Syukur dan terima kasih kami Kau kumpulkan disini untuk bersama-sama belajar mengenal pribadi Yesus. Kami mohon terangilah akal dan budi kami untuk dapat mengerti alasan mengapa kami harus mengimani Yesus. Hantarlah kami untuk semakin mendalami iman kami akan Putera-Mu, sebab Dialah Tuhan dan pengantara kami, kini dan sepanjang masa. Amin

Ilustrasi : Lagu → Kereta Yesus

          Aduh senangnya naik kereta

         Kereta besar buatan Tuhan

         Supirnya Yesus, jalannya lurus

         Siapa mau ikut pergi ke Surga

Ilustrasi Kisah :

Pada suatu hari ada sebuah keluarga sebut saja Keluarga Ceria, dalam keluarga ini selalu diselimuti keceriaan satu sama lain. Setiap Minggu  keluarga ini selalu pergi ke gereja bersama-sama. Pada suatu ketika Pak Somat ayah dari 2 anak ini jatuh sakit ia mengalami penyakit diabetes. Pak Somat dibawa ke rumah sakit. Istri dan anak anaknya menangis dan sangat takut kehilangan Pak Somat. Seluruh keluarga dan sanak saudara Pak Somat hadir ke rumah sakit untuk memberikan semangat dan doa untuk Pak Somat, istri, dan anaknya.

Istri Pak Somat berkata kepada dokter “Dok, saya mohon sembuhkan suami saya. Saya dan anak anak saya tidak mau kehilangan suami saya” lalu kata sang dokter “Baik Bu, kami akan berusaha tapi kami mohon Ibu dan anak anak terus berdoa karena saya hanya perantara Tuhan”. Setelah sang istri berkata kepada sang dokter lalu dokter tersebut kembali memeriksa Pak Somat.

Terlihat di luar ruang UGD, kedua anak Pak Somat terus menangis dan berdoa agar ada mukjizat bagi ayahnya. Beberapa jam kemudia terdengar suara detak jantung Pak Somat yang terus melemah bahkan Pak Somat berada dalam kondisi kritis. Dengan cepat, para dokter memeriksa dan berusaha membuat Pak Somat kembali normal. Istri dan anak-anaknya kaget. Mereka semua menangis dan terus menangis. Tiba-tiba salah satu dari sanak saudara Pak Somat menghampiri mereka dan berkata “Bagaimana jika kita memanggil Romo untuk memberikan perminyakan?”. Setelah membicarakan dengan anak-anaknya, istri Pak Somat pun setuju dengan usul dari saudaranya. Kemudian salah satu dari anak Pak Somat dengan saudaranya itu pergi ke gereja dan meminta salah satu dari Romo untuk memberikan perminyakan.

Beberapa jam kemudian mereka datang dengan Romo dan mereka langsung menuju UGD. Setelah sampai Romo meminta untuk seluruh keluarganya masuk dan ikut dalam perminyakan itu. Romo memulai perminyakan dan Romo meminta untuk istri dan anak-anak Pak Somat terus berbicara di dekat telinganya dan memanggil Pak Somat terus meskipun Pak Somat tidak sadar.

Setelah perminyakan Romo berkata kepada istri dan anak-anak Pak Somat “Bu, dek, terus berdoa ya untuk Pak Somat dan terus memanggil Pak Somat, saya yakin Tuhan mempunyai mukjizat dan apa yang tidak mungkin bagi manusia tetapi mungkin bagi Tuhan”. Keesokan harinya keadaan Pak Somat belum memulih dan para dokter menyarankan untuk memindahkan Pak Somat ke ruang ICU tetapi salah satu dokter berkata kepada istri Pak Somat “Bu, di ruang ICU, ventilator mesin sudah habis, adanya ventilator manual yaitu yang digerakkan dengan tenaga manusia, kami sudah menghubungi beberapa rumah sakit dan ada yang mempunyai ventilator”. Lalu sang istri menjawab “Tapi apakah jika suami saya dipindahkan rumah sakit lain tidak akan membahayakan nyawa suami saya?”. Kata Dokter: “Iya bu, yang kami takutkan keadaan Bapak akan memburuk di perjalanan. Tetapi, Ibu harus segera memberikan keputusan”. Sang istri sangat bingung dan kalut. Di satu sisi jika menggunakan ventilator manual juga bisa beresiko tetapi memindahkan suaminya ke rumah sakit lain juga beresiko.

Setelah berpikir, sang istri memutuskan untuk tidak memindahkan suaminya dan menggunakan ventilator manual. 3 hari kemudian setelah Pak Somat dipindahkan ke ruang ICU, ia sadar bahkan dokter yang menangani Pak Somat kebingungan padahal saat itu dokter yang menangani Pak Somat sudah “angkat tangan”.

Setelah seminggu Pak Somat berada di rumah sakit, keadaannya terus membaik dan dokter mengizinkan Pak Somat untuk pulang. Pada hari minggunya, Pak Somat dan keluarganya kembali ke gereja bersama dan sang istri memberikan ucapan syukurnya melalui ujub misa.

Setelah selesai misa Pak Somat dan keluarganya menemui Romo yang saat itu memberikan perminyakan pada Pak Somat dan sang istri menyapa Romo tersebut “Selamat pagi Romo, ini Pak Somat yang waktu itu malem-malem kami meminta Romo untuk memberikan perminyakan dan sekarang Puji Tuhan suami saya sudah sehat seperti ini bahkan suami saya yang dulunya menggunakan kacamata sekarang sama sekali tidak, karena sudah normal”. Lalu Romo tersebut menjawab “Oh iya Bu saya ingat. Wah, Puji Tuhan sekali mukjizat Tuhan sungguh nyata padahal saat malam itu keadaan Pak Somat sudah memprihatinkan. Ini yang dinamakan mukjizat Tuhan nyata dan ini juga berkat dukungan doa keluarga Pak Somat untuk Pak Somat sendiri. Maaf jika diizinkan apakah boleh saya gunakan kisah Pak Somat ini saya bagikan kepada umat yang lain?” . Sang ibu menjawab “Boleh sekali Romo silakan. Saya harap umat yang lain semakin percaya dengan mukjizat Tuhan dan pertolongannya dalam hidup saya dan keluarga”.

Dari kisah keluarga Pak Somat ini, Yesus hadir di tengah keluarga Pak Somat dan memberikan mukjizat serta pertolongan.  Yesus sungguh menjawab doa dan pengharapan keluarga Pak Somat.

Pertanyaan Reflektif:

Teman-teman yang terkasih, untuk mendalami tema pertemuan ini, marilah kita merefleksikan kisah keluarga Pak Somat tersebut. Refleksi dan sharing kita akan dibantu dengan beberapa pertanyaan panduan berikut:

  1. Berdasarkan kisah di atas,  apakah yang diberikan Yesus kepada keluarga Pak Somat?
  2. Bagaimana cara Yesus menjawab doa dan harapan keluarga Pak Somat?
  3. Apakah kamu percaya bahwa iman kepada Allah melalui Yesus sungguh dapat diandalkan?
  4. Apakah kamu memiliki kisah yang serupa dengan pengalaman keluarga Pak Somat? Dan siapakah Yesus bagimu dalam pengalamanmu itu?

Teman-teman dipersilakan untuk membagikan atau mensharingkan refleksinya berdasarkan pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Kesimpulan dan Inside :        

Teman-teman yang terkasih, kita mengenal pribadi Yesus salah satunya melalui pewartaan Sabda dalam Kitab Suci. Dalam beberapa perikop Kitab Suci, gambaran pribadi Yesus ditunjukkan sebagai berikut:

→ Pada Injil Yoh 14:6 Yesus Bersabda

        “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”

→ Pada Injil Yoh 6:35 Yesus bersabda

        “Akulah roti hidup ; barangsiapa dating kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepadaKu, ia tidak akan haus lagi”

→ Pada Injil Matius 11:28 Yesus bersabda

        “Marilah kepada-Ku semua yang letih lesu dan berbeban berat, aku akan memberikan kelegaan kepadamu”

Dari beberapa cuplikan perikop Kitab Suci di atas, Yesus digambarkan sebagai pribadi yang memberikan :

Doa Umat

Teman-teman yang terkasih, marilah kita ungkapkan doa-doa syukur dan permohonan kita kepada Tuhan. Dipersilakan bagi teman-teman yang ingin mengungkapkan doa-doanya secara spontan....

Bapa Kami

Marilah kita satukan doa syukur dan permohonan kita dengan doa yang diajarkan Yesus kepada kita.

Bapa kami yang ada di surga......

Doa penutup :

Bapa yang Mahapengasih, terima kasih kami boleh belajar tentang pribadi Yesus. Kami percaya bahwa apa yang kami dapatkan pada pertemuan kali ini akan bermanfaat bagi kehidupan kami. Semoga kami dapat lebih mengimani Yesus karena Yesus adalah jalan, keselamatan dan kehidupan kami. Dialah Tuhan dan pengantara kami, kini dan sepanjang segala masa. Amin


Tema #4: Liturgi

MODUL PENDAMPINGAN IMAN KMK

KOKERMA Kev. Semarang

Merayakan Liturgi & Ekaristi dengan Pantas

Pengantar Tema

Teman-teman yang terkasih, dewasa ini banyak kaum muda yang kurang memahami bagaimana sikap atau tata cara dalam perayaan liturgi. Banyak orang Katolik yang menanggapi bahwa liturgi dalam Katolik membosankan. Hal – hal seperti ini diakibatkan oleh kurangnya pemahaman dalam tata cara liturgi yang tepat.

Liturgi dapat diartikan sebagai karya publik atau keikutsertaan umat dalam perayaan karya keselamatan Allah. Di dalam liturgi, Yesus Kristus diutus untuk melanjutkan karya keselamatan Allah sendiri melalui Gereja-Nya. Pemahaman ini dapat membantu remaja Katolik dalam merayakan liturgi dengan baik.

Doa Pembuka

Ya Allah  Bapa yang bertahta dalam kerajaan surga, terima kasih atas berkat karunia-Mu sepanjang hidup kami. Kami berterima kasih karena Engkau telah mengumpulkan kami di sini sehingga kami dapat berkumpul untuk memuliakan nama-Mu. Pada kesempatan siang ini, kami ingin memahami perayaan Liturgi dalam Gereja-Mu. Hadirlah di ditengah-tengah kami dan memimpin ibadah ini. Sucikanlah dan kuduskanlah kami agas layak memuji dan menyembah-Mu serta mendengarkan firman-Mu yang kudus, dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. Amin

Ilustrasi

Inside

Apakah yang dimaksud dengan liturgi? Apa bedanya dengan ekaristi?

Liturgi berasal dari kata Yunani leitourgia, dari kata ergon: ‘karya’ dan leitos-laos: ‘bangsa’. Arti harafiah: ‘kerja’ atau ‘pelayanan yang dibaktikan bagi kepentingan bangsa.’ Leitourgia menunjuk makna: kerja bakti atau kerja pelayanan yang tidak dibayar, iuran/sumbangan/pajak dari warga masyarakat yang kaya untuk masyarakat/negara. Sekitar abad 2, kata liturgi mendapat makna kultis yang berarti pelayanan ibadat para imam; menunjuk semua ibadat resmi Gereja. Dalam perkembangannya, liturgi menunjuk makna perayaan misteri karya keselamatan Allah dalam Kristus, yang dilaksanakan oleh Yesus Kristus, bersama Gereja-Nya dalam ikatan Roh Kudus.

Sedangkan, ekaristi berasal dari kaya Yunani eucharistia, yang berarti puji syukur, mengucap syukur. Sedangkan kata misa berasal dari kata Latin missa, yang berarti pembubaran jemaat setelah suatu pertemuan atau perayaan liturgis jemaat selesai. Dengan demikian, ekaristi menunjuk pengertian pujian syukur atas karya penyelamatan Allah yang terlaksana melalui Yesus Kristus, sebagaimana berpuncak dalam peristiwa wafat dan kebangkitan-Nya.

Liturgi menunjuk tata cara perayaan, sedangkan ekaristi menunjuk makna perayaan atau isi perayaan. Dalam rangkaian ekaristi, ada 2 perayaan liturgi: Litugi Sabda dan Liturgi Ekaristi.

Untuk merayakan liturgi, ada pedoman dan aturan yang harus ditaati. Mengapa ada begitu banyak aturan? Apa pentingnya aturan itu? Mengapa kita perlu mempersiapkan diri?

Ekaristi adalah sumber dan puncak ibadah kita, sebab dalam ekaristi kurban Kristus dirayakan dan dihadirkan. Aturan-aturan liturgi yang kaku menyadarkan kita bahwa liturgi merupakan perayaan kebersamaan seluruh Gereja, diteruskan dan dilestarikan oleh Gereja.

Aturan dalam liturgi menjamin adanya kebebasan. Kebebasan yang tunduk kepada kebenaran. “Ketika setiap manusia hidup tanpa hukum, manusia hidup tanpa kebebasan” Ini pernyataan Paus Benediktus XVI. Hukum dan aturan, khususnya dalam liturgi, memberi tahu kita tentang kebenaran dalam tata cara menyembah Allah. Tanpa adanya hukum dan aturan, bukan kebebasan yang terjadi, melainkan kekacauan, karena setiap orang akan bisa memaksakan apa yang ia inginkan sesuka hatinya.

Lalu apa yang harus kita persiapkan? Ada beberapa etika dalam melakukan liturgi yang harus kita perhatikan:

  1. Berpakaian sopan

Kitab Suci lebih lanjut menyebutkan beberapa prinsip tentang hal berpakaian yang tidak dapat dilepaskan dengan perbuatan baik lainnya:

“Demikian juga hendaknya perempuan. Hendaklah ia berdandan dengan pantas, dengan sopan dan sederhana, rambutnya jangan berkepang-kepang, jangan memakai emas atau mutiara ataupun pakaian yang mahal-mahal, tetapi hendaklah ia berdandan dengan perbuatan baik, seperti yang layak bagi perempuan yang beribadah.” (1 Tim 2:9-10; 1 Pet 3:5)

Selanjutnya, Katekismus Gereja Katolik mengajarkan bahwa cara berpakaian yang sopan merupakan bagian dari kebajikan kemurnian.

Supaya mempersiapkan diri secara wajar untuk menerima Sakramen ini, umat beriman perlu memperhatikan pantang (Bdk. KHK, kan. 919) yang diwajibkan Gereja. Di dalam sikap (gerak-gerik, pakaian) akan terungkap penghormatan, kekhidmatan, dan kegembiraan yang sesuai dengan saat di mana Kristus menjadi tamu kita (KGK 1387).    

  1. Janganlah makan atau minum dalam waktu 1 jam sebelum menerima Komuni. Hal ini dimaksudkan untuk sungguh memberikan keistimewaan pada Kristus yang akan menjadi santapan rohani.
  2. Datanglah cukup awal

Supaya setidaknya ada waktu untuk berdoa misalnya sekitar 10-15 menit sebelum misa dimulai, dan menenangkan hati dan pikiran sebelum mengikuti misa.

  1. Persiapkan diri dengan menciptakan waktu teduh di dalam gereja (tidak mengobrol dan menggunakan Hp).
  2. Bagi umat yang membawa anak kecil, mohon selalu dalam pengawasan dan dilarang memberikan makanan/makan selama di dalam gereja.
  3. Ketika doa pembuka

Sampaikanlah ujud pribadi anda dalam hati, singkat saja sambil mengami doa yg dibawakan imam.  Pada zaman dahulu, kesempatan ini diisi doa spontan oleh umat yg hadir, yang akhirnya ditutup oleh imam.(Kesempatan lain yg bisa dilakukan untuk menyampaikan ujud pribadi adalah ketika doa umat, pada waktu yg disediakan). 

  1. Tanda salib yg dibuat sebaiknya tanda salib besar, yaitu dgn menyentuh perut/pusar (sebagai lambang inkarnasi Kristus). Tidak membuat tanda salib ketika imam memberi absolusi umum ("...semoga Allah mengasihani kita...dst.."), karena yg kita ikuti adalah Misa Kudus bukan Sakramen Tobat. Tidak salah membuat tanda salib dengan menyentuh dada ketika berkata "Putra". 
  2. Berlutut sebelum duduk, jgn asal2an, jgn hanya membungkuk, kecuali terpaksa. Yang ada di depan anda adalah Kristus dalam rupa Hosti di Tabernakel.
  3. Nyanyikanlah Tuhan Kasihanilah kami dan Kemuliaan dengan penuh hormat. Harap diingat bahwa Kemuliaan adalah kidung malaikat di padang Efrata ketika kelahiran Kristus. Jadi, perlu dinyanyikan dengan penuh sukacita dan hormat. 
  4. Bacaan Kitab Suci yg dibacakan dari ambo (mimbar) adalah waktu Allah bersabda dan kita mendengarkan, yaitu menyimak dengan penuh perhatian. Jika paroki anda menyediakan teks misa, anda lebih baik membaca kutipan bacaan sebelum misa dimulai. TATAP lektor/imamnya karena Allah sedang berbicara pada anda. Komunikasi yg baik dalam percakapan adalah SALING MENATAP bukan? PEMBACAAN INJIL -dan bukannya homili - adalah PUNCAK LITURGI SABDA. Harap diingat, suara yg anda dengar adalah Suara Kristus sendiri karena imam bertindak IN PERSONA CHRISTI (mewakili Kristus sepenuh-penuhnya) 
  5. Mohon menyanyikan KUDUS dengan sepenuh hati, dengan keagungan, jangan asal-asalan. Ketika menyanyikan/mengucapkan KUDUS kita bergabung dengan seluruh penghuni surga yang memuji Allah tak henti. 
  6. Ketika konsekrasi (Inilah TubuhKU, Inilah DarahKu atau ketika Hosti diangkat dan Piala diangkat) anda boleh mengangkat kedua tangan yg terkatup seperti ritus ibadat di pura Hindu, NAMUN SEBENARNYA berlutut sudah merupakan ungkapan PENYEMBAHAN. Yang terpenting ketika konsekrasi adalah anda menatapNya. Harap diingat, Suara yg anda dengar (Inilah TubuhKU, Inilah darahKU, adalah Suara Kristus sendiri. Lagi, hal ini dikarenakan Imam bertindak IN PERSONA CHRISTI. Jadi? Tataplah Hosti dan Piala itu dgn penuh hormat, yakinkan pada diri anda kalau itu adalah Kristus sendiri, bukannya sibuk dengan permohonan dalam hati. 
  7. Ketika imam mengucapkan/menyanyikan : "Dengan perantaraan Kristus, bersama dia, dan dalam Dia...dst..." IKUTILAH DALAM HATI. TATAPLAH HOSTI DAN PIALA YG DIANGKAT. Ketika "AMIN" dinyanyikan (dlm bahasa inggris disebut THE GREAT AMEN"). Mohon dinyanyikan dengan sepenuh hati, dengan suara terindah yg anda miliki. Dikarenakan bahwa THE GREAT AMEN ini adalah PUNCAK LITURGI EKARISTI. 
  8. Jangan menadahkan tangan seperti imam, pada waktu berdoa atau menyanyikan Bapa Kami. Dikarenakan imam sedang berdoa atas nama Gereja atau IN PERSONA ECCLESIA. Sikap yg benar adalah mengatupkan tangan, tanda berdoa. Hayatilah doa Bapa Kami. Sadarilah bahwa "rezeki" yg anda minta itu terutama adalah "Roti Hidup" dalam Ekaristi. (dlm bahasa aslinya (Aram), doa Bapa Kami menggunakan kata "roti" bukan rezeki, dalam bahasa latin digunakan kata "PANEM" yg berarti roti.) 
  9. TIDAK MENGUCAPKAN DOA PRESIDENSIAL (yg boleh diucapkan oleh imam saja) doa: "..jgn perhitungkan dosa kami tetapi perhatikanlah iman GerejaMu" Jika Imam mengucapkan "marilah kita mohon damai Tuhan" dsb sebelum doa ini, bukan berarti kita harus ikut mengucapkan doa ini. Ucapkan dalam hati saja KEMUDIAN DIAMINKAN DENGAN IMAN. 
  10. Ketika menerima komuni, TATAPLAH terlebih dahulu hosti yg diangkat sebelum ditaruh di tangan anda. AMIN HARUS DIUCAPKAN DENGAN PENUH IMAN.
  11. Jangan tinggalkan Perayaan Ekaristi sebelum mendapat berkat penutup dari Imam.

Teman-teman, mari kita tilik bersama bagaimana persiapan hati kita dalam menyambut Ekaristi. Sebab, jika kita menjalankan bagian kita dengan baik: mempersiapkan diri dan berpartisipasi aktif dalam Perayaan Ekaristi, sesungguhnya tidak mungkin kita ‘tidak mendapat apa-apa’ dari Perayaan Ekaristi. Jika kita merasa demikian, barangkali kita perlu dengan rendah hati mohon ampun kepada Tuhan, sebab itu berarti kita kurang menghargai karunia Tuhan Yesus yang terbesar, yaitu Diri-Nya sendiri. Jika kita diundang oleh seorang raja untuk makan bersama beliau di istana, tentu kita dengan serta merta menyiapkan diri, bukan? Karena undangan sang raja itu sendiri adalah suatu berkat istimewa. Dalam Ekaristi, sesungguhnya kita menyambut Yesus, Raja di atas segala raja; dan Ia bukannya menjamu dengan santapan duniawi, tetapi dengan santapan surgawi, yaitu Diri-Nya sendiri, untuk membawa kita ke surga. Semoga hari demi hari kita dapat semakin mensyukuri rahmat Ekaristi, dan semakin merindukannya.

Doa Umat

Teman-teman yang terkasih, marilah kita ungkapkan doa syukur dan permohonan kita:

Bagi Gereja:

Bapa yang Mahakasih, Engkau telah mempersatukan kami dalam persekutuan GerejaMu. Curahkanlah rahmat kasih dan kedamaian bagi Gereja kami, sehingga semua umat selalu bersatu, rukun dan damai dalam mewartakan kasihMu sesuai dengan kehendakMu dan nntuk kemuliaan nama Mu. Kami mohon...

Bagi kaum muda:

Allah yang Mahabaik, bimbinglah kami agar dapat memilah pengetahuan yang baik dan buruk di dunia ini. Bimbinglah kami agar semakin mempu memanai liturgi Gereja-Mu dengan lebih baik. Marilah berdoa....

Bagi kami yang hadir di sini:

Bapa, berilah kami keteguhan di dalam imam sebagai anak-anak Allah. Sertailah kami agar semakin berani menjadi saksi cinta kasihMu dengan memperhatikan dan mencintai sesama kami,  melalui doa, amal, kasih, dan tindakan kami yang nyata. Kami mohon...

Bapa Kami

Marilah kita satukan doa syukur dan permohonan kita, dengan doa yang diajarkan Kristus kepada kita.

Bapa kami yang ada di surga.....

Doa penutup

Ya Tuhan Yesus, terima kasih atas karunia Ekaristi-Mu. Bantulah kami agar selalu mensyukuri anugerah-Mu dan semakin hari semakin menghayati rahmat kudus-Mu itu. Biarlah kami menjadi alat bagi-Mu untuk menyampaikan kasih dan kebenaran, agar semakin banyak orang mengenal, mengasihi dan melayani Engkau sebagai Tuhan. Mampukanlah kami untuk mengikuti teladan-Mu dengan memberikan hidup kami bagi sesama demi kasih kami kepadaMu, sebab Engkau telah terlebih dahulu memberikan hidup-Mu kepada kami. Terpujilah Engkau, ya Tuhan, kini dan sepanjang masa. Amin.

Modul Pendampingan Iman Ngupi Mania   |