Antara Sahabat dan Cinta

Hasil gambar untuk 4 sahabat

Aku memiliki sahabat mereka adalah riza, muna, dan dewi. Pada suatu hari kami didalam kelas setelah bel jam pergantian pelajaran berbunyi kami ngobrol sementara, dewi dan muna selalu ngomongin cowok sampai-sampai riza jengkel denga mereka taulah sifat riza ia tak suka mikirin pacaran apa lagi cowok, diantara kami berempat yang masih lajang aku dan riza, dan muna, dewi sudah punya pacar dan sudah beberapa kali ia putus jadian dengan cowok yang berbeda.

“mun tau gak cowok gue itu ganteng banget” kata dewi

“kalau gue biar pu n kurang ganteng tapi kaya lho”sahut muna

“hello jadi kita gak dianggap nih?”tanya riza

aku hanya diam saja

“emang kenapa sih riz?, coment aja, bilang aja elo sirik”kata muna

“oh ya?, dew!, pacar elo itu yang keberapa?”rindir riza

“apa elo bilang?”kata dewi

tiba-tiba guru masuk

“selamat siang!”kata guru

kami pun bubar dan menun da percakapan kami.

Setelah kejadian itu hubunga kami semakin buyar, biasanya kami menyantap makan siang bersama kini hanya kita aku dan riza, sedangkan muna dan dewi makan siang dengan cowok mereka

“riz kelihatanya jarak kita semakin jauh”kataku

“biarkan saja mereka, ir makasih ya elo masih mau denganku!”katanya sambil matanya berkaca

aku pun memeluknya

hingga pada suatu hari muna diduakan oleh cowoknya, dan dia minta tolong kami

“plizz, bantu gue ya!”kata muna

riza diamsaja dan meninggalkan kami begitu saja

“riz!,”kata muna

akupun menjelaskan alasan kenapa riza tidak menjawabnya

“mun asal elo tau kenapa riza tidak menjawab permintaan elo, elo pikir ya!, elo telah menyakiti gue dan riza, gue masih bisa memaafkan elo tapi riza?, gue saranin elo harus minta maaf dengan riza, pikirkan itu!”kataku

aku pun meninggalkanya, dan air mata muna yang semakin deras keluar.

setelah itu muna mencoba untuk minta maaf kepada riza,

“riz!, maafin ya?”kata muna

“elo minta maaf?, apa tujuan elo?”kata riza

aku berusaha untuk membujuk riza agar ia mau untuk maafin muna,

“riz maafin ya?, gue yakin muna minta maaf hanya untuk kembalinya persahabatan kita yang dulu”kataku

“bener begitu mun?”tanya riza muna pun mengangguk mantap dengan mata berkaca, merereka berpelukan aku pun ikut terharu dengan kejadian itu.

setelah kejadian itu kami semakin dekat, pada suatu hari teman sekelas kami yaitu ifa ia mengirim pesan singkat yang berisi tentang dewi sahabat kami, membutuhkan do’a dari kami semua untuk kesembuhanya dari penyakitnya yaitu kelainan saraf otak, kami pun kaget, keesokan harinya kelas kami ramai dengan suara tangisan,

“riz maafin gue!, gue salah telah mengingkari janji kita untuk menjadi sahabat slamanya”kata dewi

“iya wi!, gue maafin”kata riza

“nah ginilah yang gue mau”kataku

kamipun berpegang tangan dan saling bersumpah untuk menjadi sahabat selamanya

“Kami berjanji untuk menjadi sahabat untuk selama-lamanya”kata kami bersamaan, tiba-tiba tawa kami meledak bersamaan.

Oleh Nadlrotul Magviroh